Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: CropWat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L) MENGGUNAKAN METODE CROPWAT 8.0.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) Kacang panjang merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk di kembangkan karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.Kacang panjang juga membutuhkan unsur hara nitrogen yang tinggi untuk dapat tumbuh secara maksimal. Kebutuhan air bagi tanaman kacang panjang didefenisikan sebagai tebal air yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah air yang hilang melalui evapotranspirasi suatu tanaman sehat, tumbuh pada areal yang luas, pada tanah yang menjamin cukup lengas tanah, kesuburan tanah, dan lingkungan hidup tanaman cukup baik sehingga cara potensial tanaman akan berproduksi secara baik(sudjarwadi,1979).Perhitungan analisis kebutuhan irigasi dapat dilakukan dengan Cropwat 8.0.Cropwat ini merupakan sebuah program komputer untuk perhitungan kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan data iklim, tanah,dan tanaman yang bertujuan untuk mempermudah dalam perencanaan dan menajemen proyek sistem irigasi (Smith et, al, 2002). pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan.Evapotranspirasi adalah banyaknya air yang hilang oleh adanya proses penguapan dari permukaan. Curah hujan efektif (Peff) adalah curah hujan yang diduga efektif digunakan oleh tanaman.Data selanjutnya yang perlu dimasukkan dalam software Cropwat 8.0 adalah data karakteristik tanaman yaitu nilai koefisien tanaman (Kc). Pemberian air dengan jumlah dan waktu yang tepat akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal dengan kualitas yang baik.Perlakuan pemberian air berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan pemberian air dari estimasi Cropwat memberikan pengaruh terbaik untuk tanaman kacang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI PENGARUH PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomea aquatica ) BERDASARKAN CROPWAT 8.0 DI WILAYAH SEMI ARID

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung dengan pemberian air berdasarkan analisis kebutuhan air menggunakan Cropwat 8.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Data klimatologi selama kurang lebih 5 tahun menyangkut data hujan bulanan, data kelembaban, data lama penyinaran dan kecepatan angin, data suhu maksimum minimum data, data tanaman dan bahan-bahan untuk budidaya tanaman kangkung. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari Lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan yaitu P1 (hasil estimasi Cropwat), P2 (Hasil estimasi cropwat ditamban 50%), P3 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%), P4 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 25%), dan P5 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 50%) Kebutuhan air tanaman kangkung dipengaruhi kondis iklim dan koefisien tanaman yang berubah setiap fasenya. Evaotranspirasi tanaman (ETc) dengan menggunakan software CropWat 8.0 selama masa pertumbuhan adalah 294.8. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan pemberian air dari estimasi Cropwat memberikan pengaruh terbaik untuk tanaman kangkung di wilayah semi arid. Berdasarkan hasil penelitian untuk usaha tanaman kangkung di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 dan P3 yaitu masing – masing perlakuan adalah 16 gram . Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN BAYAM HIJAU MENGGUNAKAN METODE CROPWAT 8.0 KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui cara menduga kebutuhan air tanaman bayam hijau menggunakan metode software CropWat 8.0. Metode yang digunakan dalam pengoperasin CropWat adalah data klimatologi bulanan (temperatur maksimus-minimum atau rata-rata, penyinaran mata hari, kelembaban, kecepatan angin, dan curah hujan). Pemberian air aktual diberikan pada sebagian percobaan tanaman bayam hijau sesuai analisis kebutuhan air CropWat 8.0. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Terdiri dari lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan dengan model analisis perlakuan sebagai berikut :P1 ( Hasil estimasi Cropwat) P2 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 50%)P3( Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%)P4 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 25%)P5 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 50%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian untuk usaha tanaman bayam hijau di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 (18 gram) dan P1(17 gram ). Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PUTIH MENGGUNAKAN METODE CROPWAT 8.0 DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Kebutuhan Air Irigasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Putih Menggunakan Metode CropWat 8.0 di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang analisis kebutuhan air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi putih dengan menggunakan metode cropwat 8.0 dan menentukan profil kebutuhan air tanaman sawi putih dengan mengunakan Aplikasi Cropwat 8.0. Penelitian ini merupakan eksperimen yang diatur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan sehingga hasil pengamatan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan 1 (hasil estimasi CropWat ditambah 50%) mempunyai nilai tertinggi 46 cm, berbeda nyata dengan perlakuan 2 (estimasi CropWat ditambah 25%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Estimasi Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Menggunakan CROPWAT 8.0 (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Persawahan di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ESTIMASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN DI KECAMATAN DEMON PAGONG KABUPATEN FLORES TIMUR) Lakusa T*) Nainiti N.P.P.E.**) Haba Bunga F.J**) Kebutuhan air irigasi secara keseluruhan perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. Berdasarkan hal tersebut, maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada daerah studi dalam hal ini Daerah Irigasi di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur. Faktor-faktor untuk menentukan kebutuhan air antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Prhitungan kebutuhan air irigasi dilakukan dengan cara yaitu perhitungan dengan menggunakan Software Copwat Version 8.0 Kebutuhan air tanaman padi di kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur berdasarkan data iklimnya diperoleh Evapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan Agustus yaitu 5,40 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,45 mm/hari. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,71 mm/hari. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan juli dekade ke-3 sebesar 62,4 mm/dec dan terendah pada bulan Juni dekade ke-1 sebesar 26,1 mm/dec.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT DI DESA BAUMATA KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT DI DESA BAUMATA KABUPATEN KUPANG Magur S.T. * ) Nainiti N.P.P.E.**) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Lab Mekanisasi Pertanian FATETA, UKAW Kupang.Cropwat 8.0 adalah program berbasis windows yang digunakan untk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah,iklim, dan data tanaman. Cropwat 8.0 dapat dipergunakan untuk menghitung evapontranspirasi potensial, evapontranpirasi aktual,kebutuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan, serta merencanakan pemberian air irgasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman tomat dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0. Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari.Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec. Kata kunci : data klimatologi, irigasi, Cropwat 8.0, tomat Keterangan *) Peneliti **) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR UNTUK TANAMAN TOMAT PADA DAERAH IRIGASI KECAMATAN LEWA KABUPATEN SUMBA TIMUR MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KETERSEDIAAN AIR UNTUK TANAMAN TOMATPADA DAERAH IRIGASI MATA IYANG KECAMATAN LEWA PAKU KAB.SUMBA TIMUR MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Bili N. H. Paskalis*) Dethan J.J.S. *) Nainiti. N. P. P.E. *) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN JURUSAN MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasi Mata Iyang Kelurahan Lewa Paku Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan didaerah Kec. Lewa Kab. Sumba Timur untuk pertumbuhan tanaman tomat. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman tomat adalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitian dengan menggunakan modelCropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanaman tomat cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanaman tomat membutuhkan ketersediaan air pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai akhir fase pembentukan buah. Ketersediaan air untuk tanaman Tomat juga cukup tersedia. Kata kunci : ketersediaan, air, model, CropWat 8.0 Keterangan : * peneliti ** pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN SUMBA BARAT)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN SUMBA BARAT) Bani JaijaW*) Haba Bunga F.J **) Dethan Sula J.J **) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasikabukarudi Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba barat pada bulan juni sampai dengan bulan September 2020. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan air di wilayah lamboya untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Kupang BMKG Lasiana. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman padiadalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitiandengan menggunakan model Cropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanamanpadi cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanamanpadi membutuhkan ketersediaanair pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai khir fase pembentukan biji Ketersediaan air untuk tanaman padi juga cukup tersedia. Waktu tanam 1september dan 1 oktober terjadi penurunan kelembaban tanahterjadi padafase pertumbuhan ketigadan mencapai posisi di bawah kondisi siap tersedia pada fase pertumbuhan keempat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail