ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kegiatan penggerak ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia, dan masih menjadi fondasi kokoh dalam memajukan perekonomian di Indonesia.
(Eni dan Krisan, 2014) menyatakan bahwa latar belakang pendidikan akuntansi dapat memberikan kompetensi bagi seseorang mengenai Ilmu Akuntansi.Kompetensi merupakan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
(Andriani & Zuliyati, 2015). Pelatihan mengenai akuntansi akan menentukan baik/buruknya pemilik/manajer dalam menguasai teknis akuntansi
Sri Mulyani (2014) menyatakan bahwa rendahnya penggunaan dan pemahaman praktek akuntansi di Indonesia disebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dari manajer pemilik (owner manager).
Holmes dan Nicholls (1988) yaitu kemampuan perusahaan dalam mengelola usaha dengan memerhatikan besarnya aset, jumlah karyawan, dan pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi.
Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Yang menjadi persoala dalam penelitian ini adalah: Bagaimana latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Bagaimana pelatihan akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan oesapa?Bagaimana pemahaman akuntansi akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa?Bagaimana skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, dan untuk mengetahui pengaruh skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Populasi dalam penelitian ini adalah 76 UMKM di Keluraha Oesapa.Sampel dalam peelitian ini adalah 12 UMKM yang sesuai dengan kriteria yang penulis tentukan.Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,452 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,011 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,452 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -2,239 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,060 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-2,239 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuanganhal ni dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,021 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,019 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,021 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung 4,206 > ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,004 yang mengandung makna t hitung > t tabel (4,206 > 1,883) dimana Ha diterima dan Ho di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa ada pengaruh dari variabel skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan.
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,808. Hal ini berarti 80% variasi variabel penyusunan laporan keuangan (Y) ditentukan oleh keempat variabel independen yaitu latar belakang pendidikan (X1) pelatihan akuntansi (X2) pemahaman akuntansi (X3) skala usaha (X4) Sedangkan sisanya 20% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Dari hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah 7.357 dengan tingkat signifikan 0,012, sedangkan ftabel 4,256 dengan signifikan 0,05. Dengan demikian fhitung > ftabel yakni 7,357 > 4,256 Nilai 7,357 lebih besar dari 4,256 menunjukkan fhitung lebih besar dari ftabel, artinya Ha diterima, Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi, pemahaman akuntansi dan skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan.
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi para pelaku UMKM di Kelurahan Oesapa agar dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penyusunan/pembukuan akuntansi agar dapat meningkatkan perkembangan usaha mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejalan dengan Permandagri Nomor 77 tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengeloloaan Keuangan Daerah, pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung jawaban, dan pengawasan keuangan daerah. (Muindro Renyowijoyo 2012:54). Adanya desentralisasi pada pemerintah daerah dan tuntutan masyarakat makan transparansi dan akuntabilitas, maka pemerintah harus menyelenggarakan sistem pengelolaan keuangan yang dapat meningkatkan ekonomis, efektif dan efisien kinerja serta dilakukan secara tertib, taat pada peraturan dan bertanggungjawab.
Menurut Dr. Rudy Badrudin (20017;98) Anggaran Pendapata dan Belanja Daerah adalah satuan rencana kerja pemerintah daerah yang mencakup seluruh pendapatan atau penerimiaan dan belanja atau pengeluaran pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang yang disetujui oleh DPRD dalam peraturan perundangan yang di sebut peraturan daerah.
Struktur anggaran yang berkualitas adalah alokasi anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Beberapa prinsip dasar yang harus diakomodasi dalam penyusunan anggaran menurut Rinusu (2013:46) adalah transparan, partisipatif, disiplin, keadilan, efisiensi dan efektifitas, serta rasional dan terukur. Selain itu, Munir (2003:42-43) menambahkan prinsip-prinsip anggaran daerah yaitu otorisasi oleh legislatif, komprehensif, keutuhan anggaran, nondiscretionary appropriation, periodik, akurat, jelas, dan diketahui publik. Anggaran daerah berperan penting dalam menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Pencerminan kebutuhan masyarakat dalam anggaran daerah ditunjukkan melalui belanja daerah yang dikeluarkan. Berdasarkan urayan diatas maka peneliti tertatarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Reformasi Penyusunan Anggaran Daerah Kaitannya Dengan Kualitas APBD Di Kantor BPKAD Kabupaten Kupang.
Dalam penelitian ini yang menjadi konsep adalah Pengaruh reformasi penyusunan anggaran daerah terhadap kualitas APBD.
Dalam proses perencanaan pembangunan tahunan dibutuhkan partisipasi aktif dari stakeholders di daerah tersebut, namun masyarakat yang termasuk dalam stakeholders tersebut masih sering diabaikan. Sistem ini memerlukan perubahan dari masyarakat dari pasif menjadi aktif dan DPRD harus memfasilitasi.
Masalah lain yang muncul dalam perencanaan pembangunan adalah masalah kualitas. Rencana yang berkualitas bisa mengakomodir kepentingan berbagai pihak yang terkait. Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2013:4). Hasil analisis pendahuluan dan analisa lanjutan memberikan indikasi reformasi penyusunan APBD sudah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku akan tetapi dalam prosesnya kualitas APBD masih sangat rendah. APBD pada dasarnya memuat rencana keuangan yang diperoleh dan digunakan Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan kewenanganny auntuk penyelenggaraan pelayanan umum dalam satu tahun anggaran. Sesuai dengan pendekatan kinerja yang digunakan dalam penyusunan APBD, setiapalokasi biaya yang direncanakan harus dikaitkan dengan tingkat pelayanan atas hasilyang diharapkan dapat dicapai. Kinerja Pemerintah Daerah dapat diukur melaluievluasi terhadap pelaksanaan APBD.
Arah dan kebijakan umum APBD memuat komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaianyang diharapkan pada setiap bidang kewenangan Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Komponen dan kinerja pelayanan yang diharapkan tersebut disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan Daerah, termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapaidalam tahun-tahun anggaran sebelumnya kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Reformasi penyusunan APBD sudah sesuai dengan perubahan regulasi baik dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban.
2. Kualitas APBD yang dilihat dari keberpihakan kepada masyarakat miskin, berkeadilan partisipatif belum optimal
3. Kaitan antara reformasi penyusunan anggaran dengan kualitas APBD menunjukkan hasil terbalik, yakni reformasi penyusunan anggaran sudah baik tetapi kualitas APBD justru belum optimal yaklni kurangnya keberpihakan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, terdapat beberapa masukan implikasi terapan:
1. Pemerintah Kabupaten Kupang, hendaknya harus mematuhi regulasi dalam penyusunan APBD dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan
2. Hendaknya pemerintah Kabupaten Kupang mengedepankan kepentingan masyarakat miskin dan pelaksanaan APBD
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan faktor-faktor lain yang dapat digunakan untuk melihat pengaruhnya reformasi penyusunan anggran daerah terhadap kualitas APBD dan memperhatikan indikator-indikator yang digunakan sehingga mampu memberikan hasil penelitian yang benar-benar mewakili keadaan yang sebenarnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
Mese M. Ataupah.1*, Agustinus J. Nafie2, Jimmy CH. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latarbelakang:Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan insan manusia. Pendidiksan merupakan sarana untuk memperoleh kelangsungan hidup manusia dalam alih generasi secara berkesinambungan. Namun dalam perjalanannya mahasiswa PJKR lambat dalam mencari judul dan menyelesaikan skripsi, Mahasiswa PJKR semester akhir kesulitan membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan kegiatan atau hobi, Mahasiswa masih terpengaruh dari teman mahasiswa lain yang masih belum mengerjakan skripsi, Belum diketahuinya kesulitan mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir skripsi.
Tujuan penelitian:Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir skripsi.
Metodepenelitian:Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PJKR semester akhir yang sedang mengerjakan Tugas Akhir Skripsi. Objek penelitian ini adalah menganalisis kesulitan mahasiswa prodi PJKR semester akhir dalam penyusunan tugas akhir skripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PJKR mengalami kesulitan dalam penyusunan skripsi. Kesulitan yang dialami antara lain: karena sulitnya menentukan judul dan topik penelitian, kesulitan dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah, kesulitan dalam menentukan jenis dan desain penelitian, kesulitan dalam mencari jurnal, kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan ilmiah, dan juga kesulitan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa respon mahasiswa prodi PJKR semester akhir terhadap proses penyusunan tugas akhir skripsi secara keseluruhan sudah sedikit mengetahui tetapi masih banyak kekurangan yang belum diketahui.
Katakunci:; ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Skrkipsi ini berjudul “Praktik Akuntansi dan Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan pada UMKM di Kota Kupang (Studi pada Industri Rumah Tangga NUSA TIMOR)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian praktik akuntansi dan untuk mengetahui kemampuan penyusunan laporan keuangan pada Industri Rumah Tangga NUSA TIMOR.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bidang usaha yang berkembang di masyarakat dan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional di Indonesia. Pesatnya perkembangan UMKM dalam kehidupan masyarakat juga disertai dengan berbagai permasalahan, diantaranya adalah permasalahan pengelolaan keuangan dan permodalan. Penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk praktik akuntansi merupakan aspek penting dalam suatu kegiatan usaha. Namun praktik akuntansi keuangan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah dan memiliki banyak kelemahan. Fenomena yang ditemui di UMKM adalah pengelolaan laporan keuangan masih kurangnya pemahaman pelaku UMKM dalam bidang akuntansi, sehingga pembukuan UMKM dilakukan dengan cara-cara sederhana dan tidak detail.
Akuntansi dapat dipahami sebagai seni pencatatan dan pengikhitsaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi. Sehingga dapat dipahami bahwa praktik akuntansi tentunya juga berkaitan dengan kegiatan operasional, pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan dan juga pelaporan laporan keuangan. Oleh karena itu, setiap kegiatan usaha dapat dikatan telah menerapkan praktik akuntansi apabila telah menjalankan bagian-bagian praktik akuntansi tersebut.
Pelaku-pelaku UMKM pada umumnya mengalami kendala dalam melakukan penyusunan laporan keuangan. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya belum adanya pemahaman yang benar tentang laporan keuangan dan cara menyusun laporan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan standar akuntansi. Dengan adanya PSAK No. 1, para pelaku UMKM diharapkan semakin dipermudah untuk melakukan pencatatan dan menyususn laporan keuangan dari usahanya. Untuk itu, dalam mengukur kemampuan para pelaku UMKM maka digunakanlah laporan-laporan keuangan yang termasuk dalam PSAK No. 1 sebagai standar pengukurannya. Laporan-laporan keuangan dalam PSAK No. 1 terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas alporan keuangan.
Penelitian ini dilakukan pada Industi Rumah Tangga NUSA TIMOR. Salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Alak adalah Industri Rumah Tangga “NUSA TIMOR”, yang memproduksi cemilan khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Alak, “NUSA TIMOR” juga menerapkan praktik akuntansi dalam kegiatan usahanya. Pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan merupakan bentuk praktik akuntansi yang telah diterapkan oleh Industri Rumah Tangga “NUSA TIMOR”.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada pemilik usaha yang sekaligus menangani bagian keuangan dan dengan cara dokumentasi yaitu dengan mendapatkan data keuangan dari pemilik usaha. Hasil dari penelitian ini adalah praktik akuntansi yang dilakukan pada IRT NUSA TIMOR sudah dilakukan dengan baik seperti praktik akuntasni UMKM pada umumnya. Selanjutnya, kemampuan penyususnan laporan keuangan yang dilakukan IRT NUSA TIMOR masih bersifat manual dan sederhana serta belum sesuai dengan PSAK No. 1.
Kata Kunci: Praktik Akuntansi, Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PARTISIPASI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP MANAJERIAL
(Studi Empiris pada SKPD Kota Kupang)
Disusun oleh:
Yanse Nurhayati Noma
16193437
Anggaran merupakan rencana keuangan yang dibuat secara rinci dan sistematisyang memuat rencanapenerimaan dan rencana pengeluaran.anggaran adalah rencana keuangan dimasa mendatang dan merupakan alat bantu dalam mengkoordinasikan dan mengimplementasikan rencana yang telah dibuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas pulik,kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran (Studi pada SKPD Kota Kupang) secara parsial. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan menggunakan analisis Statistik dengan jumlah sampel sebanyak 40 serta menggunakan teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner.
Dapat diketahui bahwa Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban,menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segalah aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak memberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut (Mardiasmo, 2002).
kejelasan sasaran anggaran merupakan sejauh mana tujuan anggaran ditetapkan secara jelas dan spesifik dengan tujuan agar anggaran tersebut dapat dimengerti oleh orang yang bertanggungjawab atas pencapaian anggaran tersebut. Oleh sebab itu sasaran anggaran pemerintah daerah harus dinyatakan secara jelas, spesifik dan dapat dimengerti oleh mereka yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya. Penetapan tujuan spesifik akan lebih produktif, hal ini akan mendorong karyawan untuk melakukan yang terbaik bagi pencapaian tujuan yang dikehendaki sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja.
Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua atau lebih yang mempunyai dampak masa depan bagi pihak yang membuat keputusan tersebut. Partisipasi penyusunan anggaran yaitu proses dimana pembuatan anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran (Mulyadi,2001).
kinerja manajerial adalah kemampuan atau prestasi kerja yang telah dicapai oleh para personil atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, untuk melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil mengenai pengaruh akuntabilitas publik kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial SKPD kota kupang dapat disimpulkan sebagai berikut:
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel akuntabilitas publik berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (2,440> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,020 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.selanjutnya kejelasan sasaran anggaran tidak perpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel-1,364 > 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,181 lebih besar dari 0,05 yang berarti Ha ditolak, H0 diterima dan partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial. Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (5,602> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini.
Kata kunci: akuntabilitas publik,kejelasan sasaran anggaran.partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. 2) Untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansiterhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Sampel dalam penelitian ini adalah UMKM yang ada di Kabupaten Malaka khususnya 27 responden yang ada di Kecamatan Rinhat. Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang digunakan dalam penelitian yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel (14,736>2,052) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,024 0,05). (2) Terdapat pengaruh signifikan pemahaman akuntansi terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih besar dari ttabel (2,418>2,052).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini adalah : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penyuapan Oleh Advokat Kepada Hakim”.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Motif terjadinya Tindak Pidana Penyuapan oleh Advokat Kepada Hakim?
2. Bagaimana modus terjadinya Tindak Pidana penyuapan oleh Advokat Kepada Hakim?
3. Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana penyuapan oleh advokat Kepada Hakim dan Uang Sebagai Barang Bukti
Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa :
1. Motif Pelaku Tindak Pidana Penyuapan yang dilkukan oleh Advokat Kepada Hakim ialah:
a. Memenangkan perkara di PTUN Medan
b. Membebasakan kliennya dari tahanan.
2. Modus pelaku Tindak Pidana Penyuapan oleh Advokat Kepada Hakim ialah:
a. Menjanjikan pemberian sesuatu kepada Hakim
b. Memberi sejumlah uang kepada Hakim.
3. Akibat Hukum Tindak Pidana Penyuapan yang dilakukan oleh Advokat Kepada Hakim
1. Terhadap pelaku ialah:
a. Terdakwa di Tahan di Rutan
b. Terdakwa di jatuhi 7 (Tujuh) Tahun Penjara
c. Terdakwa didenda
d. Terdakwa membayar Biaya perkara.
2. Terhadap barang bukti
Barang bukti disita dan diberikan kepada KPK
Kata Kunci : Motif, Modus, Akibat Hukum, Tindak Pidana Penyuapan, Advokat, Hakim
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul :DESKRPISI TENTANG TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN BAHAN PELEDAK DARI MALAYSIA KE INDONESIA, Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah. Apa penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak ?, Bagaimana cara penyelundupan bahan peledak?,Bagaimana akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak terhadap pelaku dan barang bukti ?, Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia. Untuk mengetahui cara penyelundupan bahan peledak. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia.sifat penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, tindak pidana penyelundupan bahan peledak, dan variabel terikat yaitu variabel dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana penyelundupan bahan peledak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu Penyebab terjadinya penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia dan Cara pelaku melakukan penyulundupan bahan peledak dan Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan bahan peledak Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Saran suatu tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia agar tidak terjadi lagi, maka perlu adanya penyuluhan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan pemahaman atau wawasan yang lebih luas untuk masyarakat. Kata Kunci : Putusan hakim penyulundupan bahan peledak, akibat hukum
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH Tadu U.TH. D *) Dethan S.J.J **)) Bunga Haba J. F***))) ABSTRAK Penelitian ini tentang. Pengaruh suhu penyuligan Terhadap Rendemen minyak sereh merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu yang tepat dari daun sereh merah Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 1000 gram daun sereh merah. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak sereh merah yang dihasilkan dari proses penyulingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova densitas minyak sereh merah tertinggi terdapat pada perlakuan C Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Densitas, Daun Sereh Merah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
ANALISIS PENYUSUNAN PELAPORAN KEUANGAN PADA PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH UMKM
( Pada Pelaku Usaha Di Desa Penfui Timur )
Jusuf Aboladaka;Yuningsih N. Christiani; Jekson Adu
UMKM merupakan suatu kegiatan ekonomi yang kecil, namun dapat memberikan dampak yang besar dalam perekonomian. Untuk itu perlu adanya laporan keuangan yang baik, sesuai Standar IAI yang telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro Kecil Menengah. Tingginya potensi UMKM dalam perkembangan perekonomian tidak diimbangi dengan kualitas UMKM. Pencatatan dan pengelolaan keuangan yang merupakan salah satu keberhasilan UMKM. Permasalahan yang paling mendasar pada UMKM adalah pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang belum memadai. Hal tersebut karena UMKM terkendala dalam berbagai faktor antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencatatan akuntansi. Pelaporan UMKM pada umumnya mencatat jumlah barang diterima dan dikeluarkan, jumlah barang dibeli dan dijual, jumlah piutang dan hutang, tanpa menggunakan standar akuntansi keuangan yang ada, hal tersebut belum mencerminkan informasi keuangan yang sebenarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Seberapa besar pemahaman serta penyusunan pelaporan keuangan pelaku MKM dalam penyusunan pelaporan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai kontribusi atau masukan pada seluruh pelaku UMKM secara umum dan secara khusus pelaku UMKM di Desa Penfui Timur terkait pentingnya penyusunan pelaporan keuangan sehingga dapat menghasilkan suatu informasi yang dapat dipakai dalam pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha. Hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah:Ho : β= 0 artinya adanya pemahaman penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM dan Ha : β>0 artinya tidak ada pemahaman penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM.Populasi dalam penelitian ini adalah pada seluru pelaku UMKM yang ada di Desa Penfui Timur,Sampel dalam penelitian ini 30 pelaku usaha kios sembako di Desa Penfui Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode Survei, dan teknik analisis data yakni analisis data regresi sederhana dengan rumus:Y=a+bX+e. Hasil pengujian variebel penyusunan pelaporan keuangan pada pelaku UMKM diperoleh hasil konstanta regresi (a) sebessar 33.246 dan koefisien (b) sebesar 0,111, nilai Thitung untuk koefisien regresi b = 0,594 sedangkan Ttabel adalah 1,701 yang berarti Thitung< Ttabel ( 0,594< 1,701) maka Ho diterima Ha ditolak, dengan demikian dapat dikatakan bahwa artinya tidak ada/kurangnya pemahaman dalam penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM. Jika dilihat dari Nilai signifikasi dapat yang diinterpretasikan sebagai nilai pengaruh perubahan variabel terikat maka dapat dikatakan bahwa Penyusunan pelaporan keuangan pelaku UMKM Desa Penfui Timur diketahui berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman pelaku UMKM Desa Penfui Timur, serta memiliki hubungan positif terhadap nilai probabilitas pemahaman pelaku UMKM dilihat dari nilai F-hitung yang diperoleh sebesar 0,353 dengan nilai probabilitas penyusunan pelaporan keuangan 0,557>0,05yang berarti semakin banyak Penyusunan pelaporan keuangan diterapkan maka akan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM
Kata Kunci: Penyusunan Pelaporan Keuangan, Pemahaman Pelaku UMKM
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih. Penelitian ini berlangsung selama 1 minggu untuk pengambilan data. Materi yang digunakan adalah daun minyak kayu putih. Rancangan yang digunakan adalah metode rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulanganPerlakuan yang dicobakan adalah A.90oC, B. 93oC, C.95oC, D.98oC.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih berpengaruh nyata (P0.05) terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis. Kesimpulan hasilpenelitian ini bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih 90 oC, 93 oC, 95 oC, 98 oC memberikan pengaruh yang nyata terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui efisiensi boiler mesin destilasi pada penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu daun kayu putih diolah menjadi minyak kayu putih. Penilitian dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu destilasi penyulingan selama 30, 60, dan 90 menit. Rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Unova dan Duncan. Setiap perlakuan mengalami 3 pengulangan setiap perlakuan di buat dengan bahan dasar 2500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan efesiensi boiler memberikan pengaruh pada pengamatan laju destilasi dan efesiensi destilasi. Perlakuan A. (30 menit) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai laju destilasi 0,155555556 ml/menit, efisiensi destilasi 1,866667 ml/gr
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh lama rendemen,volume, dan berat jenis minyak kayu putih,. Bahan yang di gunakan yaitu daun kayu putih diolah menjadi minyak kayu putih. Penilitian dilakukan dengan4 perlakuan yaitu destilasi penyulingan selama 120 menit, 150 menit, 180 menit, dan 210 menit. Rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 pengulangan setiap perlakuan di buat dengan bahan dasar 4000 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa waktu lama penyulingan 120 mkenit memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen,volume, dan berat jenis minyak kayu putih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh lama pelayuan daun terhadap kualitas minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu daun kayu putih dan air penyulingan minyak kayu putih. Penilitian dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu pelayuan daun dari 0, 1, 2, dan 3 jam.Rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 5 kali pengulangan setiap waktu di buat dengan bahan dasar 2500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan pelayuan daunmemberikan pengaruh pada pengamatan volume, rendemen dan berat jenis.Perlakuan D (3 jam) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai volume tertinggi 4,1 gr/ml, rendemen tertinggi 0,168. %, dan berat jenis tertinggi 1,18. ml/gr.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Tindak Pidana Penyuapan Terhadap Panitera Pengganti”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti?.Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. 2) Untuk mengetahui modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Berdasarkan Deskripsi dan Hasil Penelitian yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Adanya kesempatan yang dimiliki oleh terdakwa korupsi untuk bertemu dengan terdakwa panitera pengganti dan hubungan psikologis terdakwa selaku panitera pengganti dengan hakim.Sedangkan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Pertemuan antara terdakwa korupsi dan terdakwa selaku panitera pengganti (antara penyuap dan disuap), pertemuan antara terdakwa dan hakim, permintaan imbalan oleh hakim dan penyerahan uang oleh terdakwa korupsi kepada hakim melalui terdakwa panitera pengganti. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum dalam hal ini Hakim maupun Panitera pengganti dalam menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan. Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan korupsi agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain.Perlu adanya pencegahan yang dilakukan dalam diri pribadi masing-masing agar korupsi di Indonesia tidak semakin meluas. Sebagai orang beragama semua kejahatan ini dapat dijauhkan apabila kita hidup takut akan Tuhan dan menjahui larangannya. Kata Kunci : Penyebab dan Modus, Tindak Pidana Penyuapan, Panitera Pengganti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah “Analisis Akunatnsi Aset Daerah Dalam Penyusunan Neraca Pada Pemerintah Daerah Kota Kupang”. Persoalan dalam penelitian ini adalah dalam penyajian laporan keuangan pemerintah daerah Kota Kupang harus sesuai dengan kriteria nilai informasi yang disyaratkan oleh perundang-ungangan. Kota Kupang masih memiliki opini WDP(Wajar Dengan Pengecualian) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Dari permaslahan diatas maka yang menjadi persoalan penelitian adalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah perlakuan akuntansi asset daerah dalam penyusunan neraca sudah sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah. Perlakuan akuntansi asset daerah dalam penyusunan neraca meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi asset daerah dalam penyusunan neraca sudah sesuai dengan peraturan pemerintah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dukumentasi, sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil analisis menunjukan bahwa pemerintah daerah Kota Kupang secara umum perlakuan akuntansi aset daerah dalam penyusunan neraca Pemerintah Daerah Kota Kupang telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010, hal ini dilihat dari pengakuan asset tetap dapat di ukur dengan andal dan telah memenuhi kriteria untuk diakuinya sebagai aset tetap. Pengukuran aset tetap menggunakan biaya perolehan, dan Untuk pengakuan aset tetap termasuk aset yang diterima dari hibah yang dilengkapi dengan faktur perolehan aset tetapnya. Untuk aset tetap yang sudah tidak digunakan di eliminasi dari neraca dan secara detail telah diungkapkan dalam calk.
Dalam penyajian aset tetap telah sesuai dengan PSAP PP No.71 pengungkapan perubahan nilai aset tetap secara detail, seperti halnya dalam pembelian aset tetap dapat di lihat pada calk.
Kata Kunci: Perlakuan Akutansi Aset Tetap, Penyusunan Neraca
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANTONIA JUBLINA PELLO; NIM: 17191861 “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang” dibawah bimbingan Bapak JUSUF ABOLADAKA, SE.,M.Si selaku Pembimbing I dan Ibu MESRI W.N. Manafe, SE, M.Sc selaku Pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris apakah ada pengaruh antara variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan (X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan(X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut estimasi secara serempak bahwa Variabel latar belakang pendidikan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang.. sedangkan pada Variabel Kinerja Kerja (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Akan tetapi pada Variabel hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y). Sedangkan pada Variabel Komitmen Organisasi (X4) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Pada Variabel Gaya Kepemimpinan (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Latar Belakang Pendidikan , Kinerja Kerja, hubungan Eksekutif Dan Legislatif, Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Keterlambatan Penyusunan APBD
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MAGDALENA OHE WATUN (16383047) Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) pada Sarang Semi Alami dengan Kedalaman Berbeda di Tempat Penangkaran Sahabat Penyu Loang Desa Ria Bao, Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. Alfred G. O. Kase S.Pi, M.Si.,Ph.D dan Rockie R. L. Supit S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu merupakan salah satu hewan yang sebagian besar hidupnya berada di laut, kecuali untuk bertelur. Pantai Loang adalah salah satu pantai yang menjadi lokasi bersarang penyu di Pulau Lembata. Pantai ini terletak di Desa Ria Bao, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada beberapa jenis penyu yang ditemukan melakukan pendaratan dan bersarang di Pantai Loang salah satunya adalah jenis Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat keberhasilan penetasan telur penyu lekang (Lepidochelys olivacea) pada sarang semi alami dengan kedalaman berbeda di tempat Penangkaran Sahabat Penyu Loang Desa Ria Bao Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan langsung&survey, melakukan wawancara dengan petugas lapangan Sahabat Penyu Loang dan masyarakat Desa Ria Bao, serta melakukan pengukuran parameter yaitu suhu dan kelembaban pasir. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga kedalaman sarang semi alami yang berbeda, yaitu kedalaman 20 cm, 40 cm dan 60 cm, setiap perlakuan memiliki 3 ulangan sehingga secara keseluruhan berjumlah 9 buah sarang. Masing-masing sarang di isi dengan jumlah telur 30 butir setiap satu sarang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Rata-rata suhu mingguan pada empat waktu pengukuran dengan tiga kedalamanyaitu 30,4 °C (06.00), 31,2 °C (12.00), 30,8 °C (18.00) dan 30,1 °C (00.00) dari rata-rata suhu mingguanperubahan suhu pada jam 12.00 lebih tinggi, dan nilai pH yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian yaitu 7.Rata-rata Tingkat keberhasilan penetasan pada masing-masing kedalaman yaitu 51,11% (20 cm), 62,22% (40 cm), 53,33% (60 cm). Kedalaman terbaik terjadi pada kedalaman 40 cm dimana angka keberhasilannya tinggi yaitu 66.22%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Firens Ritman Tanaem (15380130) “Pengaruh Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun”, dibawah bimbingan Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D, sebagai pembimbing utama dan Rockie R. L. Supit., S.Pi, M.Si sebagai pembimbing anggota. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ketersediaan dan kualitas pakan yang memadai sangat perlu mendapatkan perhatian dalam masa perawatan tukik. Pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi serta komposisi yang baik bagi pertumbuhan tukik ditentukan oleh kandungannya yang lengkap mencakup protein, lemak, dan karbohidrat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020, bertempat di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratoris. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu (P1) ikan tongkol, (P2) udang vaname dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan data rasio konversi pakan lebih baik pada perlakuan (P1) ikan tongkol 25,47±0,12 gram, data pertumbuhan panjang mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol 3,14±0,15 mm, data pertumbuhan lebar mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1)ikan tongkol 3,24±0,11 mm, dan data pertumbuhan berat mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol berat 4,41 ± 0,15 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan pada rasio konversi pakan, panjang karapas, lebar karapas dan berat tubuh tukik penyu lekang (Lephidochelys olivacea) menunjukan pertumbuhan yang berbeda, walaupun nilai rasio konversi pakan dan berat tubuh tukik tidak memberi berpengaruh yang nyata.