2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Kemah Ibadat Airnona, Klasis Kota Kupang adalah salah satu jemaat GMIT yang secara aktif menggunakan bahasa Sabu dalam aktifitas pelayanan dan interaksi sehari-hari mereka sebagai sebuah persekutuan. Bahasa Sabu dipakai sebagai bahasa awal ketika mereka berinteraksi dengan sesama. Lewat bahasa Sabu jemaat dapat mengerti tentang Firman Tuhan dalam hidup mereka. Dari bahasa Sabu ini juga, pergumulan jemaat untuk memiliki gedung beribadah dapat tercapai meskipun banyak tantangan yang dialami.
Peranan bahasa Sabu yang besar juga dapat dilihat melalui penggunan liturgi dalam bahasa Sabu. Sejak berdirinya Gereja Kemah Ibadat Airnona dari tahun 1956 sampai tahun 2022 liturgi bahasa Sabu sangat sering digunakan dalam Kebaktian Minggu, namun seiring perkembangan zaman intensitas penggunaan liturgi bahasa Sabu semakin menurun. Apresiasi menggunakn liturgi bahasa Sabu tetap ada meskipun dalam praktiknya di masa kini dianggap tidak lagi moderen. Jemaat masa kini menganggap bahasa Sabu merupakan bahasa kuno jika dibandingkan dengan bahasa asing linnya. Selain itu adanya keterbatasan jemaat dalam memahami bahasa Sabu sehingga jemaat merasa jenuh ketika liturgi bahasa sabu digunakan.
Melalui tinjauan kontekstual secara umum dan pemikiran Bevnas secara khusus mengenai model sintesis, penulis menemukan kesaksian bahwa setiap orang dalam konteks bisa belajar dari konteks yang lain (masa kini bisa terus belajar dari masa lampau). Dari pembelajaran ini akan menghasilkan keterbukaan dialog antara Injil dan kebudayaan. Lewat skripsi ini, penulis menemukan bahwa biarpun perkembangan zaman mempengaruhi pola kehidupan jemaat, namun identitas Jemaat Kemah Ibadat tidak terpengaruhi. Jemaat Kemah Ibadat tetap menggunakan bahasa Sabu dalam liturgi Kebaktian Minggu di akhir bulan sebagai pengingat akan persekutuan dan pergumulan mereka.
Kata Kunci: bahasa, liturgi, identitas, persekutuan, pemberitaan injil
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening. Adapun persoalan yang diangkat adalah apakah operating leverage dan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan apakah struktur modal memediasi pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan, dan struktur modal memediasi pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah operating leverage, likuiditas, struktur modal, dan nilai perusahaan. Operating leverage adalah suatu sensitivitas laba operasi perusahaan sebelum bunga dan pajak (EBIT) terhadap nilai perubahan volume penjualan. Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dipenuhi. Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto,2012). Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kinerjanya yang sering dikaitkan dengan harga saham (Megawati,2016). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2018 – 2020. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah dipublikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 – 2020 yang dapat diakses melalui situs www.idx.co.id. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) operating leverage (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Y). (2) likuiditas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Y). (3) struktur modal tidak memediasi hubungan operating leverage terhadap nilai perusahaan. (4) struktur modal dapat memediasi hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Operating leverage, likuiditas, nilai perusahaan, struktur modal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pragmatic analysis on speech acts in the Greet Wall Movie
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
The effect of using story mapping strategy towards students reading comprehension: a study at SMPN 4 Kota Kupang
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
An analysis on borrowing of Kupang Malay into Ambon malay
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
A Sociolinguistic on Diglossia Situation Interaction between the Native Local Speakers and Noblemen of Amanuban dialect of Uab Meto
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Use of Discourse Markers in the Argumentative Essay of English Students AWCU in Academic Year 2019/2020
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Senam merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalah untuk mengetahui Pembelajaran Senam Artistik Gerakan Meroda pada Masa New Normal di SD Inpres Lasian Kota Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan diatas, penelitian Deskriptif dilakukan dengan menggambarkan gejala fenomena, atau peristiwa tertentu (Maksum, 2008:16). Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran new nomal senam artistik gerakan meroda kurang efektif karena beberapa faktor yaitu: pembelajaran menggunakan sistem online, dan ketersediaan handphone android, Kurangnya antusias siswa dalam pembelajaran penjas, senam artistik gerakan meroda sulit dilakukan siswa tanpa tuntunan dari guru. Agus Mahendra (2000:9) menyatakan, “Senam adalah suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk dengan sengaja, dilakukan dengan sadar dan terencana, disusun secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan ketrampi¬lan, dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual. Simpulan: Pembelajaran senam artistik gerakan meroda harus dipraktek secara langsung dan perlu bimbingan dari guru penjasorkes
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd) merupakan jenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari famili Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias, tanaman peneduh, kayunya yang keras, sering digunakan masyarakat untuk mebel halus, lemari, serta alat musik, dan daun pohon ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Penelitian ini dilakukan dikawasan Hutan Oesublele, hal ini dikarenakan Hutan Oesublele merupakan salah satu kawasan konservasi yang banyak ditemukan pohon Angsana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur populasi dan sebaran habitat tanaman angsana (Pterocarpus indicus Willd) di kawasan Hutan Oesublele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi. Penentuan penempatan stasiun petak contoh dilakukan berdasarkan pembagian wilayah. Hasil penelitian menunjukan(Pterocarpus indicus Willd) pada keempat fase pertumbuhan pohon, tiang, pancang, dan semai pada analisis kerapatan, frekuensi, dominasi, serta INP dari keempat stasiun memiliki nilai yang tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lain. Pada empat stasiun penelitian yang digunakan, ditemukan 16 famili pada stasiun I, Stasiun II ditemukan 11 famili, Stasiun III ditemukan 15 famili, dan Stasiun IV ditemukan 17 famili. Dari semuafamiliyang ditemukan, yang memiliki spesies terbanyak adalah Fabaceae dan dari semua spesies yang ditemukan terdapat 3 spesies yang tidak teridentifikasi.Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan di Hutan Hutan lindung Oesublele, Desa Biloto Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS, maka perlu dilakukanya pemantauan dan penekanan terhadap sebaran spesies (Pterocarpus indicus Willd)agar dapat terkontrol serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG Dierapemerintahaansekaranginibanyaksekaliterjadipembaharuanperaturanpemerintah yang sejalandenganberlakunyaundang-undangotonomidaerahuntukmenumbuhkankesadaranpembangundaerahsecara optimal. Hal tersebutberartipemerintahdaerahdiberikankewenanganuntukmenyelenggarakanpemerintahdaerah yang lebihluas, nyata dan bertanggungjawab. SehinggaPemerintah Daerah ditugaskanuntukmenjalankanrodapemerintahan, pembangunan dan layanansosialmasyarakatsertadiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpertanggungjawabankeuangandaerahnyauntukdinilaiapakahpemerintahdaerahtersebutberhasilmenjalankantugasdenganbaikatautidak. Oleh sebabituPemerintahdaerahdituntut agar pengelolaankeuangandaerahsecarabaik yang harusdilakukandalammewujudkantujuanpemerintahan yang bersih(clean goverment), dimanapengelolaankeuangandaerah yang baikadalahkemampuanmengontrolkebijakankeuangandaerahsecaraekonomis, efisien, transparan dan akuntabel. Pemerintah Daerah harusdapatmempertanggungjawabkanpengelolaankeuangandaerahmelaluiLaporanKeuangan. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara dan Undang-UndangNomor 9 Tahun 2015 tentangPerubahanKedua Atas Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah, yang mengaturbentukpertanggungjawabandalampenyelenggaraankegiatanpemerintahan, dalamhalinidenganmenyampaikanlaporanpertanggungjawabanberupalaporankeuangan. MenurutPeraturanPemerintahNomor 71 Tahun 2010, apabilainformasi yang terdapatdalamLaporanKeunganPemerintah Daerah telahmemenuhikriteriakarakteristik yang ditetapkanmakapemerintahdaerahmampumewujudkantransaparasi dan akuntabilitasdalampengelolaankeuangandaerah. Informasi yang terkandungdalamlaporankeunganharussesuaidenganstandar yang ditetapkan, apabilatidaksesuaimakaakanmengakibatkankerugiandaerah, potensikekuranganpenerimaan, kelemahanadministrasi, ketidakefisien dan ketidakefektifan. Kualitaslaporankeuanganadalahsejauh mana laporankeuanganmenyajikaninformasi yang benar dan jujur. Hal iniberartibahwakualitaslaporankeuanganmenunjukkankonsepkualitasinformasidarilaporantersebut. SehinggaberdasarkanpenjelasantersebutmakadapatmenjadiacuanuntukmenganalisisFaktor-faktorapasaja yangdapatmempengaruhiKualitasInformasiLaporanKeuangan. Faktor-faktor yang dapatmempengaruhikualitasinformasilaporankeuangandiantaranyayaituPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, Dan KomitmenOrganisasi. Objek yang akanditelitidalampenelitianiniadalah Badan Keuangan dan AsetPemerintah Daerah Kota Kupangdenganjumlahpegawaisebanyak 85 orang. Teknik analisis data yang penelitigunakandalampenelitianiniuntukmengetahuipengaruhPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, dan KomitmenOrganisasiterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan, penelitimenggunakan Uji AnalisisRegresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisienDeterminasi (R2). Dari hasilpenelitian yang dilakukan, penelitidapatmenyimpulkanbahwaSecaraparsialterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. SedangakansecarasimultanterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. Hal inidibuktikandenganperolehanhasilpengujiandidapatihasilanalisisregresi linier bergandadengannilaikonstan a sebesar 1.103 sedangkankoefesienregresibˡ = 0.176, b² adalah 0.143, b3adalah 0.113, b4adalah 0.925. Sehinggadapatdimasukandalampersamaananalisisregresi linier bergandayaitu Y = 1.103 + 0.176X1 + 0.143X3 + 0.113X3 + 0.925X4+e. Selainituhasil Uji hipotesispertamayaituterdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPengawasan Internal (X1) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 8.279>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelKapasitasSumberDayaManusia (X2) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0010,05 dan nilaiT_hitung 3.542>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanTeknologiInformasi(X3) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0040,05 dan nilaiT_hitung 2.978>1,664. Dan selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanKomitmenOrganisasi(X4) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 28.210>1,664. Berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0.970. Artinyabahwasebesar 97% variabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dapatdijelaskan oleh variabelPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4). Sedangkanselisihnya 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidaktermasukdalampenelitianini. Kata Kunci :KualitasInformasiLaporanKeuangan, Pengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi dan KomitmenOrganisasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Pakan Alami Kuskus (Phalangeridae) Di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Banu M.S* Hendrik A.Ch** Nge S.T.M ** Kuskus adalah hewan berkantung (marsupial), aktif di malam hari (nokturnal), berekor panjang yang kuat (prehensile). Termasuk dalam family Phalangeridae yang memiliki enam genus yaitu, Trichosurus, Wyulda, Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, dan Strigocuscus. Kuskus merupakan hewan yang hidupnya di atas pohon (arboreal) tidak memilih jenis-jenis pohon tertentu sebagai tempat bersarang/bersembunyi. Bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus sangat variatif, dan tidak hanya pada satu bagian saja, tetapi pada beberapa jenis tumbuhan, beberapa organ tumbuhan seperti daun muda, tunas muda, buah dan bunga juga dikonsumsi oleh kuskus secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus yang ada di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekplorasi dan jelajah dengan langkah pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan survey terhadap lokasi yang pernah dijumpai adanya Kuskus kemudian melakukan wawancara terhadap sepuluh warga masyarakat yang sering berburu Kuskus selanjutnya dilakukan observasi dan identifikasi secara langsung pada jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari kuskus di hutan Gunung Timau sebanyak empat belas jenis yaitu: Gnetum gnemon, Ficus racemosa, Vocanga foetida, Ficus sp, Buchanania arborescens, Eucalyptus alba, Cryptocarya macrodesme, Myristica sp, Neolamarkia cadamba, Freycinetia aborea, Syzygium rostratum, Bischotia javanica, Nyssa javanica, Pometia pinnata. Kebanyakan jenis-jenis tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus adalah jenis pohon. Kata Kunci : Identifikasi, jenis jenis tumbuhan, Gunung Timau Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul skripsi “DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI TERDAKWA MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN” Rumusan masalah, Bagaimanakah Modus operandi terdakwa tindak pidana penganiayaan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Modus operandi yang digunakan terdakwa tindak pidana penganiayaan, dan manfaat penelitian ini secara teoritis yaitu untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan tentang modus operandi yang digunakan terdakwa tindak pidana penganiayaan. Dan manfaat secara praktis yaitu untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi peneliti lain yang ingin mengkaji tentang modus operandi yang digunakan terdakwa tindak pidana penganiayaan. Penelitian ini bersifat Deskriptif Jenis penelitian ini yaitu penelitian hukum Normatif Penelitian ini menempatkam dua Variabel,yaitu Variabel Bebas dan Variabel Terikat. . Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi Dokumen atau bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukan Modus operandi terdakwa tindak pidana penganiayaan yaitu: a) memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan. b) memukul korban menggunakan ember deterjen c) memukul korban menggunakan kursi dan kepalan tangan. d) memotong korban menggunakan parang. e) memukul korban menggunakan jongkong. Saran: 1).Sebagai hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana agar selalu memperhatikan tujuan pemidanaan yang bukan hanya sebagai pembalasan , melainkan untuk membina, mendidik perilaku untuk kembali ke masyarakat serta tidak mengulangi perbuatannya lagi dan pemidanaan tersebut harus memenuhi rasa keadilan baik bagi terpidana dan juga korban penganiayaan. 2).penegak hukum dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Kata Kunci:Modus , Tindak Pidana, penganiayaan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “analisis hubungan stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis desktiptif kuantitatif. Adapun hal yang paling penting yang perlu diperhatikan dalam kantor yakni stress kerja dan uraia pekerjaan serta perilaku pemimpin. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh perilaku pemimpin yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efesien. Stress merupakan suatu hal yang dimiliki setiap pegawai karena kecakapan,kemampuan seorang pegawai dapat meyelesaikan pekerjaannya maupun tugas yang diberikan dinas. Uraian pekerjaan merupakan suatu informasi tertulis yang menguraikan tugas dan tanggu jawab, kondisi pekerjaan dalam mencapai tujuan. Uraian pekerjaan pegawai juga sangat beperan penting dalam perusahaan agar dapat mencapai tujuan dagar dapat mencapai tujuan perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang masih berstatus sebagai pegawai, selain itu perilaku pemimpin juga perlu di perhatikan karena untuk mencapai hasi kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai serta untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja pegawai, uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai serta perilaku pemimping dengan kinerja pegawai pada dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang yang berjumlah 63 orang pegawai. Dengan sampel sebanyak 53 orang pegawai yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data analisis menggunakan teknik uji korelasi product momen menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin,dan kinerja pegawaidinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi product momen diketahui bahwa stress kerja dan kinerja pegawai mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,089 dan pearson correlation sebesar 0,236, dan uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,660, dan perilaku pemimpin dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,017 dengan pearson correlation sebesar 0,326.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PERMAINAN KERR Maksimus Jarot1*, Jusuf Blegur2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Dalam proses pembelajaran terkadang siswa sering melakukan kesalahan saat melakukan tolakan dan pendaratan, bahkan ada yang tidak sampai ke bak pasir, hal ini dikarenakan siswa selalu terburu¬-buru saat melompat atau bahkan ada yang sering menginjak batas akhir balok tolakan sehingga penilaian selalu diulang-ulang. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar gaya jongkok menggunakan permainan kerr pada siswa kelas VI di SD InpresRatemomang. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Inpres Ratemomang dengan jumlah siswa28orang. Hasil dan pembahasan: Peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan permainan kerr pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Inpres Ratemomang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa pada kegiatan pratindakan sebesar 68.39 dengan persentase ketuntasan sebesar 42,86%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu sebesar 73,57 dan persentase ketuntasan sebesar 53,57%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai KKM. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus II nilai rata-rata lompat jauh siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 80,35 dengan persentase ketuntasan sebesar 89,28%. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan permainan kerr pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Inpres Ratemomang, meningkat dengan ditandai nilai peserta didik mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75. Katakunci: lompat jauh gaya jongkok; pendekatan permainan kerr
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN Muti H. Yetron* Bunga Habba, J. F** Jemseng Abineno** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pembuatan biopelet menggunakan Kulit Buah Kelor (KBK) merupakan biomassa padat (pellet) yang dapat diolah sebagai pengganti energi alternatif. Biomassa dalam bentuk pellet dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar padat. Biopellet atau pellet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah kulit buah kelor (KBK) dan perekat berbahan tapioka, serta untuk mengetahui campuran yang tepat antar limbah kulit buah kelor dan perekat berbahan tapioka dalam pembuatan biopelet terhadap energi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi campuran limbah kulit buah kelor (K) dan perekat berbahan tapioka (T). Adapun perlakuan yang diuji coba adalah perlakuan A (100% vs 0), B (80% vs 20%), C (70% vs 30%), D (60% vs 40%0, E (50% vs 50%). Total bahan kulit buah kelor dan tapioka pada tiap sampel 1 kg. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga menghasilkan 25 unit percabaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dinalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuaan dan dilanjutkan dengan analisis Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pertama hingga perlakuan ke-5 (terakhir) hasil yang dihasilkan maksimal. Biopelet, Kulit Buah Kelor (KBK), Moringa Oleifera (kelor) *peneliti **pembimbing
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN Muti H. Yetron* Bunga Habba, J. F** Jemseng Abineno** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pembuatan biopelet menggunakan Kulit Buah Kelor (KBK) merupakan biomassa padat (pellet) yang dapat diolah sebagai pengganti energi alternatif. Biomassa dalam bentuk pellet dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar padat. Biopellet atau pellet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah kulit buah kelor (KBK) dan perekat berbahan tapioka, serta untuk mengetahui campuran yang tepat antar limbah kulit buah kelor dan perekat berbahan tapioka dalam pembuatan biopelet terhadap energi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi campuran limbah kulit buah kelor (K) dan perekat berbahan tapioka (T). Adapun perlakuan yang diuji coba adalah perlakuan A (100% vs 0), B (80% vs 20%), C (70% vs 30%), D (60% vs 40%0, E (50% vs 50%). Total bahan kulit buah kelor dan tapioka pada tiap sampel 1 kg. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga menghasilkan 25 unit percabaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dinalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuaan dan dilanjutkan dengan analisis Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pertama hingga perlakuan ke-5 (terakhir) hasil yang dihasilkan maksimal. Biopelet, Kulit Buah Kelor (KBK), Moringa Oleifera (kelor) *peneliti **pembimbing
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul Skripsi: Deskripsi Tentang Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penganiayaan Terhadap Anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanaka modus terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak? dan bagaimanakah akibat hukum dari tindak pidana penganiayaan kepada anak terhadap pelaku, korban, dan barang bukti? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak dan akibat hukum dari tindak pidana penganiayaan kepada anak terhadap pelaku, korban, dan barang bukti. Sifat penelitian ini adalah deskriptif yaitu mendeskripsikan atau menjelaskan tentang modus dan akibat hukum bagi terdakwa, korban, maupun barang bukti dalam tindak pidana penganiayaan terhadap anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana penganiayaan terhadap anak, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen/studi kepustakaan yaitu cara mengumpulkan bahan hukum melalu bahan hukum tertulis. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa modus pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak, yaitu pelaku menyerang atau memukul wajah korban dengan benda tumpul, menampar wajah, menjambak rambut, dan meludahi wajah korban, memecutkan alat pecut ke tubuh korban (punggung), mencubit lengan kanan, menjewer telinga kanan, dan mencubit bagian perut sebelah kiri korban, dan memukul bagian wajah korban dengan tangan kosong. Adapun akibat hukum yang ditimbulkan bagi pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak adalah terdakwa dikenakan penahanan selama berlangsungnya pemeriksaan perkara dan terdakwa dijatuhi pidana penjara. Akibat hukum bagi korban yaitu korban mengalami luka fisik dan terhalang melakukan pekerjaan. Sedangkan akibat hukum bagi barang bukti yaitu dalam 5 (lima) putusan terdapat 2 (dua) putusan yang memuat barang bukti yaitu Putusan Nomor: 33/Pid.B/2015/PN BSK dan putusan Nomor: 74/PID.Sus/2014/ PN.Pti. Barang bukti yang terdapat dalam 2 (dua) putusan tersebut “dikenakan penyitaan” dan “dirampas untuk dimusnahkan”. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu perlunya penyuluhan/sosialisasi yang rutin dilakukan baik dari kalangan mahasiswa, aparat penegak hukum, maupun pemuka agama agar menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik terhadap masyarakat dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar memiliki kesadaran hukum yang tinggi khususnya terhadap pentingnya perlindungan hak asasi anak demi terwujudnya generasi bangsa yang baik. Selain itu diharapkan bagi aparat penegak hukum agar memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak guna memberikan efek jera terhadap masyarakat lainnya Kata kunci : Penganiayaan Anak, Modus, Akibat Hukum
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penulis melakukan penelitian dengan judul deskripsi tentang motif dan modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan apa modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Jenis penulisan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam tulisan ini Penulis menemukan motif para terdakwa adalah para terdakwa menggunakan formalin agar mie tahan lama dan awet sedangkan dengan menambahkan boraks agar mie menjadi kenyal dan faktor ekonomi tetap utama dimana penjualan mie yang mengandung formalin dan boraks dalam jumlah banyak memberikan banyak keuntungan yang besar setelah mie basah di produksi dan dijual kepada pembeli. Modus pelaku yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya didasari oleh faktor-faktor yang menyebabkan perbuatan tersebut terjadi. Ada dua modus yang menjadi penyebab produsen memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan yang berasal dari dalam diri individu tersebut, sedangkan kebalikannya faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu tersebut. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan yakni motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan dalam makanan karena ingin mendapatkan mie yang lebih putih, lentur dan awet serta tahan lama serta ingin keuntungan yang besar dari hasil penjualan dan modus yang dilakukan oleh pelaku yang memproduksi mie dengan campuran formalin dan boraks adalah pelaku mencampur semua bahan yang telah disiapkan yakni terigu, air, garam, soda mie, formalin dan atau boraks kemudian dimasak/direbus dan dikeringkan/ angin-anginkan setelah itu dicetak menjadi mie yang kemudian siap untuk dijual ke pasaran. Sedangkan saran dalam tulisan ini yakni pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembedaan bahan tambahan pangan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam memproduksi pangan. Untuk mencegah pelaku produsen yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya yang didorong oleh faktor pendidikan, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan pemberian edukasi tentang klasifikasi bahan tambahan pangan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Secara Ilegal Di Luar Negeri”. Rumusan masalahnya adalah faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi dokumen, yaitu dengan membaca, mempelajari dan menganalisa buku-buku, peraturan-peraturan, referensi putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal di luar negeri. Sesuai hasil penelitian dan pembahasan, maka yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal adalah : Terdakwa ingin mendapatkan upah Lemahnya Pengawasan dari lembaga yang memiliki kewenangan Lemahnya Koordinasi antara Pemerintah dan Perusahaan Swasta Saran, bagi masyarakat khususnya orang perseorangan diharapkan untuk tidak melakukan perekrutan dan penempatan TKI sebagaimana telah di atur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan alasan apapun sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan, baik pada tahapan prapenempatan, masa penempatan maupun sampai dengan purnapenempatan. Bagi pemerintah dan perusahaan swasta untuk lebih memperkuat koordinasi baik pada tahap rekrutmen dan seleski CTKI, pengurusan dokumen dan perjanjian kerja, sehingga tidak menimbulkan permasalahan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam hal ini. Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia, Ilegal, Penempatan dan Perlindungan