2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini yang berjudul ”Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang”. Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang. Persoalan Penelitian Apakah remunerasi berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 2). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 3). Untuk mengetahui remuerasi terhadap kualitas dalam pelayanan publik pada kantor Dinas KependudukkanKota Kupang. Berdasarkan rumusan masalah dan landasasan teori maka yang dikaji dalam penelitian ini didefinisikan sebagai berikut: Remunerasi merupakansalah satu implementasi kebijakan yang sering dikaitkan dengan dunia ketenagakerjaan, terutama dalam konteks sistem pengupahan atau penggajian. remunerasi dikaitkan dengan penataan kembali sistem penggajian pegawai yang didasarkan pada penilaian kinerja, dengan tujuan terciptanya sistem tata kelola pemerintah yang baik dan bersih juga kerap kali digunakan secara kontekstual, sehingga memiliki keragaman arti. Motivasi merupakan sesuatu kekuatan potensial yang ada dalam diri manusia yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan dari luar yang berupa tujuan atau insentif. Motivasi kerja mempunyai peranan yang penting dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk bekerja secara optimal (Rosnida et al.,2011).Winardi (2007:6). Pelayanan publik adalah “kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai haknya (Moenir, 2002). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor dinas kependudukkan kota kupang sejumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor Dinas kependudukan Kota Kupang sejumlah 50 orang. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Remunirasi berpengaruh positif terhadap Motivasi dalam pelayanan publik di kantor dinas Kependudukan Kota Kupanghal ini dapat lihat dimana t Hitung sebesar 2,098 > t Tabel sebesar 1,095. Kata Kunci :Remunerasi,Motivasi,Pelayanan Publik
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan lembaga pemerintah yang menyelenggarakan pemerintahan di daerah. Dalam menyelenggarakan pemerintahan tersebut tentunya OPD memiliki standar yang harus dipenuhi demi kesejahteraan masyarakat. Untuk memperoleh kesejahteraan masyarakat tersebut OPD memiliki ukuran kinerja bagi organisasinya. Tingkat kinerja yang dimiliki oleh OPD sangat penting bagi masyarakat. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja manajerial. Dimana kinerja manajerial adalah seberapa jauh prestasi yang dimiliki organisasi yang dikaitkan dengan visi misi organisasi (Ermawati, 2017). Dengan kata lain prestasi organisasi dilihat dari seberapa jauh prestasi yang sudah diperoleh organisasi tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manajerial pada organisasi pemerintah. Penelitian ini bermaksud menguji kembali faktor pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi yang diduga berpengaruh terhadap kinerja manajerial dan memilih Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Belu sebagai objek penelitian. Kinerja aparat adalah hasil kerja yang dapat dicapai seorang aparatur pemerintah dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi ( Mediaty, 2010). Peraturan yang mengatur tentang kinerja aparatur pemerintah diatur dalam PP No.8 Tahun 2006 yang menyebutkan bahwa saat ini pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan kinerja aparatur negara di daerahnya masing-masing. Disebutkan dalam PP No.8 Tahun 2006 laporan kinerja aparatur pemerintah merupakan salah satu poin penting yang harus ditaati oleh masing-masing daerah. Pengertian kinerja menurut Moeheriono (2012 : 95) kinerja atau performance merupakan gambaran tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kata kunci : Kinerja organisasi, karakteristik tujuan anggaran
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Pemerintahan Desa memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan Desa secara efektif guna menjalankan permbangunan yang tepat sasaran, dan efisien. Pengelolaan keuangan desa diturunkan dalam bentuk kebijaksanaan desa berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPDes), dan ditetapkan dengan peraturan desa. Penelitian ini termotivasi oleh penelitian Reni Widianingsih, dengan judul Analisis Tingkat Efisiensi Dan Efektifitas Terhadap Pengelolaan Keuangan Di Desa Pulo Kecamatan Tempe Kabupaten Lumajang. Dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat efesiensi pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang evisien. Sementara itu tingkat evektifitas pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manejemen keuangan desa yang efektif Masalah dalam penelitian ini adalah Efektifitas dan Efisien Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 - 2019, dengan Studi Kasus : Di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangka persoalan penelitian ini adalah (1) Bagaimana tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Bagaimana tingkat efisiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Serta tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1)Untuk menganalisis tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Untuk menganalisis tingkat efesiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a) APBDes adalah rencana keuangan desa dalam satu tahun yang memuat perkiraan pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan, rencana pembiayaan yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa, dan ditetapkan dengan peraturan desa. (b) Efektifitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berhasil mencapai tujuan yang diinginkan masyarakat desa dan (c) Efisiensi adalah hubungan antara masukan (input) dan keluaran (output), efisiensi merupakan ukuran apakah penggunaan barang dan jasa yang dibeli dan digunakan oleh organisasi perangkat pemerintahan untuk mencapai tujuan organisasi perangkat pemerintah dapat mencapai manfaat tertentu. Penelitian ini mengangkat hipotesa (1) H1 : tingkat efektifitas penggunaan APBDes mencapai kriteria efektif (2) H2 : tingkat efisiensi penggunaan APBDes mencapai kriteria Efektif. Populasi dalam penelitian ini adalah Lembaga Pemerintahan Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan sampelnya adalah laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan laporan anggaran pendapatan dan belanja desa (Laporan APBDes) pada desa Lobohede tahun 2018-2019. Dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, bukti dan keterangan. Data penelitian ini diuji menggunakan ; (1) rasio efektifitas dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan APBDes tahun 2018 sebesar 99,98% dengan kriteria efektif dan tahun 2019 sebesar 99,30% dengan kriteria efektif. (2) rasio efisiensi dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan anggaran tahun 2018 sebesar 103,15% dengan kriteria sangat efektif sedangkan tahun anggaran 2019 sebesar 99,69% dengan kriteria efektif. Kata Kunci : Efektivitas dan Efisiensi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research focused on analyzing the question that measuring high order thinking skills (HOTS) under the title “An Analysis On HOTS Question Type In English School Examination Questions At SMPN 10 Kupang In Academic Year 2019/2020”. The purposes of this study are to find out and analyze the percentage of the distribution question of HOTS in English School Examination and to find out the characteristic of HOTS question type in English School Examination using the descriptive qualitative method and content analysis. The writer collected and listed the questions in English School Exam and then calculated the percentage of each level of cognition. The results showed that, the distribution question of HOTS was 16 questions out of 45 questions or 35.6% and LOTS was 29 questions or 64.4%. Almost all the questions presented stimulus contains the characteristic of HOTS type question. However, in order to measured the question that categorize as HOTS not only has a stimulus but also should have critical thinking skills and problem solving skills. Therefore there are only 16 questions that fulfill the characteristics of HOTS type question in the English School Examination question. The most dominant level in the English School Exam question was lower order thinking skills (LOTS) it was 64.4% of 100 % while for higher order thinking skills (HOTS) it was 35.6%. It indicated that this question concentrated more on lower level thinking questions than higher level thinking. Keywords: English School Exam question,test item analysis, and higher order thinking skills (HOTS).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Deskripsi tentang pegesahan anak di luar kawin berdarsarkan putusan pengadilan negeri Metode penelitian normatif Bahan hukum primer Bahan hukum sekunder Bahan hukum tersier Nomor putusan 1. No.0012/pdt p/2015/ PA. Dps 2. No. 0029/pdt.p/ 2016/ PA. YK 3. No.81/pdt. P/ 2017/ PA. YK 4. No. 79/ pdt . P/ 2018/ PN-YK 5. No. 345/pdt. P/ 2019/ PN ptk
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah :Analisis Yuridis Tentang penjatuhan Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Pemalsuan Ijazah di bawah Ancaman Hukuman yang ditentukan Undang undang. Perbuatan pemalsuan Pemalsuan ijazah disamping penipuan terhadap diri dan lembaga yang dipergunakannya dalam jangka panjang berarti menghancurkan sistem keadilan. Ijazah palsu merupakan lambang dari ketidakberdayaan untuk bersaing secara adil. Ijazah palsu merupakan musuh masyarakat yang beradab. Keberadaan ijazah palsu menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak, pemalsuan pada ijazah membuat seseorang dengan mudah dan singkat dalam mendapatkan gelar ataupun jabatan dalam sebuah pekerjaan. Tidak hanya pada kalangan umum, tetapi pemakain ijazah palsu seringkali juga dipakai oleh orang yang sudah menduduki jabatan penting dalam sebuah perusahaan ataupun instansi pemeritahan. Masalah penelitian ini adalah: Bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah palsu di bawah ancaman hukuman yang ditentukan undang undang? Tujuan dalam penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah palsu di bawah ancaman hukuman yang ditentukan undang undang. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan yakni, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, putusan Pengadilan tentang pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah serta buku-buku jurnal ilmiah dari pakar hukum yang berkaitan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 3 alasan yang menjadi penyebab sehingga Hakim menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan ijazah dan penggunaan ijazah lebih rendah dari ancaman hukuman adalah : 1. Kualitas Perbuatan Terdakwa 2. Kemandirihan Hakim dalam menjatuhkan pidana 3. Hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa Kata Kunci : Penjatuhan Putusan Pemidanaan, Pemalsuan Ijazah, Undang undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Primus Dionisius Mauk (16320737) Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Visual Materi Tolak Peluru Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing: (I) Dr. Andreas J. F. Lumba,M.Pd. (II) David Loba,S. Pd.M.Pd. Kata Kunci: Tolak Peluru, Media visual Tolak peluru merupakan usaha menolak peluru sejauh mungkin dengan daya dengan teknik yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media visual materi tolak peluru pada siswa kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, observasi dan dokumentasi. Teknik analsisi datanya menggunakan deskripsi presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tolak peluru kelas VIII SMP Negeri Duamanu. Pada siklus I aspek kognitif yang tergolong dalam kriteria baik sekali 15%, baik 30%, cukup 35%, kurang 20% dan kurang sekali 0%. Pada siklus I aspek psikomotor yang tergolong kriteria baik sekali 10%, baik 10%, cukup 45%, kurang 35% dan kurang sekali 0%. Pada iklus I aspek afektif yang tergolong kriteria baik sekali 15%, baik 15%, cukup 40%, kurang 30% dam kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek kognitif yang tergolong baik sekali 25%, baik 45%, cukup 25%, kurang 5% dan kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek psikomotor yang tergolong baik sekali 30%, baik 35%, cukup 25%, kurang 10% dan kurang sekali 0%. Pada siklus II aspek afektif yang tergolong baik sekali 20%, baik 50%, cukup 20%, kurang 10% dan kurang sekali 0 %. Dari hasil analisis yang diperoleh selama penelitian terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sampai siklus II untuk ketiga aspek (afektif, kognitif dan psikomotor). Aspek kognitif pada siklus I (80%) dan siklus II (95%), pada aspek afektif siklus I (70%) dan siklus II (90%), pada aspek psikomotor siklus I (65%) dan siklus II (90%).Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa dengan menggunakan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu peneliti menyarankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes hendaknya guru menggunakan media visual sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul skripsi ini : “KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTARAN ISTRI OLEH SUAMI dan rumusan masalah “Apa saja Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tindak Pidana Penelantaran Isti Oleh Suami”. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Nomor 18/Pid.Sus/2018/PN.Mme, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Wkb, Putusan Nomor 08/Pid.Sus/2016/PN.Bta dan Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2019/PN.Atb
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 (lima) Putusan tersebut bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami adalah Faktor ekonomi, faktor adanya wanita idaman lain (WIL) dan faktor hubungan tidak harmonis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, tindak pidana penelantaran istri oleh suami merupakan salah satu bentuk dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dapat dilakukan oleh suami terhadap anggota keluarganya, terutama istri dan anaknya dengan cara tidak memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya yang masih dalam ikatan perkawinan yang sah serta kepada pelakunya dapat dikenai sanksi pidana. Majelis Hakim dalam memutus perkara penelantaran isteri dan anak dengan beberapa pertimbangan berdasarkan keyakinan hakim, peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau sosiologis masyarakatnya. Dalam perkara ini majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga yang diatur dalam Pasal 49 huruf a Jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Agar perempuan tidak menjadi mayoritas korban penelantaran dalam rumah tangga, maka mereka diharapkan bisa mengetahui tentang hak dan kewajiban sebagai istri. Selain itu, korban penelantaran dalam rumah tangga yang sebagian besar perempuan juga harus lebih berani menceritakan dan melaporkan tentang tindak penelataran yang menimpanya, serta tidak lagi memandang penelantaran dalam rumah tangga sebagai aib yang harus ditutupi.
Kata kunci :Tindak Pidana, Penelantaran dan Rumah Tangga.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi kajian yuridis penjatuhan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu oleh mahkamah Agung Republik Indonesia., Masalah pokok dalam penulisan ini adalah bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah normatif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah putusan pengadilan jakarta barat dan Mahkamah Agung pengumpulan data di lakukan dengan Studi dokumen kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1 Hakim menjatuhkan putusan bebas karena tidak terpenuhi unsur unsur dari pasal dakwaan Penuntut Umum 2, Hakim Mahkamah Agung menguatkan Putusan pengadilan negeri karena judex fackti sudah benar menerapkan hukum. Saran Pemerintah maupun pihak yang berwenang sebaiknya dapat memberikan arahan mengenai tindak pidana pemalsuan Akta otentik, saran hendaklah Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan upayakan hukum kasasi perlu mencari bukti bukti yang baru Kata kunci Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulisan adalah : “Analisis Terhadap Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Dalam Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor Dengan Pemberatan”. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dalam kasus pencurian sepeda motor dengan pemberatan, Tujuan penelitian ialah Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dalam kasus pencurian sepeda motor dengan pemberatan. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan yakni dari dokumen resmi, buku-buku, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian yang sudah ada. Obyek penelitian adalah Putusan pengadilan Terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi dasar petimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dalam kasus pencurian sepeda motor dengan pemberatan yakni secara keseluruhan hakim mempertimbangkan terpenuhinya unsur-unsur pemberatan sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Hakim mempertimbangkan keberadaan terdakwa sejak ditahan, dimana masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,dan juga mempertimbangkan fakta-fakta dalam persidangan seperti hal-hal yang memberatkan serta hal-hal yang meringankan dalam diri terdakwa dan Hakim mempertimbangkan permohonan terdakwa secara lisan yang memohon untuk diberikan keringanan hukuman.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UJI STABILITAS KONSENTRAT KULIT AKAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN MORDAN ALAMI DAUN LOBA (Symplocos sp)
Souk, M.)* Sabuna. A)** Nge. T )**
Mengkudu (Morinda citrifolia L) memiliki kegunaan tradisional maupun moderen, termasuk bagian akar dan kulit batang sebagai pewarna dan obat, bagian batang sebagai kayu bakar dan perkakas, bagain daun dan buah digunakan sebagai makanan dan obat. Tumbuhan ini mudah ditemukan dimana saja, bisa dipinggir jalan, kebun, pekarangan rumah dan dihutan. Mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan obat tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Mordan alami yang ditambahkan yaitu daun loba yang dapat dijadikan sebagai penguat warna akan menghasilkan warna kuning kemerahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas warna sediaan kulit akar mengkudu yang ditambahkan dengan mordan alami dari daun Loba (Symplocos sp) yang ketika disimpan pada jangka waktu yang lama dapat bertahan atau tidak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan termaksut kontrol serta 2 ulangan, selanjutnya akan diuji yaitu uji ketetapan Ph, aplikasi zat warna dengan mordan dan tanpa mordan, dan pengaruh kondisi penyimpanan dengan menggunakan spectrofotometer. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa sediaan pewarna alami apabila disimpan pada jangka waktu yang lama maka warna yang dihasilkan berbeda.
Kata kunci : Akar mengkudu-daun loba, ekstrak mentah, konsentrat sediaan pewarna alami kulit mengkudu.
Keterangan : ** Pembimbing
*Penulis
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Efisiensi modal kerja, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan logam dan sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purpose sampling, yang artinya perusahaan yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan yang menjadi sampel penelitian ini adalah 8 dari 16 perusahaan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keuangan murni dengan menganalisis angka-angka keuangan yang ada.Maka dari hasilpenelitian tersebutmenunjukkan bahwa efisiensi modal kerja dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sedangakan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Kata Kunci :Efisiensi Modal kerja, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP HAK ASUH ANAK TANPA HADIRNYA TERGUGAT DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KELAS 1A KUPANG Apa dasar pertimbangan hakim menjatukan putusan hak asuh anak kepada ibu tanpa hadirnya tergugat? Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim menjatuhkan putusan hak asuh anak kepada ibu tanpa hadirnya tergugat. Penelitian ini pada dasarnya merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Jenis dan sumber hukum yang diperlukan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier melalui kegiatan studi putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Kupang. Bahan hukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan akan dianalisis secara yuridis deskriptif, komprehensif, dan lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan hakim menjatuhkan putusan verstek. Putusan verstek atau in absentia adalah putusan tidak hadirnya tergugat dalam suatu perkara setelah dipanggil oleh pengadilan dengan patut tidak pernah hadir dalam persidangan dan tidak menyuruh wakilnya atau kuasa hukumnya untuk menghadiri dalam persidangan. Syarat putusan hakim dengan verstek adalah: tergugat telah dipanggil secara sah dan patut, tergugat tidak hadir tanpa alasan yang sah dan tergugat tidak mengajukan eksepsi kompetensi. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan mensjelaskan bahwa sesuai dengan Pasal 24 ayat (2) huruf a dan huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menentukan:“Selama berlangsungnya gugatan perceraian atas permohonan penggugat atau tergugat, Pengadilan dapat: 1). Menentukan nafkah yang harus ditanggung oleh suami; 2). Menentukan hal-hal yang perlu untuk menjamin pemeliharaan dan pendidikan anak, maka terhadap pemiliharaan dan pendidikan anak ditanggung oleh Penggugat dan Tergugat separuh –separuh berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri, meskipun perkawinan kedua orang tua putus. Putusan Nomor 01/Pdt.G/2018/PN Kupang hakim menolak gugatan pengugat karena alasan hakim tidak dikabulkan, karena hal itu merupakan kewajiban masing-masing penduduk sebagaimana ditentukan dalam Pasal 3 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan,sehingga tidak perlu diperintahkan lagi dalam amar Putusan.Sesuai dengan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan beberapa hal yaitu: Bagi orang tua harus tetap memenuhi kewajiban orang tua terhadap anak walaupun sudah bercerai dan Orang tua harus lebih memperhatikan dan menjaga kualitas hubungan dan komunikasi terhadap anak agar anak tidak dikesampingkan terlebih lagi ketika orang tuanya sudah memiliki keluarga baru sehingga memungkinkan berkurangnya waktu untuk memenuhi hak-hak anaknya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah disparitas putusan pemidanaan oleh hakim pengadilan militer dalam tindak pidana penganiayaan oleh atasan anggota TNI- AD terhadap bawahan, Masalah penelitian adalah mengapa terjadi disparitas putusan hakim militer terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dilakukan olehatasan anggota TNI- AD terhadap bawahan berdasarkanpasal 131 ayat (1) joayat (2) KUHPM, Tujuan penelitan yaitu untuk mengetahui alas an terjadinya disparitas putusan hakim militer terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh atasan anggota TNI- AD terhadap bawahan berdasarkan pasal 131 ayat (1) joayat (2) KUHPM, Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah normatif (normative law research) studi kasus normative berupa produk perilaku hukum, misalnya mengkaji Undang- Undang. Pokok kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Sehingga penelitian hokum normative berfokus pada inventarisasi hokum positif, asas-asas dan doktrin hukum, penemuan hokum dalam perkara in concreto, sistematik hukum, tarafsinkronisasi, perbandingan hokum dan sejarah hukum.Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data studi kepustakaan, yaitu mengumpul dan mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan maupun literature-literatur yang mendukung dalam penelitian ini. Kesimpulan tuntutan penuntut umum pada dasarnya sudah berbeda – beda. Nilai objek tindak pidana penganiayaan, Kualitas perbuatanpara Terdakwa, Alat bukti yang di hadirkan di persidangan jenisnya berbeda- beda, Hakim yang mengadili perkara tersebut berbeda- beda. Perbuatan tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bertantangan dengan hokum pada putusan pengadilan militer: 03-K/PM.III 15/AD/I/2015 57-K/PM.II-10/AD/VI/2010 09-K/PM.I-05/AD/I/2016 13-K/PM.III-16/AD/I/2015 153-K/PM.III-19/AD/XIII/2015 Saran perlu diharapkan agar hakim sebelum menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana penganiayaan tersebut harus melihat rasa keadilan bagi masyarakat, diharapkan hakim secara proporsional melihat hal yang meringankan dan memberatkan dalam menjatuhkan pidana terhadap kasus tindak pidana penganiayaan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini: DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN GUGATAN WANPRESTASI YANG DI AJUKAN OLEH KOPERASI. Masalah pokok dalam penelitian ini: “Bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Mengabulkan Gugatan Wanprestasi Yang Diajukan Oleh Koperasi.?”. Berdasarkan sifatnya, penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif sedangkan menurut jenisnya, penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative law) yaitu dengan mengkaji putusan nomor 21/Pdt.G.S/2020/PN Atb, putusan nomor 3/Pdt.G.S/2018/PN Kbj, putusan nomor 4/Pdt.G.S/2018/PN Kbj, putusan nomor 13/Pdt.G.S/2019/PN Kbj, putusan nomor 19/Pdt.G./2018/PN Kbj. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menilai benar adanya perjanjian pijaman yang telah dibuat dan di setujui bersama sebelum melakukan pinjaman antara Penggugat dan Tergugat, namun setelah melakukan pinjaman Tergugat lalai dalam pengembalian cicilan pinjaman (wanprestasi) yang menyebabkan kerugian bagi Koperasi. Dalam hal ini para Tergugat dikatakan telah melakukan wanprestasi maka, diwajibkan, untuk membayar sisa hutang pokok pinjaman, sisa hutang bunga, dan denda kepada Tergugat. Hakim dalam menjatukan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, benar-benar memberikan pertimbangan Hukum yang baik mengenai hal-hal yang menjadi pokok gugatan penggugat (Koperasi).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Mengapa Lamanya Pidana Penjara Kepada Terdakwa Tindak Pidana Korupsi Saling Berbeda Antara Putusan Judex Factie PN, PT dan Judex Yuris Mahkamah Agung RI? Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Lamanya Pidana Penjara Kepada Terdakwa Tindak Pidana Korupsi Saling Berbeda Antara Putusan Judex Factie PN, PT dan Judex Yuris Mahkamah Agung RI. Selanjutnya, Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian Normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini pada hakikatnya mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat, dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari Bahan hukum Primer, Bahan hukum Sekunder, dan Bahan hukum Tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi Pustaka/ Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan lamanya pidana penjara kepada Terdakwa tindak pidana korupsi saling berbeda antara Putusan Judex Factie PN, PT dan Judex Yuris Mahkamah Agung RI disebabkan karena Tuntutan Pidana Penuntut Umum Berbeda, Kualitas Perbuatan Terdakwa Terhadap Pidana Denda, Perbuatan Terdakwa Melakukan Tindak Pidana Korupsi diatur dan diancam Pidana dengan Pasal Berbeda, dan Indepedensi Hakim dalam memutuskan perkara. Oleh sebab itu saran penulis adalah Bagi masyarakat dan akademisi penulis berharap mayarakat dapat memahami bahwa tuntutan pidana yang didakwakan oleh penuntut umum sebagai bentuk terjadinya disparitas putusan bukan semata-mata hakim menjatuhkan pemidanaan sesuai dengan apa yang didakwakan oleh penuntut umum, akan tetapi hakim dapat menjatuhi putusan sesuai dengan nilai-nilai keadilan yang melakat dalam diri terdakwa, diharapkan bagi masyarakat yang melakukan tindak pidana korupsi dan dikenakan pidana denda maka segera membayar pidana denda tersebut sesuai tempo waktu yang diberikan, dan Diharapkan bagi Majelis Hakim yang menjatuhi putusan tindak pidana korupsi terlebih dahulu mempertimbangkan dengan baik fakta-fakta persidangan sehingga pasal ancaman tersebut tidak dijatuhi berbeda dari putusan Judex Factie PN, PT, dan Judex Yuris MA RI, serta Diharapkan bagi Majelis Hakim yang menjatuhi putusan pidana kasus tindak pidana korupsi lebih memperhatikan lagi berkaitan dengan kewenangan Indepedensi hakim dalam memutuskan suatu perkara korupsi sehingga terciptanya keadilan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Otnial B. Messakh, 2020. Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Ringan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apa dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda terhadap pelaku Tindak Pidana Penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang, dengan tujuan penelitian yakni adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka ringan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kupang, dan variabel terikat yakni; apa dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana yang berbeda. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas penjatuhan hukuman terhada pelaku tindak pidana penganiayaan berdasarkan putusan Nomor : Putusan Nomor 282/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 319/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 90/Pid.B/2018/PN.KPG; Putusan Nomor: 52/Pid.B/2018/PN.KPG Kpg dan Putusan Nomor: 124/Pid.B/2018/PN.KPG adalah sebagai berikut: 1. Tuntutan pidana berbeda; 2. Majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan berbeda; 3. Kualitas perbuatan terdakwa; 4. Faktor-faktor yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Kata Kunci : Disparitas, Putusan Hakim, Tindak Pidana Penganiayaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu produk keunggulan Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah se’i yang merupakan suatu produk olahan daging asap yang diolah secara tradisional. Pampis merupakan salah satu produk turunan yang memanfaatkan se’i sebagai bahan baku utamanya. Namun terdapat permasalahan dalam pembuatan pampis yaitu bahan baku ikan asap yang digunakan memiliki karakteristik kimia yang tidak menghasilkan organoleptik pampis yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi waktu pengasapan se’i cakalang yang berbeda sehingga mempengaruhi terhadap tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini dilakukan pengujian dan pengamatan terhadap, susut berat, nilai pH dan organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2020 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang-Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan produk, pengukuran susut berat, pH, dan organoleptik. Hasil susut berat se’i cakalang yang diproses dengan metode pengasapan tradisional menggunakan waktu yang berbeda meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 20,3-41,0% dan nilai pH se’i cakalang meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 6,7-6,8 sedangkan organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur memiliki nilai berkisar antara: 6,4-7,8. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa hasil susut berat se’i cakalang dan pH se’i cakalang yang diproses dengan waktu yang berbeda dengan lama pengasapan 1, 2, dan 3 jam, memiliki nilai rata-rata untuk susut berat yaitu: 20-41% dan Nilai rata-rata pH yaitu: 6,7-7,8 sedangkan tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur diterima oleh panelis dengan taraf agak suka menuju taraf sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Penggunaan Bahan Peledak dan Trawl dalam Penangkapan Ikan di Perairan Laut Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah unruk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah putusan pengadilan terhadap penggunaan bahan peledak dan trawl dalam penangkapan ikan di perairan laut Indonesia. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia adalah;11) Faktor Meningkatkan Produksi Penangkapan Ikan dan 2) Faktor Meningkatkan Pendapatan Nelayan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah melakukan pemeriksaan terhadap alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di setiap kapal nelayan yang akan berangkat mencari ikan ke laut dan juga melakukan razia rutin di wilayah perairan Republik Indonesia oleh aparat terkait guna meminimalisir terjadinya tindak pidana perikanan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JOHANIS MARSEL LOBO, NIM: 16321978 “POLA PEMBINAAN OLAHRAGA FUTSAL PADA KLUB PS BINTANG MUDA KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2020.” Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing I Ramona M. Mae,S.Pd, M.Or, Pembimbing II Isak Riwu Rohi, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Pola Pembinaan, dan Olahraga Futsal. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola pembinaan olahraga futsal pada club PS Bintang Muda Kabupaten Rote Ndao. Yang meliputi atlet, pelatih, pelaksanaan program pembinaan, dan sarana prasarana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pembinaan olahraga futsal pada klub PS Bintang Muda Kabupaten Rote Ndao. Kegunaan hasil penelitian diharapakan dapat memberikan sumbangan untuk bahan masukan bagi pembinaan olahraga futsal dan perkembangan olahraga futsal di Kabupaten Rote Ndao. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif naturalistik agar peneliti menemukan data secara alamiah berdasarkan kenyataan yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisa secara sistematis, objektif dan akurat. Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa, pelaksanaan program latihan yang dilaksanakan sudah baik dan perlu ditingkatkan. Hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut : 1. Pelatih memperhatikan proses pembinaan pada program latihan yang sudah dijalankan. 2. Pola pembinaan yang dijalankan pelatih selama proses latihan berlangsung merupakan pembinaan yang sesuai dengan program latihan. 3. Adanya hasil yang diperoleh dalam latihan yaitu turut menyumbangkan atlet futsal Kabupaten Rote Ndao. 4. Program latihan yang diterapkan sudah berjalan dengan baik sehingga memperoleh hasil yang maksimal. 5. Atlet futsal berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga mengikuti turnamen futsal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Peneliti menyarankan agar program latihan berjalan sesuai rencana, maka perlu dilengkapi sarana dan prasarana olahraga agar pelaksanaan latihan berjalan lebih efektif. Dengan adanya program latihan yang dilaksanakan terus di tingkatkan guna kemajuan atlet futsal.