Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: varietas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Alga Merah Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda Yang Dibudidaya Dengan Metode Yang Berbeda Dan Habitat Yang Berbeda Di Peraiaran Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Tablolong terletak di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pemilihan lokasi ini dikarenakan Desa Tablolong memiliki perairan yang cocok dalam melakukan budidaya rumput laut, serta lokasi tersebut juga merupakan lokasi budidaya rumput laut bagi masyarakat sekitar, mengacu pada penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap rumput laut yang diformulasikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda dan habitat. Jumlah rata-rata pada akhir penelitian hari yang ke-49 adalah 716,5 gram pada habit lamun jenis Sacol Sulamu di habitat pasir jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat pasir tertinggi 573,0 gram pertumbuhan harian tertinggi pada habitat lamun 590,4 gram/hari terendahnya 105,2 gram/hari, sedangkan habitat pasir tertinggi 636,4 gram/hari terendahnya 109,2 gram/hari pertumbuhannya awal 4,15% per hari sampai minggu ke-7 dengan nilai 5,47% per hari. Kemudian jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat lamun pertumbuhan spesifik tertinggi 4,15% sampai 5,47% per hari sedangkan pada habitat pasir pertumbuhan awal 4,15%. Pertumbuhan mutlak tertinggi pada habitat lamun dari jenis Sacol Sulamu metode long line tertinggi 657,5 gram, sedangkan pada habitat pasir pertumbuhan tertinggi pada metode long line 569,0 gram, kemudian jenis Eucheuma Cottonii Pasir Panjang pada habitat lamun metode long line 486,5 gram sedangkan pada habitat pasir pertumbuhannya 420,0 gram. Tertinggi pada kedua habitat tersebut berasal dari rumput laut Sacol Sulamu pada habitat lamun dan habitat pasir sedangkan pertumbuhan yang terendah pada habitat pasir dan habitat lamun jenis Eucheuma Cottonii Pasir panjang, pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada habitat pasir dan habitat lamun, maka dapat disimpulkan bahwa varietas dari kedua jenis tersebut yang memberikan varietas yang baik di perairan Desa Tablolong adalah rumput laut Sacol Sulamu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BUDIDAYA RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DENGAN METODE STEK PADA STRAIN BERBEDA YANG DI UJI COBA DI PERAIRAN TABLOLONG KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chandra Lie Kastelo Kase. 17381214. Penempelan (Grafting) Makro alga Kappaphycus alvarezii Varian Varietas Di perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. (Pembimbing: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si dan Alfred G.O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Makro alga (seaweeds) atau yang biasa juga disebut ganggang merupakan tumbuhan berklorofil dimana seluruh bagian tanaman dapat menyerupai akar, batang, daun, atau buah semuanya disebut thallus. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk uji coba penempelan (grafting) makro alga varian varietas Kappaphycus alvarezii menggunakan metode lepas dasar. Budidaya makro alga Kappaphycus alvarezii varian varietas warna merah dan cokelat digabungkan kedua thallus menjadi satu menggunakan teknik penempelan (grafting). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu bulan Juni sampai Agustus 2021 di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Hasil penelitian yang diperoleh proses penempelan makro alga Kappaphycus alvarezii pada minggu pertama belum terjadi. Diminggu kedua makro alga Kappaphycus alvarezii belum menempel. Pada minggu ketiga mulai adanya penempelan dibagian ujung thallus dan keempat proses penempelan pada bagian batang thallus makro alga (merah dan cokelat) terus menempel menjadi setengah bagian. Minggu kelima proses penempelan terus menempel hampir sebagian batang thallus makro alga (merah dan cokelat). Pada minggu keenam proses penempelan varian varietas yaitu cokelat dan merah telah menyatu dengan baik. Pertumbuhan harian makro alga Kappaphycus alvarezii dengan berat awal rata-rata 4,2 g mengalami peningkatan dengan berat rata-rata yang diukur pada minggu pertama 3,9 g hingga minggu keenam mencapai 4,6 g. Sedangkan data kelulushidupan makro alga yang berhasil menempel berjumlah 24 bibit makro alga Kappaphycus alvarezii dari 40 bibit yang dibudidayakan diperoleh hasil kelulushidupan 60% dengan tingkat kelulushidupan yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus spp VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DAN HABITAT BERBEDA DI PERAIRAN DESA BOLOK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HIDEGARDIS ASA (18380049). Analisis Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus spp Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Dengan Menggunakan Metode Dan Habitat Berbeda di Perairan Desa Bolok. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ADI N.T. LANGGA S.Pi., M.Sc sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas unggulan penghasil Karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Kandungan karaginan berfluktuasi menurut varietas, metode dan habitat budidaya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode dan habitat berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022, dengan pengambilan sampel dilakukan di Perairan Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat dan Ekstraksi pengujian kandungan karaginan dilakukan di Laboratorium Eksakta UKAW. Terdapat 4 (empat) varietas yaitu varietas tambalang coklat hasil kultur jaringan asal Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok Faktorial. Parameter yang diuji yaitu, kandungan karaginan varietas berbeda, metode berbeda, habitat berbeda dan pengukuran kualitas perairan. Analisis data menggunakan uji sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk varietas, varietas Tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau memberikan nilai tertinggi yaitu 56.71%, Untuk perbandingan metode, Kappaphycus spp yang dibudidaya dengan metode lepas dasar memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 56,90%) dibandingkan metode longline. Untuk habitat yang berbeda, Kappaphycus spp yang dibudidaya pada habitat pasir memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 55,15%) dibandingkan habitat lamun. Hasil ANOVA menunjukan bahwa interaksi antara varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode dan habitat yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kandungan karaginan Kappaphycus spp.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOHANIS HIWA WUNU (15380110) Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong dibawah bimbingan: Wilson L. Tisera S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi perikanan seperti budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya dalam tahap untuk uji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus alvarezii (Kappaphycus alvarezii; sacol Sulamu, sacol Semau, kuljar Rote dan cottoni Pasir Panjang). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan lokasi penelitian yaitu Perairan Tablolong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba seleksi varietas rumput laut selama kegiatan berlangsung. Metode long line digunakan untuk melakukan uji coba budidaya rumput laut. Analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian, presentase pertumbuhan relatif, serta pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan harian Sacol Sulamu dari terendah sampai tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii 8,57-16,90 gram/hari, kemudian diikuti Kuljar Rote dengan nilai pertumbuhan harian terendah 6,95 dan tertinggi 9,54 gram/hari sedangkan Sacol Semau dari terendah sampai tertinggi 3,29-7,37 gram/hari. pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yakni 828 gram dari sacol Sulamu sedangkan terendah berasal dari Cattoni Pasir Panjang dengan nilai 214 gram dan pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 828,00 % dari sacol Sulamu dan terendah dari Sacol Semau dengan nilai 39,00 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN PADA HABITAT YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECEMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARIA MARINCE SEUK SERAN (16383571) Analisis Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Pada Habitat Yang Berbeda Menggunakan Metode Lepas Dasar Di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : DONNY M. BESSIE S.Pi.,M.Si. WILSON L.TISERA S.Pi.,M.Si,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Progran Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia.Varietas atau Strain adalah kelompok organisme yang tergabung dalam suatu spesies yang memiliki karakteristik khusus tetapi tidak dijadikan keturunan atau variasi yang terpisah. Habitat merupakan suatu tempat dimana makluk hidup atau juga organisme tinggal. Budidaya rumput laut dibudidayakan pada habitat berbeda dengan tujuan mendapatkan hasil dari budidaya rumput laut memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan pada habitat berbeda menggunakan metode lepas dasar di Desa Hundihuk Kecematan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Pengamatan terhadap pertumbuhan rumput laut dilakukan setiap minggu selama 49 hari juga diukur parameter perairan meliputi suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan dan kecepatan arus. Penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan di perairan Hundihuk Pertumbuhan harian tertinggi pada habitat Pasir 3,12-3,74 gram/hari dari Sacol Hundihuk dan terendah 0,24-2,43 gram/hari dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan harian tertinggi dari Sacol Hundihuk 2,87-3,65 gram/hari dan terendahnya 0,6-1,64 gram/ hari dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan relative pada habitat Pasir dengan nilai tertinggi 5,54% dari Sacol Hundihuk dan terendahnya 5,24% dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan relative tertinggi 5,50% dari Sacol Hundihuk dan nilai terendah 4,82 % dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan mutlak pada habitat pasir dengan nilai tertinggi adalah 182,3 gram dari Sacol Hundihuk dan nilai terendahnya berasal dari Sacol Sulamu dengan nilai 114,7 