Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: peneluran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail