Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

2.079 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 612025: 372024: 162023: 3122022: 4662021: 6902020: 872018: 482017: 12016: 42011: 11018: 1

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja pegawai, tercermin dari salah satu misinya yang membangkitkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin yang kuat dan konsisten, namun fenomena yang berlangsung bahwa adanya beberapa pegawai memiliki pola pikir hanya menggugurkan kewajiban tugas. Kinerja pegawai hanya berfokus pada melakukan pekerjaan sesuai dengan bagian mana tempatnya bekerja. Sehingga dalam mengukur kinerja pegawai tentunya harus berkaca pada hasil kerja yang dilakukan. Oleh karena hal tersebut, tidak menjadi lumrah jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan pegawai yang memiliki perilaku seperti : 1. Lamban ketika bekerja, 2. Tidak tepat waktu sesuai target waktu yang telah ditentukan dan 3. Kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan Inilah yang menjadi faktor kurang maksimalnya hasil kerja, tidak hanya itu pegawai saat bekerja ada yang tidak terlalu memperdulikan pekerjaan, seperti : 1. Pulang sebelum waktunya kerja berakhir karena pekerjaan dianggap selesai. 2. Pegawai yang bekerja dengan malas - malasan, 3. Menurunnya prestasi kerja dan rendahnya produktivitas pada saat bekerja sehingga membuat hasil kerja kurang optimal. Hasil kerja pegawai juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dimana hubungan antar pegawai, faktor individu, faktor luar, faktor suasana kerja, dan faktor lingkungan kerja. faktor lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kondisi psikis pegawai, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan individu, waktu kerja yang dibatasi banyaknya pekerjaan yang harus dirampungkan serta peralatan kerja yang kurang menunjang akan ikut berpengaruh terhadap beban kerja pegawai. kinerja pegawai pada kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II didapatkan fakta bahwa suasana kerja tidak harmonis antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, hal ini berimbas pada komunikasi yang kurang baik antara pegawai, serta ketersedian fasilitas kerja yang belum memadai. Hal ini yang menyebabkan pegawai merasa kurang nyaman dan jenuh dengan kondisi yang ada, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan hal ini berimbas pada kinerja pegawai. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja dan lingkungan kerja Terhahap Kinerja Pegawai ( Studi Kasus pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II). Operasional konsep penelitian sebagai berikut. 1. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Sinambela adalah kemampuan individu dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu 2. Motivasi Pegawai Motivasi pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat dari yakni dorongan bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin karena dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya 3. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah suasana dan hubungan antar rekan kerja yang mampu menciptakan kinerja kerja yang lebih meningkat. Hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut Y =6.74+ 0,24x1+ 0,049x2+ 0.05 Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa 1. Nilai konstanta adalah 0.674, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Motivasi dan lingkungan kerja ( nilai X1 dan X2 adalah 0) maka kinerja pegawai sebesar 0,674. 2. Nilai koefisien regresi Motivasi adalah 0,241 artinya jika variabel motivasi (X1) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabellingkungan kerja (X2) dan konstanta (a) adalah nol (0), maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,241. Hal tersebut menunjukan bahawa variabel motivasi yang di sediakan berkontribusi positif bagi kinerja pegawai. sehingga makin tinggi motivasi kerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Nila koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,049 artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabel pengaruh motivasi (X1) dan konstanta 0 (nol ), maka kinerja pegawai sebesar 0,049 hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan kerja yang berkontribusi positif bagi kinerja pegawai, sehingga semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil uji t dan sig, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai (H1) Variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari sinifikan motivasi (X1) 0,00 0,05, dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) = (0.025;30) = 1,99. Berarti nilai thitung lebih besar dari table (7,71> 1,99) maka Ho ditolak H1 diterima. Maka hipotesis variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Sehingga hipotesis yang berbunyi diduga terdapat berpengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. 2. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (H2) Variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari signifikan kompensasi (X2) 0,55 0,05, Dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) =(0.025;30) = 1,99 Berarti nilai thitung lebih besar dari table (2,59>1,99), maka Ho ditolak H1 diterima. Sehingga hipotesis variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 48,58 dengan nilai F tabel adalah 3,11 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 48,58 > 3,11, dan tingkat signifikan 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan H3 di terima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) secarah bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hasil Uji R kuadrat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squaresebesar 0,54. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 54% sisanya 46% dijelsakan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan atas hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 2. Ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA TERHADAP KARAKTER REMAJA DI JEMAAT GMIT PNIEL SIKUMANA KLASIS KOTA KUPANG BARAT TAHUN 2020/2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman kepada setiap orang Kristen. Sehingga karakter anak remaja di bentuk dari keluarga (ayah dan ibu) dan membentuk sinergi dengan gereja dan sekolah. Pembentukan karakter Kristus dalam diri anak remaja merupakan tanggung jawab orang tua. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh Pendidkan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh orang tua yang memiliki anak remaja dan seluruh anak remaja Jemaat GMIT Pniel Sikumana dan di ambil 40 orang secara acak sebagai sampel orang tua 20 remaja 20. Dari hasil penelitian tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja, hal ini di buktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sampel t-test, dimana hasil analisis data dari dua variabel diperoleh nilai sig (2 tailed) 0.000 < 0.05. Sesuai dengan ketentuan apabila nilai sig < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikansi antara Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja, dan jika nilai sig > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikansi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha yang diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja. Kesimpulan, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja merupakan suatu bagian yang sangat penting dari rencana Allah dan merupakan tanggung jawab orang tua.

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, TRANSFER PEMERINTAH PUSAT DAN BELANJA DAERAH TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH (STUDI KASUS PADA KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh pendapatan asli daerah, transfer pemerintah pusat dan belanja daerah terhadap kemandirian keuangan daerah. (Studi pada kabupaten kupang provinsi nusa tenggara timur). Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah?, Apakah transfer pemerintah pusat berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah?, dan Apakah belanja daerah berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah? (Studi Pada Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah terhadap kemandirian keuangan daerah, untuk mengetahui pengaruh transfer pemerintah pusat terhadap kemandirian keuangan daerah, dan untuk mengetahui pengaruh belanja baerah terhadap kemandirian keuangan daerah. Adapun konsep dari penelitian ini adalah kemandirian keuangan daerah, pendapatan asli daerah, transfer pemerintah pusat dan belanja daerah. kemandirian keuangan daerah menyatakan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahannya, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Transfer pemerintah pusat atau Dana perimbangan merupakan Dana yang bersumber dari penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah. belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Keuangan Pemerintah Daerah Seluruh Kabupaten Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Laporan Realisasi Keuangan Pemerintah Daerah 22 Kabupaten Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020 Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai R Square sebesar 0,815 atau 81,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatn Asli Daerah X1, Transfer Pemerintah Pusat X2 dan Belanja Daerah X3 berpengaruh terhadap variabel Y Kemandirian Keuangn Daerah ssebesar 81,5%. Sedangkan pengaruh sisanya sebesar 18,5% merupakan variabel lainyang tidak di teliti dalam penelitian ini. Hasil uji regresi secara parsial Pendapatan Asli Daerah (PAD) H1 Menunjukkan nilai β1 2,056 dan Nilai statistik t menunjukkan 15,999 dengan tingkat signifikansi 0,000 Kurang dari 0.05 Maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD). .Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Transfer Pemerintah Pusat (TPP) H2 Menunjukkan nilai β2 -0,256 dan Nilai statistik t menunjukkan -2,728 dengan tingkat signifikansi 0,008 kurang dari 0.05 Maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Transfer Pemerintah Pusat (TPP) berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD). Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Belanja Daerah (BD) H3 Menunjukkan nilai β1 -0,094 dan Nilai statistik t menunjukkan -0,872 dengan tingkat signifikansi 0,387 lebih dari 0.05 Maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Belanja Daerah (BD) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD).

ANALISIS INTENSITAS ASET TETAP, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 – 2021)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu negara akan dinilai baik dari segi perekonomiannya apabila anggaran dalam negara tersebut memiliki kesanggupan dalam hal pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan aktivitas ekonomi yang stabil. Pajak ialah kontribusi yang sifatnya memaksa, yang dibayar kepada negara, baik oleh wajib pajak perseorangan ataupun badan berdasarkan peraturan yang ditetapkan. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah berusaha untuk mendapatkan penerimaan pajak yang sebesar besarnya dari semua wajib pajak, sedangkan sebaliknya semua wajib pajak berusaha untuk membayar pajak sekecil mungkin untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Hal ini pada akhirnya mendorong sebagian besar perusahaan untuk melakukan berbagai cara baik legal maupun ilegal dengan tujuan untuk semaksimal mungkin menekan beban pajak bahkan mungkin menghilangkannya. Menurut Frank (dalam Suyanto dan Supramono, 2012) agresivitas pajak perusahaan merupakan suatu tindakan merekayasa pendapatan kena pajak melalui perencanaan pajak yang dapat dilakukan baik secara legal (tax avoidance) maupun secara ilegal (tax evasion). Maka penulis berpendapat bahwa agresivitas pajak adalah strategi merekayasa pelaporan pajak untuk menghindari, mengurangi, atau menghilangkan beban pajak perusahaan sehingga memperkecil kewajiban pajaknya dengan memanfaatkan kelemahan aturan pajak dari segi hukum agar tidak akan dipermasalahkan nantinya. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah: Apakah intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 2. Leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 3. Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak 4. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sektor rokok dari tahun 2014 – 2021. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan 4 perusahaan rokok, yaitu Wismilak, Sampoerna, Gudang Garam, Bentoel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuantitatif dan hasil penelitiannya diolah menggunakan program SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hanya satu variabel saja yang berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,153 > 0,05; leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,144 > 0,05; Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05; dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,551 > 0,05.

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI DALAM PEMBUATAN TORTILA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung dalam meningkatkan kandungan gizi tortilla. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dikakukan pada bulan oktober – sampai selesai. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase Tepung jagung 100 % ( kontrol), 1% tepung kelor, 2% tepung kelor dan 3% tepung kelor. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur dan protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kelor berpengaruh terhadap karakteristik organoleptic dan sifat kimia tortilla yang yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan Tepung jagung 100 % ( kontrol). Berpengaruh terhadap rasa tortila fortifikasi dengan skor 4,7 (suka)). Pada atribut aroma dan warna terdapat pada perlakuan B. (tepung kelor 1%) dengan masing- masing nilai 4,5 (suka). Sedangkan untuk atribut tekstur terdapat pada perlakuan C (tepung kelor 2 %) dengan nilai (4,5) (suka). Sedangkan pada protein penambahan tepung kelor D (3%) memberikan nilai kadar protein lebih tinggi yakni 31,15%

Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa Untuk Mewujudkan Good Governance di Desa Leer Kecamatan Pantar Barat Kabupaten Alor

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh akuntabilitas dan transparansi terhadap pengelolan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance. Adapun persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah akuntabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance dan apakah transparansi berpengaruh terhadap pengelolaan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas terhadap pengelolaan alokasi dana desa dan untuk menguji pengaruh transparansi terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Adapun konsep dari penelitian ini adalah akuntabilitas, transparansi dan alokasi dana desa. Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja serta tindakan seseorang badan hukum, pimpinan atau organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban, Transparansi merupakan pemberian pelayanan publik harus bersifat terbuka, mudah dan dapat di akses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Alokasi dana desa merupakan dana responsivitas Negara untuk membiayai kewenangan desa meliputi : kewenangan asal ususl, kewenangan atributif organisasi local dan kewenangan delegatif-administratif dari delegasi atau ugas pembantu dan pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa leer yang sudah berusia diatas dari 24 tahun yaitu sebanyak 565 orang . Teknik penetuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan sebesar 10% maka dihitung : n = N / 1 + N e2 maka, 565/(1+565.0,12) = 84,962 dibulatkan = 85 maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 85. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda meliputi Uji t dan Uji F dan uji R diolah dengan menggunakan program SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Hal ini dikuatkan oleh variabel akuntabilitas memiliki nilai t hitung > t tabel (6,226 > 1,989) dengan perolehan tingkat signifikan 0,000 0.05 maka H1 diterima dan Ho ditolak. Dan variabel transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan dana desa karena variabel transparansi memiliki nilai t hitung (3,650) > t tabel (1,989) dengan tingkat signifikan yang diperoleh 0,000 0.05 hal ini menunjukan bahwa H2 diterima dan Ho ditolak. ABSTRACTION The problem taken in this study is the effect of accountability and transparency on the management of village fund allocations to realize good governance. The issue raised in this study is whether accountability affects the management of village fund allocations to realize good governance and does transparency affect the management of village fund allocations to realize good governance? This study aims to examine the effect of accountability on the management of village fund allocations and to examine the effect of transparency on the management of village fund allocations. The concepts of this research are accountability, transparency and allocation of village funds. Accountability is an obligation to provide accountability or answer and explain the performance and actions of a legal entity, leader or organization to parties who have the right or authority to ask for information or accountability, Transparency is the provision of public services that must be open, easy and accessible to all parties needed and provided adequately and easily understood. The allocation of village funds is a State responsiveness fund to finance village authorities, including: authority of origin, attributive authority of local organizations and delegated-administrative authority of delegates or auxiliary tasks and the government. The population in this study were all the people of Leer Village who were over the age of 24 years, as many as 565 people. The technique for determining the number of samples used in this study is using the Slovin formula with an error tolerance limit of 10%, then it is calculated: n = N / 1 + N e2 then, 565/(1+565.0,12) = 84,962 rounded up = 85 then the number of samples in this study as many as 85. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique used is Multiple Regression Analysis including t-test and F-test and the R-test is processed using the SPSS 26 program. The results of this study indicate that the accountability variable has a positive and significant effect on the management of village fund allocations. This is confirmed by the accountability variable having a value of t count > t table (6.226 > 1.899) with a significant level of 0.000 0.05, so H1 is accepted and Ho is rejected. And the transparency variable has a positive and significant effect on the management of village funds because the transparency variable has a value of t count (3.650) > t table (1.989) with a significant level obtained 0.000 0.05, this indicates that H2 is accepted and Ho is rejected.

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN ( STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Peneitian ini tentang Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Intergritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanana Dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Kualitas Audit penting bagi perusahaan karena menunjukkan kewajaran laporan keuangan, selain itu mekanisme corporate governance dibutuhkan sebagai control eksternal bagi manajemen perusahaan. Integritas laporan keuangan dibutuhkan oleh pihak eksternal perusahaan karena mereka akan memutuskan berinvestasi atau tidak dalam perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (a) Apakah Mekanisme Corporate Govermance berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI? Dan (b) Apakah kualitas audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur Subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI? Konsep penelitian ini adalah Mekanisme Corporate Governance yaitu kerja secara tersistem untuk memenuhi persyaratan tertentu atau suatu aturan, prosedur, dan hubungan antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang akan melakukan pengawasan tertahap keputusan. Kualitas audit merupakan proses sistimatis untuk mengevaluasi secara objektif bukti yang berkaitan dengan penilaian kegiatan dan peristiwa ekonomi untuk menyampaikan hasilnya kepaada pengguna yang berkepentingan. Integritas laporan keuangan merupakan sejauh mana laporan keuangan yang disajikan menunjukkan informasi yang benar dan jujur.atau integritas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang menampilkan kondisi suatu perusahaan yang sebenarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021, sedangkan sampel 15 Perusahaan yang menjadi sampel adalah perusahaan bergerak di sub- Sektor makanan dan minuman. Sampel diperoleh dengan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini menyuimpukan bahwa (1) Mekanisme Corporate Governance Berpengaruh Positif Signifikan Terhadap Integritas Laporan, dan (2) Pengaruh Kualitas Audit Tidak Berpengaru Terhadap Integritas Laporan Keuangan.

PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG Menjelang era perdagangan bebas, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu hal yang dapat yang ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan adalah meningkatkan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut, karena faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu perusahaan adalah manusia. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat, kreativitas dan semangat bagi perusahaan serta memegang peran penting dalam fungsi operasional perusahaan. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan. Salah satu cara mengoptimalkan kinerja karyawan adalah dengan pemberian balas jasa (insentif) diberikan kepada karyawan agar di dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga produktivitas dan kinerjanya meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan, peneliti serta bagi peneliti berikutnya. Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga sangat penting untuk diperhatikan manajemen perusahaan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pada karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut. Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Dan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi liniear berganda, dengan variabel bebas, yaitu Insentif dan Lingkungan Kerja dan variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa variabel Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,dan variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2 ) adalah sebesar 74,3%, faktor-faktor kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang dapat dijelaskan oleh Insentif dan Lingkungan Kerja. Sedangkan sisanya 25,7% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI PADA PT. SURYA BATARA MAHKOTA KOTA KUPANG Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk dapat bertahan, berkembang dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau yang diharapkan konsumennya, karena banyak faktor yang mempengruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 93 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen PT. Surya Batara Mahkota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), dan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis linear berganda Y= a +b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (uji Parsial) berdasarkan hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda Y= a +b1 diperoleh X1 = 11.865 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak Selanjutnya data diperoleh X2 = 4.938 nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X3 = 6.424 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X4 = 8.979 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: produk, harga, lokasi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisi regresi linear berganda maka dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel produk (X1), harga (X2), lokasi (X3) dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,0000,05 dan nilai F hitung lebih besar F tabel (99.701> 2,47) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel produk(X1), harga(X2), lokasi(X3) dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian(Y). Hasil penelitian pada variabel produk (X1) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 11,865 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel Harga (X2) menunjukan bahwa harga memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4.938 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel lokasi (X3) menunjukan bahwa lokasi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6.424 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel promosi (X4) menunjukan bahwa promosi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 8.979 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Kata Kunci: Produk, Harga, Lokasi, Promosi Dan Keputusam Pembelian

strategi pemasaran produk lokal makanan kecil nusa timor kelurahan batakte kecamatan kupang barat (studi dalam masa covid-19)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Strategi pemasaran adalah proses menetukan target pasar untuk memasarkan serta mengenalkan suatu produk maupun jasa pada masyarakat.strategi pemasaran merupakan salah satu cara dalam mengenalkan produk kepada konsumen, dan hal ini menjadi penting karena akan berhubungan dengan laba yang akan dicapai oleh perusahaan. strategi pemasaran akan berguna secara optimal bila didukung oleh perencanaan yang terstruktur baik dalam segi internal maupun eksternal perusahaan. Dan sebelum melakukan berbagai macam promosi atau pendekatan pemasaran lainnya, perusahaan harus terlebih dahulu membidik pasar atau segmen secara jelas. Sebagian besar kegagalan usaha yang terjadi disebabkan oleh gagal nya perusahaan mendefenisikan pasar yang dituju dan bagaimana potensinya Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman) yang dihadapi oleh usaha Nusa Timor (2) melihat alternatif apa yang baik digunakan untuk oleh usaha Nusa Timor. Jenis analisis yang digunakan oleh usaha Nusa Timor yaitu analisis SWOT (strength, weaknesses, opportunity, dan threats), dalam analisis SWOT pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan dalam penyusunan faktor strategi usaha Nusa Timor adalah dengan menggunakan matriks SWOT. Hasil dari analisis matriks SWOT menghasilkan alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah ST, WT, SO, dan WO. Hasilnya adalah posisi perusahaan sedang berada pada kuadran 1 yaitu posisi growth (bertumbuh) sehingga menghasilkan alternatif strategi yang bisa dilakukan oleh perusahaan diantaranya ada empat yaitu strategi SO, memanfaatkan strength (kekuatan)untuk memaksimalkan opportunity (peluang.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK DI KOTA KUPANG PADA MASA PANDEMI COVID-19

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK DI KOTA KUPANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara apa yang diterima dengan harapan-harapannya. Rasa puas seseorang dalam bekerja merupakan salah satu hal terpenting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia tersebut agar dapat berperan aktif dalam kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti pemberian upah atau kompensasi, pemimpin dengan cara dan sikap dalam memimpin, serta dukungan dari teman atau rekan kerja. Selain itu juga faktor kondisi lingkungan kerja, rasa nyaman dalam bekerja, dan hal lain seperti penyediaan fasilitas kerja adalah aspek yang cukup penting dalam kepuasan seseorang. Apabila dari setiap aspek ini karyawan mendapatkan kepuasan tersebut, karyawan cenderung akan bertahan pada perusahan, walaupun tidak semua aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja terpenuhi. Dengan demikian, tingkat kepuasan seseorang dalam bekerja tergantung dari bagaimana pengelolaan sumber daya manusia tersebut oleh perusahaan atau organisasi. Penelitian ini melatar belakangi dari beban kerja yang bertambah akibat pandemik Covid-19 yang terjadi di Indonesia terkhususnya di Kota Kupang. Jika beban kerja ini bertambah maka akan mempengaruhi pada kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Disamping itu, beban kerja bukan hanya berbicara tentang penambahan pekerjaan, tetapi beban kerja ini dipengaruhi juga oleh resiko dari Covid-19 tersebut, yang nyatanya memiliki resiko yang besar sampai menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, jika instansi ingin mempertahankan kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan maka instansi kesehatan tersebut harus dapat mengelola SDM atau tenaga kesehatan ATLM dengan baik, salah satunya dengan cara mengetahui kepuasan dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Dengan demikian, untuk mengetahui kepuasan tersebut, maka perlu dilakukannya analisis indikator-indikator apa saja yang xvi mempengaruhi kepuasan kerja tersebut. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada masa pandemi Covid-19 di Kota Kupang. Populasi dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang sebanyak 271 orang. Sampel dari penelitian ini diambil sebanyak 5% dari total populasi yaitu 13 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner secara terbuka. Kuesioner terbuka adalah kuesioner penelitian yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat pribadinya atau jawaban sendiri terhadap daftar pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, tanpa memberikan petunjuk jawaban kepada responder berupa jawaban ya, tidak dan lain sebagainya. Sarana dalam penyebaran kepada responden dengan menggunakan Google Form. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif, yang dari hasil pengolahan data kuesioner responden tersebut lalu dimasukkan ke dalam distribusi frekuensi untuk mempermudah proses menganalisis data atau mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada responden. Analisis lanjutan dalam penelitian ini adalah memberikan penjelasan satu persatu secara deskriptif dari setiap responden dengan jumlah pertanyaan sebanyak 3 butir yang berupa tanggapan-tanggapan terhadap indikator kepuasan kerja yang dialami responden dalam hal ini tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setiap responden memiliki kepuasan yang berbeda-beda, ada yang mengalami kepuasan pada semua indikator yaitu indikator teman atau rekan kerja, upah atau kompensasi, fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan pemimpin. Adapun yang mengalami kepuasan pada beberapa indikator saja seperti teman atau rekan kerja, fasilitas, lingkungan kerja dan pemimpin, tetapi tidak merasa puas dengan upah yang diterima dan pemimpin atau atasan. Adapun juga yang mengalami ketidakpuasan pada beberapa indikator seperti upah/kompensasi, dan pemimpin, namun responden masih mendapat xvii kepuasan pada indikator lainnya, namun ketidakpuasan yang dialami responden pada kedua indikator tersebut mempengaruhi perasaan puas responden terhadap indikator-indikator lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakpuasan dan juga telah dibuktikan dari kesimpulan hasil dari pertanyaan yang diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tempat kerja atau instansi kesehatan tersebut tidak atau belum dapat memberikan kepuasan yang diharapkan oleh tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada aspek atau indikator upah dan pemimpin. Dengan demikian, bahwa tingkat kepuasan yang dialami responden tergantung pada instansi kesehatan mana yang mereka tempati dalam bekerja serta bagaimana instansi kesehatan mengelola atau menciptakan kepuasan tersebut kepada setiap tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang.

PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH TAHUN 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH Rohi M. (*) Manu L. (**) Manggoa. A. M (**) Pernikahan merupakan ikatan permanen antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang disahkan secara agama, adat dan pemerintah. Namun ada juga pasangan yang hidup bersama sebagai suami istri tanpa melakukan proses agama, adat dan pemerintah yaitu kumpul kebo. Bahkan juga ada yang melakukan seks diluar nikah dan saling meninggalkan. Melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri merupakan penyerahan tubuh dan jiwa seseorang kepada orang lain, melepaskan pemuasan nafsu kelamin berarti ia merusak hidupnya. Karena itu, pemuda sebagai tulang punggung dan generasi penerus gereja dan bangsa harus terhindar dari perilaku menyimpang tersebut agar dapat mencerminkan sikap dan perilaku yang patut dicontoh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan pemuda tentang pasangan kumpul kebo dan untuk mengetahui tindakan pemuda agar terhindar dari kumpul kebo di jemaat GMIT Samaria Noelbaki. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan cinta yang benar adalah perasaan yang tulus dari dalam hati yang menerima kekurangan pasangan dan tidak menginginkan tubuh serta sesuatu yang mendatangkan kesenangan sesaat. Pemuda juga tidak setuju dengan seks diluar nikah karena dapat berdampak buruk seperti hamil diluar nikah, stress, depresi, aborsi dan terjangkit penyakit seksual. Seks diluar nikah disebabkan karena pergaulan bebas, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan kurangnya kasih sayang, masalah ekonomi sehingga ada yang menjual diri. Kumpul kebo merupakan perbuatan yang menunjukan ketidaksabaran seseorang untuk hidup bersama tanpa melakukan prosesproses untuk mengsahkan sebuah hubungan pernikahan, kumpul kebo terjadi karena hubungan yang tidak direstui, aturan adat dan hamil. Tindakan yang diambil pemuda agar tidak melakukan kumpul kebo adalah melibatkan Tuhan dalam hubungan, melakukan kegiatan positif, aktif dalam kegiatan gereja, tidak berkencan ditempat sepi. Agar tidak terjadi kumpul kebo perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak seperti masyarakat, gereja, pemerintah dan tokoh adat. Orang tua harus mengontrol pergaulan anak, mendorong anak melakukan kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan anak. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas, sosialisasi dan membuat aturan yang melarang warga melakukan kumpul kebo. Gereja juga harus mendorong dan mendoakan pasangan kumpul kebo agar menikah, sering mengadakan nikah masal dan membekali kaum muda dengan pengetahuan Alkitab. Tokoh adat harus memperbaharui aturan adat sehingga tidak menghalangi pasangan yang ingin menikah. Jika semua elemen melalukan perannya dengan baik maka besar kemungkinan tidak terjadi kumpul kebo. Kata kunci : Pandangan pemuda, pasangan kumpul kebo Keterangan : Penulis (*) : Pembimbing (**)

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR ONLINE SISWA SD INPRES OESAPA TAHUN 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR ONLINE SISWA DI SD INPRES OESAPA TAHUN 2021 Mete R. A. (*) Natonis A. D (**) Pabala P. P. (**) Pelajaran Pendidikan Agama Kristen membutuhkan upaya dari seorang guru untuk dapat mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. Upaya guru sendiri adalah suatu usaha dari seorang pendidik dalam memberdayakan siswanya menjadi siswa yang berprestasi atau terdidik. Pada tingkat tertentu memang ada anak didik yang mampu mengatasi kesulitan belajarnya, tanpa harus melibatkan orang lain. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, karena anak didik belum bisa mengatasi kesulitan belajarnya, maka bantuan guru, orang tua, dan orang lain sangat diperlukan oleh anak didik. Seorang guru harus mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar yang dialami oleh siswa sebelum memberikan bantuan, agar masalah yang dihadapi oleh siswa dapat terselesaikan Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi kesulitan belajar online siswa di SD Inpres Oesapa tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Kristen dalam belajar online siswa di SD Inpres Oesapa tahun 2021 adalah memeriksa siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar, mengetahui materi yang belum dikuasai oleh siswa, menyusun rencana kegiatan remedial dengan merumuskan indikator hasil belajar dan menentukan materi yang sesuai dengan indikator hasil belajar, memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa. merencanakan waktu yang diperlukan dan menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian. Melaksanakan kegiatan remedial dengan memberikan tugas atau pembelajaran individu dan melakukan penilaian serta mengkaji kemajuan belajar siswa. Kata Kunci : Upaya Guru, Kesulitan Belajar Online Siswa dan SD Inpres

Bentuk- Bentuk Pelayanan Anak dan Remaja Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sumlili Tahun 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).

KARAKTERISASI SIFAT FISIK BUAH LABU KUNING DAN RENDEMEN TEPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEPUNG LABU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISASI SIFAT FISIK BUAH LABU KUNING DAN RENDEMEN TEPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEPUNG LABU Maria Irnasulinda ¹ )Ir. Andreas I. Medah,Mp ²)Ir. Zet Malelak,M.Si ³ ) ABSTRAK Labu kuning merupakan jenis Cucurbita moschata memiliki warna kuning. Warna kuningpada buah labu disebabkan adanya pigmen karatenoid yang sebagian besar berbentuk betakaroten yang bermanfaat untuk sintesis vitamin A pada tubuh manusia. Penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi sifat fisik buah labu kuning yang ada pada lima pasar dikabupaten Kupang. Penelitian ini merupaka penelitian Deskriptif yaitu dengan memulai pengamatan dan Observasi kepada objek dan memcatatnya dari kebutuhan karakterisasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu uji fisik pada karakterisasi labu kuning. Berdasarkan data yang disimpulkan bahwa karakterisasi labu di kabupaten kupang dengan lima pasar yang berbeda yaitu Pasar Baun, Pasar Oekabiti, Pasar Takari, Pasar Camplong, Pasar Oesao, perlakuan\pasar yang paling baik untuk menghasilkan produk tepung labu kuning adalah Pasar Baun dengan nilai rata-rata volume labu 13,554 gram, nilai rata-rata bijilabukuning 52,6 gram dan nilai rata-rata tepung labukuning 133 gram. Kata Kunci: Karakterisasi, labu kuning, kabupaten kupang. Keterangan ¹) Peneliti ²) Pembimbing

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM MENGHASILKAN PERMEN KELOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM MENGHASILKAN PERMEN KELOR Mangngi Katrina’ “Malelak Zet Nubatonis M. Lesybeth” ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Gelatin Dalam Menghasilkan Permen Kelor.Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 6%, 8% dan 10%. Variable yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan gelatin berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik permen kelor yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan gelatin sebanyak 8% dengan sifat organoleptik yakni: skor aroma 3,639 (khas tepung kelor); skor rasa 3,833, (khas tepung kelor); skor warna 3,750 (hijau kecoklatan) ; skor tekstur 3,694 . Kata kunci :Gelatin, Tepung Kelor, Permen Kelor

PENGARUH LAMA PENYANGRAIAN KACANG METE TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAMA PENYIMPANAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAMA PENYANGRAIAN KACANG METE TERHADAPA KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAMA PENYIMPANAN Mesa DanggaMarselina*) Nubatonis M. Lesybeth**) MalelakZet**) ABSTRAK Penelitianinibertujuanuntukmengetahui Lama PenyangraianKacang Mete TerhadapKarakteristikFisik Dan Kimia SelamaPenyimpanan.Penelitianinidilaksanakan di LaboratoriumProsesingFakultasTeknologiPertanianUniversitasArthaWacanaKupang.MenggunakanRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 5 perlakuandan 3 kali ulangansehinggaterdapat 15 unit percobaan, dengan lama penyangraian 5 menit, 10 menit, 15 menitdan 20 menit. Variabel yang diamatiadalahkarakteristikkimia yang meliputianalisiskadar air dankadarlemakdankarakteristikorganoleptik yang meliputiujikesukaanterhadapwarna, aroma dantekstur. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa lama penyangraianberpengaruhterhadapkarakteristikfisikdankimiakacang mete selamapenyimpanan. Perlakuanterbaik lama penyangraiankacang mete terdapatpadaperlakuan P3 yaitu lama penyangraian 15 menit, menghasilkannilai rata-rata warnakacang mete sebelumpenyimpanan 4.68 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata warna 4.70 (sangatsuka). Nilai rata-rata aroma sebelumpenyimpanan 4.73 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata aroma 4.13 (suka) dannilai rata-rata tekstursebelumpenyimpanan 4.78 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata tekstur 4.63 (sangatsuka).Sedangkanujikimianilai rata-rata kadar air sebelumpenyimpanan 2.84% dansetelahpenyimpanannilai rata-rata kadar air 3.08%. Nilai rata-rata kadarlemaksebelumpenyimpanan 42.56% dansetelahpenyimpanannilai rata-rata kadarlemak 41.95%. Kata Kunci :Penyangraian, Kacang Mete, Penyimpanan *) Peneliti **) Pembimbing