An Analysis of Grammar Teaching Used by Teacher in Teaching English at Abdi Kasih Bangsa Elementary School Grade Fifth in Academic Year 2021/2022
Keywords: Types of grammar, Construction of grammar, English teacher
Profil penulis
718 karya publik ditemukan.
Keywords: Types of grammar, Construction of grammar, English teacher
ABSTRACT This current research is entitled " BODY LANGUAGE ANALYSIS IN LAMAHOLOT CULTURE ". The writer formulated two research questions, namely: (1) What are the types of body language in Lamaholot Culture? and (2) What are the functions of body language in Lamaholot Culture?. The aims of this research to find out the types of body language in Lamaholot Culture and the functions of body language in Lamaholot Culture. The data was taken from interviewed the Lamaholot community and analyzed the data by using descriptive qualitative method. There are two types of body language in Lamaholot Culture, namely : 1. Part of body, wich include 1). Head ‘Nado geri lodo’. 2). Facial expression, a). Eyebrows ‘Ilo mate’. b). Eyes ‘Mate bohi’ c). Nose ‘Geweru iru’. d). Lips ‘Giki wewe’. e). Tongue ‘Lolo ewel’. and f). Jaw ‘ Bea wewe’. 3). Eye contact ‘Niku weki’. 4). Body posture, a) Body proximity ‘Tobo ire no kerejehe’. b). Shoulder movement ‘Briku geri lodo’. c). Arm placement ‘Teke ale’ d). Leg and feet movement ‘Tili lei’. 5). Hand and finger gesture, a) Hadling and placement object ‘Sedu ewe nawu / Breka ekewai’ b).Finger tapping or druming ‘ Deto lime’ and 2. Intent, 1). voluntary/intentional movement ‘Penuhu lime’ and 2. Involuntary movement ‘Eke melihe’. And find out five function in Lamaholot culture, namely : 1). Affirms ‘Nado geri lodo’. 2). Contradict ‘Geka be’. 3). Substitution ‘Ligu lime’. 4). Complementing ‘Giki wewe’. 5).Accenting ‘Pemela’. And there are thirtieth body language in Lamaholot Culture.
An analysis on teachers autonomy on English classroom SMAN 9 Kupang in academic year 2017/2018
An analysis on mind mapping technique used by students in writing class at SMKn 1 Kupang in school year 2016/2017
An analysis on numeral adjective in Amabi Oefeto dialect of Uab Meto
The translation method in translating English passive sentence found in the magazine of Garuda Indonesis Airline
RINGKASAN THOFIN IMANUEL TEFSELE (15380060) Persepsi Masyarakat Terhadap Objek Wisata Pantai Warna di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang; Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.Pi, M.Si dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Oesapa memiliki potensi sumber daya alam yang dimilikinya diantaranya terdapat mangrove dan juga ikan pelagis kecil. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satu penunjang perkonomian nasional, ekowisata dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Persepsi perlu di teliti untuk mengetahui tanggapan langsung dari masyarakat atau pengunjung terhadap suatu obyek wisata sehingga nantinya dari persepsi tersebut dapat menjadi masukan serta evaluasi pihak pengelola. Pantai Warna dikembangkan sebagai objek wisata yang menarik untuk di kunjungi, karena memiliki panorama yang indah hamparan pasir putih yang lembut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap objek wisata pantai warna di kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang Penelitian dilakukan di pantai warna kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang dari bulan april-mei tahun 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa persepsi masyarakat objek wisata pantai warna oesapa, (1) keindahan pantai dengan skor rata-rata 3,20 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (2) Aksesbilitas dengan skor rata-rata 3,68 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori sangat baik, (3) sarana pondok wisata atau lopo dengan skor rata-rata 3,03 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (4) kafe dan kios dengan skor rata-rata 3,47 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (5) tempat sampah dengan skor rata-rata 1,72 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (6) wc umum dengan skor rata-rata 1,30 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (7) lahan parkir dengan skor rata-rata 3,11 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (8) pos keamanan dengan skor rata-rata 3,27 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik. Dengan demikian persepsi masyarakat secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Kata Kunci : Potensi perikanan, persepsi, masyarakat, wisata pantai warna, oesapa
A Sociolinguistic on Diglossia Situation Interaction between the Native Local Speakers and Noblemen of Amanuban dialect of Uab Meto
An Analysis of Translation in Translating Idiomatic Expression from English into Indonesia in Novel "The Secret Life of Mrs. Wiz"
An Analysis on the Communication Strategies Applied by Participants of Indonesia Lawyers Club (ILC) Program
A Case of Improving Students' Vocabulary Mastery by Using Flying Swatter Game at Second Grade Students' of SMP Niki-Niki in School Year 2018/2019
An Analysis on Slang Words Used in Jumanji 2 Movie
ABSTRAKSI Nahak. E. J *) Nainiti N.P.P.E **)) Lano. L. M. **))) Suatu penelitian ini dengan analisis jenis sumbu yang bebeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi pada sistem hidroponik telah dilaksanakan pada laboratorium mekanisasi pertanian tanggal 06, Agustus sampai dengan 07, September 2021 penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah daun, tinggi tanaman dan berat tanaman sistem hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode percobaan RAL. hasil penelitian dianalisis dengan anova dan dilanjut dengan uji Duncan dan hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah sumbu berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Dengan Pertumbuhan tinggi tanaman sawi maksimal pada perlakuan B (jenis sumbu dari serabut kelapa) dengan nilai rata-rata 35,45 Cm sedangkan jumlah helai daun maksimal pada perlakuan A (jenis sumbu dari kain flannel) dengan nilai rata-rata 8,875 helai. Diduga tinggi tanaman dan jumlah helai daun berpengaruh nyata karena perbedaan daya serap dari jenis sumbu pada 3 perlakuan. Dan berat tanaman ditunjukan pada perlakuan A (jenis sumbu dari kain flanel) dengan nilai rata-rata berat tanaman mencapai 22,25 gr berbeda nyata dengan setiap perlakuan yang diuji.
ABSTRAKSI Koperasi berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang mencari keuntungan untuk mensejahterakan para anggota pada khususnya, serta masyarakat sekitar pada umumnya. Peran dan manfaat koperasi di Indonesia sangatlah penting, karena koperasi membuka pintu gerbang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian hingga menciptakan lapangan kerja baru. Penelitian ini di lakukan di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat. Penelitian ini berjudul : “Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Likuiditas dan Pertumbuhan Koperasi di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat” persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat ?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat menggunakan Laporan Keuangan. Untuk menjawab persoalan dan tujuan dari penelitian ini, maka berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perputaran Kas pada KSP Monafen menunjukan nilai yang sangatlah rendah untuk tahun 2019 sebesar 0,65% dan pada tahun 2020 sebesar 0,34%. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengembalian piutang kepada KSP Monafen sangat rendah Tingkat likuiditas koperasi simpan pinjam Monafen di tahun 2019 sebesar 2,37% dan ditahun 2020 sebesar 2,20%. Dengan demikian bahwa KSP Monafen di anggap mampu dalam melunasi hutang jangka pendek, dikarenakan rasio lancar di atas 1. Tingkat pertumbuhan menunjukan bahwa laba KSP Monafen mengalami penurunan bahkan untuk tahun 2020 mencapai -0,40. Kata Kunci : Perputaran Kas,Perputaran Piutang, Likuiditas, Pertumbuhan Koperasi
RINGKASAN NUNIA LAK’APU (17393402).Penggunaan Ukuran Zeolit Teraktivasi Dan Modifikasi Proses Penyaringan Pada Pengolahan Garam Masak. Di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi. M,Si sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU, S.Si, M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Inovasi dalam pemurnian garam banyak dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl seperti penambahan senyawa kimia NaOH, Na2CO3, dan polialuminium klorida, Metode ini mampu meningkatkan kadar NaCl namun kurang ramah lingkungan jika ditinjau dari hasil samping yang di hasilkan. Selain itu, bahan tersebut tidak dapat digunakan kembali untuk proses pemurnian garam berikutnya.Salah satu metode untuk meningkatkan kandungan NaCl yaitu penggunaan zeolit alam karena memiliki kelebihan antara lain: ekonomis, ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Namun selain penggunaan zeolit alam, proses penyaringan juga merupakan salah satu metode yang dilakukan dalam proses pemurnian garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas garam masak hasil penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan April-Mei 2021 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan Laboratorium Biologi untuk pengujian bagian yang tidak larut dalam air, Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian NaCl dan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor, Jawa Barat untuk pengujian iodium dalam KIO3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data menggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak yaitu organoleptik parameter warna ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu putih normal 96%, dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron dengan parameter warna garam selain warna K1 dan K2 72%, organoleptik parameter bau ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu normal tidak berbau, 92%. Dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron yaitu bau tidak normal 48%, kadar air berkisar antara 2,98%-8,62%, kadar NaCl 88,00%-93,57%, bagian yang tidak larut dalam air 0,66%-4,00%, dan kadar iodium (KIO3) 6,05mg/kg-18,77mg/kg. Kata Kunci :Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air, Garam,Iodium (KIO3), Kadar Air, Modifikasi Penyaringan,Nacl, Organoleptik, Zeolit
ABSTRAK Pengelolaan keuangan pemerintah daerah harus didasarkan pada good governance government, yaitu pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Manajemen keuangan publik. UU No.17/2013 mengatur tentang keuangan negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban. Salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban adalah laporan keuangan pemerintah. Berdasarkan PP 17/ 2010, keandalan pelaporan keuangan adalah informasi dalam laporan keuangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. . Populasi dalam penelitian ini adalah BPKAD Kabupaten Kupang. Alat analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan pengawasan keuangan, sistem pengendalian intern, sumber daya manusia, dan penggunaan teknologi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan keuangan daerah, sistem pengendalian intern, sumber daya manusia, teknologi informasi berpengaruh secara simultan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah, pengawasan keuangan daerah nila hanya berpengaruh secara parsial terhadap informasi pelaporan keuangan daerah. Kata kunci : pengawasan keuangan daerah, sistem pengendalian internal, sumber daya manusia, teknologi informasi, nilai informasi
ABSTRAC ANALYSIS OF STUDENS’ LEARNING ACTIVITY IN CLASS VIII AT THE STATE SMP SATAP NASI AMANATUN UTARA DISTRICT ACADEMIC YEAR 2021/2022 Benu, N. M.* Manu, T. S. N.** Blegur, J.** Learning activities are activitiescarried out in the classroom to obtain a very pleasant learning. Learning activities play a role in the learning outcomes that will be obtained by students. The purpose of this study was to analyze the learning activities of class VIII students at SMP Negeri Satap Nasi. The method used in this research is descriptive method. The subject in this study were students of class VIII SMP data analysis technique questionnaire with the percentage formula.The population of this study was 34 students. Data collection techniques used in the from of a questionnaire. The results obtained from visual 68,02% whit very good qualifications, Verbal activity 67,64%, listening activity 70,22%, writing activity 85,29%, drawing activity 79,41%, mental activity 68,62%. The presentage of assessment shows a positive response to students learning activity while the analisis for visual activitiest is very good because students pay attention to whatis conveyed by their friends when presenting the results of the discussion,oral activity is seen from student readiness, namely when students understand the learning material students will listen to the material presented by the theacer is asking ant the students do not understand what is explainedby the theacher students will ask questions, lisening activities students will listen to the material presented by theacer and the opinions conveyed by their friends, writing activities are good because every material presented explain the teacher will be written in their notebook and will be checked and reated by the theacer, drawing activities of student who have a talent for drawing will create concept maps from the explanations given by the teacher to facilitate understanding, good mental activityes because students have the courage to respond to opinions during discussion presentations. The conclusion of learning activiteas is active student involvement in the from of physical and spiritual activities during the learning process in order to support success and benefit from these learning activiteas.
STUDI ADAT PASOLA DALAM HUBUNGAN DENGAN PENANGKAPAN NYALE (Eunicidae) DI KECAMATAN LAMBOYA KABUPATEN SUMBA BARAT ABTRAKSI Oleh KRISFINUS ANDRI BORA NIM. 18380095 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG 2022 Studi Adat Pasola Dalam Hubungan Dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) Di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. 1. Krisfinus Andri Bora, 2. Donny M. Bessie, 3. Ir. Izaak S. Angwarmasse Program Studi Manajemen Sumber Daya Peraira, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang *Email: [email protected] ABSTRAK Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar seraya melempar lembing kayu kearah lawan. Pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti kayu lembing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tradisi Adat Pasola dalam Hubungan dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan menganalisis data melalui wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upacara atau ritual adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut di Kecamtan Lamboya dilakukan pada bulan Februari. Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut dipimpin oleh Rato (Imam) yang telah dianggap dapat mengetahui sejarah dan syair - syair adat Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut. Adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut bagi masyarakat Lamboya merupakan sebagai tanda keberhasilan panen warga/masyarakat Lamboya yang tergambar pada warna Nyale, yang berbentuk utuh dan gerombolan - gerombolan Nyale yang banyak. Bila Nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Sebaliknya, bila Nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Peranan ritual Nyale dalam hubungan dengan adat Pasola di Lamboya dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Prosesi upacara atau ritual Nyale dan Pasola adalah (a) Menghitung dan Menentukan Waktu (b) Penangkapan Nyale/Cacing Laut, (c) Pelaksanaan Pasola. Kata Kunci: Tradisi, Nyale, Pasola, Penangkapan, Kecamatan Lamboya. Study Of Pasola Indigenousness In Relation To Nyale (Eunicidae) Catching In Lamboya District, West Sumba Regency. Krisfinus Andri Bora, Donny M. Bassie, and Izaak S. Angwarmasse Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang *Email: [email protected] ABSTRACT Pasola is a traditional war tradition where two groups of horsemen face each other, chasing each other while throwing a wooden javelin at the opponent. Pasola comes from the word sola or hola which means javelin. The purpose of this study was to determine the Pasola Traditional Tradition in Relation to the catching of Nyale (Eunicidae) in Lamboya District, West Sumba Regency. The research method used was qualitative with an approach to analyzing data through in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that Pasola traditional ceremonies or rituals in relation to catching Nyale/sea worms in Lamboya District were carried out in February. Pasola and the capture of Nyale/sea worms were led by Rato (Imam) who was considered to be able to know the history and traditional poetry of Pasola and catching Nyale/sea worms. The Pasola tradition in relation to the catching of Nyale/sea worms for the Lamboya community was a sign of the successful harvest of the Lamboya community/community which was reflected in the color of Nyale, which was intact and in large groups of Nyale. If the Nyale was fat, healthy, and colorful, it was a sign that the year will get good and a successful harvest. On the other hand, if Nyale was thin and fragile, it would be disastrous. The role of the Nyale ritual in relation to the Pasola tradition in Lamboya was interpreted as a unifying tool for the community in the form of brotherhood and an expression of true joy in welcoming the harvest. Nyale and Pasola ceremonial processions or rituals were (a) Counting and Determining Time (b) Catching Nyale/Sea Worms, (c) Implementation of Pasola. Keywords: Tradition, Nyale, Pasola, Catching, Lamboya District.
ABSTRAK Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Pakan Alami Kuskus (Phalangeridae) Di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Banu M.S* Hendrik A.Ch** Nge S.T.M ** Kuskus adalah hewan berkantung (marsupial), aktif di malam hari (nokturnal), berekor panjang yang kuat (prehensile). Termasuk dalam family Phalangeridae yang memiliki enam genus yaitu, Trichosurus, Wyulda, Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, dan Strigocuscus. Kuskus merupakan hewan yang hidupnya di atas pohon (arboreal) tidak memilih jenis-jenis pohon tertentu sebagai tempat bersarang/bersembunyi. Bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus sangat variatif, dan tidak hanya pada satu bagian saja, tetapi pada beberapa jenis tumbuhan, beberapa organ tumbuhan seperti daun muda, tunas muda, buah dan bunga juga dikonsumsi oleh kuskus secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus yang ada di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekplorasi dan jelajah dengan langkah pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan survey terhadap lokasi yang pernah dijumpai adanya Kuskus kemudian melakukan wawancara terhadap sepuluh warga masyarakat yang sering berburu Kuskus selanjutnya dilakukan observasi dan identifikasi secara langsung pada jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari kuskus di hutan Gunung Timau sebanyak empat belas jenis yaitu: Gnetum gnemon, Ficus racemosa, Vocanga foetida, Ficus sp, Buchanania arborescens, Eucalyptus alba, Cryptocarya macrodesme, Myristica sp, Neolamarkia cadamba, Freycinetia aborea, Syzygium rostratum, Bischotia javanica, Nyssa javanica, Pometia pinnata. Kebanyakan jenis-jenis tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus adalah jenis pohon. Kata Kunci : Identifikasi, jenis jenis tumbuhan, Gunung Timau Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing
ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KSP CU SERVIAM KUPANG BERDASARKAN PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH RI (TAHUN 2016-2020) Damasir Y. Koli; Jusuf Abola Daka; Katarina Anu Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan pada KSP CU Serviam Kupang berdasarkan Peraturan Koperasi untuk Menilai Kesehatan Koperasi. Adapun objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP CU Serviam Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dokumen keuangan koperasi dan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh pimpinan koperasi dengan meggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio berdasarkan Peraturan Koperasi memiliki 7 aspek yaitu: Aspek Permodalan, Aspek Kualitas Aktiva Produktif, Aspek Manajemen, Aspek Efisiensi, Aspek Likuiditas, Aspek Kemandirian dan Pertumbuha, dan Aspek Jati Diri Koperasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan tahun 2016-2020 dikategorikan “Cukup Sehat” ini membuktikan bahwa kinerja keuangan suatu koperasi perpengaruh pada kesehatan koperasi itu sendiri.