Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: pakan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RASIO PEREKAT TEPUNG KANJI TERHADAP KUALITAS BRIKET RANTING KESAMBI (Schleichera Oleosa)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ranting kesambi (Schleichera oleosa) merupakan bagian dari tumbuhan kesambi yang banyak ditemukan di Indonesia. Ranting kesambi memiliki kandungan selulosa dan serat yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket. Namun, untuk meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan, perekat atau binder sangat diperlukan. Nilai rata-rata yaitu : Kadar air 10 mesh yaitu 1,57%, 15 mesh yaitu 1,84% dan 20 mesh 2,85%, dengan nilai rata-rata tetinggi yaitu pada perlakuan 20 mesh yaitu 2,85% dan terendah yaitu 1,57% pada perlakuan 10 mesh. Kadar zat mudah menguap yaitu 10 mesh yaitu: 5,19%,15 mesh yaitu 9,46, dan 20 mesh yaitu 9,80. Maka nilai rata rata kadar zat mudah menguap yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh. Kadar abu yaitu : 10 mesh yaitu: 8,74, 15 mesh yaitu: 9,14 dan 20 mesh yaitu: 9,20. Maka nilai rata rata kadar abu yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai rata rata yang terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh.. Lama Pembakaran briket yaitu : 10 mesh 34 menit, 15 mesh 37 menit dan 20 mesh 40 menit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMETAAN RUANG PORI PADA TANAH ALUVIAL DI KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia adalah Negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Dengan begitu, Tanah Merupakan komponen penting yang paling dibutuhkan manusia. Bagaimana tidak hampir semua hal dalam kehidupan melibatkan tanah. Tanah membagi bahan - bahan yang menyusun kerak bumi secara garis besar menjadi dua kategori: tanah(soil) dan batuan(rock), sedangkan batuan merupakan agregat mineral yang satu sama lainnya diikat oleh gaya-gaya kohesif yang permanen dan kuat. Pori-pori tanah adalah bagian yang tidak terisi bahan padat (terisi oleh air dan udara). Pori - pori tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu pori - pori kasar (makro pori) dan pori-pori halus (mikro pori). Pori - pori kasar terisi oleh udara atau air gravitasi (air yang mudah hilang karena gaya gravitasi, sedangkan pori - pori halus (mikro pori) berisi udara dan air kapiler. Tanah dengan pori - pori kasar yang banyak sulit menahan air sehingga tanaman mudah mengalami kekeringan. Dengan kata lain semakin liat suatu tanah maka porositasnya semakin halus dan semakin baik untuk penanaman tanaman. Status kesuburan Alluvial amat tergantung dengan bahan induk dan iklim. Suatu kecenderungan memperlihatkan bahwa di daerah beriklim basa P dan K relatif rendah dan pH lebih rendah dari 6,5. daerah-daerah dengan curah hujan rendah di dapat kandungan P dan K lebih tinggi dan netral Dari kondisi kelas teksturliat, yang biasanya memiliki porositas rendah di bahwa 15% (Hanifiah, 2012), maka diduga bahwa tanah yang ada di Naibonat merupakan hasil endapan (alluvial) yang memiliki banyak bahan organic, sehingga membuat porositas tanah nya tinggi walaupun tanah memiliki kelas teksturliat. Porositas tanah yang tinggi merupakan ukuran struktur tanah yang baik, karena tanah memeliki runang besar bagi pertukaran udara dan air.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU LEKANG (Lephidochelys olivacea) DI LEKOMPOK MASYARAKAT PENGGERAK KONSERVASI (KOMPAK) PENYU TAEFUN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Firens Ritman Tanaem (15380130) “Pengaruh Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun”, dibawah bimbingan Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D, sebagai pembimbing utama dan Rockie R. L. Supit., S.Pi, M.Si sebagai pembimbing anggota. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ketersediaan dan kualitas pakan yang memadai sangat perlu mendapatkan perhatian dalam masa perawatan tukik. Pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi serta komposisi yang baik bagi pertumbuhan tukik ditentukan oleh kandungannya yang lengkap mencakup protein, lemak, dan karbohidrat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020, bertempat di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratoris. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu (P1) ikan tongkol, (P2) udang vaname dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan data rasio konversi pakan lebih baik pada perlakuan (P1) ikan tongkol 25,47±0,12 gram, data pertumbuhan panjang mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol 3,14±0,15 mm, data pertumbuhan lebar mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1)ikan tongkol 3,24±0,11 mm, dan data pertumbuhan berat mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol berat 4,41 ± 0,15 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan pada rasio konversi pakan, panjang karapas, lebar karapas dan berat tubuh tukik penyu lekang (Lephidochelys olivacea) menunjukan pertumbuhan yang berbeda, walaupun nilai rasio konversi pakan dan berat tubuh tukik tidak memberi berpengaruh yang nyata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail