Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nu

718 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 72024: 132023: 1192022: 1762021: 2252020: 192018: 82017: 1

SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pupuk organik cair dari daun gamal mengandung nutrisi N,P,K,Ca, dan Mg yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair daun gamal yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jenis penelitian adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dosis yaitu M0 0 ml/polibag, M1 60 ml/Polibag, M2 80 ml/polibag, M3 100 ml/polibag, dan M4 120 ml/polibag. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan One Way ANOVA 5%. Untuk melihat pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan Analisis varian (Anova) dan untuk melihat dosis terbaik dianalisis menggunakan uji duncan(DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pupuk organik cair daun gamal berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal terbaik ada pada perlakuan 60 ml/polibag yaitu tinggi tanaman tertinggi 35,84 cm, jumlah daun terbanyak 10,68 helai, lebar daun terbesar 15,48 cm,Panjang daun 23,18 cm dan berat basah tanaman ialah 111,99 gram

ANALISIS VALUE FOR MONEY DALAM PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

xii ABSTRAK Analisis value For Money Dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang Menurut Bastian (2006:274) Kinerja Keuangan merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan tujuan, sasaran, misi, dan visi organisasi. Kinerja keuangan juga merupakan kondisi yang harus dipahami dan disetujui kepada pihak tertentu untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan. Serta untuk mengetahui efek baik positif atau negatif dari suatu kebijakan operasional yang dijalankan. Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Nordiawan dan Hertianti (2010:158) menyatakan dalam bukunya, bahwa value for money merupakan sebuah konsep dalam pengukuran kinerja. Value for money yaitu indikator kinerja sebuah sektor publik yang memberikan informasi apakah anggaran (dana) yang dibelanjakan menghasilkan suatu nilai tertentu bagi masyarakatnya. Indikator yang dimaksud adalah ekonomi, efisien, dan efektif. Konsep Value for money untuk diimplementasikan pada pengukuran kinerja diperlukan pengembangan indikator kinerja. Pengukuran kinerja Value for money dapat membuat keseimbangan antara pengukuran hasil dengan pengukuran proses.xiii Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang berdasarkan analisis value for moneyekonomis, efesiensi dan efektivitas dan untukmengetahui Penerapan Value For Money dalam Pengukuran Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tahun 2020-2024 .Teknik analisis data yang di lakukan dengan menggunakan analisis value for money, yaitu melalui perhitungan rasio ekonomis, efesiensi, dan efektivitas .Hasil perhitungan tersebut dianalisis untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang secara umum tergolong baik.Rasio ekonomis berada di bawah 100% yang menunjukan pengelolaan anggaran secara hemat. Rasio efesiensi yang mencerminkan penggunaan anggaran relatif optimal, sementara itu rasio efektivitas menunjukan bahwa realisasi pendapatan daerah mampu mendekati target yang di tetapkan .Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang telah menerapkan prinsip value for money dalam pengelolaan keuangan daerah.

PENGARUH KERAGAMAN PRODUK, KUALITAS PRODUK DAN CITA RASA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA RESTO MILI DESSERT CABANG OESAPA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan industri makanan dan minuman di kota kupang sangat cepat dan cenderung meningkat setiap tahunnya, hal ini terbukti dari banyaknya pilihan restoran dan kafe yang menawarkan produk sejenis mendorong pelaku usaha untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif agar mampu menarik minat konsumen. Dalam hal ini usaha resto mili dessert salah satu resto yang menjual makanan dan minuman siap saji dengan beraneka ragam dan jenis mengikuti trend dan kemajuan bisnis kuliner sekarang. Untuk meningkatkan minat beli pelanggan, resto Mili dessert cabang oesapa harus membuat kebragaman pada produknya, meningkatkan kualitas bahan baku dan mempertahankan cita rasa khas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keragaman produk, kualitas produk, dan cita rasa terhadap minat beli konsumen pada Resto Mili Dessert Cabang Oesapa. dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Menurut Kotler & Keller (2012:164) melalui model AIDA, ada empat tahapan dalam minat beli antara lain: perhatian (attention), tertarik (interest), hasrat (desire) dan tindakan (action). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Keputusan pembelian dari seorang konsumen, salah satunya Keragaman Produk. Dengan adanya Keragaman Produk, akan mendorong sebuah toko dalam menarik minat seorang pelanggan untuk datang berkunjung dan melakukan pembelian (Trisno et al. 2020). Menurut Tjiptono dan Chandra (2016:115) menyatakan bahwa kualitas produk sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Hubungan kualitas produk dengan minat beli adalah apabila suatu perusahaan telah menghasilkan produk atau jasa dengan mengutamakan kualitas, perusahaan tersebut akan mendapat nilai lebih di mata masyarakat karena perusahaan tersebut sudah terbukti dapat dipercaya. Menurut Drummond & Brefere (2010:3) cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa (taste) makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi bau, rasa, tekstur dan suhu.Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, sehingga inovasi pada variasi menu, peningkatan kualitas, dan pengelolaan cita rasa menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian sebanyak 96 responden yang merupakan konsumen Resto Mili Dessert Cabang Oesapa, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keragaman produk (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), kualitas produk (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dan cita rasa (X3)berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Secara simultan, ketiga variabel yaitu keragaman produk(X1), kualitas produk(X2), dan cita ras(X3) berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta ɑ sebesar 4,452 sedangkan Koefesien regresi b1= 0,076, b2= 0,351 dan b3= 0,442. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y 4,452+ 0,076 X1 + 0,351 X2 + 0,442 X3. Hasil uji t untuk hipotetsis pertama yaitu keragaman produk (X1), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Hipotesis kedua kualitas produk (X2), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Dan hipotesis ketiga, nilai T hitung 3.876> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,001 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Ketiga yaitu Cita Rasa berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Untuk pengujian uji f ditetapkan, F hitung 29.999> 2,70 dengan tingkat sig. F 0,001< 0,05. Maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa Keragaman Produk (X1), Kualitas Produk (X2) dan Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan secara bersama- sama terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya koefisien determinasi R2 0,494 atau 49,4%. Hal ini berarti bahwa variabel Keragaman produk (X1), kualitas produk (X2) dan Cita rasa (X) secara bersama- sama mampu menjelaskan variasi Minat Beli Konsumen (Y) adalah sebesar 49,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, pihak Resto Mili Dessert disarankan untuk terus mengembangkan variasi produk yang menarik, menjaga konsistensi kualitas, serta mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

SINERGI PELAYANAN MELALUI KEMITRAAN GEREJA DENGAN KOMUNITAS PROFESIONAL SINERGI INDONESIA (PROSI) “Tinjauan Pembangunan Jemaat berbasis Appreciative Inquiry di GMIT Hosana Hane, Klasis SoE”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

DANSA KIZOMBA Suatu Tinjauan Etis Teologis Terhadap Dansa Kizomba Oleh Pemuda-Pemudi Jemaat GMIT Siloam Oelbioin, Klasis Fatuleu

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penulisan ini mengkaji praktik dansa kizomba yang dilakukan oleh pemuda-pemudi GMIT Siloam Oelbioin. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya keresahan karena praktik dansa kizomba dengan sentuhan fisik yang berlebihan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis praktik dansa kizomba, serta memberikan refleksi etis teologis terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa narasumber serta dianalisis menggunakan teori etika deontologi Immanuel Kant dan konsep kekudusan hidup dalam perspektif alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dansa kizomba di kalangan pemuda-pemudi ditandai dengan kedekatan fisik yang sangat intim, sentuhan pada area tubuh privat dan perilaku seperti berciuman di depan umum sehingga praktik ini sering memicu terjadinya konflik dan dinilai melanggar prinsip kekudusan hidup kristen. Berdasarkan analisis deontologi, tindakan ini dinilai tidak bermoral karena melanggar kewajiban universal untuk menghormati martabat manusia dan kekudusan hidup. Kata Kunci: Dansa kizomba, Etika deontologi Immanuel Kant, kekudusan hidup

TRADISI EU’NAKAF (Menggunting Rambut) Suatu Tinjauan Kontekstual Tentang Makna Tradisi Eu’nakaf (Menggunting Rambut) dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis pelaksanaan dan makna tradisi Eu’nakaf (menggunting rambut) serta implikasinya bagi kehidupan iman Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan. Tradisi Eu’nakaf merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Atoni Meto yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini, khususnya dalam penerimaan anak. Dalam praktiknya, tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga memiliki dimensi religius yang berkaitan dengan perlindungan, keselamatan, serta masa depan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan majelis jemaat, tokoh adat, serta anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, dan didukung dengan studi kepustakaan. Analisis teologis dalam penelitian ini menggunakan tipologi hubungan Kristus dan kebudayaan menurut Niebuhr, khususnya tipologi ketiga tentang “Kristus di atas kebudayaan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Eu’nakaf mengandung nilai teologis, sosial, dan kultural yang penting, terutama sebagai ungkapan syukur dan penyerahan hidup kepada Allah, penguatan persekutuan jemaat, serta pelestarian identitas budaya lokal. Namun demikian, ditemukan pula adanya unsur-unsur tertentu yang berpotensi bertentangan dengan iman Kristen, seperti keyakinan tentang “mauputu” dan praktik ritual yang dapat menggeser peran Kristus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Oleh karena itu, tradisi Eu’nakaf perlu dimurnikan dan dimaknai kembali dalam terang Injil agar dapat menjadi sarana kontekstualisasi iman yang sehat, di mana kebudayaan tetap dihargai tanpa kehilangan pusat iman kepada Yesus Kristus.

HOMEMAKING Suatu Tinjauan Teologis terhadap Persekutuan Homemaking menurut Elizabeth F. Caldwell di Jemaat GMIT Pniel Sikumana, Klasis Kota, Kupang Barat.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan jemaat GMIT Pniel Sikumana yang menghadapi tantangan dalam membangun persekutuan antargenerasi. Pembagian pelayanan ke dalam Unit Pembantu Pelayanan (UPP) dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan kategorial jemaat, namun dalam praktiknya kerap memunculkan jarak relasional, minimnya interaksi lintas generasi, serta kecenderungan pelayanan yang berjalan secara terpisah. Kondisi ini menimbulkan persoalan teologis mengenai sejauh mana gereja sungguh menghidupi koinonia sebagai persekutuan yang mencerminkan identitas gereja sebagai keluarga Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman dan pemaknaan warga jemaat GMIT Pniel Sikumana terhadap kehidupan persekutuan antargenerasi, serta merefleksikannya dalam terang teologi gereja sebagai rumah iman (homemaking) guna merumuskan implikasi teologis bagi kehidupan bergereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode ini dipilih untuk menaruh perhatian pada pengalaman hidup dan pemaknaan subjek penelitian terhadap realitas persekutuan jemaat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam (in-depth interview), dan studi dokumen terhadap dokumen gereja serta literatur yang relevan. Lokus penelitian adalah Jemaat GMIT Pniel Sikumana, Klasis Kota Kupang Barat. Informan berjumlah delapan orang yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari pendeta, unsur kategorial jemaat, pengajar PART, dan lansia. Metode penulisan yang digunakan bersifat deskriptif, analitis, dan reflektif, dengan memanfaatkan kerangka teologis homemaking dari Elizabeth Caldwell sebagai alat analisis. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kehidupan persekutuan jemaat masih menghadapi tantangan relasional antargenerasi, namun sekaligus menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pendekatan homemaking menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah bersama yang aman, inklusif, dan relasional, di mana setiap generasi hadir sebagai subjek yang saling membangun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa homemaking merupakan pendekatan teologis yang relevan untuk memperkuat koinonia dan memperkaya praksis kehidupan bergereja di GMIT Pniel Sikumana.

ZOAR BERSAKSI Suatu Tinjauan Teologi Sistematika terhadap Upaya Rekonstruksi Pemahaman Marturia serta Implikasinya bagi Pelayanan GMIT Zoar Penkase

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari realitas terbatasnya pemahaman jemaat GMIT Zoar Penkase tentang marturia, yang berdampak pada implementasi pelayanan bidang marturia yang belum optimal dan cenderung dipersempit dalam bentuk program marturia secara tertulis. Meskipun dalam pengamatan empiris Zoar telah melaksanakan berbagai aktivitas yang menunjukkan bahwa pelayanan marturia sudah dijalankan, tetapi dari pelayanan tersebut juga cenderung dipahami secara terbatas karena masih pada batasan-batasan tertentu. Situasi ini menjadi titik munculnya kesenjangan antara konsep teologis marturia dan praktik pelayanan di jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pemahaman mengenai marturia, menganalisis dialog antara konsep teologis dan praktik pelayanan di jemaat, yang merefleksikan secara teologis serta implikasi praktis bagi pelayanan marturia yang lebih kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi partisipatif, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pemahaman jemaat tentang marturia berdampak pada implementasi dari pelayanan marturia di gereja yang masih sempit. Dengan menggunakan beberapa kerangka teologi marturia salah satunya Moltmann menghasilkan tiga unsur konstruksi pemahaman yang profetis, kritis, dan transformasional dan GMIT Zoar masih terbatas menjalankan marturia yang terbatas pada dimensi profetis. Dalam penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan marturia tidak hanya terbatas pada perkataan, tetapi juga dalam tindakan nyata yang menyatakan keberpihakan kepada keadilan, solidaritas dengan yang tertindas, serta keterlibatan aktif gereja untuk menampilkan marturia yang profetis, kritis, dan transformasional. Rekonstruksi pemahaman menegaskan marturia merupakan tugas panggilan gereja yang integral dan harus dihidupi dengan kasih, solidaritas dalam konteks pelayanan marturia. Refleksi teologis yang sintesis dari perspektif perjanjian lama dan perjanjian baru menyatakan bahwa marturia tidak pernah netral, melainkan berakar pada kebenaran Allah, berhadapan dengan realitas ketidakadilan, dan mengarah pada pemulihan dan transformasi hidup bersama. Dengan demikian, implikasi bagi pelayanan di Zoar penkase, terletak pada bagaimana kehadiran gereja di dunia menjadi gereja yang bersaksi tidak hanya secara profetis, tetapi kritis dan transformasional.

MENJADI MITRA ALLAH DALAM PENDIDIKAN "Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Program The Parenting Project di Sanggar Belajar "School of Life" dan Implementasinya di Jemaat GMIT Efrata Karisin"

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kerap kali dalam dunia pendidikan perhatian masyarakat lebih tertuju pada guru, sekolah, metode pengajaran, dan kurikulum sebagai penentu utama keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak, sementara peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama kurang mendapat perhatian. Cara pandang tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak, termasuk dalam konteks pendidikan nonformal di Jemaat GMIT Efrata Karisin melalui Sanggar Belajar School of Life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Program The Parenting Project di Jemaat GMIT Efrata Karisin serta merefleksikannya dalam perspektif teologi sosial sebagai bentuk kemitraan orang tua dengan Allah dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan majelis jemaat, tutor School of Life, serta orang tua peserta Program The Parenting Project, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan teori keterlibatan orang tua dari Joyce L. Epstein sebagai kerangka analisis pendidikan dan pendekatan teologi sosial menurut Banawiratma yang menempatkan penyelidikan sosial sebagai dasar refleksi iman dalam memahami realitas pendidikan jemaat secara kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program The Parenting Project berperan penting dalam menggeser cara pandang orang tua dari sikap menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah menuju kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak. Program ini mendorong pola pengasuhan yang lebih dialogis, mendukung perkembangan belajar anak, serta memperkuat peran gereja sebagai agen transformasi sosial di bidang pendidikan. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan evaluasi yang konsisten agar dampaknya tetap terjaga.

KRISTUS SEBAGAI KURBAN YANG FINAL Suatu Tafsir Historis–Kritis terhadap Ibrani 9:11-14 Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Folbo', Klasis Alor Barat Laut

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dalam kehidupan bergereja, masih ada segelintir orang yang terjebak di dalam suatu sikap sinkretis karena terpaku kepada kebudayaan. Kebudayaan memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, namun dalam kebudayaan terdapat bagian-bagian yang bertentangan dengan sisi teologis Kekristenan, terkhususnya pada sistem kurban dalam kebudayaan yang dianggap masih perlu dan masih dapat dilakukan dengan mengacu pada sisi teologis. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan esensi dari kurban yang masih dilakukan jemaat, sehingga mereka dapat memahami secara teologis apa yang mereka lakukan. Di sini penulis menggunakan pendekatan tafsir Historis-Kritis terhadap teks Ibrani 9:11-14 dan menggunakan mix method sebagai bagian dalam proses penulisan sehingga tidak hanya melihat dari segi pustaka tetapi juga dari segi kehidupan jemaat. Setelah melakukan penafsiran dan menggali kerygma, penulis menemukan bahwa dalam teks yang ada, Kristus digambarkan sebagai seorang Imam Besar yang datang sebagai penggenap dan menjadi kurban yang hidup bagi perjanjian yang baru, sehingga dengan pemberian diri Kristus, manusia tidak lagi memerlukan pencurahan darah lain karena semuanya itu telah ada di dalam Kristus sebagai kurban yang final, akan tetapi dalam kebudayaan yang sulit untuk dirubah, perlu adanya reinterpretasi atau menggali esensi lain yang ada dalam sistem yang berbalut kebudayaan dan bagaimana kaitannya dengan Kristus.

MANAJEMEN INDUSTRI HASIL PERIKANAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Manajemen Industri Hasil Perikanan ini hadir sebagai referensi komprehensif bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang ingin memahami berbagai aspek strategis dalam pengelolaan industri hasil perikanan secara modern dan berkelanjutan. Setiap bab membahas tema penting mulai dari ruang lingkup, manajemen bahan baku, organisasi, fasilitas, hingga mutu, pemasaran, dan pengembangan produk, yang dikemas berdasarkan pendekatan ilmiah dan pengalaman lapangan para penulis. Dengan mengintegrasikan wawasan teknis dan manajerial, buku ini menjadi panduan aplikatif dalam mendukung daya saing industri perikanan nasional di tengah tantangan globalisasi dan perubahan lingkungan.

PATEHALA “Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Tradisi Patehala sebagai Wadah Pastoral Kontekstual bagi Jemaat GMIT Hermon Helangdohi”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manusia dalam kehidupan sosial tidak pernah lepas dari interaksi yang membentuk hubungan, nilai, dan makna. Salah satu bentuk interaksi yang sarat makna ditemukan dalam tradisi Patehala, sebuah kearifan lokal masyarakat Pantar, Alor, yang digunakan dalam penyelesaian konflik antar individu atau kelompok. Tradisi ini menggunakan simbol darah hewan dan pemberian denda sebagai bentuk pengakuan kesalahan, perdamaian, dan pemulihan relasi. Namun, dalam praktiknya, tradisi ini kerap mengalami pergeseran makna, terutama ketika pelaksanaannya tidak dilandasi oleh penyesalan sejati. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Patehala sebagai salah satu ekspresi sosial-budaya masyarakat yang juga adalah bagian dari jemaat GMIT Hermon Helangdohi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teologis-pastoral serta memanfaatkan teori pendampingan pastoral Jacob daan Engel, penelitian ini mengungkap nilai-nilai seperti pengakuan, pertobatan, pemulihan, dan rekonsiliasi sebagai kontribusi budaya terhadap kehidupan bergereja. Refleksi teologis menunjukkan bahwa meskipun tradisi ini tidak dapat menggantikan karya penebusan Yesus Kristus, nilai-nilainya dapat memperkaya pelayanan pastoral gereja secara kontekstual. Pada akhirnya, Patehala menjadi ruang belajar bagi gereja untuk merawat relasi sosial dan spiritual yang menyeluruh dan menyembuhkan.

PEMUDA DAN PRAKTIK FLEXING “Suatu Tinjauan Pembinaan Warga Gereja Terhadap Keteladanan Pemuda GMIT Batu Karang Kupang Dalam Menyikapi Praktik Flexing di Era Digital”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.

Buku Ajar Bahasa Inggris Bisnis

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

This textbook consists of seven chapters, each of which has been carefully structured to provide a comprehensive understanding of business English, from business communication to job interviews in English. This book has also been equipped with business English vocabulary and grammar and language focus related to the material in each chapter. We strive to ensure that each chapter is helpful to our readers.We want to express our highest appreciation to all parties who have contributed directly or indirectly to the preparation of this book, especially for Unit Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P2AI) P3MP Politeknik Negeri Ujung Pandang. Whether in the form of suggestions, input, or emotional support, this book could not have been completed without the help and contributions of all parties.

Manajemen Risiko dan Implementasi Jual Beli Istishna pada Produk Pembiayaan KPR Bank Syariah

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bank Syariah memberikan pembiayaan dengan prinsip mudharabah dan musyarakah, bertransaksi jual beli dengan prinsip murabahah, salam, dan istishna, serta menyewakan aktiva dengan prinsip ijarah di samping produk lainnya, seperti rahn dan qardhul-hasan. Risiko dalam bidang perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik yang dapat diperkirakan (anticipated) maupun tidak dapat diperkirakan (unanticipated) yang berdampak negatif pada pendapatan maupun permodalan bank. Risiko-risiko tersebut tidak dapat dihindari namun dapat dikelola dan dikendalikan. Buku ini berisi 6 (enam) bab yang membahas tentang Pembiayaan dan Kredit Bank, Bank dan Karakteristik Bank Syariah, Istishna dan Pembiayaan Istishna di Bank Syariah, Risiko dan Manajemen Risiko, serta Implementasi Pembiayaan Istishna di Bank Syariah.

DIAKONIA ALAM Suatu Tinjaun Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Bukit Doa To’ef dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Betania Teubaun Rabe, Klasis Amarasi Timur

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tugas dan panggilan gereja terwujud dalam panca pelayanan yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia. Hakikat gereja, ada pada pelayanan diakonia. Dalam GMIT, dikenal dengan diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif. Tiga jenis diakonia ini memiliki peran yang saling melengkapi dan perlu dijalankan secara seimbang sehingga mewujudkan kasih Allah secara menyeluruh dalam kehidupan setiap jemaat. Namun kenyataan untuk menjalankan ketiga jenis diakonia ini belum sepenuhnya dijalankan. Salah satu diakonia yang selalu dilakukan oleh GMIT adalah diakonia karitatif. Di jemaat GMIT Betania teubaun Rabe jenis diakonia karitatif ini selalu dijalankan secara rutin pada akhir tahun. Sedangka untuk jenis diakonia reformatif dan transformatif, belum sepenuhnya jalankan, terutama jenis diakonia Transformatif. Oleh Karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengusulkan dan memperkenalakn model diakonia baru tentang “Diakonia Alam” model diakonia ini, penulis berangkat dari jenis diakonia transformatif. Diakonia alam merupakan konsep pelayanan yang berfokus kepada kemitraan antara manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan. Prinsip dasar dari diakonia alam adalah merawat dan menjaga alam ciptaan sebagai wujud syukur dari Anugerah Allah serta menggunakan dan menikmati sumber daya alam dengan bijak tanpa mengeksploitasi alam ciptaan Tuhan secara berlebihan. Dengan metode penelitian kualitatif, hasil yang didapatkan adalah Pembangunan jemaat perlu dilakukan untuk memahami tugas dan peran mereka sebagai jemaat Allah. Salah satu pelayanan yang perlu dilakukan oleh Gereja kepada jemaat adalah pelayanan Diakonia. Diakonia alam tidak hanya berfokus pada pelayanan sosial tetapi juga mencakup tanggung jawab umat untuk menjaga alam sebagai sarana membangun hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Bukit Doa To'ef menjadi contoh nyata di mana alam dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, tempat yang mempertemukan iman dan alam, bukit ini memberikan dampak positif pada pertumbuhan rohani dan kebersamaan jemaat melalui doa, ibadah, dan kegiatan pelayanan yang berfokus pada lingkungan.

RITUAL GELAK WAHA- Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Ritual Gelak Waha (Mencari Kesembuhan) dan Implikasinya bagi Pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja, Klasis Flores

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RITUAL GELAK WAHA Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Ritual Gelak Waha (Mencari Kesembuhan) dan Implikasinya bagi Pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja, Klasis Flores Kesehatan merupakan aspek paling berharga dalam kehidupan manusia, namun sakit menjadi tantangan besar yang kerap kali sulit diatasi meski dengan kemajuan pengobatan modern. Sebagai alternatif, pengobatan tradisional yang mengandalkan kepercayaan dan pengalaman turun-temurun tetap relevan di beberapa masyarakat, termasuk dalam konteks ritual Gelak Waha yang dilakukan oleh masyarakat Beloaja di Flores. Ritual ini bertujuan mencari kesembuhan melalui prosedur magis dengan melibatkan dukun serta penggunaan bahan alami, seperti sirih, pinang, dan ayam kampung. Penelitian ini mengkaji makna dan nilai yang terkandung dalam ritual Gelak Waha serta implikasinya terhadap pelayanan gerejawi di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja. Permasalahan utama yang diangkat meliputi pemahaman jemaat tentang konteks lokal, kesembuhan, dan refleksi teologis terhadap praktik tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian jemaat GMIT telah mengadopsi ajaran Kristen, mereka masih menjalankan ritual Gelak Waha karena kepercayaan turun-temurun kepada Lera Wulan sebagai entitas pelindung dan penyembuh. Hal ini memunculkan tantangan bagi gereja dalam mendampingi jemaat untuk memahami kesembuhan sebagai anugerah Allah yang dapat terjadi melalui berbagai cara, baik secara medis maupun spiritual. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang kesembuhan melalui ritual Gelak Waha serta menyajikan refleksi teologis untuk mendorong pendekatan yang kontekstual dalam pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan pelayanan gereja dalam menghadapi fenomena sinkretisme budaya dan iman. Kata kunci: Ritual Gelak Waha, teologi kontekstual, kesembuhan, pelayanan gereja.

SPIRITUALITAS PEREMPUAN PENENUN SUMBA Suatu Tinjauan Teologis terhadap Spiritualitas Perempuan Penenun di GKS Jemaat Payeti, Klasis Waingapu.

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.

Teologi Keluarga

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga dan relevansinya bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Maurice Eminyan, seorang teolog dan profesor teologi dogmatis, berpendapat bahwa keluarga Kristen adalah refleksi dari Allah Tritunggal, yang harus berfungsi sebagai komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan studi pustaka dan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di Jemaat GMIT Moria Liliba, yang mencakup 295 kepala keluarga dengan 1301 anggota jemaat. Sampel terdiri dari 10 anggota jemaat yang mengalami berbagai masalah keluarga seperti poligami, perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga memiliki relevansi yang signifikan bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Konsep-konsep komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan yang dikemukakan oleh Eminyan dapat menjadi dasar bagi upaya pembinaan dan penguatan keluarga Kristen di jemaat tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran gereja dalam mendukung keluarga-keluarga Kristen untuk mengatasi berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi. Kata Kunci: Teologi Keluarga, Komunitas Cinta Kasih, Komunitas Hidup, Komunitas Keselamatan.

Um Kleo Tinjauan Teologis Iman Kristen Terhadap Um Kleo dan Implikasinya bagi Persekutuan Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken Klasis Kota Kupang Timur

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama serta diwariskan turun-temurun. Kebudayaan dapat direpresentasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya sistem kepercayaan. Penelitian ini mengeksplorasi peran/fungsi rumah adat Um Kleo bagi masyarakat Helong di Kolhua. Masyarakat Helong memandang Um Kleo sebagai rumah perhimpunan dan tempat roh para leluhur. Hal ini didasarkan atas pemahaman bahwa roh orang mati masih ada bersama-sama di dunia. Oleh karena itu, Um Kleo dibangun dengan konsep arsitektur yang memiliki arti-arti tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teologis fungsi Um Kleo sehingga dapat diambil nilai-nilai yang relevan dengan ajaran dan konteks GMIT, khususnya di GMIT Ebenhaezer Iungboken. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi Teologi Kontekstual dengan penelitian kualitatif yang mencakup penelitian kepustakaan terhadap literatur-literatur yang membahas tentang kebudayaan. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam dengan anggota Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken untuk memahami pandangan mereka tentang Um Kleo. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa adanya sikap dualistis masyarakat dan jemaat terhadap iman dan kebudayaan. Implikasi teologis adalah memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman keagamaan dan parktik rohaniah dalam Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken.