Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Thunnus albacares
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produktivitas dan musim penangkapan ikan tuna sirip kuning (thunnus albacares) di perairan sikka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Ikan tuna merupakan salah satu komuditas ekspor non migas bernilai tinggi di Indonesia. Menurut komisi Nasional pengkajian stok, potensi perikanan tuna di Indonesia cukup besar meskipun tingkat penmanfaatan di beberapa daerah masih rendah, Perairan Sikka merupakan salah satu wilayah pengelola perikanan tuna di Indonesia, produksi tuna di kabupaten Sikka dalam 2 tahun terakir yaitu pada tahun 2019 mencapai 518.453 ton/tahun dan pada tahun 2020 mencapai 334.702 ton/tahun mengalami penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa produktivitas dan musim penangkapan di Perairan Sikka terhadap ikan tuna sirip kuning (thunus albacares) meliputi jumlah penangkapan dan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – bulan September 2021. Produktivitas ikan sirip kuning (thunus albacares) di Perairan Sikka di dapat dari perhitungan CPUE, sedangkan musim penangkapan dapat diketahui dengan melakukan wawancara. Data statistik DKP Kab. Sikka dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020) yaitu pada tahun 2016 sebanyak 1.722 ton/trip, tahun 2017 sebanyak 1,890 ton/trip, tahun 2018 sebanyak 2,028 ton/trip, tahun 2019 sebanyak 2,191 ton/trip, dan tahun 2020 sebanyak 2,322 ton/trip dengan total rata rata tahunan sebesar 2 ton/trip. Puncak musim penangkapan sumberdaya ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Perairan Sikka sepanjang tahun dan berdasarkan hasil wawancara langsung musim penangkapan yang baik terjadi pada bulan Maret - April dan september. Kata kunci:Thunnus albacares,Produksi dan Musim Penangkapan, Perairan Sikka ABSTRACT Tuna is one of the high value non-oil and gas export commodities in Indonesia. According to the National Commission for Stock Assessment, the potential for tuna fisheries in Indonesia is quite large, although the utilization rate in some areas is still low, Sikka Waters is one of the tuna fisheries management areas in Indonesia, tuna production in Sikka Regency in the last 2 years, namely in 2019 reached 518,453 tons / year and in 2020 it reached 334,702 tons / year experiencing a decrease in production. This study aims to determine and analyze the productivity and fishing season in Sikka waters for yellowfin tuna (Thunus albacares) including the number of catches and the season. This research was carried out in July – September 2021. The productivity of yellowfin fish (Thunus albacares) in Sikka Waters was obtained from CPUE calculations, while the fishing season could be determined by conducting interviews. DKP Kab. Sikka in the last 5 years (2016-2020), namely in 2016 as many as 1,722 tons/trip, in 2017 as many as 1,890 tons/trip, in 2018 as many as 2,028 tons/trip, in 2019 as many as 2,191 tons/trip, and in 2020 as many as 2,322 tons/trip with a total annual average of 2 tons/trip. The peak fishing season for yellowfin tuna (Thunnus albacares) in Sikka waters throughout the year and based on direct interviews, the good fishing season occurs in March - April and September. Keywords: Thunnus albacares, Production and Fishing Season, Sikka Waters

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Reproduksi yellowfin tuna di perairan Atapupu Kecematan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling. Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DINAMIKA POPULASI HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares)DI PERAIRAN ALOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNUS I. HUE RADJA (16383470). Studi Dinamika Populasi Hasil Tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Alor. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Perairan Alor memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup tinggi dan salah satunya adalah ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan. Produksi hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terus mengalami penurunan sejak tahun 2018. Hal ini berdampak langsung terhadap kondisi biologi dan dinamika populasi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika populasi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) meliputi frekuensi ukuran panjang, pendugaan kelompok umur berdasarkan ukuran panjang,parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan laju eksploitasidiPerairan Alor. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan yaitu bulan Maret- Mei 2021, bertempat di Perairan Alor dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus.Sampel ikan yang dikumpulkan berdasarkan jumlah hasiltangkapan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi ukuran panjang total ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di bulan Maret berkisar antara 113 – 174 cm, di bulan April berkisar antara 113 – 174 cm, dan di bulan Mei sebaran ukuran panjang berkisar antara 122 – 165 cm. Kelompok umur ikan tuna sirip kuning (Thunnus albaceras) bulan Maret terdiri dari 2 kelompok umur, bulan April terdiri dari 2 kelompok umur, dan di bulan Mei hanya terdiri dari satu kelompok umur dengan ukuran panjang. Perkiraan pertumbuhan panjang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di sekitar Perairan Alor paling cepat pada umur muda yaitu t = 2 tahun, semakin melambat seiring bertambah umur sampai panjang maksimum 196,4 cm.Laju mortalitas ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares)di Perairan Alor terjadi akibat penangkapan (F) sebesar 0,73, dan laju eksplotasi (E) sebesar 0,52. Jadi laju mortalitas penangkapan (F) lebih besar dari laju mortlaitas alami (M) atau F > M.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail