Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: BELANJA MODAL
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ELASTISITAS BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh elastisitas belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rrumus : elastisitas belanja modal, perubahan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Elastisitas belanja modal di Kabupaten Kupang dengan nilai rata-rata sebesar -1,77% berada pada kategori inelastis. Yang berarti bahwa belanja modal di Kabupaten Kupang bertambah 1% tetapi pertumbuhan ekonomi berkurang -7,77%. (2) Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 11,15%, dan laju pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar -0,80%. (3) Nilai rata-rata elastisitas belanja modal sebesar -1,77% dengan kategori inelastis, maka belanja modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) Nilai rata-rata pendapatan asli daerah sebesar -7,71% dengan kategori inelastis, maka pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN MALAKA Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Sedangkan dana alokasi umum adalah dana yang berasal dari APBD yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan keuanagan antar daerah yang membiayai kebutuhan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, dana alokasi umum indonesia pada setiap satu tahun sekali sebagai dana yang digunakan untuk pembangunan daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pendapatan asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal Di Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan Keuangan Dikabupaten Malaka Tahun 2012-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kabupaten malaka dari Tahun 2015-2020. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yang bersumber dari arsip atau dokumen yang berada di Bappeda. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahulu dengan melihat pada laporan realisasi pendapatan dapat diketahui bahwa dana pendapatan asli daerah mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2017 sebesar Rp.54.789.190. Dan pendapatan asli daerah mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.18.824.383. Sedangkan pada laporan realisasi anggaran dana alokasi umum dapat diketahui bahwa dana alokasi umum mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2019 sebesar Rp.454.162.076. Dan dana alokasi umum mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.412.497.589. dan pada laporan realisasi anggaran belanja modal dapat diketahui bahwa Belanja Modal mengalami peningkatan terbesar pada tahun 2017 sebesar Rp.222.048.972. Dan Belanja Modal mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp. 172.020.971. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama dikethui bahwa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) (X1) dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas sebesar t hitung sebesar 4,539 dan t tabel sebesar 3,182 (thitung >ttabel ) dan P value sebesar 0.020 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H) ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas diperoleh nilai thitung -3,263 dan ttabel sebesar 3.182 (thitung > ttabel) dan P value sebsear 0.047 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H0 ditolak dan H2 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang negative dan signifikan antar Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Kata kunci: pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan belanja modal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN KUPANG TAHUN 2012-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan daerah dan dikelola sendiri oleh pemerintah daerah. Pendapatan asli daerah merupakan tulang punggung pembiayaan daerah, oleh karenanya kemampuan melaksanakan ekonomi diukur dari besarnya kontribusi yang diberikan oleh pendapatan asli daerah. Belanja Modal adalah adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap berwujud yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Nilai aset tetap dalam belanja modal yaitu sebesar harga beli/bangun aset ditambah seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/ pembangunan aset sampai aset tersebut siap digunakan. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pencapaian pembangunan daerah. dengan begitu adanya pelaksanaan pembangunan suatu daerah dapat meninjau suatu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sebagai salah satu pedoman untuk menetapkan perekonomian daerah dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat Desa, kota dan kabupaten. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Kupang dengan judul Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang Tahun 2012-2021. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang dan untuk menguji pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang. Penelitian dilakukan dengan data sekunder yang dipublikasikan di badan pusat statistik. (BPS). Konsep utama dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pendapatan asli daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b1 dengan nilai signifikan 0,14>0,05. Oleh karena itu, hipotesa H1 ditolak dan Belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b2 dengan nilai signifikan 0,55>0.05 oleh karena itu, hipotesa H2 ditolak. Dengan penjelasan diatas, pertumbuhan ekonomi di kabupaten kupang akan meningkat jika pendapatan asli daeranhnya meningkat. Demikian pula, jika belanja modal di kabupaten kupang meningkat maka pertumbuhan ekonominya juga akan meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DANA PERIMBANGAN TERHADAP PAD DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN (TTS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Menurut Baldric Siregar (2015:31) dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Sektor Publik, Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi”. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dana perimbangan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variable Intervening Kabupaten Timur Tengah Selatan.Objek penelitian ini adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Timor Tengah Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah data Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus pada pemerintah daerah kabupaten Timor Tengah selatan yang meliputi 32 kecamatan. Pada penelitian ini sampel di ambil dengan metode sampling Jenuh.Sampling Jenuh adalah teknik penetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitaf, yaitu dengan mengumpulkan, mengolah dengan perhitungan dengan menggunakan Uji Statistik Deskriptif , Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Jalur (Path Analisys). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Studi dokumentasi. Studi dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara mendapatkan dokumen dokumen keuangan pada bagian akuntansi atau keuangan yang bersesuaian dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variabel intervening kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rico Novianto dan Rafiudin Hanafiah (2015), dan Ebit Julianti Darwanis Jalaluddin (2012), dimanan ditemukan bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal daerah. Kata Kunci : Dana Perimbangan, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP BELANJA MODAL UNTUK PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DAERAH TERHADAP BELANJA MODAL UNTUK PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN KUPANG Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Belanja Modal Untuk Pelayanan Publik Di Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Keuangan Daerah atau anggaran daerah merupakan rencana kerja pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) dalam satu periode tertentu. Selanjutnya Anggaran daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah daerah. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Keuangan Daerah merupakan semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan daerah merupakan semua hak dan kewajiban pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) yang dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah Belanja modal yang dialokasikan oleh pemerintah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait dengan kinerja keuangan daerah diantaranya: PAD, desentralisasi fiskal, efektivitas keuangan daerah, dan efisiensi. Dalam hal ini peneliti mengangkat 4 variabel yaitu PAD, desentralisasi fiscal, efektivitas, dan efisiensi. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat pemerintah Kabupaten Kupang. Kemudian data diproses menggunakan analisis corelasi. Sampel yang digunakan adalah realisasi anggaran dari periode 2015-2019. Dari hasil pengolahan data diketahui Berdasarkan hasil uji pada variabel pendapatan asli daerah (X1) yang dilakukan menunjukan bahwa pendapatan asli daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap belanja modal untuk Bpelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menggambarkan bahwa PAD yang semakin tinggi maka belanja modalnya semakin tinggi juga yang bisa di alokasikan oleh pemerintah daerah Pendapatan adi daerah yang meningkat akan memberikan manfaat untuk menyediakan fasilitas pedik melalui pembangunan sarana dan prasarana terutamanya pembangunan infrastuktur yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya hasil uji pada varibel Desentralisasi Fiskal (2) yang dilakukan menunjukan bahwa Desentralisasi Fiskal secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang cukup kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dearah mampu melaksanakan otonomi daerah, menggali sumber-sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang sakup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daearah dan penyediaan barang public. Selanjutnya hasil uji variabel pada Efektivitas Keuangan Daerah (X3) yang dilakukan menunjukan bahwa Efektivitas Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan dengan adanya hubungan yang kuat dimana pemerintah daerah memiliki kemampuan dalam merealisasikan PAD yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah. Selanjutnya hasil uji variabel pada Efisiensi Keuangan Daerah (X4) yang dilakukan menunjukan bahwa Efisiensi Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik efisiensi pengelolaan keuangan daerah semakin rendah berarti kinerja keuangan daerah dalam menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan seluruh pendapatan yang diterimanya, sehingga dapat diketahui cara memungut pendapatannya efisien atau tidak. Kata kunci: Kinerja Keuangan, Belanja Modal Untuk Pelayanan  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, DAN DANA OTONOMI TERHADAP BELANJA MODAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Pengaruh pendapatan Asli Daerah Dana Aloksi umum Dana Alokasi khusus dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Modal Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dana Alokasi umum Dana Alokasi Khusus Dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Daerah provinsi Nusa Tenggara timur.. Penelitian ini dilakukan pada pemerintahan .Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa .Metode pengambilan Data dalam penelitian ini yang diambil dari Bursa efek dari Tahun 2018-2020. . Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dan hasil Analisis .dalam penelitian ini PAD,DAU,DAK,secara simultan dan signifikan berpengaruh Terhadap Belanja Modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KOTA KUPANG Nama : Renny Astarina Lani Nim : 17192427 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi ABSTRAKSI Pendapatan Asli Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperolehdaerah dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sumber- sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah harus dicari terus untuk dapat digunakan sebagai pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan Daerah dalam hal ini Pendapatan Asli Daerah dapat membiayai pengeluaran daerah seperti Belanja Modal. Belanja Modal menurut Halim (2008: 101) merupakan pengeluaran anggaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah terhadap pengalokasian anggaran belanja modal pada pemerintah Kota Kupang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang bersumber dari dokumentasi yang diambil dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang berupa Laporan Realisasi Anggaran Kota Kupang tahun 2005-2020 dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang di ambil dari www.kemenkeu.go.id. Skala pengukuran data dengan skala Rasio. Teknis analisis data berupa analisis pendahuluan yang berisikan deskripsi atau gambaran umum secara lengkap tentang variabel penelitian dimana dalam analisis ini bertujuan untuk melihat total anggaran dan realisasi serta perubahan dari masing-masing variabel dan terdapat Uji Analisis Deskriptif Setelah melakukan penelitian di Badan Keuangan dan Aset Daerah, penulis telah mendapatkan data sekunder laporan keuangan yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dari Tahun 2005 sampai dengan 2020. Hasil analisis pendahuluan mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Asli Daerah dan Anggaran Belanja Modal terus mengalami perubahan dari tahun ke tahunnya, oleh karena itu Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengurus dan mengelolah keuangannya dengan baik sehingga dapat mengatur Realisasi Anggaran dengan baik dan tepat. Analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 16, dimana dalam analisis ini terdapat Uji t. Dengan hasilpenelitianiniBerdasarkanhasiluji t diperoleh nilai thitung sebesar 11,031 lebih besar dari ttabel sebesar 2,145 sehingga hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Modal atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), hal ini menyimpulkan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal memberikan arti bahwa Ha Diterima. Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“ PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN“

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemerintah daerah mendapat kebebasan dalam pengambilan keputusan dalam hal pendapatan daerah, sehingga pemerintah harus mendapat dukungan sumber keuangan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).Selain Pendapatan Asli Daerah yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi belanja modal juga merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yang menyatakan bahwa belanja modal dan pertumbuhan ekonomi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Belanja modal merupakan belanja yang digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian dan pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. Indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu daerah dalam suatu periode tertentu dilihat dari data Produk Domestik Regional Bruto,dilihat dari PDRB atas dasar harga yang konstan maupun PDRB atas dasar harga berlaku. Produk Domestik Regional Bruto merupakan hasil dari nilai tambah yang diperoleh dari seluruh unit usaha dalam satu daerah tertentu, atau merupakan jumlah seluruh nilai barang dan jasa akhir yang diperoleh dari seluruh unit ekonomi di suatu daerah.Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat meningkat. Untuk melihatkemajuanperekonomian adalah dengan melihat nilai dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Jadi PDRB merupakan alat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dari perkembangan suatu perekonomian di daerah. Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembangan jika pendapatan perkapita menunjukkan kecondongan jangka panjang yang meningkat Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi (Y) dipengaruhi oleh belanja modal (X_1) dan PendapatanAsli Daerah (PAD) (X_2) untuk mengukur pengolahan belanja modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dari tahun 2016 – 2020. Pertumbuhan ekonomi adalah bagaimana suatu Negara mampu meningkatkan output produksi ekonomi yang diiringi dengan penyesuain idiologi, pertumbuhan ekonomi menunjukkan adanya pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka semakin cepat proses pertumbuhan outputnya. Belanja modal adalah belanja daerah yang digunakan oleh pemerintah daerah untuk keperluan fasilitas pembangunan dan perbaikan di berbagai sektor baik itu di sektor pendidikan, kesehatan maupun transportasi sehingga masyarakat dapat menikmati saran dan prasarana dari pembangunan daerah tersebut.Pertumbuhan Ekonomi juga diartikan sebagai peningkatan output agregat atau pendapatan rill. Kedua peningkatan tersebut biasanya di hitung per kapita atau selama jangka waktu yang cukup panjang sebagai akibat peningkatan penggunaan input. Pertumbuhan Ekonomi merupakan suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara yang berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modalterhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Penelitian ini dilakukan di Kabupaten TTSdenganrentangpenelitiantahun2016-2020. PengujiandilakukanmenggunakanmetodeanalisisRegresiBerganda.HasilpenelitianyangtelahdilakukanmenunjukanbahwavariabelPendapatanAsliDaerahberpengaruh Positif tetapi tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten TTS. VariabelBelanjaModalberpengaruhnegatifdantidaksignifikanterhadappertumbuhanEkonomidiKabupatenTTS. Secara bersama-sama atau simultan maka Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal memilikipengaruh yangtidak signifikanterhadap PertumbuhanEkonomidiKabupatenTTS. Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (Uji T) belanja modal (x_1), maka hasil perhitungan yang di dapat adalah nilai signifikasi lebih besar dari probabilitas signifikasi yaitu 0,013> 0,05, maka belanja modal tidak berpengaruh signifikasiterhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbandingan antara t-hitung dengan t-tabel menunjukkan bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel (t-hitung -8.805< dari t-tabel 4.402) makaditolak atau hipotesis pertama ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa belanja modal (x_1) tidak memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Hal ini berarti setiap kenaikan 1% belanja modal akan mengurangi nilai pertumbuhanekonomi. Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Pengaruh Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (uji t) Pendapata Asli Daerah (x_1), maka hasil perhitungan yang didapat adalah nilai signifikasi lebih kecil dari probabilitas signifikasi yaitu 0.002< 0,05, maka Pendapatan Asli Daerah berpengarauh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Selain itu, perbandingan antara t-hitung dengan t-tabel menunjukkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel ( t- hitung 21.526> dari t-tabel 4.402) makaditerima atau hipotesis kedua diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapata Asli Daerah (x_1) memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Pengaruh Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Maka pada penelitian ini dibuktikan jika semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. KataKunci: Belanja Modal,Pendapatan Asli Daerah{PAD}, dan Pertumbuhan Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Belanja Langsung Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA KUPANG (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Kupang) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja langsung terhadap pendapatan asli daerah yang dilihat melalui post-post belanja langsung yaitu belanja pegawai, belanja narang dan jasa dan belanja modal terhadap pendapatan asli daerah di kota kupang. Latar belakang dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian yang diakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Di Kota Kupang dan sumber-sumber lainya dari tahun 2015-2019. Yang menjadi kendala/masalah pemerintah kota kupang dalam penelitian ini yaitu tingginya pengeluaran/belanja pemerintah kota kupang dibandingkan dengan pendapatan pemerintah kota kupang. Hasil pengujian data menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut : dari hasil analisis regresi diperoleh dapat diketahui bahwa secara bersama-sama variabel independennya memiliki pengaruh yang signifikaan terhadap variabel dependen hal ini yang dibuktikan dari nilai Fhitung sebesar 235.818 lebih besar dibandingkan dengan Ftabel 18.00 dengan nilai signifikan (sig) 0,001. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa belanja pegawai,belanja barang dan jasa, dan belanja modal secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial bahwa : Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja pegawai terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 dan thitung 15.356 > 2.353 ttabel maka Ho (β1=0) di tolak dan Ha (β1>0) diterima. Hal ini berarti bahwa variabel belanja pegawai secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja barang dan jasa terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,017 yang lebih besar dari 0,05 dan thitung 0.343 2.353 ttabel maka Ho (β2=0) di tolak dan Ha (β10) di terima. Hal ini berarti bahwa variabel belanja barang dan jasa secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja modal terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,061 yang lebih besar dari 0,05 dan thitung 0.371 2.353 ttabel maka Ho (β1=0) di tolak dan Ha (β10) Hal ini berarti bahwa variabel belanja modal secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Jadi berdasarkan hasil pengujian secara parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap pendaptan asli daerah di Kota Kupang adalah belanja pegawai dengan t-hitung sebesar 15.356 dan tingkat signifikan sebesar 0,001 dibandingkan dengan t-hitung belanja barang dan jasa dan belanja modal yang memperoleh nilai sebesar 0.343 dan 0.371. Sehingga pemerintah Kota Kupang harus lebih memperhatikan alokasi Belanja Pegawai karena belanja pegawai yang paling berpengaruh agar tidak berdampak pada PAD di Kota Kupang. Kata Kunci : Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Modal, dan Pendapatan Asli Daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Informasi SiLPA APBD dan Arus Kas terhadap Penganggaran Belanja Modal Pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun 2017-2019

