Abstrak
ABSTRAKSI Kabupaten Sikka merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah perairan yang cukup luas untuk penangkap ikan tuna sirip kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana metode ini tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode survei merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu pengambilan sampel ikan Tuna Sirip Kuning dengan melakuan pengukuran panjang dan berat ikan tuna, tingkat kematangan gonad (TKG), Indes Kematangan Gonad (IKG), Insbah kealamin dan faktor kondisi (FK) dilakukan secara langsung di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 28 individu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli hingga Agustus 93-180 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli dan Agustus memiliki nilai b >3 yaitu tipe pertumbuhan allometrik positif, sedangkan bulan Agustu adalah isometrik. Ikan tuna sirip kuningyang tertangkap di perairan Sikka dari bulan Juli sampai dengan Agustus dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna sirip kuning pada bulan Juli-Agustus yaitu ikan jantan dan betina bulan Juli beriksar antara 1,197,5,301dan 6,485 %, bulan Juli Jantan dan betina yaitu 1,197-5,301 dan 6,485% dengan nilai sebesar 1,525-1,388 dan 0,773%; nilai IKG di bulan Agustus untuk ikan jantan dan betina yaitu 1,427-5,908 dan 6,279% dengan nilai sebesar 1,759-2,140 dan 2,401%. Ratio kelamin ikan tuna sirip kuning yang tertangkap pada bulan Juli-Agustus dengan proporsi betina > jantan. Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada bulan Juli-Agustus berkisar antara 1,67-1,42 cm. Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio kelamin, TKG, IKG, Faktor kondisi Sikka. ABSTRACT Sikka Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara which has a wide area of water for catching yellowfin tuna. The method used in this research is a survey method, where this method is classified as a descriptive survey method. The survey method is a method that is carried out on quite a lot of objects in the period of time being studied and then studied, but only part of some of the population. Primary data obtained directly from the field, namely yellowfin tuna sampling by measuring the length and weight of tuna, gonad maturity level (TKG), Gonad Maturity Index (IKG), natural insbah and condition factors (FK) carried out directly in the field. The results show that the length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) The length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) caught in Sikka waters from July to August was 93-180 cm. The relationship between length and weight of yellowfin tuna caught in Sikka waters in July and August has a value of b>3 which is positive allometric growth type, while August is isometric. Yellowfin tuna caught in Sikka waters from July to August with the most (TKG) were female fish with TKG II and III. While the male fish were mostly found in TKG II. The gonadal maturity index of yellowfin tuna in July-August were male and female fish in July ranging between 1,197,5,301 and 6,485%, in July Male and female fish were 1.197-5,301 and 6,485% with values of 1,525-1,388 and 0.773%; IKG values in August for male and female fish were 1.427-5.908 and 6.279% with a value of 1.759-2.140 and 2.401%, respectively. Sex ratio of yellowfin tuna caught in July-August with the proportion of females > males. Condition factors of yellowfin tuna (Thunnus albacares) found in July-August ranged from 1.67-1.42 cm. Key words: Biology, reproduction, sex ratio, TKG, IKG, Sikka condition factor