PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA ANGGOTA POLISI RESORT KOTA KUPANG
Pelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menganalsis disiplin kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang, dan Untuk menganalsis beban kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, Salah satu sistem pembinaan karier anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilaksanakan melalui mutasi pada setiap jenjang kepangkatan secara rutin dan insidentil berdasarkan kebutuhan organisasi atau pertimbangan kepentingan individu Anggota sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Mutasi Jabatan dalam hal ini adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan yang lain, baik yang sifatnya promosi, setara maupun demosi. Mutasi bisa berupa mutasi antar daerah yakni pemindahan anggota antar Polda atau antar Satuan fungsi (Satfung) di lingkungan Mabes POLRI atau dari Polda ke Mabes POLRI atau sebaliknya tanpa menunjuk jabatan Fakta yang diperoleh melalui penelitian awal tanggal 15 Februari 2021 menunujukkan hasil yang berbeda, ternyata penempatan sumber daya dalam institusi Kepolisian seringkali tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara awal 15 Feberuari 2021 dengan beberapa anggota POLRI Resort Kupang kota, menunjukkan bahwa masih banyak anggota POLRI yang merasa bahwa dirinya kurang kompeten dalam mengimplementasikan tugasnya pada suatu bidang setelah mutasi diberlakukan. Anggota-anggota tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud kurang atau bahkan tidak sesuai denganxiii minat, bakat serta kompetensinya. Ketidakpuasan anggota dalam penempatan kerja menimbulkan dampak yang cukup besar baik terhadap anggota itu sendiri, bagi organisasi, dan juga bagi masyarakat. Ketidakjelasan mutasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada bawahan, serta membuat mereka bekerja dalam ketidakpastian karena sewaktu-waktu dapat dilakukan mutasi. Banyak kasus yang dijumpai dimana anggota POLRI ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minat dan kompetensinya. Sebagai contoh, anggotaanggota tersebut ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan dikjur (Pendidikan Kejuruan) yang telah dilaksanakan. Misalnya anggota tersebut mengikuti dikjur Binmas tetapi saat penempatan justru pada unit Reserse, sehingga penempatan tersebut tidak sesuai dengan kompetensi anggota. Selain itu, seringkali bidang baru setelah mutasi diberlakukan merupakan bidang yang kurang diminati oleh anggota yang bersangkutan secara psikologis, anggota POLRI yang ditempatkan pada bidang yang kurang sesuai dengan minat dan kompetensinya tentu akan mengalami konflik-konflik internal seperti ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat anggota tersebut merasa tertekan atau stress dan merasa terbebani hingga memicu frustrasi, ini akan mengakibatkan anggota akan malas dan menghindar dari pekerjaan yang sudah di berikan. Hasil penelitian ini adalah Responden yang merupakan anggota polisi resort kota Kupang menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Disispli Kerja (X1) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,796, hasil ini menunjukan bahwa peranan variabel disispli kerja memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan kinerja anggota Polisi Resort Kota Kupang Dikarenakan atasan dan rekan kerja saling mendukung dalam bekerja dan pembagian tugas diberikan sesuai dengan peran masing-masing anggota sehingga anggota polisi merasa disiplin kerja menjadi lebih baik jika kesadaran dan kesediaan setiap anggota menaati semua peraturan danxiv norma-norma sosial yang berlakuJika kemampuan pekerja lebih tinggi dari padatun tutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu bebankerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Beban Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,906. Hasil ini menunjukan bahwa beban kerja memiliki korelasi terhadap kinerja anggota polisi resort kota Kupang. Artinya bahwa Disaat organisasi memberikan aturan disiplin kerja maka dengan sangat mudah akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga akan muada pula dalam mencapai tujuan organisasi secara maksimal.