ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui cara menduga kebutuhan air tanaman bayam hijau menggunakan metode software CropWat 8.0. Metode yang digunakan dalam pengoperasin CropWat adalah data klimatologi bulanan (temperatur maksimus-minimum atau rata-rata, penyinaran mata hari, kelembaban, kecepatan angin, dan curah hujan). Pemberian air aktual diberikan pada sebagian percobaan tanaman bayam hijau sesuai analisis kebutuhan air CropWat 8.0. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Terdiri dari lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan dengan model analisis perlakuan sebagai berikut :P1 ( Hasil estimasi Cropwat) P2 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 50%)P3( Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%)P4 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 25%)P5 (Hasil estimasi Cropwat dikurangi 50%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian untuk usaha tanaman bayam hijau di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 (18 gram) dan P1(17 gram ). Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT DI DESA BAUMATA KABUPATEN KUPANG
Magur S.T. * ) Nainiti N.P.P.E.**) Dethan J.J.S. **)
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di Lab Mekanisasi Pertanian FATETA, UKAW Kupang.Cropwat 8.0 adalah program berbasis windows yang digunakan untk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah,iklim, dan data tanaman. Cropwat 8.0 dapat dipergunakan untuk menghitung evapontranspirasi potensial, evapontranpirasi aktual,kebutuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan, serta merencanakan pemberian air irgasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman tomat dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0. Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari.Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
Kata kunci : data klimatologi, irigasi, Cropwat 8.0, tomat
Keterangan
*) Peneliti
**) Pembimbing