ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul: “PENGARUH PENYERTAAN MODAL DAERAH DAN PRODUK DOMESTIK RAGIONAL BRUTO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2010-2019”
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 pasal 1 ayat 18 dijelaskan bahwa, “Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas harga berlaku maupun atas harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB atas harga berlaku mengambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.
Penyertaan modal daerah adalah setiap usaha dalam menyertakan modal daerah pada suatu usaha bersama dengan pikah ketiga dan atau pemanfaatan modal daerah oleh pihak ketiga dengan suatu imbalan tertentu. Pihak ketiga tersebut adalah instansi atau badan usaha dan atau perseorangan yang berada di luar organisasi pemerintah daerah antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah lainnya, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, usaha koperasi, swasta nasional dan atau swasta asing yang tunduk pada hukum Indonesia.Adapun masalah yang di ambil pada penelitian ini adalah Pengaruh Penyertaan Modal Derah dan Produk Domesti Ragional Bruto terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumba Tengah.Sementara Persoalan pada penelitian ini adalah”Bagaimana pengaruh penyertaan modal daerahterhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan Bagaimana pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli kabupaten Sumba Tengah?.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyertaan modal daerah terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan untuk menguji pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah. Konsep penelitian ini adalah penyertaan modal daerah, produk domestik ragional bruto, pendapatan asli daerah di kabupaten Sumba Tengah yang di muat pada buku Sumba Tengah dalam angka 2010-2019. Teknik penelitian dalam penelitian ini adalah analisi regresi linier berganda.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Penyertaan modal daerah diketahui berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah.(2) Produk domestik ragional bruto diketahui tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah.
Kata kunci: Penyertaan Modal Daerah,Produk Domestik Ragional Bruto,Pendapatan Asli Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HIDEGARDIS ASA (18380049). Analisis Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus spp Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Dengan Menggunakan Metode Dan Habitat Berbeda di Perairan Desa Bolok. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ADI N.T. LANGGA S.Pi., M.Sc sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas unggulan penghasil Karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Kandungan karaginan berfluktuasi menurut varietas, metode dan habitat budidaya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode dan habitat berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022, dengan pengambilan sampel dilakukan di Perairan Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat dan Ekstraksi pengujian kandungan karaginan dilakukan di Laboratorium Eksakta UKAW. Terdapat 4 (empat) varietas yaitu varietas tambalang coklat hasil kultur jaringan asal Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok Faktorial. Parameter yang diuji yaitu, kandungan karaginan varietas berbeda, metode berbeda, habitat berbeda dan pengukuran kualitas perairan. Analisis data menggunakan uji sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk varietas, varietas Tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau memberikan nilai tertinggi yaitu 56.71%, Untuk perbandingan metode, Kappaphycus spp yang dibudidaya dengan metode lepas dasar memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 56,90%) dibandingkan metode longline. Untuk habitat yang berbeda, Kappaphycus spp yang dibudidaya pada habitat pasir memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 55,15%) dibandingkan habitat lamun. Hasil ANOVA menunjukan bahwa interaksi antara varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode dan habitat yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kandungan karaginan Kappaphycus spp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hengki Rawa Mandapu (16382696) Studi Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya dengan Metode yang Berbeda di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari alga laut merah jenis Kappaphycus dan Eucheuma. Karaginan dipakai sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan ataupun minuman, farmasi dan kosmetik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda di perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan empat ulangan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel meliputi variabel bebas, variabel terkontrol dan variabel terikat. Varietas Kappaphycus alvarezii yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas tambalang hasil kultur jaringan (Kuljar) dari Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas Cottonii asal Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode long line berkisar antara 17,9-32,2%. Nilai kandungan karaginan tertinggi pada metode long line terdapat pada varietas sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 32,2%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 17,9%. Sedangkan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode lepas dasar berkisar antara 26,7-51,8%. Nilai kandungan karaginan tertinggi terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 51,8%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 26,7%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH DOSIS RAGI TERHADAP KUALITAS UBI KAYU KERING TERFERMENTASI (LUAI KAMBAU) SEBAGAI PANGAN TRADISIONAL SUMBA
Wulang D. Elias)* Nuhamara M)** Banoet R)**
ABSTRAK
Luai kambau adalah ubi kayu yang sudah kering lalu direndam kembali kedalam air dengan durasi waktu 3-5 hari dan dikomsumsi secara sederhana dengan teknologi yang tidak sulit. Namun pengembangan luai kambau belum banyak dilakukan oleh masyarakat pulau Sumba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba dan untuk mengetahui salah satu dosis ragi terbaik terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada bulan agustus 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (Luai kambau) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur, kesukaan rasa, dan aroma khas ferementasi yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan pemberian dosis ragi terbaik terdapat pada perlakuan D yaitu 3 gram ragi yang menghasilkan warna (4,50) sangat suka, rasa (4,5) sangat suka, tekstur (4,58) sangat suka dan dengan aroma (4,42) sangat suka pada luai kambau sebagai pangan tradisional sumba. Dengan demikian, Pemberian dosis ragi yang berbedaberpengaruh terhadap kualitas ubi kayu keringterfermentasi (luai kambau) sebagai pangan tradisional Sumba yang dihasilkan.
Keterangan: * peneliti ** pembimbing
Kata kunci:Luai kambau, dosis ragi, metode rancangan acak lengkap, Sumba
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ragi (saccharomyces cerevisiae) pada pembuatan bioetanol dari singkong karet (Manihot glaziovii) melalui proses fermentasi dan mengetahui tingkat dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang terbaik (optimum) terhadap peningkatan kadar bioetanol melalui proses fermentasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengumpulan data. Variabel bebas berupa dosis ragi sedangkan variabel terikat adalah kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol. Dalam penelitian ini dosis ragi yang digunakan kontrol/tampa ragi, 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Sedangkan singkong karet yang digunakan 500 gram masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) sangat berpengaruh terhapat kadar bioetanol maupun berat jenis bioetanol yang dihasilkan dari singkong karet melalui proses fermentasi. Kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol tertinggi terdapat pada perlakuan empat (R3) dengan dosis ragi 30 gram adalah 26,572% dan 0,9743 g/ml.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA FERMENTASI PEMBUATAN DONAT KENTANG MENGGUNAKAN RAGI LOKAL ASAL MUR LARU Stefen Naetasi)* Regina I.M. Banoet )**Ir Melkianus Nuhamara) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Abstrak Donat merupakan panganan yang digoreng berbentuk cincin dan berlubang ditengahnya, donat biasanya terbuat dari tepung terigu dan campuran bahan lainnya yaitu gula, telur, mentega, ragi, susu, air.Penelitian ini, bertujuanUntuk mengetahui berapa lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang.Untuk mengetahui perlakuan terbaik dari lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang terhadap Uji kimia, sifat fisik dan karakteristik sensosrik donat yang dapat diterima.Penelitian telah dilaksanakan dilaboratorium processing fakultas teknologi pertanian dan lab eksakta universitas Kristen artha wacana kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 perlakukan dan 3 kali ulangan sehingga menghaslkan 12 unit percobaan. Dengan perlakukan lama fermentasi mur laru merah 45 menit, 120 menit, 150 menit,180 menit . Variabel yang diamati yaitu sifat kimia, fisik, dan organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa donat kentang. Hasil penelitian ini menunjukan perlakukan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata Kadar air (22,147) daya kembang (67,282) uji organoleptik rasa ( 4,867),warna (4,767) aroma ( 4,667), tekstur (4,567). Kata kunci: Ragi lokal;Kadar air;Daya kembang;Organoleptik;donat kentang. *) Peneliti **) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Lama FermentasiTerhadap Kadar Alkoholdan Tingkat KesukaanWineSorgum (Sorghum bicolor L. Moench) (Mbeo, Y)* (Nge, T. S)** (Bota, W)** Wine merupakan minuman yangterbuatmelalui proses fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur yang kemudian akan diubah menjadi alkohol. Selain buah anggur terdapat alternatif lain untuk pembuatan wine yaitu biji sorgum. Kandungan pati pada biji sorgum dapat dimanfaatkan dalam pembuatan wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol dan tingkat kesukaan wine sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Wine dibuat dengan mencampurkan bahan ekstrak biji sorgum dengan ragi. Perlakuan lama fermentasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah P1 (7 hari), P2 (14 hari), P3 (21 hari) dan P0/kontrol (5 hari). Wine yang dihasilkan akan diuji kadar alkohol menggunakan alkohol meter dan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap wine sorgum. Analisis data menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan/DMRT.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar alkohol tertinggi terdapat pada perlakuan P3 dengan rata-rata 8,75%. Secara keseluruhan dari parameter rasa, aroma dan warna berpengaruh nyata. Data menunjukan rata-rata panelis lebih banyak menyukai pada perlakuan P3 rasa (3,41), aroma (3,55), dan warna (3,38). Dengan demikian biji sorgum dapat menjadi bahan alternatif dalam pembuatan wine sorgum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Donat kentang merupakan makanan olahan umbi kentang dan tepung terigu yang sudah mulai digemari dilingkungan anak sekolah maupun masyarakat. Donat umumnya berbahan baku terigu namun adakalahnya ditambahkan kentang kukus yang lumat yang biasanya disebut donat kentang. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh panambahan pasta kentang menggunakan ragi lokal untuk menghasilkan donat kentang dengan volume pengembangan optimum. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%,10%,15%,20% pasta kentang. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan pasta kentang 10% terhadap warna donat kentang yang tertinggi dengan skor 3,733 a ( suka), rasa donat kentang yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,778 a (suka) aroma donat kentang yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,644 a ( suka) dan tekstur donat kentang yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,667 a (suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBUATAN EKSTRAK KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappahycus alvarezii YANG DIPEROLEH DARI PANTAI AKLE SEMAU SELATAN
Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan rumput laut penghasil karaginan. Karaginan merupakan salah satu jenis hidrokoloid yang diekstrak dari rumput laut golongan ganggang merah merah (Rhodophyceae). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan tentang ekstrak karaginan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) serta mengetahui karakteristik hasil ekstraksi karaginan berupa rendemen, kadar abu dan kadar air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Anova satu jalur (One Way Anova). Jika ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Penelitian ini menggunakan berbagai konsentrasi KOH yang berbeda P1 (0,1 N), P2 (0,2 N), P3 (0,3 N) dan P4 (0,4 N) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rendemen tertinggi sebesar 31.83% pada perlakuan konsentrasi KOH 0,4 N dan kadar abu karaginan memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 0,4 N dengan nilai 80.20% sedangkan kadar air memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi KOH 0,1 N dengan nilai 66.71%