gram sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan mutlak tertinggi berasal dari Sacol Hundihuk dengan nilai 170,5 gram dan nilai terendahnya 29,2 gram berasal dari Kultur Jaringan Pukuafu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut merupakan salah satu komoditas sumberdaya laut yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mudah dibudidayakan serta produksi yang tinggi. Desa Kaliuda merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Desa Kaliuda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Varietas rumput laut yang dicobakan adalah Varietas Sakol Kaliuda (lokal), Sakol Semau, Kultur jaringan Sulamu, dan Sakol Pasir Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, observasi dan pengambilan data langsung di lokasi penelitian serta metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba budidaya rumput laut varietas berbeda. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut selama penelitian berlangsung. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pertumbuhan harian, pertumbuhan relatif dan pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat akhir pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii tertinggi yaitu Sacol Semau dengan nilai 361,3 gram pada minggu ketujuh, dan terendah Sacol Pasir Panjang dengan berat 309,1 gram pada minggu ketujuh. Laju pertumbuhan harian tertinggi yaitu Sacol Semau dengan berat rata-rata 5,517 gram/hari dan terendah Sacol Pasir Panjang dengan berat rata-rata 4,377 gram/hari. Pertumbuhan relatif rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu sacol asal Semau dengan dengan berat 3.446 %/hari dan terendah sacol Pasir Panjang dengan berat rata-rata 2,949 %/hari Pertumbuhan mutlak rumput laut tertinggi yaitu sacol Semau dengan nilai 153,4 gram dan terendah sacol Pasir Panjang dengan nilai 122,1 gram. Faktor fisik-kimia perairan seperti suhu, salinitas, arus dan pH berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN ALGA MERAH (Kappaphycus alvarezii) VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI PERAIRAN GORANG FLORES TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN OCTODINATA WUNGU BULU (14380068), Studi pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar diperairan Gorang, Kecamatan Solor Timur; Alfred G. O. Kase., S.Pi., M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I, Imanuel J. Emola. S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Alga merah Sacol dan tambalang merupakan rumput laut lokal yang sudah lama di budidayakan petani. Straintambalang paling dominan dikembangkan karena memberikan hasil yang baik serta respon pasar pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan alga merah (Kappaphycusalvarezii) varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar di perairan Gorang, Kecamatan Solor Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Maret-April 2019 di perairanPantai Gorang, Kecamatan Solor Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Lepas Dasar. Metode ini dilakukan dengan cara mengikatkan bibit rumput laut pada tali dan di budidayakan di dasar perairan.Alga merah Kappaphycusalvarezii varietas SacolSulama dan Sacol Alor memiliki pertambahan berat yang bervariasi di setiap minggunya, sedangkan pada varietas lainnya mengalami kenaikan dan penurunan berat pada setiap minggunya. Hasil pengamatan dari kelima varietas, terlihat bahwa bibit alga merah varietas Sulamu Sacol memiliki pertumbuhan yang cukup baik jika dibandingkan dengan varietas lainnya. Hasil pengukuran pertumbuhan alga merah selama penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan yang baik terdapat pada Sacol Sulamu. Kata Kunci : Kappaphycusalvarezii, metode lepas dasar, Varietas Pantai Gorang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode long line di Perairan Aitaman, Kabupaten Timor Tengah Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Aitaman terletak di Kecamatan Biboki Ainleu Kabupaten Timor Tengah Utara dan wilayah pesisirnya bisa di manfaatkan untuk budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya masih dalam tahap ujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2020. Metode yang digunakan yaitu metode ujicoba langsung di lapagan dengan menggunakan metode long line dan analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian, dan pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat akhir rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (495,2 gram) berasal dari sacol sulamu dan berat terendah berasal dari tablolong dengan nilai (188,4 gram). Kisaran pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii degan nilai tertinggi yakni (277,54 gram) dari sacol sulamu sedangkan terendah berasal dari sacol Tablolong dengan nilai (104,34 gram), pertumbuhan harian tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii (3,57-12,1 gram/hari) dari sacol Sulamu dan terendah (3,72-1,33 gram/ hari) dari sacol Tablolong. Pertumbuhan relatif rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (2,68%) dari sacol Sulamu dan terendah dari sacol Tablolong dengan nilai (0,69%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail