Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

ANALISIS PENDUGAAN STOK HASIL TANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DI PERAIRAN TELUK KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang berekonomis penting bagi masyarakat. Wilayah ini telah dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu sentra pengembangan industri perikanan yang ada di Kota Kupang dengan hasil tangkapan unggulan adalah tongkol, tuna, tenggiri, layang selar, kembung, kerapu, ekor kuning, kakap, bambangan, dan cakalang.Ikan tongkol (Euthynnus sp.) merupakan jenis ikan scrombridae (ikan pelagis), terdapat di perairan hangat Indo-Pasifik Barat dan Laut Nusantara. Ikan tongkol memiliki beberapa jenis yaitu tongkol lisong/bullet tuna (Auxis rochei), tongkol krai/frigate tuna (Auxis thazard), tongkol komo/little tuna/kawakawa (Euthynnus affinis), tongkol abu-abu/ longtail tuna (Thunnus tonggol), Ikan Tongkol (Euthynnus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan status stok terhadap ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang tertangkap di Perairan Teluk Kupang agar tidak terjadinya pemanfaatan yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret – April 2022, dengan lokasi penelitian yaitu di Pelabuhan Perikanan Oeba. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara langsung kepada responden, responden dalam hal ini adalah para nelayan. Data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan referensi (data hasil tangkapan ikan target) yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Nilai lestari MSY (Maximum Sustainable Yeild) ikan tongkol di Perairan Teluk Kupang 148.73 ton pertahun dengan upaya penangkapan optimum 187.12 trip per tahun dan keberadaan populasi ikan Tongkol (Euthynnus sp.) di Perairan Teluk Kupang belum mengalami over fishing, dimana hasil penangkapan yang paling tinggi di tahun 2010 sebanyak 101.92 tetapi belum mencapai nilai MSY yang di tentukan yaitu 148.73 ton per tahun.

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI OEJAIN DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.

ANALISIS USAHA PEDAGANG IKAN DI PASAR IKAN PASIR PANJANG KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GORDIANUS PIRU (15380038) Analisis Usaha Pedagang Ikan di Pasar Ikan Pasir Panjang Kota Kupang: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan BEATRIX M. REHATTA, S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perikanan merupakan salah satu komoditas yang potensial di daerah Nusa Tenggara Timur. Kondisi geografis ini sangat menguntungkan dan memungkinkan Nusa Tenggara Timur sebagai daerah sentra produksi perikanan Kota Kupang memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat baik di Kelola dan dimanfaatkan oleh para pedagang ikan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga dengan usaha dagang ikan di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil usaha pedagang ikan di Pasar Pasir Panjang Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Metode analisis data menggunakan persamaan yaitu, pendapatan bersih, Return on Investment (ROI), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan Nilai return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 1,34. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 7,29. Angka ini menunjukan secara ekonomis usaha usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 31 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.47.000 pada penjualan total produksi 34 kg. Kata Kunci : Pasar Ikan, ROI, BEP, BCR.

Biologi Reproduksi ikan tuna sirip kuning (thunnus albacares) di Perairan sikka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Kabupaten Sikka merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah perairan yang cukup luas untuk penangkap ikan tuna sirip kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana metode ini tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode survei merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu pengambilan sampel ikan Tuna Sirip Kuning dengan melakuan pengukuran panjang dan berat ikan tuna, tingkat kematangan gonad (TKG), Indes Kematangan Gonad (IKG), Insbah kealamin dan faktor kondisi (FK) dilakukan secara langsung di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 28 individu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli hingga Agustus 93-180 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli dan Agustus memiliki nilai b >3 yaitu tipe pertumbuhan allometrik positif, sedangkan bulan Agustu adalah isometrik. Ikan tuna sirip kuningyang tertangkap di perairan Sikka dari bulan Juli sampai dengan Agustus dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna sirip kuning pada bulan Juli-Agustus yaitu ikan jantan dan betina bulan Juli beriksar antara 1,197,5,301dan 6,485 %, bulan Juli Jantan dan betina yaitu 1,197-5,301 dan 6,485% dengan nilai sebesar 1,525-1,388 dan 0,773%; nilai IKG di bulan Agustus untuk ikan jantan dan betina yaitu 1,427-5,908 dan 6,279% dengan nilai sebesar 1,759-2,140 dan 2,401%. Ratio kelamin ikan tuna sirip kuning yang tertangkap pada bulan Juli-Agustus dengan proporsi betina > jantan. Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada bulan Juli-Agustus berkisar antara 1,67-1,42 cm. Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio kelamin, TKG, IKG, Faktor kondisi Sikka. ABSTRACT Sikka Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara which has a wide area of water for catching yellowfin tuna. The method used in this research is a survey method, where this method is classified as a descriptive survey method. The survey method is a method that is carried out on quite a lot of objects in the period of time being studied and then studied, but only part of some of the population. Primary data obtained directly from the field, namely yellowfin tuna sampling by measuring the length and weight of tuna, gonad maturity level (TKG), Gonad Maturity Index (IKG), natural insbah and condition factors (FK) carried out directly in the field. The results show that the length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) The length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) caught in Sikka waters from July to August was 93-180 cm. The relationship between length and weight of yellowfin tuna caught in Sikka waters in July and August has a value of b>3 which is positive allometric growth type, while August is isometric. Yellowfin tuna caught in Sikka waters from July to August with the most (TKG) were female fish with TKG II and III. While the male fish were mostly found in TKG II. The gonadal maturity index of yellowfin tuna in July-August were male and female fish in July ranging between 1,197,5,301 and 6,485%, in July Male and female fish were 1.197-5,301 and 6,485% with values ​​of 1,525-1,388 and 0.773%; IKG values ​​in August for male and female fish were 1.427-5.908 and 6.279% with a value of 1.759-2.140 and 2.401%, respectively. Sex ratio of yellowfin tuna caught in July-August with the proportion of females > males. Condition factors of yellowfin tuna (Thunnus albacares) found in July-August ranged from 1.67-1.42 cm. Key words: Biology, reproduction, sex ratio, TKG, IKG, Sikka condition factor

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN PEMERITAH DAERAH (Studi Pada Badan Keuangan Pendapatan Aset Daerah Di Kabupaten Sumba Barat)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah

STUDI SAMPAH ANORGANIK DI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT PERAIRAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ATICHA ELISABETH AFO (18380069). Studi Sampah Anorganik di Lokasi Budidaya Rumput Laut Perairan Kupang Barat Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D, sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Pesisir Kupang Barat saat ini menjadi salah satu lokasi sentra dalam pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, yang memiliki tiga desa potensi dalam pengembangan potensi rumput laut, yaitu Desa Bolok, Desa Tablolong dan Desa Tesabela. Survei awal, lokasi budidaya di ketiga desa ini memperoleh buangan sampah, baik oleh pembudidaya sendiri maupun oleh aktivitas masyarakat sekitarnya, kegiatan budidaya rumput laut juga menghasilkan sampah, terutama sampah plastik yang bisa mencemari ekosistem sekitar. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui kepadatan sampah anorganik padat di lokasi budidaya rumput laut di Desa Bolok, Desa Tesabela dan Desa Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Kupang Barat. Pengambilan data menggunakan metode belt transek dengan 3 stasiun pengamatan dan setiap stasiun pengamatan dengan panjang transek 100 m dan lebar transek 10 m. Analisa data yang digunakan dengan Kepadatan mutlak adalah kepadatan sampah melalui perhitungan jumlah potongan dan berat sampah masing-masing kategori atau jenis dibagi dengan luas area tiap lokasi, sedangkan kepadatan relatif adalah kepadatan sampah yang didapat melalui perhitungan jumlah potongan sampah dan berat sampah tiap kategori dibagi dengan total potongan jenis sampah dan total berat seluruh jenis sampah kemudian dikalikan 100 sehingga mendapatkan presentasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah anorganik yang ditemukan adalah dari lima kategori yaitu plastik, logam, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 adalah plastik 0,17 item/m2 dan berat tertinggi di stasiun 3 plastik 1,34 gr/m2, sedangkan untuk jumlah terendahdi stasiun 2 karet 0,0003item/m2 dan stasiun 3 kaca 0,0003 item/m2 sedangkan untuk berat terendah di stasiun 2 yaitu karet 0,026 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 plastik dengan presentasi 93,84 % dan berat tertinggi plastik di stasiun 3 dengan presentasi 65,79 %, untuk jumlah terendah di stasiun 3 kaca dengan presentasi 0,21 % dan berat terendah stasiun 1 jenis logam dengan presentasi 0,81 %.

Penggunaan Kemasan dan Lama Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Karakteristik Kimiawi, Mikroba dan Organoleptik Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma cottonii

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cemilan stik merupakan salah satu makanan ringan atau jenis kue kering dengan di olah dari bahan dasar tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung sagu, dan telur, yang berbentuk pipih panjang dan cara penyelesaiannya dengan cara digoreng, mempunyai rasa gurih serta bertekstur renyah sehingga banyak disukai oleh kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda terhadap karakteristik kimiawi, Mikroba dan Organoleptik Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma cottonii). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii), Pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar Lemak, Dan Total Mikroba Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 5 dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu Mikroba Angka Lempeng Total (ALT), kadar lemak, kadar air, dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk cemilan stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dapat disimpulkan Produk cemilan stik rumput laut dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda memiliki nilai kadar air 2,65-4,72%, kadar lemak 28,18-42,04%, sedangkan pengujian organoleptik berpengaruh sangat nyata pada jenis kemasan poliethylene dan polypropilene (Standing Pouch) dan lama penyimpanan 0 (nol) minggu sampai 4 (empat) minggu masih bisa diterima oleh konsumen Produk cemilan stik rumput laut Eucheuma cottoni dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda masih diterimah konsumen dari total ALT 0 (nol) minggu sampai 4 minggu dengan total bakterinya 3,35x104 koloni/gram.

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA TOMLIAPAT KECAMATAN WETAR TIMUR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOHANIS RAIMOY (15380012) STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA TOMLIAPAT KECAMATAN WETAR TIMUR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA .mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Laremba, 2014). Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang sangat penting. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai yang dapat mencegah instrusi air laut berupa abrasi, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Desa Tomliapat berada di bagian Barat Kabupaten Maluku Barat Daya dan memiliki mangrove yang hidup di pesisir pantai tersebut. Hutan mangrove di daerah ini memiliki luas 10 hektar. Masyarakat di Desa Tomliapat telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Jenis-jenis mangrove yang teridentifkasi terdiri dari 2 Family dan 3 genus yakni family Rhizophoraceae (Spesies Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata), family Acanthacheae Spesies (Avicennia alba). Jenis Rhizophora mucronata merupakan jenis yang lebih mendominasi pada lokasi penelitian. Sedangkan jenis Avicennia alba merupakan jenis yang memiliki kemunculan terendah pada lokasi penelitian. Kata Kunci : Struktur, Komonitas, Mangrove, Kecamatan Wetar Timur

ANALISIS PERBANDINGAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA KSP CU SERVIAM KOTA KUPANG DAN KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KSP CU SERVIAM KOTA KUPANG DAN KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG NAMA : MARIA T. POSENTY SEUK NIM : 17411230 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : MANAJEMEN ABSTRAK MARIA T. POSENTY SEUK (17411230). Analisis Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. JUSUF ABOLADAKA,SE.,M.Si dan ALYA ELITA SJIOEN,SE.,MM sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi jalur minat Manajemen Keuangan Murni Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. No.21/Per/-M.KUKM/XI/2008 tentang koperasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. teknik analisis yang dilakukan pada saat penelitian adalah wawancara dengan populasi yaitu anggota KSP CU serviam kota kupang dan KSP KOPDIT swasti sari kupang sampel dalam penelitian ini adalah kadiv kredit dan dokumen-dokumen prosedur pemberian kredit tahun 2022. Perkembangan dalam usaha koperasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya debitur yang dimiliki. Sehingga apabila dari tahun ke tahun koperasi memiliki peningkatan dalam keanggotaan maka dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut mengalami kemajuan. Sebaliknya jika debitur dalam suatu koperasi tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun maka dapat di katakan juga bahwa koperasi tersebut mengalami penurunan. Begitu pula dengan dengan tingkat keuntungan koperasi, semakin banyak debitur maka tingkat keuntungan pada koperasi otomatis mengalami peningkatan dan jika debitur berkurang maka keuntungan yang di diperoleh menurun. Secara garis besar dengan melihat peluang dan kebutuhan ekonomi saat ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) lebih murah dan mudah dibandingkan badan perkreditan lainnya seperti perbankan. Dilihat dari kemudahan dalam persyaratan pemberian kredit, masyarakat umum akan lebih mudah bertransaksi dengan KSP karena untuk mengajukan dan seleksi atas permohonan kredit lebih mudah daripada badan kredit lainnya. Dalam KSP, tanpa jaminan anggota bisa mendapatkan kredit tetapi bagi masyarakat umum bisa hanya menggunakan BPKB dan surat dasaran usaha. Keberhasilan pemberian kredit tidak terlepas dari prosedur pemberian kredit yang dijalankan dalam pengelolaan pemberian kredit kepada anggota. Prosedur pemberian kredit merupakan ketentuan yang menjamin hak pemberi pinjaman dalam memberikan pinjaman kepada peminjam agar pinjaman dapat dikembalikan sesuai kesepakatan dengan kata lain bahwa prosedur pemberian kredit mewajibkan peminjam untuk melunasi pinjaman sesuai kesepatan dengan peminjam beserta bunga yang ditetapkan. Untuk itu pengurus koperasi harus menjalankan prosedur pemberian kredit sehingga anggotanya bertanggung jawab dalam memanfaatkan kredit usaha sehingga dapat disalurkan kembali kepada anggota yang memerlukannya sehingga koperasi harus melakukan beberapa prosedur pemberian kredit dengan baik. Dalam kegiatan pemberian kredit, kendala yang biasanya dihadapi dalam pemberian kredit adalah kredit macet dan kemungkinan terdapat kendala-kendala yang lain. Kendala lain menurut hasil penelitian adalah tidak menerapkan prosedur sebagaimana mestinya, hal ini menurut wawancara untuk kasus khusus terutama dikalangan pengurus. Kata Kunci : Prosedur Pemberian Kredit

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Organisasi merupakan wadah atau tempat yang digunakan beberapa orang untuk melakukan kerja sama. Organisasi akan berkembang dengan baik tergantung pada sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam organisasi swasta maupun pemerintah dalam aktivitas pelayanan. Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga akan sangat berperan dalam wkelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya kantor dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Pada dasarnya pelayanan publik merupakan segala kegiatan yang dilaksanankan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pelaksanan ketentuan peraturan perundan-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pelayanan Program Keluarga Harapan (Pkh) Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang) Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 41 orang dari jumlah populasi sebanyak 372 masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan PKH/pegawai Dinassosial Kabupatenkupang. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan/Pegawai Dinaas Sosial Kabupaten Kupang. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41orang. Nilai variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) ditemukan thitung1.792 2.02439 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Pengaruh Displin Kerja (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan thitung0.246 ttabel>2.02439 maka H0 diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Kualitas Displin Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Nilai Fhitung 2.319 dengan nilai Ftabel 3.24 sehingga tingkat signifikan 0.133>0.05 maka H0 ditterima Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Dapat dilihat Nilai dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi pada nilai Adjusted R Square 0.236. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 23,6% sisanya 76.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE (2018-2020)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage keuangan, ukuran perusahaan sebagai variabel independen sedangkan ketepatan waktu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan laporan keuangan ke OJK dalam periode tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Profitabiltas negatif sebesar (–0.047) yang berarti bahwa setiap peningkatan profit sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar (-0,047) atau 4,7%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk profitabilitas (negatif) sebesar (-0.774) dengan tingkat siknifikan sebesar 0.446>0.05, maka dapat dikatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Likuiditas positif sebesar 0.032 yang berarti bahwa setiap peningkatan likuiditas sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar 0.032 atau 3.2%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk likuiditas (positif) sebesar 0.280 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.782>0.05, maka dapat dikatakan bahwa likuditas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel laverage (negatif) sebesar (-0.050) yang berarti bahwa setiap peningkatan laverage sebesar 1% akan mengakibatkan laverage sebesar (-0.050) atau 5%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk laverage (negatif) sebesar -0,255 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa laverage tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ukuran perusahaan (positif) sebesar 0.033 yang berarti bahwa setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar 1% akan mengakibatkan ukuran perusahaan sebesar 0.033 atau 3.3%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk ukuran perusahaan (negatif) sebesar -0,225 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kata Kunci : Ketepatan Waktu, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan.

KONTRIBUSI EKONOMI ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN KELURAHAN NUNHILA (PANTAI BATU KEPALA), DAN KELURAHAN NUN BAUN SABU KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARIA ELYSABETH PANDIE (15380123). Kontribusi Ekonomi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perempuan memiliki kontribusi yang berarti terhadap kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Peran wanita nelayan dari berbagi lapisan sosial yang berbeda dalam usaha perikanan maupun non-perikanan diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ekonomi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanan pada bulan Januari 2021 di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri nelayan di Kelurahan Nunhila dan Kelurahan Namosain bekerja sebagai penjual ikan, kios, penjual sayur, penjual lauk, dan tenun kain. Kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila yaitu 26.02% dan Kelurahan Namosain adalah sebesar 22.35%

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN KAKULUK MESAK, KABUPATEN BELU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecamatan Kakuluk Mesak terdapat dua desa yang memiliki potensi perikanan tangkap mini purse seine yaitu di Desa Jenilu dan Desa Dualaus. Kondisi perikanan tangkap mini purse seine di dua desa tersebut telah lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal berupa cuaca dan iklim, sedangkan faktor internal merupakan salah satu yang disebabkan oleh nelayan itu sendiri seperti kurangnya modal untuk membuka usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha perikanan tangkap mini purse seine di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Juni 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Hasil penelitian menunjukan bahwa return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 2,57. Yang berarti bahwa secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 6.76. Secara ekonomis usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290/Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.1.222 pada penjualan total produksi 15.830Kg/bulan.

ANALISIS PENILAIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BELU TAHUN 2017 - 2020

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan daerah Kabupaten Belu dengan pendekatan Analisis Rasio yang terdiri dari Rasio Kemandirian Keuangan daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dan Rasio Keserasian. Teknik pengumpula data berupa dokumentasi. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Belu. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan daerah pemerintah Kabupaten Belu yang diartikan sebagai tingkat pencapaian dari suatu hasil kerja dibidang keuangan daerah yang meliputi penerimaan dan belanja daerah dengan menggunakan sistem keuangan yang ditetapkan melalui suatu kebijakan atau ketentuan perundang-undangan selama satu periode anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Kabupaten Belu. Data analisis yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah Dan Rasio Keserasian. Hasil penelitian menunujukan bahwa Rasio Kemandirian Keuangan Daerah pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu pada tahun 2017 sampai 2020 masih sangat rendah. Ini dapat dilihat dari hasil rata-rata Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang diperoleh yaitu 10.30%. Rasio efektivitas PAD pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Efektivitas PAD, Efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Belu sudah Efektif karena rata-rata efektivitasnya diatas 100% yaitu 122%. Rasio Efisiensi Keuangan Daerah pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, Rata-rata Efisiensi Keuangan Daerah Kabupaten Belu tergolong tidak efisien karena rata-rata rasionya 344.93%. Rasio Keserasian pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Belu dari hasil perhitungan pada Rasio Keserasian dapat diketahui bahwa sebagian besar xvi dana yang dimiliki pemerintah daerah masih diprioritaskan untuk kebutuhan Belanja Operasi sehingga Rasio Belanja Modal relatif kecil. Ini dapat dibuktikan dari rata-rata Rasio Belanja Operasi (55.64%) yang masih besar dibandingkan dengan rata-rata Rasio Belanja Modal (22.30%).

IDENTIFIKASI KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI PASIR PANJANG KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Stefanus Pangky Lamawato (15380063). Identifikasi Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur: WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.Ddan ROCKIE R. L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perairan Pasir Panjang merupakan perairan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, pasar ikan dan tempat wisata. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan pantai membuat ekosistem ini penuh dengan sampah plastik dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan sampah laut di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang pada bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey dan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara dengan responden, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 25 m pada keenam transek. Sampel yang didapat akan ditimbang dalam satuan gram dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapat di Pantai Pasir Panjang adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian tersebut komposisi jenis sampah yang paling dominanadalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapatpadatransek 6 yaitu sebanyak 167 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0668 pot/m2 dan berat sebanyak 0,36 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 45,88% potongan dengan berat kepadatan 19,15% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada transek 1yaitu sebanyak 41 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0164 pot/m2 dan berat 0,08 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 51,25% potongan dengan berat 12,50% gram. Kata Kunci : Sampah Laut, Kepadatan, Jumlah dan Total Berat, Pantai pasir Panjang.

TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN PJOK MATERI PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS VIII SMPN SATAP OEFAU BOTI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dimilki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran pencak silat teknik dasar kuda-kuda pada siswa kelas VIII di SMPN Satu Atap Oefau Boti. Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan teknik analisis data. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk meninjau Tinjauan Tentang Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Oleh karna itu melalalui teknik wawancara dan dokumentasi peneliti telah mengumpulkan hasil penelitian dan telah mengumpulkan data hasil penelitian, dan telah memaparkan hasil penelitian. Dengan demikian seehingga kita bisa dapat mengetahui Pembelajaran Pjok Materi Pencak Silat pada Siswa Kelas VIII SMPN Satap Oefau Boti. Simpulan: Dari hasil wawancara, maka peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas siswa di dalam proses pembelajaran penjasorkes pada dasarnya siswa aktif, akan tetapi jikalau sarana dan prasarana olahraga yang kurang akan menghambat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

KAJIAN PROFIL PRODUK OLAHAN IKAN TATU’UN YANG DIPROSES DI DESA LAWALU, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARTINUS BRIA TAEK (15390015) Kajian Profil Olahan IkanTatu’un yang di Proses di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si sebagai pembimbing I dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen ArthaWacana Kupang . Ikan tatu’un yang diolah melalui beberapa tahapan proses mulai dari tahapan perisapan bahan, pembubuhan, pembungkusan dengan daun pisang, dan pemanggangan. Ikan tatu’un merupakan salah satu produk olahan yang sering dilakukan oleh masyrakat Desa Lawalu pada saat musim penangkapan yang melimpah. Produk ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas disebabkan oleh adanya penambahan bumbu seperti daun kunyit dan daun sereh dan bumbu-bumbu tambahan lainnya sehingga menghasilkan tekstur dan kenampakan yang begitu baik, tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk ikan tatu’un di Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022, bertempat di DesaLawalu, Kecamatan, Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptiksedangkan pengujian kimiawi dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, dan kadar protein. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat setempat selaku pengolah produk ikan tatu’un dan tokoh masyarakat berkaitan dengan masalah yang dikaji, sampel yang diambil menggunakan metode slovin dari empat Dusun yakni Dusun Nataraen, Dusun Fahiluka, Dusun Umatasi, dan Dusun Naekasak. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisiskadar air, kadar protein, dan kadar lemak, hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur dengan 8-9 karena adanya bumbu-bumbu tambahan, seperti daun kunyit dan daun sarei. Nilai kadar air berkisar 56,23%-60,89%, kadar protein berkisar, 17,84%-19,61%, kadar lemak berkisar , 2,77-8,81% Kata kunci : Ikan tatu’un, Desa Lawalu, organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar protein.

ANALISIS KONTRIBUSI DAN RETRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul: “ANALISIS KONTRIBUSI DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA KABUPATEN MALAKA”Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah “Analisis Kontribusi Dan Retribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Kabupaten Malaka yang menjadi persoalan penelitian adalah Bagaimana perkembangan Kontribusi Dan Retribusi Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Malaka Bagaimana pengelolaan keuangan terkait kontribusi dan retribusi di Kabupaten Malaka Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perkembangan Kontribusi dan Retribusi Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Malaka. Konsep penelitian dalam penelitian ini adalah Retribusi Daerah adalah pembayaran kepada negara yang dilakukan pada mereka yang menggunakan jasa-jasa Negara. Retribusi juga merupakan iuaran pada Pemerintah yang dapat dipaksakan, dan jasa yang baik secara langsung dapat ditunjukan. kontribusi ke dalam ruang lingkup yang jauh lebih sempit lagi karena kontribusi sebagai bentuk bantuan yang dikeluarkan oleh individu atau kelompok dalam bentuk uang atau sokongan dana Pendapatan asli daerah Adalah pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah, yang betujuan untuk memberikan keleluasan kepada daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerah sebagai perwujudan atas disentralisasi. Populasi penelitian ini adalah dalam kontribusi dan retribusi Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Malaka dari tahun 2016-2020 populasi dalam penelitian ini akan melakukan analisis dengan metode deskriptif kuantitatif .Sampel dalam penelitian ini adalah dalam kontribusi dan retribusi daerah Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Malaka Tahun 2016-2020 Teknik pengumpulan data langkah yang paling strategis dalam sebuah penelitian, sebab tujuan utama penelitian yaitu mendapat data yang akurat, sehingga tanpa mengetahui teknik pengumpulan data maka tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan Sugiyono 2016 Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis hasil analisis menunjukan bahwa perhitungan efektivitas penerimaan retribusi daerah Kabupaten Malaka selama tahun 2016-2020 yang dianalisis menurut golonganya, diketahui bahwa rata-rata efektivitas penerimaan golongan retribusi dari jasa umum Kabupaten Malaka selama tahun 2016-2020 adalah sebesar 83,76% yang berada pada kriteria cukup efektif. Adapun efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa umum tertinggi dicapai pada tahun 2017, yaitu sebesar 101,01% pada kriteria sangat efektif dan yang terendah terjadi pada tahun 2018, yaitu sebesar 53.20% pada kriteria tidak efektif. Tingginya efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa umum pada tahun 2017 terutama disebabkan karena realisasi penerimaan retribusi pasar dapat melebihi target sebesar 106,64%. Adapun rendahnya efektivitas penerimaana golongan retribusi jasa umum pada tahun 2018 disebabkan karena hampir seluruh jenis retribusi pada golongan ini tidak mencapai target yang ditetapkan. Untuk golongan retribusi jasa usaha, hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa usaha Kabupaten Malaka selama tahun 2016-2017 adalah sebesar 85,42% yang berada pada kriteria cukup efektif. Efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa usaha tertinggi dicapai pada tahun 2017, yaitu sebesar 103,71% yang berada pada kriteria sangat efektif, dan yang terendah terjadi pada tahun 2018, yaitu sebesar 55,93% pada kriteria tidak efektif. Tingginya efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa usaha pada tahun 2017 disebabkan karena realisasi penerimaan retribusi sewah tanah dan bangunan dapat melebihi target sebesar 109,23%. Adapun rendahnya efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa usaha pada tahun 2018 disebabkan karena hampir seluruh jenis retribusi pada golongan ini tidak mencapai target yang ditetapkan. Untuk golongan retribusi jasa perizinan tertentu, hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata efektivitas penerimaan golongan retribusi perizinan tertentu Kabupaten Malaka selama tahun 2016-2020 adalah sebesar 86,99% yang berada pada kriteria cukup efektif. Adapun efektivitas penerimaan golongan retribusi perizinan tertentu tertinggi dicapai pada tahun 2017, yaitu sebesar 106,39% yang berada pada kiteria sangat efektif dan yang terendah terjadi pada tahun 2018, yaitu sebesar 58,54% pada kriteria tidak efektif. Tingginya efektivitas penerimaan golongan retribusi perjinan tertentu pada tahun 2017 terutama disebabkan karena realisasi penerimaan retribusi ijin terminal tempat parkir kendaraan sebesar 112,15%. Adapun rendahnya efektivitas penerimaan golongan retribusi jasa perizinan pada tahun 2018 disebabkan karena hampir seluruh jenis retribusi pada golongan ini tidak mencapai target yang ditetapkan. Kata kunci : Kontribusi Dan Retribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah

Pertumbuhan Alga Merah Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda Yang Dibudidaya Dengan Metode Yang Berbeda Dan Habitat Yang Berbeda Di Peraiaran Tablolong

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Tablolong terletak di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pemilihan lokasi ini dikarenakan Desa Tablolong memiliki perairan yang cocok dalam melakukan budidaya rumput laut, serta lokasi tersebut juga merupakan lokasi budidaya rumput laut bagi masyarakat sekitar, mengacu pada penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap rumput laut yang diformulasikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda dan habitat. Jumlah rata-rata pada akhir penelitian hari yang ke-49 adalah 716,5 gram pada habit lamun jenis Sacol Sulamu di habitat pasir jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat pasir tertinggi 573,0 gram pertumbuhan harian tertinggi pada habitat lamun 590,4 gram/hari terendahnya 105,2 gram/hari, sedangkan habitat pasir tertinggi 636,4 gram/hari terendahnya 109,2 gram/hari pertumbuhannya awal 4,15% per hari sampai minggu ke-7 dengan nilai 5,47% per hari. Kemudian jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat lamun pertumbuhan spesifik tertinggi 4,15% sampai 5,47% per hari sedangkan pada habitat pasir pertumbuhan awal 4,15%. Pertumbuhan mutlak tertinggi pada habitat lamun dari jenis Sacol Sulamu metode long line tertinggi 657,5 gram, sedangkan pada habitat pasir pertumbuhan tertinggi pada metode long line 569,0 gram, kemudian jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat lamun metode long line 486,5 gram sedangkan pada habitat pasir pertumbuhannya 420,0 gram. Tertinggi pada kedua habitat tersebut berasal dari rumput laut Sacol Sulamu pada habitat lamun dan habitat pasir sedangkan pertumbuhan yang terendah pada habitat pasir dan habitat lamun jenis Eucheuma Cottonii Pasir panjang, pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada habitat pasir dan habitat lamun, maka dapat disimpulkan bahwa varietas dari kedua jenis tersebut yang memberikan varietas yang baik di perairan Desa Tablolong adalah rumput laut Sacol Sulamu.