· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SEMUEL PENU (15380141). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau Ndao Terhadap Bencana Tsunami: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao terhadap bencana tsunami dari empat desa yang terdapat di Pulau Ndao yaitu Desa Ndao Nuse, Desa Mbiu Lombo, Desa Anarae dan Desa Mbali Lendeiki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ndao pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara terstruktur terhadap responden dengan bantuan daftar pertanyaan berupa kusioner yang terdiri dari empat parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap, perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dan Mobilisasi Sumberdaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao dalam menghadapi bencana tsunami masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks kesiapsiagan bencana (IKB) 48,32% dan nilai indeks dari setiap parameter yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 54,73%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,48%, sistem peringatan (WS) 36,15% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 38,77%. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao untuk setiap desa semuanya masuk dalam kategori kurang siap. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Ndao Nuse 49,15% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 57,14%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,74%, sistem peringatan (WS) 34,76% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 40,31%. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Mbiu Lombo 46,84 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 53,88 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,94 %, sistem peringatan (WS) 31,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 39,29 %. Nilai indeks kesiapsiapsiagaan bencana Desa Anarae 45,66 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 47,76 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,77%, sistem peringatan (WS) 36,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,15 %. Nilai indeks kesiapsiagaan bencana Desa Mbali lendeiki 50,88% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 59,40 %, perencanaan kedaruratan (EP) 60,06 %, sistem peringatan (WS) 40,79 % dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,17 %.
· Book · Buku Bahan Ajar
· Book · Buku Bahan Ajar
· Book · Buku Bahan Ajar
· Book · Buku Bahan Ajar
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa
dalam pembelajaran bahasa Inggris menggunakan media Pop-Up Book di SMP
Negeri 1 Amanatun Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif dan desain penelitiannya adalah Pre-Experimental. Sampel untuk
penelitian ini adalah 30 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes kosakata yang
diberikan sebelum dan sesudah pengaplikasian. Analisis data menggunakan
analisis statistik sederhana dan uji-t. Temuan menunjukkan peningkatan yang
signifikan dalam penguasaan kosakata siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari
50,33 pada pra-tes menjadi 77,33 pada pasca-tes. Hasil uji-t menunjukkan bahwa
nilai-t (17,24) lebih tinggi dari nilai tabel-t (1,69), menunjukkan bahwa hipotesis
alternatif (H1) diterima. Kesimpulannya, penggunaan media Buku Pop-Up
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penguasaan kosakata
siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Amanatun Selatan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.
Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan
untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui
pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan
adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan
suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial,
budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya
pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan
penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a)
Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa
Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip
Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a)
Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan
kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan
oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan
sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep
profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi,
efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota
di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9
orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3
orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato
Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan
metode wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan
bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan,
Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good
Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak (studi
kasus kantor pelayanan pajak pratama kupang).Pajak merupakan sumber
utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam
membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pemerintahan.
Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system, yaitu
sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk
menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Dalam praktiknya, sistem ini menuntut tingkat
pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan yang tinggi dari wajib pajak.
Namun, pada kenyataannya masih terdapat berbagai kendala yang
menyebabkan tingkat kepatuhan wajib pajak belum optimal.
Kompleksitas peraturan perpajakan, perubahan regulasi yang dinamis,
serta keterbatasan pemahaman teknis seringkali membuat wajib pajak
mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya secara benar dan
tepat waktu. Kondisi ini mendorong banyak wajib pajak untuk
menggunakan jasa konsultan pajak sebagai pihak profesional yang
membantu dalam perencanaan, pelaporan, dan penyelesaian masalah
perpajakan.Konsultan pajak memiliki peran strategis sebagai penghubung
antara wajib pajak dan otoritas pajak. Dalam menjalankan perannya,
konsultan pajak tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi
juga karakter profesional seperti integritas dan kreativitas. Integritas
konsultan pajak tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan
terhadap peraturan, serta komitmen untuk memberikan layanan sesuai
ketentuan hukum dan kode etik profesi. Konsultan pajak yang
berintegritas tinggi cenderung memberikan saran yang benar, transparan,
1
dan tidak menyesatkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wajib
pajak dan mendorong perilaku patuh. Di sisi lain, kreativitas konsultan
pajak berkaitan dengan kemampuan menghasilkan solusi yang inovatif,
efektif, dan sah dalam kerangka peraturan perpajakan. Kreativitas
dibutuhkan dalam menyusun strategi perencanaan pajak, memanfaatkan
fasilitas dan insentif pajak secara legal, serta menyederhanakan
permasalahan perpajakan yang kompleks agar mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh wajib pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
konsultan pajak dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib
pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang. Secara khusus,
penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh integritas konsultan
pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (2) pengaruh kreativitas
konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan
ilmu akuntansi perpajakan serta memberikan manfaat praktis bagi
konsultan pajak, wajib pajak, dan otoritas pajak dalam meningkatkan
kepatuhan perpajakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden wajib pajak
yang menggunakan jasa konsultan pajak dan terdaftar di wilayah kerja
KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
kriteria tertentu, yaitu wajib pajak yang telah menggunakan jasa
konsultan pajak minimal dua tahun, sehingga dianggap memiliki
pengalaman yang cukup dalam menilai integritas dan kreativitas
konsultan pajak. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator
empiris masing-masing variabel, yaitu integritas konsultan pajak,
kreativitas konsultan pajak, dan kepatuhan wajib pajak, dengan skala
pengukuran ordinal menggunakan skala Likert lima poin.
2
Variabel integritas konsultan pajak diukur melalui indikator
kejujuran, tanggung jawab, bekerja sepenuh hati, memberikan manfaat,
dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Variabel kreativitas konsultan
pajak diukur melalui indikator kemampuan menyusun strategi
perencanaan pajak yang efisien, kemampuan memanfaatkan ketentuan
perpajakan yang sah, inovasi dalam penggunaan teknologi perpajakan,
penyediaan alternatif solusi yang legal, serta kemampuan menyelesaikan
masalah pajak yang kompleks secara sederhana. Variabel kepatuhan
wajib pajak diukur melalui indikator kepatuhan pendaftaran, kepatuhan
pelaporan SPT, kepatuhan penghitungan pajak terutang, kepatuhan
pembayaran pajak, dan kepatuhan penyelesaian tunggakan.
Data yang terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu
analisis deskriptif, uji kualitas data, dan analisis regresi linier berganda.
Uji kualitas data dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk
memastikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Uji validitas
dilakukan dengan korelasi product moment antara skor item dan skor
total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha.
Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t parsial untuk
mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap
variabel dependen, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk melihat
besarnya kemampuan model dalam menjelaskan variasi kepatuhan wajib
pajak.
Hasil analisis menunjukkan bahwa integritas konsultan pajak dan
kreativitas konsultan pajak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan
wajib pajak. Konsultan pajak yang menunjukkan integritas tinggi
cenderung membimbing wajib pajak untuk memenuhi kewajiban
perpajakan secara benar, jujur, dan sesuai ketentuan, sehingga
membentuk perilaku patuh dan mengurangi risiko pelanggaran. Integritas
juga membangun kepercayaan antara wajib pajak dan konsultan pajak,
yang pada akhirnya meningkatkan kesediaan wajib pajak untuk
mengikuti saran profesional dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
3
Sementara itu, kreativitas konsultan pajak terbukti membantu wajib pajak
dalam memahami peraturan yang kompleks, menemukan solusi yang
efisien namun tetap legal, serta memanfaatkan peluang perpajakan yang
sah. Hal ini membuat wajib pajak merasa terbantu, lebih yakin, dan lebih
nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Secara parsial, hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel
integritas konsultan pajak memberikan pengaruh terhadap kepatuhan
wajib pajak, dan variabel kreativitas konsultan pajak juga memberikan
pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, kedua
variabel independen mampu menjelaskan variasi kepatuhan wajib pajak
dalam model penelitian dengan tingkat kontribusi tertentu sebagaimana
ditunjukkan oleh nilai ksoefisien determinasi. Temuan ini memperkuat
teori etika profesional dan teori kepercayaan yang menyatakan bahwa
integritas dan kualitas profesional konsultan berperan dalam membentuk
perilaku kepatuhan klien. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung
teori kreativitas dan inovasi yang menekankan pentingnya kemampuan
problem solving dalam meningkatkan kualitas layanan profesional.
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkuat konsep
bahwa faktor karakter dan kompetensi non-teknis konsultan pajak,
khususnya integritas dan kreativitas, merupakan determinan penting
dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam sistem self
assessment. Implikasi praktisnya, kantor konsultan pajak perlu
meningkatkan standar etika, pengawasan kualitas layanan, serta
pengembangan kreativitas dan inovasi dalam praktik perpajakan. Otoritas
pajak juga dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai masukan untuk
memperkuat pembinaan dan regulasi profesi konsultan pajak. Bagi wajib
pajak, hasil penelitian ini menjadi pertimbangan dalam memilih
konsultan pajak yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga
berintegritas dan kreatif.
Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup wilayah
dan jumlah responden yang terbatas pada wajib pajak pengguna jasa
4
konsultan pajak di KPP Pratama Kupang, sehingga generalisasi hasil
penelitian perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya
disarankan untuk menambah variabel lain seperti kompetensi teknis,
pengalaman konsultan, kualitas pelayanan, dan faktor psikologis wajib
pajak, serta memperluas wilayah penelitian agar diperoleh gambaran
yang lebih komprehensif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai
perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas
merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan
barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen
(penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang
diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan
disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang
menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap
penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan
kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam
penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola
Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui
pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti
Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui
indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi
petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan
observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas
petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi
Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi ,
adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000
Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan
produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi
sawah bisa di tingkatkan lagi
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder desa Kletek
kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka
Seran C.C*) Lano L.M**) Makaborang . M**)
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Kletek terdapat banyak saluran yang retak,
yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan
alih fungsi lahan. Penelitian berjudul Studi efisiensi penyaluran irigasi pada
saluran sekunder di desa Kletek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi
penyaluran air irigasi disaluran sekunder Kletek. Metode penelitian ini dilakukan
dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data skema irigasi serta data primer
mengukur debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian
menunjukan tingkat efisiensi yang diperoleh 60%. Hal ini disebabkan karna
kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu
saluran sehinga laju aliran semakin lambat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
xii
ABSTRAK
Analisis value For Money Dalam Pengukuran
Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
Menurut Bastian (2006:274) Kinerja Keuangan merupakan gambaran
pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan tujuan,
sasaran, misi, dan visi organisasi. Kinerja keuangan juga merupakan kondisi yang
harus dipahami dan disetujui kepada pihak tertentu untuk mengetahui seberapa
besar tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang
diemban suatu organisasi atau perusahaan. Serta untuk mengetahui efek baik
positif atau negatif dari suatu kebijakan operasional yang dijalankan.
Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian
pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu
organisasi.
Nordiawan dan Hertianti (2010:158) menyatakan dalam bukunya, bahwa value for
money merupakan sebuah konsep dalam pengukuran kinerja. Value for money
yaitu indikator kinerja sebuah sektor publik yang memberikan informasi apakah
anggaran (dana) yang dibelanjakan menghasilkan suatu nilai tertentu bagi
masyarakatnya. Indikator yang dimaksud adalah ekonomi, efisien, dan efektif.
Konsep Value for money untuk diimplementasikan pada pengukuran kinerja
diperlukan pengembangan indikator kinerja. Pengukuran kinerja Value for money
dapat membuat keseimbangan antara pengukuran hasil dengan pengukuran
proses.xiii
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Analisis Pengukuran
Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang berdasarkan
analisis value for moneyekonomis, efesiensi dan efektivitas dan untukmengetahui
Penerapan Value For Money dalam Pengukuran Kinerja Keuangan pada
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,jenis penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan APBD
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tahun 2020-2024 .Teknik analisis data
yang di lakukan dengan menggunakan analisis value for money, yaitu melalui
perhitungan rasio ekonomis, efesiensi, dan efektivitas .Hasil perhitungan tersebut
dianalisis untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Kupang secara umum tergolong baik.Rasio ekonomis berada di bawah
100% yang menunjukan pengelolaan anggaran secara hemat. Rasio efesiensi yang
mencerminkan penggunaan anggaran relatif optimal, sementara itu rasio
efektivitas menunjukan bahwa realisasi pendapatan daerah mampu mendekati
target yang di tetapkan .Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa Pemerintah
Daerah Kabupaten Kupang telah menerapkan prinsip value for money dalam
pengelolaan keuangan daerah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book Materi Genetik Kelas IX di SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu Ati, Y. G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pop-up book yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam mempelajari biologi, bisa meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah R&Datau penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan model ADDIE dengan tahapan yaitu 1) Analisis 2) Desain 3) Pengembangan 4) Implementasi 5) Evaluasi. Rangkaian tahapan tersebut meliputi validasi ahli (ahli materi, ahli media dan ahli bahasa), uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Berdasarkan validasi para ahli media diantaranya ahli materi memperoleh 80,0% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli media memperoleh 78,3% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli bahasa memperoleh 97,7% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok kecil memperoleh 94,9% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok besar memperoleh 92,6% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi. Total keseluruhan hasil validasi media pembelajaran pop-up book yaitu 88,7% dengan kriteria sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran biologi karena media ini sudah memenuhi standar isi materi, kebahasaan, desain dan tampilan visual yang bisa menarik perhatian siswa untuk belajar. Untuk melihat efektivitas minat dan motivasi dengan menggunakan angket uji coba kelompok kecil memperoleh 4,80 dengan kategori sangat tinggi dan uji coba kelompok besar memperoleh 4,62 dengan kategori sangat tinggi karena pada saat siswa menggunakan media pembelajaran pop-up book ini banyak siswa yang merasa senang, kagum, dan bersemangat untuk membuka tiap halamannya karena adanya bentuk tiga dimensi atau gambar timbul. Berdasarkan hasil penilaian dari hasil validasi ahli dan uji coba lapangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pop-up book untuk materi genetik dikatakan layak dan valid sebagai media pembelajaran biologi, sebagai sumber belajar bagi siswa kelas IX SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu, juga meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Genetik, Minat, Motivasi, Pengembangan, pop-up book, Keterangan: *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT Development of Pop-up Book Learning Media for Class IX Genetic Material at SMP Negeri SATAP Ekin II, Belu Regency Ati, Y.G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** This research aimed to produce pop-up book learning media products that can help and facilitate students in learning biology, can increase students' interest and motivation to learn. The type of research is R&D or development research. This study used the ADDIE model development model with stages, namely 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. The series of stages includes expert validation (subject matter experts, media experts and linguists), small group tests and large group tests. Based on the validation of media experts, including material experts obtained 80.0% with valid criteria without revision, media experts obtained 78.3% with valid criteria without revision, linguists obtained 97.7% with very valid criteria without revision, small group trials obtained 94.9% with very valid criteria without revision, large group trials obtained 92.6% with very valid criteria without revision. The total validation results of the pop-up book learning media are 88.7% with the criteria that are very feasible to be used as a learning medium in biology subjects because this media has met the standards of material content, language, design and visual appearance that can attract students' attention to learn. To see the effectiveness of interest and motivation using a small group trial questionnaire, 4.80 with a very high category and a large group trial obtained 4.62 with a very high category because when students use this pop-up book learning medium, many students feel happy, amazed, and excited to open each page because of the three-dimensional shapes or embossed images. Based on the results of the assessment from the results of expert validation and field trials, it can be concluded that the pop-up book learning media for genetic material is said to be feasible and valid as a biology learning medium, as a learning resource for grade IX students of SMP Negeri SATAP Ekin II Belu Regency, as well as increasing students' interest and motivation to learn. Keywords: Genetics, Interest, Motivation, Development, pop-up book, Information: *) : Researcher **) : Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh love of money, sifat machiavellian, dan pemahaman perpajakan terhadap persepsi penggelapan pajak (tax evasion) pada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Atambua. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Namun, sistem ini juga membuka peluang terjadinya pelanggaran, salah satunya dalam bentuk penggelapan pajak. Penggelapan pajak merupakan tindakan ilegal yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak yang seharusnya terutang. Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
Persepsi individu terhadap penggelapan pajak menjadi faktor penting karena persepsi tersebut dapat memengaruhi sikap dan kecenderungan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak berpotensi meningkatkan toleransi terhadap tindakan tidak patuh, sedangkan persepsi yang menolak penggelapan pajak dapat memperkuat kepatuhan sukarela. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor psikologis dan faktor kognitif. Dalam penelitian ini, faktor psikologis diwakili oleh variabel love of money dan machiavellian, sedangkan faktor kognitif diwakili oleh pemahaman perpajakan.
Love of money menggambarkan tingkat kecintaan individu terhadap uang dan sejauh mana uang dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Individu dengan tingkat love of money yang tinggi cenderung menempatkan uang sebagai simbol keberhasilan, kekuasaan, dan kebahagiaan, sehingga berpotensi mengabaikan norma etika demi keuntungan finansial. Sifat machiavellian menggambarkan karakter manipulatif, pragmatis, dan cenderung menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan pribadi. Individu dengan sifat machiavellian tinggi umumnya lebih toleran terhadap perilaku tidak etis dan lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Sementara itu, pemahaman perpajakan mencerminkan tingkat pengetahuan dan pengertian wajib pajak terhadap aturan, prosedur, hak, kewajiban, serta manfaat pajak bagi negara. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membentuk sikap yang lebih patuh dan menolak praktik penggelapan pajak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Atambua. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert lima poin. Populasi penelitian adalah seluruh WPOP terdaftar di KPP Pratama Atambua, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik ini digunakan karena populasi yang luas dan keterbatasan akses langsung terhadap seluruh anggota populasi, sehingga responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya yang memenuhi kriteria penelitian.
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu love of money (X1), machiavellian (X2), dan pemahaman perpajakan (X3), serta satu variabel dependen yaitu persepsi penggelapan pajak (Y). Indikator variabel love of money mencakup pandangan bahwa uang adalah ukuran keberhasilan, sumber motivasi utama, dan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Variabel machiavellian diukur melalui indikator kecenderungan manipulasi, pembenaran tindakan tidak etis, dan orientasi pada kepentingan pribadi. Variabel pemahaman perpajakan diukur melalui pengetahuan tentang NPWP, perhitungan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi, dan manfaat pajak. Persepsi penggelapan pajak diukur melalui pandangan responden mengenai benar atau salahnya tindakan penggelapan, dampaknya bagi negara, dan kewajiban kejujuran dalam pelaporan pajak.
Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 melalui beberapa tahap, yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Analisis pendahuluan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Analisis lanjutan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan uji simultan untuk melihat pengaruh bersama-sama, dengan tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel love of money tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang pada responden tidak secara langsung membentuk persepsi yang membenarkan atau menolak penggelapan pajak. Variabel machiavellian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Artinya, semakin tinggi sifat machiavellian yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungannya memiliki persepsi yang lebih permisif terhadap tindakan penggelapan pajak. Individu dengan karakter manipulatif dan berorientasi pada kepentingan pribadi cenderung lebih mudah membenarkan tindakan yang melanggar aturan jika dianggap menguntungkan. Sementara itu, variabel pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak, yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perpajakan responden belum tentu sejalan dengan pembentukan persepsi etis terhadap penggelapan pajak.
Secara simultan, variabel love of money, machiavellian, dan pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor psikologis dan kognitif secara bersama-sama tetap memiliki peran dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap tindakan penggelapan pajak. Variabel yang paling dominan memengaruhi persepsi penggelapan pajak dalam penelitian ini adalah machiavellian. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepribadian dan karakter manipulatif memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan orientasi terhadap uang maupun tingkat pemahaman aturan perpajakan.
Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan perilaku dan psikologis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak, selain pendekatan edukasi formal. Otoritas pajak tidak hanya perlu meningkatkan literasi perpajakan, tetapi juga memperkuat pembentukan nilai etika dan integritas melalui edukasi, sosialisasi, dan strategi komunikasi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan dan perilaku wajib pajak, serta menjadi masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang program peningkatan kepatuhan pajak, khususnya pada Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah KPP Pratama Atambua.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia. UMKM merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pemerataan pendapatan, serta meningkatkan produk domestik bruto. Namun demikian, di tengah peran penting yang dimainkan oleh UMKM, kinerjanya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kompetensi dan karakteristik kewirausahaan pelaku usahanya. Kondisi ini juga dialami oleh UMKM yang berada di Kelurahan Nonohonis, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang mengalami fluktuasi jumlah dan jenis usaha dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana karakteristik dan kompetensi kewirausahaan memengaruhi kinerja UMKM di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden pelaku UMKM di Kelurahan Nonohonis, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik kewirausahaan dan kompetensi kewirausahaan, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja UMKM. Instrumen pengukuran menggunakan skala Likert 1–10 dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 23.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik kewirausahaan maupun kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Secara parsial, karakteristik kewirausahaan berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,274 dan nilai signifikansi sebesar 0,006, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki rasa percaya diri, berorientasi pada hasil, mampu mengambil risiko, memiliki kepemimpinan yang baik, serta berpikiran ke depan, cenderung memiliki kinerja usaha yang lebih baik. Sementara itu, kompetensi kewirausahaan juga terbukti berpengaruh positif dengan koefisien regresi sebesar 0,250 dan signifikansi sebesar 0,032. Kompetensi ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sifat kepribadian yang relevan dengan keberhasilan dalam menjalankan usaha.
Secara simultan, kedua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM, dengan nilai F hitung sebesar 23,735 dan signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Hal ini berarti peningkatan pada karakteristik maupun kompetensi pelaku UMKM secara bersama-sama dapat mendorong peningkatan kinerja usaha mereka. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah:Y = 17,771 + 0,274X₁ + 0,250X₂,di mana Y adalah kinerja UMKM, X₁ adalah karakteristik kewirausahaan, dan X₂ adalah kompetensi kewirausahaan.
Meskipun nilai rata-rata indeks untuk variabel karakteristik dan kompetensi kewirausahaan berada dalam kategori “sedang”, hal ini tetap memberikan sinyal positif terhadap potensi pengembangan UMKM di Kelurahan Nonohonis. Namun, ada beberapa indikator yang memiliki indeks rendah, seperti kemampuan menambah variasi produk dan menciptakan produk unik yang sulit ditiru pesaing. Demikian pula pada aspek kinerja usaha, beberapa indikator seperti penambahan tenaga kerja menunjukkan nilai indeks rendah, menandakan adanya keterbatasan dalam pengembangan skala usaha.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakteristik dan kompetensi kewirausahaan adalah hal yang esensial untuk meningkatkan performa UMKM. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pendamping usaha diharapkan dapat melakukan pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha, tetapi juga akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing UMKM di pasar lokal maupun nasional.
Kontribusi akademik dari penelitian ini adalah penguatan literatur terkait hubungan antara karakteristik dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM dalam konteks daerah rural atau semi-perkotaan seperti Kelurahan Nonohonis. Secara praktis, hasil ini dapat dijadikan dasar oleh stakeholder terkait untuk merumuskan program pemberdayaan yang berbasis pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Elim Dadibira dan berangkat dari realitas ekonomi jemaat yang ditandai oleh keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal, ketergantungan pada sumber daya alam, serta kerentanan ekonomi kelompok tertentu, khususnya para janda. Dalam konteks tersebut, gereja berupaya mengembangkan pembangunan ekonomi jemaat melalui pemanfaatan Anggur Dadibira sebagai usaha pemberdayaan berbasis potensi lokal. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan ekonomi jemaat melalui Anggur Dadibira dipahami dan direfleksikan secara teologis sebagai bagian dari panggilan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembangunan ekonomi jemaat di GMIT Elim Dadibira serta merefleksikannya dalam terang teologi pembangunan jemaat dan kesaksian Alkitab. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi pemikiran pembangunan jemaat dari van Hooijdonk, Jan Hendriks, dan Rob van Kessel, serta refleksi teologis mengenai iman, keadilan, dan tanggung jawab komunal menurut J. B. Banawiratma dan Vinay Samuel bersama Chris Sudgen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan yang didukung oleh studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Anggur Dadibira tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai praksis iman yang menghadirkan solidaritas, partisipasi, dan pemberdayaan jemaat. Secara teologis, pembangunan ekonomi jemaat dipahami sebagai bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota jemaat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan jemaat GMIT Pniel Sikumana yang menghadapi tantangan dalam membangun persekutuan antargenerasi. Pembagian pelayanan ke dalam Unit Pembantu Pelayanan (UPP) dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan kategorial jemaat, namun dalam praktiknya kerap memunculkan jarak relasional, minimnya interaksi lintas generasi, serta kecenderungan pelayanan yang berjalan secara terpisah. Kondisi ini menimbulkan persoalan teologis mengenai sejauh mana gereja sungguh menghidupi koinonia sebagai persekutuan yang mencerminkan identitas gereja sebagai keluarga Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman dan pemaknaan warga jemaat GMIT Pniel Sikumana terhadap kehidupan persekutuan antargenerasi, serta merefleksikannya dalam terang teologi gereja sebagai rumah iman (homemaking) guna merumuskan implikasi teologis bagi kehidupan bergereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode ini dipilih untuk menaruh perhatian pada pengalaman hidup dan pemaknaan subjek penelitian terhadap realitas persekutuan jemaat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam (in-depth interview), dan studi dokumen terhadap dokumen gereja serta literatur yang relevan. Lokus penelitian adalah Jemaat GMIT Pniel Sikumana, Klasis Kota Kupang Barat. Informan berjumlah delapan orang yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari pendeta, unsur kategorial jemaat, pengajar PART, dan lansia. Metode penulisan yang digunakan bersifat deskriptif, analitis, dan reflektif, dengan memanfaatkan kerangka teologis homemaking dari Elizabeth Caldwell sebagai alat analisis. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kehidupan persekutuan jemaat masih menghadapi tantangan relasional antargenerasi, namun sekaligus menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pendekatan homemaking menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah bersama yang aman, inklusif, dan relasional, di mana setiap generasi hadir sebagai subjek yang saling membangun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa homemaking merupakan pendekatan teologis yang relevan untuk memperkuat koinonia dan memperkaya praksis kehidupan bergereja di GMIT Pniel Sikumana.