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH INFORMASI SiLPA APBD DAN ARUS KAS TERHADAP PENGANGGARAN BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NTT TAHUN 2017- 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi SiLPA APBD terhadap Pengganggaran Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2017-2019. Dan untuk Menguji pengaruh Arus Kas terhadap Penganggaran Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informasi SiLPA Pemerintah Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan di gambarkan sebagai selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. Arus Kas terdiri dari Informasi Arus, Kas Aktivitas Operasi, Informasi Arus Kas investasi dan Informasi Arus Kas pembiayaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan kaeuangan pada Pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sedangkan Sampel yang diambil terdiri dari 22 Pemerintah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur tahun 2017 sampai 2018 dengan menggunakan metode purposive sampling. Data di kumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan SPSS Versi 2.5 menunjukkan bahwa informasi SiLPA berpengaruh terhadap Belanja Modal yang berarti bahwa semakin tinggi SiLPA yang dimiliki pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur maka semakin tinggi belanja modal yang dianggarkan. Pada dasarnya dalam satu tahun anggaran, pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima pendapatan dan mengeluarkan belanja untuk meminimalisir sisa lebih anggaran xi dan penyerapan anggaran telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan perencanaan. Sedangkan Arus Kas tidak berpengaruh terhadap anggaran Belanja Modal yang berarti bahwa bahwa semakin tinggi Arus Kas yang dimiliki oleh daerah maka belanja modal tidak mengalami peningkatan atau penurunan. Arus kas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya memuat informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran dengan mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan operasi, pembiayaan dan investasi sehingga arus kas digunakan untuk berbagai kepentingan informasi baik itu arus kas masuk dan keluar dalam laporan kas guna melihat transaksi dimasa lalu dan memprediksi arus kas dimasa yang akan datang Kata Kunci : Informasi SiLPA APBD, Arus Kas dan Belanja Moda

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatkan kesejahtraan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif dari belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan ekonomi, dan belanja ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan (APBD) Pemerintah Daerah di Kota Kupang tahun 2015 hingga tahun 2019. Pengujian ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kota Kupang. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa: 1) Belanja Modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, 2) Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, 3) Belanja Modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Sampel penelitiannya adalah dokumen yang berisi data belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kota kupang tahun 2015-2019. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana, uji t, uji F dan Uji R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase (%) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang sejak tahun 2015-2019, tidak selalu mengalami peningkatan ataupun penurunan atau dapat dikatakan mengalami Fluktuasi (tidak normal / selalu berubah-ubah). Selain itu, belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap penduduk miskin. Artinya semakin besar belanja modal maka jumlah penduduk miskin semakin bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan teori, hal ini disebabkan karena masih ada program-program pemerintah yang dianggap masih belum tepat sasaran dan program pemerintah belum menyentuh masalah mendasar yang terjadi pada masyarakat sehingga hasilnya belum efektif. Selain itu, program yang ada juga dinilai masih bersifat reaktif, berjangka pendek dan parsial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap belanja modal (studi kasus pada pemerintah kabupaten Kupang)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL (Studi Kusus Pada Pemerintah Kabupaten Kupang) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Pendapan Asli Daerah Terhadap Belanja Modal dan pengaruh Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal. Adapun obyek dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data historis berupa Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan yang dan data Belanja Modal yang bersumber dari Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kupang tahun anggaran 2011 sampai dengan 2020. Populasi dalam penelitian ini berupa seluruh laporan keuangan yang dianggarkan, direalisasi dan dipublikasikan di wilayah kerja pemerintah kabupaten kupang dalam bentuk laporan Realisasi Anggaran sejak berdirinya kabupaten kupang. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu data pendapatan asli daearah, dana perimbangan dan belanja modal yang ada dalam laporan realisasi Anggaran tahun 2011-2020 pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linear berganda pada SPSS Versi 26.0 menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap Belanja Modal dalam arti bahwa semakin besar Pendapatan Asli Daerah maka Belanja Modal semakin meningkat begitu pula sebaliknya apabila Pendapatan Asli Daerah semakin menurun maka Belanja Modal akan mengalami penurunan pada Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2011-2020. Sedangkan untuk Dana Perimbangan tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal bahwa peningkatan ataupun penurunan Dana Perimbangan tidak mempengaruhi setiap transfer dana untuk belanja pemerintah kabupaten kupang termasuk belanja modal Pada Pemerintah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2011 sampai 2020.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN SILPA TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengalokasian sumber daya ke dalam anggaran belanja modal merupakan sebuah proses yang sarat dengan kepentingan-kepentingan politis. Anggaran ini sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan publik akan sarana dan prasarana umum yang disediakan oleh pemerintah daerah. Namun, adanya kepentingan politik dari lembaga legislatif yang terlibat dalam penyusunan proses anggaran menyebabkan alokasi belanja modal terdistorsi dan sering tidak efektif dalam memecahkan masalah di masyarakat (Keefer dan Khemani, 2003). Peningkatan alokasi belanja modal dalam bentuk aset tetap seperti infrastruktur, peralatan dan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan produktivitas perekonomian karena semakin tinggi belanja modal semakin tinggi pula produktivitas perekonomian. Pendapatan Asli Daerah, Merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari kegiatan ekonomi daerah tersebut. Citra keuangan pemerintah daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang di peroleh, dan bagaimana alokasi keuangan pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan pemda untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Untuk meningkatkan penerimaan PAD, pemerintah daerah perlu memerlukan analisis potensi-potensi yang ada di daerah dan mengembangkan potensi tersebut sebagai pemasukan daerah. Pembangunan ekonomi ini ditandai dengan meningkatnya produktivitas dan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk sehingga terjadi perbaikan kesejahteraan. Kenyataan yang terjadi dalam pemerintah daerah saat ini adalah dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi ternyata tidak selalu diikuti dengan peningkatan belanja modal hal ini dapat dilihat dari kecilnya jumlah belanja modal yang dianggarkan dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah yaitu 22,64 % seperti dapat dilihat pada lampiran Anggaran Belanja Daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Belanja Modal Di Pemerintah Kota Dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL DI PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah memberikan dampak yang luas bagi pelaksanaan otonomi daerah. Dengan diberikannya otonomi daerah tersebut setiap daerah diberikan kewenangan dan kewajiban untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemerintahan secara lebih mandiri. Kemandirian keuangan daerah diharapkan bisa terwujud dengan otonomi daerah karena tentunya pemerintah pusat menyadari bahwa yang paling mengetahui kondisi daerah adalah pemerintah daerah itu sendiri. baik dari segi permasalahan yang ada sampai kesumber-sumber pendapatan yang bisa digali oleh pemerintah daerah tersebut. Komponen pendapatan daerah berdasarkan UU nomor 33 tahun 2004 pasal 10 yang menyatakan bahwa yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah bukan hanya pendapatan asli daerah, namun ada transfer dari pemerintah pusat dalam bentuk dana perimbangan. Hasil penelitian sebelumnya yang menguji Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Belanja Modal dilakukakan oleh Susanti dan Pahlevi (2016), ditemukan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Namun, hasil yang berbeda ditemukan dalam Penelitian yang dilakukan oleh Nurlis (2016), bahwa Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap belanja modal. Rincian persoalan dalam penilitian ini adalah apakah pendapatan asli daerah dan dana perimbangan berpengaruh terhadap belanja modal di pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggar Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal di Pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur. Periode yang digunakan dalam penelitian ini tiga tahun, yaitu mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebanyak 21 kabupaten dan 1 kota. Teknik pengambilan smapel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sebanyak 22 sampel. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi yang di dapat dari Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan di website resmi Direktorat Djenderal Perimbangan Keuangan pemerintah daerah yaitu www.djpk.kemenkeu.go.id. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder yang bersumber dari dokumen laporan realisasi anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan secara masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Modal. Hal ini dibuktikan pada hasil uji hipotesis dengan Uji T. Kemampuan prediksi dari variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap variabel Belanja Modal sebesar 73% sebagaimana ditunjukan oleh besarnya nilai R square sebesar 0,730 sedangkan sisanya 27% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Belanja Modal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR) NAMA : AJIA DO SANTOS METAN NIM : 16191087 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Alokasi Belanja Modal dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor, Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Alokasi Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor namaun masih ada persoalan penelitian adalah: 1. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal? 2. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi? Ada tiga konsep pemikiran dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1). Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber- sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini adalahUndang- Undang No. 33 Tahun 2004. 2). Alokasi Belanja Modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian, pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah.3). Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output perkapita olahan jangka panjang, penelaan disini adalah pada proses mengandung unsur perubahan indikator pertumbuhan ekonomi dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama. Angka yang digunakan untuk perubahan output adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah Kota Kupang,Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dari tahun 2015-2019 Teknik pengumpulan data yang dihimpun menggunakan Metode Dokumentasi, dengan metode ini data yang dibutukan adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah sedaratan Timor dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malakadari tahun 2015-2019.Sebagian data diperoleh dari buku dalam angka yang diunduh melalui situs resmi kabupaten/kota sedaratan Timor. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut: a). Pendapatan Asli Daerah, b).Pendapatan Daerah, c). Proporsi Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah, d). Alokasi Belanja Modal e). Belanja Daerah, f). Proporsi Alokasi Belanja Modal terhadap Belanja Daerah, g). Pendapatan Regional Domestik Bruto, h). Pertumbuhan Ekonomi. Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Deskriptif Statistik, uji Determinasi, Uji F- ANOVA. Deskriptif Statistikyang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (X1), Alokasi Belanja Modal (X2), Pertumbuhan Ekonomi (Y). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Statistik Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengan menggunakan Deskriptif Statistik, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel Rasio Pendapatan Asli Daerah berpengaruh Terhadap alokasi belanja modal. 2. Variabel Rasio pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: 1. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioner dan melakukan pengamatan langsung ke pemerintah daerah, serta melakukan wawancara terhadap pihak-pihak terkait. 2. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai Pendapatan Asli Daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Alokasi Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan belanja modal sebagai pemoderasi pada pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao tahun 2011-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI NOVITA IRMA SURIYANTI FOES.17191884 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dengan Belanja Modal Sebagai Pemoderasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2011-2020.Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Pembimbing I Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si Dan Pembimbing II Mesry W. N. Manafe, SE.MSc. Menurut Halim(2004) pendapatan asli daerah adalah semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Menurut Halim dan Nasir (2006) pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah dan dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut PSAP No. 2 Tentang Laporan Realisasi Anggaran, pengertian belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi dalam suatu Negara adalah pertumbuhan ekonomi.Pembangunan ekonomi meliputi perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan pendapatan dan pemberantasan kemiskinan.Teknik pengumpulan menggunakan teknik dokumentasi dengan data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder.Data sekunder adalah jenis data yang diperoleh melalui perantara secara tidak langsung berupa buku, jurnal, maupun arsip-arsip yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan Laporan Realisasi APBD dan data PDRB Tahun 2011-2020 sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini hipotesis (H1) menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Variabel PAD memiliki thitung sebesar 1.458 dengan nilai signifikan sebesar 0,1880,05. (2) Hasil peneitian statistik dalam penelitian ini menunjukan belanja modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Belanja modal memiliki thitung sebesar 1.045 dengan nilai signifikan sebesar 0,3310,05. (3) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini menunjukan bahwa belanja modal berpengaruh dan tidak memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.13 di atas Belanja tidak Modal memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi mendapatkan hasil dimana nilai thitung sebesar -1.289 dengan niali signifikan sebesar 0,2450,005.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN KUPANG.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING ABSTRAK Oleh : Lestin Fitria Hito NIM. 17192222 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengalokasian anggaran belanja modal melalui pendapatan asli daerah sebagai variable intervening di kabupaten kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor badan pendapartan daerah kabupaten kupang. Data yang digunakan daalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran dan laporan pertumbuhan ekonomi kabupaten kupang dari tahun 2016-2020. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan sesi dokumentasi. Skala pengukuran data dengan skala Rasio. Data analisis dengan menggunakan Regresi linear berganda dengan bantuan Microsoft Exel. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut maka belanja modal juga semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi maka pendapatan asli daerah semakin besar. “PAD berpengaruh positif terhadap belanja modal” dalam penelitian ini ditolak.. Hal ini menunjukkan bahwa PAD yang diperoleh daerah tersebut tidak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi untuk laokasi lain seperti belanja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DANA SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SiLPA) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA MODAL (PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2011-2020)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sejalan dengan diselennggarakannya otonomi daerah, daerah harus dapat mengembangkan daerahnya sendiri agar apa yang menjadi tujuan diselenggarakannya otonomi daerah dapat terlaksana. Dengan demikian belanja modal merupakan faktor penting dalam menyelenggarakan pembangunan daerah. Dampak yang timbul dari rendahnya realisasi belanja modal adalah infrastruktur yang ada tidak memadai dan tidak ada penambahan yang signifikan dari sisi jumlah proyek infrastruktur baru yang menyebabkan para investor swasta nasional maupun investor asing enggan berinvestasi di daerah sehingga perekonomian daerah tersebut tidak berkembang yang akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan akan selalu bergantung dari APBN dan APBD sebagai penggerak utama perekonomian. Menurut Peraturab Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2010, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) adalah selisih lebih antara Realisasi Pendapatan-LRA dan belanja, serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam APBN/APBD selama satu periode pelaporan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi Belanja Modal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, salah satu sumber pendapatan daerah adalah Pendapatan Asli Daerah terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang tidak sama dalam mendanai kegiatan-kegiatannya, hal ini menimbulkan ketimpangan fiskal antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, untuk mengatasi ketimpangan fiskal pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan kegiatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji atau mengetahui pengaruh Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN ALOKASI BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DIKABUPATEN SUMBA BARAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian Ini Berjudul : Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sumba Barat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat rencana keuangannya sendiri dan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat berpengaruh pada kemajuan daerahnya. Serta yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaruh langsung Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah? 2. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal?. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Moda pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, 2. Mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan alokasi belanja modal di Kabupaten Sumba Barat. Adapun konsep dalam penelitian yaitu:(a) Kinerja keuangan adalah suatu ukuran kinerja yang menggunakan indikator keuangan. Analisis kinerja keuangan pada dasarnya dilakukan untuk menilai kinerja di masa lalu dengan melakukan berbagai analisis sehingga diperoleh posisi keuangan yang mewakili realitas entitas dan potensi- potensi kinerja yang akan berlanjut. Menurut Ayu,L.A dan Rahayu,S.Junaidin (2019) berpengaruh langsung terhadap alokasi belanja modal.Selain itu, hanya variabel pertumbuhan PAD, efektivitas PAD, efisiensi keuangan dan alokasi belanja modal yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.Variabel alokasi belanja modal hanya memediasi secara parsial pengaruh variabel derajat desentralisasi fiskal, efektivitas PAD dan efisiensi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.(b) mempengaruhi alokasi belanja modal. Alokasi belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Belanja modal daerah tidak memiliki efek memediasi atas hubungan rasio derajat desentralisasi fiskal, efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), dan tingkat kontribusi BUMD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun alokasi belanja modal dapat memediasi hubungan antara ketergantungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Pertumbuhan Ekonomi , Alokasi Belanja Modal Di Kabupaten Sumba Barat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KAABUPATEN FLORES TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019 ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail