ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Identifikasi jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding sangat penting dilakukan karena mengingat semakin banyaknya rumput yang digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari baik didunia pendidikan, kesehatan maupun dunia peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tumbuhan rumput. Rancangan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, koleksi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil identifikasi menunjukan bahwa di Bukit Wairinding terdapat 9 Famili yang terdiri dari Familia Gramineae, Poaceae, Mavaceae, Euphorbiaceae, Asteraceae, Fabeceae, Dioscoreaceae, Commelinaceae dan Scrophulariaceae. Dari 9 Famili terdiri atas 10 jenis yang termasuk golongan rumput-rumputan antara lain Imperata cilidra, Heteropogon contortus, Sporus africianus, Euglesina indica, Clorus barbata, Digitaria ciliaris, Ischaemum timorense, Themeda arguens, Panicum dichotomiflorum, Sp 4 dan 7 jenis yang termasuk golongan gulma antara lain Sida rhombifolia, Sphagneticola tribolata, Euphorbia hirta, Indigofera linifolia, Sp 1, Sp 2, dan Sp 3. Spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Heteropogon cortortus dengan jumlah 409 individu, nilai kerapatan relatif sebesar 16.425%, dengan nilai frekuensi relatif sebesar 8.988% dan indeks nilai penting sebesar 25.414. Tingginya nilai kerapatan pada Heteropogon contortus didukung oleh kondisi lingkungan. Heteropogon contortus memiliki habitat dengan kondisi kering dan terbuka yang langsung disinari oleh matahari. Sedangkan yang memiliki nilai kerapatan terendah yaitu jenis Sida rhombifolia dengan jumlah 49 individu dengan nilai kerapatan relatif 1.967%, nilai frekuensi relatif 3.370% sedangkan indeks nilai penting 5.338. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk inventarisasi jenis rumput beracun yang ada di Bukit Wairinding
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI HUTAN LINDUNG WATUMBOLO KECAMATAN WEWEWA TIMUR KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA
Hungu, O)* Rafael, A)** Daud, Y)**
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang tinggi.Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, dimana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia.Tumbuhan paku menyukai daerah-daerah yang lembab (higrofit). Hutan lindung Watumbolo terdapat di Kabupaten Sumba Barat Daya, temperatur rata-rata di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya berkisar antara 21ºC-34ºC sehingga berbagai jenis tumbuhan dapat hidup pada hutan tersebut, diantaranya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang tumbuh di hutan Watumbolo berdasarkan pengamatan salah satunya adalah kelas Filicinae (paku sejati). Namun, belum banyak diketahui jenis tumbuhan paku apa saja yang terdapat dalam hutan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku yang ada di hutan lindung Watumbolo dan mengetahui pengaruh kondisi lingkungan abiotik yang terukur meliputi suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan pH tanah terhadap jenis tumbuhan paku.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi atau jelajah. Hasil dari penelitian ini telah ditemukan tumbuhan paku yang terdiri dari 3 kelas yaitu tumbuhan paku sejati (Pteridopsida), tumbuhan paku kawat (Lycopodiopsida), tumbuhan paku purba (Psilotopsida) yang terbagi dalam 13 famili yaitu famili Aspleniaceae, Gleicheniaceae, Blechnaceae, Davaliaceae, Dryopteridaceae, Polypodiaceae, Marattiaceae, Thelypteridaceae, Lygodiaceae, Schizaeaceae, Selaginellaceae, Lycopodiaceae, dan Psilotaceae. Dan total spesies yaitu 18 spesies meliputi Asplenium nidus, Gleichenia linearis, Blechnum orientale, Davallia denticulata, Nephrolepis biserrata, Drynaria quercifolia, Drymoglossum piloselloides, Drynaria parishii, Nephrolepis hirsutula, Angiopteris evecta, Cyclosorus interruptus, Christella subpubescens, Lygodium microphyllum, Lygodium palmatum, Schizaea digitata, Selaginella plana, Lycopodium cernuum, dan Psilotum nudum. Tumbuhan paku yang ditemukan mempunyai habitat yang berbeda-beda, ada yang hidup secara terestrial, epifit, dan ada yang hidup secara epifit maupun terestrial.Hasil pengukuran suhu di hutan Watumbolo tersebut berkisar antara 22°C-28°C, kelembaban udara 56-70%, intensitas cahaya 1069lux-6116lux, pH tanah 7, dan kelembaban tanah 7-9 sehingga menjadi tempat yang cocok bagi tumbuhan paku untuk tumbuh.
Kata Kunci : Tumbuhan Paku, Hutan Lindung Watumbolo, Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, dimana Guru menyajikan materi pelajaran dengan metode ceramah. Peserta didik hanya mendengarkan, mencatat dan menghapal penjelasan guru sehingga hasil belajar peserta didik dibawah KKM di SMA Negeri 1 Lamboya. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran agama Kristen dan budi pekerti pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lamboya tahun pelajaran 2021 / 2022? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA1 pada mata pelajaran Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti. Jumlah siswa pada penelitian ini ialah 28 orang siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung > nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung > nilai t tabel ( 22,8> 1,703). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Lamboya, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Tahun pelajaran 2021 / 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) aagar digunakann model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar di SMA Negeri 1 Lamboya (2) selalu memberikan dorongan atas motivasi belajar pada peserta didik sehingga hasil belajar bisa lebih optimal dan (3) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tidak terbatas pada salah satu tingkatan motivasi belajar tetapi dapat diaplikasikan pada seluruh siswa dengan berbagai tingkatan motivasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH DOSIS RAGI TERHADAP KUALITAS UBI KAYU KERING TERFERMENTASI (LUAI KAMBAU) SEBAGAI PANGAN TRADISIONAL SUMBA
Wulang D. Elias)* Nuhamara M)** Banoet R)**
ABSTRAK
Luai kambau adalah ubi kayu yang sudah kering lalu direndam kembali kedalam air dengan durasi waktu 3-5 hari dan dikomsumsi secara sederhana dengan teknologi yang tidak sulit. Namun pengembangan luai kambau belum banyak dilakukan oleh masyarakat pulau Sumba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba dan untuk mengetahui salah satu dosis ragi terbaik terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada bulan agustus 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (Luai kambau) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur, kesukaan rasa, dan aroma khas ferementasi yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan pemberian dosis ragi terbaik terdapat pada perlakuan D yaitu 3 gram ragi yang menghasilkan warna (4,50) sangat suka, rasa (4,5) sangat suka, tekstur (4,58) sangat suka dan dengan aroma (4,42) sangat suka pada luai kambau sebagai pangan tradisional sumba. Dengan demikian, Pemberian dosis ragi yang berbedaberpengaruh terhadap kualitas ubi kayu keringterfermentasi (luai kambau) sebagai pangan tradisional Sumba yang dihasilkan.
Keterangan: * peneliti ** pembimbing
Kata kunci:Luai kambau, dosis ragi, metode rancangan acak lengkap, Sumba
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERBANDINGAN PISANG KEPOK DAN KACANG TANAH TERHADAP PRODUK MANGGULU
Rifat W.B Bella)* M. Nuhamara)** Zet Malelak)**
ABSTRAK
Manggulu merupakan produk pangan tradisional yang terbuat dari pisang dan kacang tanah yang kandungan karbohidratnya tinggi dengan nilai kadar airnya rendah. Manggulu sebagai pangan local dibuat dari pisang matang dan kacang tanah yang sudah disangrai namun dalam proses pembuatan manggulu masyarakat sumba timur menggunakan cara sederhana tanpa mengetahui perbandingan kedua bahan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat perbandingan terbaik pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada Bulan September 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur,rasa dan aroma produk manggulu yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu 250 g pisang kapok dan 250 g kacang tanah yang menghasilkan aroma (4,667) sangat suka,rasa (4,756) sangat suka,tekstur (4,711) sangat suka dan warna (4,622) sangat suka pada manggulu. Dengan demikian, perbandingan pisang kapok dan kacang tanah yang berbeda berpengaruh terhadap produk manggulu.
Kata Kunci : Manggulu,Perbandingan,sumba timur, metode rancangan acak lengkap
Keterangan :
*) Peneliti
**) pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: Makna apakah yang terkandung dalam belis adat perkawinan masyarakat Sumba khususnya di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Tujuan dari penelitian ini antara lain: Untuk mendeskripsikan makna belis dalam sistem perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh-toko adat dan masyarakat yang berjumlah empat orang. Metode yang dipakai yang dipake dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memechkan suatu permasalhan yang terjadi dan mencoba menganalisisnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan hasil hasil penelitian di Desa Wee Wulla dimana penelitian ini memaparkan hasil wawancara tentang makna belis dalam adat perkawinan masyarakat sumba. Dari hasil peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa makna-makna yang terkandung pada Belis (Wellina) dalam Adat Perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2022, adalah Makna Kesetaraan, Makna kebersamaan, Makna menghormati Perempuan, Makna Keabadian, Makna Kepahlawanan, dan Makna Tanggung Jawab. Dengan demikian penulis menyampaikan kepada masyarakat Desa Wee Wulla agar tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan sumba dalam adat perkawinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A DESCRIPTIVE STUDY ON THE ROLE OF TEACHERS OF SUMBA FOUNDATION ON ENGLISH CLASS TOWARDS JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN LAMBOYA SUB DISTRICT OF WEST SUMBA REGENCY ABSTRACT Atu Yohana1 Ngongo Magdalena2 Snae Alfred3 This study is conducted under the title “A DESCRIPTIVE STUDY ON THE ROLE OF TEACHERS OF SUMBA FOUNDATION ON ENGLISH CLASS TOWARDS JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN LAMBOYA SUB DISTRICT OF WEST SUMBA REGENCY”. The problems asserted in this research were what role did the English teachers play in teaching and learning activities in English Class towards Junior High School student? And which roles were dominantly played as the teacher? This research used descriptive qualitative method. The data of this research was taken from observing two teachers from Sumba Foundation. The writer observed and analyzed the roles that the teachers used and the role that the teacher dominant played. Then, the writer reported the result. The results showed that both of two teachers used ten roles in teaching and learning activities, but from the ten roles, the first teacher was dominant mostly played five roles, while the second teacher used four roles. The writer hopes this study can add more knowledge about the role of teacher.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara jumlah pengeluaran dibagi jumlah masukan dalam periode tertentu. bertujuan untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efiansi teknis dan mengetahui Gab efiensi teknis petani padi sawah di Desa lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang informasi yang diperoleh dari lapangan.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara,dokumentasi,observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan Nilai rata-rata, produktivitas petani 2,480, Produktivitas terendah 0,326 pada responden 27 terdapat pada RT 09 dan produktivitas tertingi 7,272 pada responden 33 terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,341 Indeks terendah yaitu 0,044 pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan produktivitas dan indeks tertinggi 1 pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata efesiensi teknis 34%,efisiensi teknis terendah 4% pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan efisiensi tertinngi 100% yang terdapat pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata GAP efisiensi Teknis 66%, GAP efisiensi teknis terendah 0% pada responden 33 yang terdapat pada RT 33 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 96% pada responden 27 yang terdapat pada RT 27.Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai Rata-rata 7,272, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,341, nilai rata-rata efesiensi teknis adalah 34%, nilai rata-rata Gap efisiensi teknis 66%. Saran dari penelitian ini adalah petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara menanam, pemupukan padi dengan berbagai cara yang di anggap mampu dalam meningkatkan jumlah produksi padi dan petani juga harus membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan petani juga akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian Ini Berjudul : Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sumba Barat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat rencana keuangannya sendiri dan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat berpengaruh pada kemajuan daerahnya. Serta yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaruh langsung Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah? 2. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal?. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Moda pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, 2. Mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan alokasi belanja modal di Kabupaten Sumba Barat. Adapun konsep dalam penelitian yaitu:(a) Kinerja keuangan adalah suatu ukuran kinerja yang menggunakan indikator keuangan. Analisis kinerja keuangan pada dasarnya dilakukan untuk menilai kinerja di masa lalu dengan melakukan berbagai analisis sehingga diperoleh posisi keuangan yang mewakili realitas entitas dan potensi- potensi kinerja yang akan berlanjut. Menurut Ayu,L.A dan Rahayu,S.Junaidin (2019) berpengaruh langsung terhadap alokasi belanja modal.Selain itu, hanya variabel pertumbuhan PAD, efektivitas PAD, efisiensi keuangan dan alokasi belanja modal yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.Variabel alokasi belanja modal hanya memediasi secara parsial pengaruh variabel derajat desentralisasi fiskal, efektivitas PAD dan efisiensi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.(b) mempengaruhi alokasi belanja modal. Alokasi belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Belanja modal daerah tidak memiliki efek memediasi atas hubungan rasio derajat desentralisasi fiskal, efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), dan tingkat kontribusi BUMD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun alokasi belanja modal dapat memediasi hubungan antara ketergantungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Pertumbuhan Ekonomi , Alokasi Belanja Modal Di Kabupaten Sumba Barat
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT SUMBA TERHADAP KAWIN
TANGKAP ( Palenidu Awinu ) DI DESA UMBU PABAL SELATAN
KECAMATAN UMBU RATUNGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA
TENGAH TAHUN 2020
Boba. E (*) Pellu. L (**) Pabala. P
Desa Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah memiliki lima pasang kawin tangkap. Menurut tokoh masyarakat Sumba
kawin tangkap merupakan tradisi turun temurun. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap kawin tangkap di Desa
Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah. Metode penelitian deskriptif kualitatif memiliki sampel sebanyak 15
orang. Peneliti mengumpulkan data dari 5 orang tokoh masyarakat, 5 orang orang
pelaku, 5 orang korban kawin tangkap. Hasilnya, pandangan tokoh masyarakat
Sumba terhadap kawin tangkap: a) Budaya: Pemaksaan terhadap perempuan dan
Merendahkan martabat perempuan, b) Agama: tidak dilandaskan cinta kasih dan
Melanggar Firman Tuhan, c) Hukum: Penculikan, Pemerkosaan, dan Tindakan
kekerasan dibawah umur, d) Dampak Pendidikan: Menyebabkan perempuan
putus sekolah dan Rentan korban kekerasan, e) Dampak Psikologi: trauma, stress,
putus asa, fisik, f) Dampak Ekonomi: Tidak mandiri secara ekonomi, g) Internal,
Eksternal : alasan ekonomi dan alasan budaya. Kawin tangkap sekarang ini sudah
melenceng jauh dari kebiasaan dan lebih mengarah pada penculikan dan tindakan
kekerasan bagi kaum perempuan. Oleh karena itu pemerintah, tokoh masyarakat,
gereja/ GKS, lebih tegas dalam menanggapi masalah kasus kawin tangkap karena
sangat meresahkan bagi kaum perempuan Sumba.
Kata Kunci : Kawin Tangkap-Pandangan Tokoh Masyarakat- Kabupaten
Sumba Tengah-Kecamatan URGB-Desa UPS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI EFISIENSI PENYALURAN IRIGASI DI SALURAN INDUK PADA DAERAH IRIGASI KAMBANIRU KABUPATEN SUMBA TIMUR Noti B.Y. *) Makaborang M. **) Lano L.M **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan untuk menggali data-data primer serta melakukan pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai efisiensi irigasi total pada saluran induk Daerah Iirigasi Kambaniru. Pengukuran di lakukan secara over all setiap pintu sadap di saluran induk Daerah Irigasi Kambaniru. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data di ketahui bahwa efisiensi penyaluran air rata-rata pada saluran primer kiri adalah 96.05%. Sementara itu efisiensi rata-rata pada saluran primer kiri dan kanan adalah 81.42%. Dari perhitungan itu maka di dapat efisiensi penyaluran air irigasi total pada saluran induk Kambaniru adalah 75.50%. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa factor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah kondisi fisik saluran , dimana terdapat endapan lumpur di sepanjang saluran , sadap liar di sepanjang saluran ,tumbuhan liar di seapnjang saluran sehingga menyebabkan efisiensi penyaluran air irigasi menjadi berkurang. Keterangan : * peneliti ** pembimbing