Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

PENGARUH LAMA FERMENTASI PEMBUATAN DONAT KENTANG MENGGUNAKAN RAGI LOKAL ASAL MUR LARU MERAH

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAMA FERMENTASI PEMBUATAN DONAT KENTANG MENGGUNAKAN RAGI LOKAL ASAL MUR LARU Stefen Naetasi)* Regina I.M. Banoet )**Ir Melkianus Nuhamara) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Abstrak Donat merupakan panganan yang digoreng berbentuk cincin dan berlubang ditengahnya, donat biasanya terbuat dari tepung terigu dan campuran bahan lainnya yaitu gula, telur, mentega, ragi, susu, air.Penelitian ini, bertujuanUntuk mengetahui berapa lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang.Untuk mengetahui perlakuan terbaik dari lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang terhadap Uji kimia, sifat fisik dan karakteristik sensosrik donat yang dapat diterima.Penelitian telah dilaksanakan dilaboratorium processing fakultas teknologi pertanian dan lab eksakta universitas Kristen artha wacana kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 perlakukan dan 3 kali ulangan sehingga menghaslkan 12 unit percobaan. Dengan perlakukan lama fermentasi mur laru merah 45 menit, 120 menit, 150 menit,180 menit . Variabel yang diamati yaitu sifat kimia, fisik, dan organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa donat kentang. Hasil penelitian ini menunjukan perlakukan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata Kadar air (22,147) daya kembang (67,282) uji organoleptik rasa ( 4,867),warna (4,767) aroma ( 4,667), tekstur (4,567). Kata kunci: Ragi lokal;Kadar air;Daya kembang;Organoleptik;donat kentang. *) Peneliti **) Pembimbing

DESTILASI MINYAK KAYU PUTIH DARI POSISI DAUN PADA TANGKAI POHON TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESTILASI MINYAK KAYU PUTIH DARI POSISI DAUN PADA TANGKAI POHON TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI Yane M. Bani 1 ) Ir. A. Medah, MP 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang destilasi minyak kayu putih dari posisi daun pada tangkai pohon terhadap rendemen minuyak atsiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui perlakuan bahan baku yang tepat dari daun muda, setengah tua, dan tua terhadap rendemen minyak kayu putih. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 3 kg daun kayu putih. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak kayu putih yang dihasilkan dari proses destilasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova rendemen minyak kayu putih tertinggi terdapat pada perlakuan A (daun kayu putih muda) dengan skor rata – rata 0,916% . Kata kunci : Minyak Kayu Putih dan Rendemen *( Peneliti ) **( Pembimbing )

PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L) Metriana EtiliaTaes ;* Ir. I.D.A.A.R.R.Adi, ** Ir. Melkianus Nuhamara. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] ABSTRAK Pericarp ( kulit luar) pada jagung dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan organoleptik emping jagung.Upaya perendaman( deffating) merupakan salah satu cara untuk melepaskan pericarp pada jagung supaya emping jagung yang di hasilkan berkualitas .Penelitian pengaruh lama waktu perendaman dalam larutan kapur ( Ca(OH)2) setelah perebusan Pada pengolahan emping jagung ( Zea Mays L) telah dilakukan pada bulan mei 2021.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman yang tepat untuk menghasilkan emping jagung yang berkualitas baik.Metode yang di gunakan dalam penelitain ini yaitu Rancangan acak legkap (RAL), dengan 4 Perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali ulangan. Proses perendaman menggunakan air dan kapur 3 % dengan lama waktu perendaman 10,11,12,dan 13 jam. Hasil penelitian dengan perlakuan terbaik dari perndaman dalam larutan kapur dengan lama waktu yang berbeda dalam pengolahan emping jagung terdapat pada perlakuan C yaitu lama waktu perendaman 12 jam dengan nilai rata rata warna 4.583, rasa 4.783 tekstur 111.667 g Kata kunci: Perendaman, jagung, emping jagung, organoleptik,pengukuran dengan alat textur analyser. *(Peneliti)**( Pembimbing)

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .

PENGARUH PENAMBAHAN BIJI WIJEN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SERUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bipang merupakan salah satu produk makanan ringan yang sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki tekstur yang agak keras dengan rasa manis, Selain bahan utama beras, bipang dapat dibuat dari beberapa jenis umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat, salah satunya adalah umbi ubi jalar ungu.Proses pembuatan bipang dari umbi ubi jalar perlu ditambahkan bahan tambahan untuk menambah cita rasa dan menambah daya tarik dari produk bipang, salah satunya adalah wijen.Dalam tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan prensentase0%, 10%, 15%, dan 20% wijen. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% wijen terhadap Rasa Bipang ubi jalar ungu yang tertinggi dengan skor 3,806 a(sangat suka), Aroma Bipang ubi jalar ungu yang paling disukai yaitu terdapat pada perlakuan D dengan penembahan 20% wijen dengan skor 3,667a (sangat suka).

Subtitusi Tepung Biji Nangka Dalam Pembuatan Kue Kering Putri Salju

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).

“RITUS JANG’U ATERA” “Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Ritus Jang’u Atera, dan Implikasihnya bagi pelayanan di Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala, Klasis Alor Barat Laut”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala adalah salah satu jemaat yang berada di Desa Pura Barat, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jemaat masih terikat dengan adat istiadat dalam kampung tersebut. Sebagai manusia yang hidup dalam kebudayaan, tentu kita tidak bisa memisahkan diri dari budaya atau melepaskan diri dari budaya, karena kita ada dalam budaya dan budaya melekat dengan kita. Adat istiadat ini masih dipelihara dan dilakukan secara turun tumurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka sebagai makluk yang berbudaya. Salah satunya yang penulis ambil, dan menulisnya sebagai suatu kajian ilmiah adalah ritus Jang’u Atera. Ritus Jang’u Atera suatu proses penerimaan perempuan yang dilakukan oleh jemaat ketika calon istri dan istri hadir di Melangwala. Proses penerimaan dilakukan agar sang calon istri dan istri mendapatkan keturunan, mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan bersama suami, serta terhindar dari celaka yang akan mengancam hidup mereka. Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologi kontekstual, yakni pendekatan sintesis yang dijabarkan oleh Stephen B. Bevans. Model sistesis ini menunjukan adannya teologi jalan tengah yang menekankan bahwa tadisi kekristenan dan kebudayaan dalam sebuah konteks memiliki nilai kebenarannya masing-masing. Kebudayaan dan kekristenan saling berinteraksi dan saling memberi sumbangsih bagi kelanjutan bagi budaya dan Kekristenan. Dengan adannya sikap saling terbuka maka Allah dalam kemahakuasaaNya tetap berkarya dalam kehidupan berbudaya. Allah berbicara kepada umat melalui perantara. Allah memperkenalkan diri melalui perantara para nabi. Jadi Allah menyampaikan identitas dengan gambaran bahwa ketika Allah menyampaikan identitas sebagai Allah, Allah juga ingin menyatu dengan warga jemaat agar bisa menerima berita sebagai satu berita yang bisa menyatu dengan masyarakat dan bisa mempengaruhi mereka serta bisa menerima sebagai Tuhan atau berbalik kepada allah lain. Ritus Jang’u Atera dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan adanya kata-kata kunci yakni, hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan alam. Dimana manusia dalam kehidupannya melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga manusia seharusnya mentaati dan menjalankan tugas Allah sebagai Pencipta makluk hidup yang ada di dunia. Kedua adalah penghargaan terhadap perempuan.Ritus Jang’u Atera yang dilihat penulis merupakan suatu penghargaan terhadap perempuan di Pura-Melangwala. Ketiga identitas perempuan, Identitas Perempuan menjadi warisan budaya di Pura-melangwala. Dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perempuan seringkali tidak mendapat sebuah kedudukan dalam keluarga. Oleh Karena itu melalui penulisan ritus Jang’u Atera ini sekaligus membicarakan penghargaan terhadap perempuan dan merupakan identitas diri dari sebuah budaya.

PERSEKUTUAN YANG BERTAMBAH DAN BERTUMBUH Suatu Tinjauan Historis Teologis Terhadap Pertambahan dan Pertumbuhan Jemaat GMIT Anak Sulung Sikumana Sejak Tahun 2013-2020

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jemaat Anak Sulung Sikumana adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah untuk hidup dan melayani di Sikumana. Jemaat Anak Sulung merupakan jemaat muda yang terletak di wilayah arus perpindahan penduduk yang menyebabkan jemaat ini mengalami penambahan jumlah anggota jemaat yang sangat signifikan dari waktu ke waktu. Untuk membantu jemaat ini bertumbuh ke depan baik secara kuantitas maupun kualitas, jemaat perlu melihat kembali apa yang telah dilalui sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi. Penulisan ini bertujuan untuk melihat dinamika kehidupan pelayanan selama kurang lebih tujuh tahun jemaat ini mandiri serta untuk merefleksikan kehidupan pelayanan jemaat dengan berdasarkan kepada kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta analisa data primer dan sekunder yakni data-data observasi, wawancara, arsip gereja dan buku-buku yang memuat catatan pembentukan Jemaat Anak Sulung. Karya ilmiah ini ditulis menggunakan pendekatan klasik yakni penulisan didasarkan pada hal-hal yang telah diperbuat gereja sebagai suatu organisasi, tokoh-tokoh pemimpin gereja serta diperlengkapi dengan arsip gereja. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pelayanan Anak Sulung mengalami pencapaian dan juga tantangan-tantangan yang mewarnai perjalanannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni lingkungan, sosial budaya serta pendidikan dan sumber daya manusia. Pertambahan jumlah anggota jemaat ini mempengaruhi pelayanan di dalam gereja seperti pengembangan pembangunan fisik dan perubahan program-program pelayanan setiap tahunnya. Namun, penambahan secara kuantitas ini tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa jemaat ini telah bertumbuh secara kualitas sebab sebagai jemaat yang muda, gereja ini masih harus melakukan berbagai pembenahan untuk pelayanan yang lebih baik ke depan. Perjalanan kehidupan dan pelayanan jemaat Anak Sulung Sikumana juga tidak terlepas dari peranan Roh Kudus yang terus bekerja di dalam jemaat-Nya. Jemaat ini juga mencirikan suatu bentuk persekutuan yang kokoh serta dipimpin oleh abdi-abdi Allah yang menjalankan tugasnya sesuai dengan teladan kepemimpinan Kristus.

Kajian Pengembangan Ekowisata Telaga Nirwana Di Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

AXEL YACOBIS LITTIK (17381583) Kajian Pengembangan Ekowisata Telaga Nirwana di Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi.,M.Si dan Ir. IZAAK ANGWARMASSE, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satu penunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Telaga Nirwana merupakan salah satu ekowisata yang berada di Desa Oeseli dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, laut yang jernih serta hamparan pasir putih dan mangrove yang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung, keunikan yang menjadi ciri khas Telaga Nirwana yaitu memeliki batu dalam laut yang berbentuk hati dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mendatanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kelayakan potensi ekowisata Telaga Nirwana dari segi daya tarik, aksebilitas, akomodasi, sarana dan prasarana serta menganalisis strategi pengembangan ekowisata Telaga Nirwana. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021 di Desa Oeseli. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan rumus Slovin. Analisis data terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah menggunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisis strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Telaga Nirwana berpotensi layak dikembangkan dengan tingkat kelayakan sebesar 76,96%. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa pengembangan ekowisata Telaga Nirwana berada dalam kuadran I.

THE SPEECH ACT AND COMMUNICATION STRATEGY: A CASE STUDY ON TODDLERS (3-5 YEARS) IN SO’E”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This thesis is entitled “The Speech Act and Communication Strategy: A Case Study on Toddlers (3-5 years) in So’e”. The study aimed to find the toddlers (3-5 years old) in their acts of speech and communicating during their attendance in the nursery home of scholling. Elaborating observation in the nursery for one week, on six toddlers, the writer collected qualitative data on the analyzed using descriptive qualitative. In delivering speech, the toddlers unconsciously produced certain strategies so that their wishes conveyed through speech are realized.Within the study, the writer also attempted to see the forms of illocutionary acts made by the toddlers . In addition, the writer sought to determine the speech strategies in the toddlers’ speech. The writer further used interviews (exploratory interview) and recording during her interaction with the toddlers. The findings show that the forms of illocutionary act used by the 3-5 years olds are directive, commissive, assertive, and expresive. Directive are the ones most often produced by the toddlers meanwhile, the communication strategy that was dominantly often performed within their speech was direct speech, meaning that the results showed that 3 years old were able to use direct speech in communicating, while 4 years old tried to use indirect speech in communicating, and 5 years old used indirect speech in communicating. The study suggests that speech and communication strategies of toddlers 3-5 years old that most children use are direct speech. Although sometimes they can produce speech in an indirect form, they till try.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN TERNAK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI “DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN TERNAK” Permasalahannya adalah: Mengapa terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak dan variabel terikat yaitu putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak. sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak terdiri dari: (1). Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda; 2). Independensi hakim yang memeriksa perkara tindak pidana pencurian ternak; (3). Kualitas perbuatan pidana yang menimbulkan kerugian bagi korban. (4). Pertimbangan terhadap hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Dari hasil penelitian tersebut, maka disarankan bagi pelaku perlu dan memahami bahwa tindak tersebut merugikan orang lain yang dapat di pidana dengan pembaratan dan menjadi pelajaran bagi terdakwa agar tindak menjadi residivis dan bagi hakim. Perlu ada pedoman perbedaan penerapan saksi pidana bagi terdakwa dalam pencurian dan pemberatan agar tidak terjadi perbedaan hukum bagi terdakwa.

PENGARUH LATIHAN LOMPAT MENGGUNAKAN RINTANGAN TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK SISWA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUHLATIHAN LOMPATDENGANMENGGUNAKAN RINTANGANTERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK SISWA Yogi R. Saubaki1*, Ramona Mathias Mae2, Yahya Jecson Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: peneliti membahas tentang pembelajaran lompat jauh dengan menggunakan rintangan, Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar yang menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Tujuan penelitian:tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan Lompat Rintangan terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Metode penelitian:penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dimana peneliti bermaksud untuk membuat gambaran secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta fenomena yang diselidiki. Hasil dan pembahasan: dari hasil uji T pada tabel Coefficients diketahui bahwa variabel latihan lompat rintangan (X) memiliki thitung sebesar 9,316> ttabel 2,447 dengan nilai signifikan 0,000. Taraf signifikan 0,000 tersebut lebih kecil dari 0,05. Simpulan:“Latihan Lompat Rintangan secara positif berpengaruh langsung terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa di SMA Negeri 2 Kupang Tengah” Kata kunci: Lompat rintangan, kemampuan lompat jauh gaya jongkok.

Cinta KasihNya penulis dapat menyelesaikan penulisan Skripsi “ANALISIS JURIDIS TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUSTINDAK PIDANA TURUT SERTA DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JudulskripsiiniadalahAnalisis Juridis Terhadap Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Tindak Pidana Turut Serta Dalam Penyalahgunaan NarkobadenganRumusanmasalahApakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika Penelitianinibertujuanuntukmengetahuidasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, instansiterkaityaituMahkamahAgungRepublik Indonesia mengenai dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika Varibelyangdingunakan 2 (dua)variabelyaituVariabelbebas : PenyalahgunaanNarkoba Variabel terikat dalam penelitian ini adalahPutusanPengadilanNo. 48/Pid.Sus/2016/PN.Slw ,No. 178/Pid.Sus/2018/PN.Pti .No. 30/Pid/2019/PT Kpg .No. 31/Pid/2018/PT KpgdanNo.72/Pid-Sus/2017/PN.Pti Metodeyangdigunakandalampenelitianininormatif.Jenis data yang digunakanmelaluiSumber data primer adalahbahan-bahanhukum yang mengikatyaituPutusanPutusanPengadilanNo. 48/Pid.Sus/2016/PN.Slw ,No. 178/Pid.Sus/2018/PN.Pti .No. 30/Pid/2019/PT Kpg .No. 31/Pid/2018/PT KpgdanNo.72/Pid-Sus/2017/PN.PtiSumber data sekunderadalahyaitubahan yang memberikanpenjelasanmengenaisumber data primer sepertirancanganundang-undang,hasil-hasil penelitian,ataupendapatparapakarhukum,jurnaldanbuku-bukureferensilainnya.Sumber data tersieradalahbahanhukum yang memberipetunjukmaupunpenjelasanterhadapbahanhukum primer danbahanhukumsekunder,sepertikamus (hukum),ensiklopedia.kemudiandianalisisdanditarikkesimpulanya,HasilpenelitianmenunjukanbahwaApakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotikayaitu: 1. Pertimbangan Hakim TerhadapbarangBukti 2. Pertimbangan hakim terhadap unsure tindakpidana 3. Pertimbangan Hakim TerhadapKualitasPerbuatan

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN SERTIPIKAT HAK MILIK ATAS TANAH OLEH PENGADILAN TATA USAHA NEGARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul: Analisis Yuridis Terhadap Pembatalan Sertipikat Hak Milik atas Tanah Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Permasalahn dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara dalam membatalkan Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Tata Usaha Negara dalam membatalakan Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertahanan Nasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pertimbangan Hakim dalam membatalkan Sertipikat Hak Milik atas tanah berdasarkan pada: 1. Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional cacat dari segi prosedural. 2. Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional cacat dari segi substansi.

”Deskripsi Tentang Modus Operandi Tindak Pidana Korupsi Anggaran Dana Desa.

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi ini”Deskripsi Tentang Modus Operandi Tindak Pidana Korupsi Anggaran Dana Desa” Permasalahan dalam penelitian ini adalah : bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan korupsi anggaran dana desa? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan tindak pidana korupsi anggaran dana desa. Metode penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Berdasrkan hasil analisis dan pembahasan diatas maka terdapat beberapa modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan korupsi anggaran dana desa. 1. Realisasi tidak sesuai RAB 2. Mark UP 3. Laporan kegiatan fiktif 4. Rekayasa surat pertanggungjawaban 5. Penggelapan pajak

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI “DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAPPELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN” Permasalahannyaadalah: Apa dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pemidanaan yang disparitas tindak pidana pencurian dengan pemberatan?Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pemidanaan yang disparitas tindak pidana pencurian dengan pemberatanyang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebasyaitu pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan variabel terikat yaitu putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan. sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secaradeskriptif kualitatif atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa disparitas penjatuhan pidana dalam putusan hakim yang terdiri dari: (1). Faktor hukum yang terdiri dari ancaman minimal dan maksimal dalam KUHP. (2). Tuntutan Penuntut Umum dalam dakwaan berbeda-beda yang dapat menimbulkan disparitas putusan hakim tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (3). Kualitas perbuatan terdakwa dan alat bukti dilihat dari perbuatan dan akibat terhadap korban dengan adanya nilai kerugian yang dialami korban. (4). Faktor Subyek dari Pelaku dalam persidangan yang menentukan berat dan ringan dalam persidangan. (5). Hakim yang memeriksa berbeda karena adanya indepensi dari masing-masing hakim yang memeriksa setiap perkara di pengadilanmaka sarankan beberapa hal yaitu: (1). Bagi hakim perlu meningkatkan dan mengoptimalkan profesionalisme hakim dalam mempertimbangankan dan memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi terdakwa. (2). Perlu upaya pemidanaan yang tepat dan serasi serta penghayatan hakim terhadap asas proporsionalitas antara kepentingan korban dan terdakwa dalam masyarakat dan kepentingan negara karena untuk menghilangkan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku pencurian sama sekali tidak mungkin karena faktor perundang-undangan telah mengatur secara limitatif dengan ancaman minimal dan maksimal yang memberikan kebebasan kepada hakim. Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak pidana, Pemberatan.

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN OLEH HAKIM (Studi kasus putusan nomor 216/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mdn)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Metusalak Modu, 2021. Analisis Yuridis Pembatalan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh Hakim Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu , Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam menjatuhkan putusan Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen? Dengan tujun penelitian yakni untuk mengetahui bagaimnana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; pembatalan putusan Arbitrase Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh hakim di Pengadilan, dan variabel terikat yakni; dasar pertimbangan hakim pengadilan dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 291/Arbitrase/BPSK-BB/III/2017 adalah sebagai berikut. 1. Hakim Pengadilan Negeri membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Karna berdasarkan fakta-fakta yang terungkapkan dipersidangan serta berkas dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kabupaten Batu Bara, tidak terdapat fakta yang menunjukan pemohon keberatan dan termohon keberatan telah bersepakat untuk menyelesaikan sengketa mereka melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Batu Bara. Dan berdasarkan surat perjanjian pembiayaan terkait dengan pilihan hukum tersebut dikatakan bahwa jika suatu saat terjadi perselisihan dalam pembiayaan ini maka Pengadilan Negerilah yang punya Wewenanag menyelesaikan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. 2. Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) karena berdasarkan fakta-fakta dalam perkara a quo Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo, dimana hubungan hukum antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan berdasarkan perjanjian pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia dan berdasarkan fakta Termohon Keberatan telah wanprestasi yaitu berhenti membayar angsuran atau cicilannya kepada Pemohon Keberatan, sehingga secara absolut sengketa antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan merupakan kewenangan Peradilan Umum (PN) dan bukan merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsum Kata Kunci : Pembatalan Putusan Badan Penyelesaiana Sengketa Konsumen(BPSK)

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PERJANJIAN JAMINAN KREDIT DAN JUAL BELI TANAH OLEH PENGADILAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi: Analisis Yuridis Pembatalan Perjanjian Jaminan Kredit Dan Jual Beli Tanah Oleh Pengadilan.Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni:Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pembatalan jaminan kredit dan jual beli tanah?. Dengan tujuan penelitian yakni adalah Untuk mengetahui : Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pembatalan jaminan kredit dan jual beli tanah Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian Adalah Variabel Bebas, Yakni; pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pembatalan jaminan kredit dan jual beli tanah dan variabel terikat yakni: Putusan pengadilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1. Penjamin kredit dan penjual yang memiliki itikad buruk. 2. Kurangnya kehati-hatian dari kreditur dan pembeli. 3. Ketidakpastian perjanjian jaminan kredit. Saran dari penelitian ini : Berdasarkan kesimpulan penelitian maka penulis memberikan saran kepada kreditur dan jual beli tanah untuk lebih berhati-hati dalam membuat perjanjian kredit dan jual beli tanah, dan sebaiknya perjanjian pokok dan perjanjian jaminan dilakukan pemisahan untuk menghindari timbulnya perkara.

ANALISIS YURIDIS TENTANG DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Yuridis Tentang Disparitas Putusan Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya suatu disparitas putusan tentang pertimbangan hakim menjatuhkan pidana penjara dan tidak menerapkan pidana lain kepada anak yang melakukan tindak pidana pencurian, dapat dikategorikan dalam beberapa pertimbangan mendasar yaitu: Hakim berbeda dalam pemeriksaan perkara anak, kualitas perbuatan pidana terdakwa anak, kualitas nilai barang/ obyek curian, dan hal memberatkan dan meringankan. Oleh sebab itu rekomendasi penulis adalah Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena hakim memiliki kewenangan indepedensi, Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara, hal ini karena kualitas dari perbuatan pidana anak tersebut, Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena kualitas nilai barang/ obyek curian, dan Saran penulis, masyarakat maupun para akademisi dan Pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena hal memberatkan dan meringankan.

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH DI ATAS TANAH SEWA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah: ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH DI ATAS TANAH SEWA. Rumusan masalah yang Penulis kaji adalah: Mengapa putusan Pengadilan Negeri menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima sedangkan Pengadilan Tinggi dikabulkan sebagian dan putusan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali menolak permohonan Kasasi di Peninjauan Kembali dalam perkara perjanjian jual beli rumah diatas tanah sewa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Putusan Pengadilan Negeri menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima sedangkan Pengadilan Tinggi dikabulkan sebagian dan putusan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali menolak permohonan Kasasi di Peninjauan Kembali dalam perkara perjanjian jual beli rumah di atas tanah sewa. Jenis metode penelitian yang Penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk kary ailmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu mengapa putusan Pengadilan Negeri menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima sedangkan Pengadilan Tinggi dikabulkan sebagian dan putusan MA dan PK menolak permohonan dalam perkara perjanjian jual beli rumah diatas tanah sewa yaitu: 1. Hakim Pengadilan Negeri menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena: gugatannya kurang pihak, Eksepsi tergugat dinyatakan tidak beralasan menurut hukum, Nebis in idem 2. Hakim Pengadilan Tinggi mengabulkan gugatan penggugat karena: penggugat telah berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya dengan bukti surat P1-P5, dapat dibuktikan bahwa tanah objek sengketa tersebut milik pembanding, tergugat dalam pembuktiannya mengajukan bukti surat T-1-T3 dan tidak dapat dibuktikan bahwa tanah objek sengketa tersebut adalah milik terbanding 3. Hakim Mahkamah Agung dan peninjauan kembali menolak permohonan kasasi dan peninjauan kembali dari tergugat karena menurut hakim mahkamah agung, judex facti tidak salah menerapkan hukum. Kata Kunci: Perjanjian, Tanah Sewa, Putusan Hakim