ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dari hasil penelitian yang dilakukan DI Manumuti tarus pada musim kemarau, dapat disimpulkan bahwa Tingkat efisiensi distribusi air irigasi di jaringan utama sebesar 88,84 % yang dapat dipilah untuk saluran primer 97,18 % dan saluran sekunder 91,43 %. Tingkat efisiensi pemakaian air irigasi sebesar 81,43%.Tingkat efisiensi irigasi total di Manumuti sebesar 58,94 % Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primerdan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap sekunder dan inlet sadap primer (lampiran 4) dan debit pada tabel 4.2., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder DI Manumuti sebesar 91,43 %. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primer dan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Kebutuhan Air Irigasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Putih Menggunakan Metode CropWat 8.0 di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang analisis kebutuhan air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi putih dengan menggunakan metode cropwat 8.0 dan menentukan profil kebutuhan air tanaman sawi putih dengan mengunakan Aplikasi Cropwat 8.0. Penelitian ini merupakan eksperimen yang diatur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan sehingga hasil pengamatan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan 1 (hasil estimasi CropWat ditambah 50%) mempunyai nilai tertinggi 46 cm, berbeda nyata dengan perlakuan 2 (estimasi CropWat ditambah 25%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAKARIUS, N. TAEK* NAINITI, N. P. P. E** MAKABORANG M** ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat sehingga tidak mempengaruhi menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Pemberian air irigasi dari hulu sampai hilir memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai, berupa; bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, pertumbuhan tanaman dapat terjamin dengan baik, dan tercukupi air pengairannya (Silahooy, 2010). Untuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama, telah tersedia fasilitas Irigasi berupa sumber air dari sungai Aimalae. Permasalah yang di hadapi di Daerah Irigasi adalah terjadi pemborosan dimana pembagian air tidak merata, ada kelompok petani yang mendapat jatah pembagian air cukup ada pula yang tidak cukupUntuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama. maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul“ Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Pada Musim Tanam (MT I) di Daerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama, Kecamat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu ” Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa hasil Efesiensi saluran primer pada daerah irigasi Aimale di Desa Bakus Tulama sebesar 86,862 % artinya kehilangan air di sepanjang saluran ialah 2,575%. Rata-rata Efesiensi saluran sekunder pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulam sebesar 43,360 %, artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 2,308%. Rata-rata Efisiensi saluran tersier pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulama sebesar 41,755%,artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 21,437%. Efesiensi penyaluran air pada Irigasi Aimalae Di Desa Bakus tulama sebesar 1,573 Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Mt I Didaerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu *) penelitian **) pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ANALISIS EFESIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI PRIMER DAN SKUNDER DI DAERAH IRIGASI KERELOKO, KECAMATAN KOTA, KABUPATEN SUMBA BARAT ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (MAGHO K. ALFERD *) ( Nainiti. N. P. P. E**) ( MakaBorang M ***) Dari hasil penelitian tentang efisiensi rata-rata saluran di D.I. Kereloko, saluran Primer pada BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 – BK.3 dan saluran Sekunder pada BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka di daerah irigasi Kereloko dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu Efisiensi rata-rata saluran Primer pada DI Kereloko untuk ruas BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 –BK.3 terdapat 92,3% dengan panjng saluran 1949 meter dan untuk ruas BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka terdapat 90,1% dengan panjang 295 meter. Kata kunci : Analisis Efesiensi Penyaluran air Irigasi Kereloko
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI OPTIMASI JENIS TANAMAN PADA MUSIM TANAM II JARINGAN IRIGASI DI DESA OELOLOT KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pandie .J.J*) Nainiti, N.P.P.E.**) Lano . L.M.**) Tujuan Untuk mengetahui bagaimana pola tanam yang optimum pada daerah irigasi di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Oelolot untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman jagung sebesar 3,2 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 5,885,000 )dan holtikultural dengan luas arel tanam 2,14 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp2,395,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 8,34 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 12.680.000) Volume air yang diserap untuk musim tanam II adalah 1,75M3/Detik dari total volume air yang berjumlah 10,00 M3/detik. Kata Kunci: Pemanfaatan Air Irigasi, Optimasi, jenis tanaman Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFISIENSI PEMBERIAN AIR IRIGASI MT2 PADA PETAK TERSIER BLO.4 SALURAN SEKUNDER KANAN DAERAH IRIGASI BENENAI DI KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA Berek.N. Y*) Nainiti. P. P. E. N **)) LANO. L. M ***))) Skripsi yang berjudul Efisiensi Pemberian Air Irigasi MT2 pada Petak Tersier BLO.4 Saluran Sekunder Kanan Daerah Irigasi Benenai di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka ini ditulis berdasarkan standar dan ketentuan penulisan skripsi pada umumnya. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana di Prodi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Studi atau kajian dalam skripsi ini adalah menghitung pemberian air irigasi musim tanam 2 pada petak Tersier BLO.4 saluran sekunder kanan daerah irigasi Benenai di Kecamatam Malaka Barat Kabupaten Malaka. Perhitungan pemberian air diperoleh apabila ketersediaan dan kebutuhan air pada daerah irigasi tersebut telah di ketahui. Oleh karena itu, tujuan penelitian dalam Skripsi ini untuk mengetahui berapa banyak pemberian air pada petak Tersier Sub BLO.4 dan bagaimana efisiensi penggunaan air tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dan untuk memenuhi tujuan penelitian, kebutuhan air dalam saluran irigasi yang menjadi objek penelitian ini adalah 128,13 liter per detik untuk tersier kanan Lo.4 dan 295,11 liter per detik untuk tersier kiri Lo.4. sedangkan efisiensi pemberian air pada petak tersebut adalah 102 % pada Lo.4 kanan dan 94 % pada Lo.4 kiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI DAERAH IRIGASI NUNBAUN DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG ABSTRAK Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan. Efesiensi irigasi di dasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang di ambil akan hilang baik di saluran maupun petak sawah. Besarnya kehilangan air tersebut di pengaruhui oleh panjang saluran, luas permukaan saluran, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam memperkirakan kebutuhan air pengairan, diantaranya jenis dan sifat tanah, macam dan jenis tanaman, keadaan iklim, keadaan topografi, luas areal pertanaman, kehilangan air selama penyaluran. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Efisiensi pada Musim Tanam Pertama di Daerah Irigasi Nunbaun Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan. Penelitian dilakukan pada saluran primer, sekunder, dan saluran tersier. Anslisiss Efisiensi dengan menggunakan metode Debit Masuk – Debit Keluar. Data – data yang dipakai dalam analisis ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran dengan Bolla pelampung untuk saluran primer dan sekunder serta tersier. Kehilangan air yang terjadi akibat evaporasi sangat kecil, sehingga air yang hilang lebih disebabkan oleh faktor fisik saluran dengan kehilangan yang banyak terjadi pada saluran sekunder , dan saluran tersier .Kesimpulan Efisiensi rata – rata secara keseluruhan pada jaringan irigasi Nunbaun adalah 51,62% dengan efisiensi saluran primer sebesar 86.86%, saluran sekunder sebesar 78,57%, dan saluran tersier sebesar 75,63%.Saran untuk meningkatkan Efisiensi irigasi Nunbaun di Desa Fatumetan yang efektif dan efisien sebaiknya memperbaiki saluran – saluran yang mengalami kerusakan. Kata kunci : Efisiensi,penyaluran air irigasi Primer, Sekunder, Tersier.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN JAGUNG (STUDI KASUS DESA BAUMTA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi baumata untuk kebutuhan tanaman jagung (studi kasus desa baumata kecamatan Taebenu kabupaten kupang). Metode penelitian ini adalah kualitatif. Hasil analisi menunjukan bahwa ketersediaan dan kebutuhan air irigasi baumata di Desa Baumta Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang untuk kebutuhan tanaman jagung terlihat sudah mencukupi. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil pengukuran Cropwat 8.0 yang menunjukan bahwa ketersediaan dan kebutuhan air irigasi baumata Evapotranspirasi tanaman ( ETc) tertinggi pada Februari dekade ketiga sebesar 1,77 mm dan terendah pada bulan Februari 1,02 mm. Kebuthan air tertinggi decade ketiga pada bulan mei yaitu 37,9 mm dan terendah pada bulan mei yaitu 22,8 mm. Penulis menyarankan untuk melakukan pengaturan jadwal tanam jagung yang baik sehingga defisit air irigasi dapat diperkecil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Weran.K.A *) Nainiti, N.P.P.E.**) Dethan.J.J.S. **) Tujuan Optimalisasisi polah tanam daeraIrigasi Waikelak di Desa Bendona yaitu untuk mengetahui pemanfaatan Air IrigasiWaikelak terhadap usaha tani serta menghitung keuntungan maksimum musim tanam I dan II pada tanaman Padi di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Floress Timur. Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Waikelak untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam I terhitung dari bulan Desember hingga bulan Februari luas areal tanaman padi sebesar 15 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp19,885,000) danjagung dengan luas arel tanam 10 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar ( Rp13,795,000). Musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman padisebesar 9 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 9,885,000dan jagung dengan luas arel tanam 12 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp29,740,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 22 ha dengan dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp . 29.770.000 Danjagung dengan luas arel tanam 22 hadengan menghasilkan kentungan sebesar (Rp31.590.000.)