ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NAMA : RANDY YUSTENS WEWO NIM : 18410307 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sebuah manajemen perusahaan, dimana manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja dan aktivitas yang ada didalamnya sehingga dalam hal ini ada begitu banyak hal mengenai sistem dan peraturan kerja. Oleh karena itu salah satu faktor yang menjadi pendukungnya berjalanya SDM yaitu kerja sama agar dalam menjalankan sistem manajemen yang ada selain itu dalam meningkatkan mutu kualitas karyawan dan mengadakan pelatihan dan dasar-dasar pemahaman cara kerja yang efektif dan efisien dikarenakan itu sebagai wadah dan cara menilai program itu biasa diterima atau tidak dalam keseimbangan sebenarnya, mengacu pada hal ini ada berbagai macam hal yang akan dibahas dalam kerja. Masalah kerja yaitu adanya jam kerja yang berlebihan atau melewati batas kerja waktu normal sehingga dapat tejadinya konflik kerja, stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan Di Dinas PUPR Prov. NTT menilai dari permasalahan kerja yang ada didalam perusahaan atau pun diluar masalah secara pasti dan tidak disengaja masalah selalu saja hadir ketika dalam bekerja baik secara umum dan kecil di lingkungan kerja. Konflik kerja adalah permasalahan yang terjadi ketika bekerja atau sedang melaksanakan aktivitas dalam bekerja, stres kerja sendiri berasal dari konflik kerja karena masalah yang timbul akibat kerja menjadi lebh nyata dan sangat berpengaruh sekali baik itu secara transparan maupun linier, beban kerja dalam hal setelah seseorang melaksanakan pekerjaan nya tapi tidak biasa menuntaskannya maka akan berdampak menjadi beban untuk diri sendiri yang dimana pekerjaan tersebut harus dituntaskan baik itu perlahan tapi berjalan sesuai koridornya. Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT beralamat di JL. SK. Lerik Depan Balai Kota Kupang Walikota –Kupang Telp. (0380) 831806. Tugas pokok Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengujian melalui pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan urusan pekerjaan umum, pelayanan jasa uji mutu dan pengembangan jalan, jembatan dan sumber daya air serta keciptakaryaan. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui pengaruh Stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui apakah beban kerja produk berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Konflik kerja adalah ketidaksesuaian diantara lebih dari dua anggota atau suatu faksi ( dalam suatu lembaga atau perusahaan) yang perlu memeca sumber daya yang sedikit atau aktivitas kerja dan karena fakta bahwa mereka memiliki kontras status, arah, perhitungan, atau pemahaman. b. Stres kerja adalah suatu keadaan krisis yang mengakibatkan adanya kesenjangan tubuh maupun psikis, yang mempengaruhi perassan, jalan pikiran, dan keadaan individu. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kompotensi seseorang untuk beradapatsi dengan lingkungan sekitar.. Sebagai dampaknya, pada diri karyawan muncul berbagai macam fenomena stres yanng dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. c. Beban kerja adalah volume dari hasil keja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yamg dapat dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam jumlah tertentu d. Kinerja karyawan yaitu hasil yang didapatkan suatu lembaga baik lembaga tercantum berkarakter berorientasi keuntungan dan tidak berorientasi keuntungan yanng didapatkan semasa satu kurun batas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel konflik kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel stress kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel beban kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT dan secara simultan variabel stress kerja, konflik kerja dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Kata Kunci :Konflik Kerja, Stres Kerja, Beban Kerja Dan Kinerja Karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kabupaten Timor Tengah Selatan) OLEH GENI HELENA LONA 17411402 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Secara Parsial dan Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, dimana instrument penelitian ini berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 50 orang karyawan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda dan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Uji statistik menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil pengujian hipotesis pada Uji t membuktikan bahwa Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PDAM kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel Beban Kerja sebesar 0,095 > 0,05 yang berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Variabel Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel stres kerja sebesar 0,001 0,05 yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil Statsitik (Uji F), secara simultan beban kerja dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,410. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 41% sisanya 59% dijelaskan oleh variabel lain. Maka dapat disimpulkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sementara Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul : Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Bappeda Kabupaten Malaka. Skripsi ini ditulis oleh Meyanti Joelina Klau NIM 18410203 Fakultas Ekonomi, program studi manajemen jalur minat manajemen sumber daya manusia, Universitas Kristen Arta Wacana Kupang. Penelitioan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan juga mengetahui pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan bappeda kabupaten malaka di peroleh sampel 35 orang. teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (uji f) dan uji koefisien determinasi(R2) dari hasil penelitin yang dilakukan beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) secara mutlak berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) pada bappeda hall ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar –2,652 sedangkan nilai koefisien b1 0,752, b2 : 0,330 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan beban kerja (X1) dan Pengembangan karir (X2) terhadap kepuaan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut Y = -2,652+0,752+0,330+e . dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstantan -2,652 artinya jika nialai beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) sama dengan nol maka kepuasan kerja karyawan menurun sebesar -2,652 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,752 artinya jika beban kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka kepuasan kerja karyawan (Y) bakan meningkat sebesar 0,752. Dengan asumsi variable lain konstanyan .koefisien regresi b2 sebesar 0,330 artinya jika pengembangan karir mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka kepuasan karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,330 poin dengan asumsi variable lain konstantan. Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama dalam menentukan tujuan sebuah organisasi. Salah satu langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan organisasi yakni upaya penyempurnaan perilaku manusia sebagai sumber daya yang memegang peranan penting dalam menyelenggarakan tugas- tugas organisasi, sehingga berdasarkan penjelasan tersebut perlu diketahui bahwa sumber daya manusia memiliki peranan dan posisi yang sangat strategis dalam suatu organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan organisasisecara efektif, efisien, dan produktif.Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia.
Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Walaupun banyak sumber daya, sarana dan prasarana lainnya, tanpa ada sumber daya manusia maka kegiatan organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik.Untuk nenentukan kualitas suatu organisasi maka perlu untuk melihat suatu Kinerja Pegawai. Untuk itu perlu dilakukan penilaian kinerja secara periodik yang berorientasi pada masa lalu atau masa yang akan datang. Penilaian disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bentuk kerja dari pegawai sudah memenuhi standar kerja yang diharapkan atau belum. Oleh sebab itu Kinerja pegawai dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi atau instansi tersebut. Setiap pekerjaan memiliki kriteria pekerjaan yang spesifik, atau dimensi kerja yang mengidentifikasi elemen-elemen yang paling penting dari suatu pekerjaan. Organisasi atau instansi perlu mengetahui berbagai kelemahan dan kelebihan pegawai, hal ini dilihat berdasarkan pada banyaknya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya kurangnya disiplin karyawan dan tingginya beban kerja yang diberikan organisasi atau instansi tersebut.
Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu bagi instansi atau organisasi untuk mempertimbangkan serta memperbaiki kelemahan dan menguatkan kelebihan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan pengembangan pegawai sehingga kinerja pegawai pada setiap instansi harus dioptimalkan demi tercapainya tujuan organisasi atau instansi tersebut.
Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meganaisis apakah terdapat pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Objek yang peneliti akan teliti dalam penelitan ini adalah pada kantor Kecamatan Maulafa dan sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada pada kantor Kecamatan Maulaf yaitu sebanyak 24 orang pegawai.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa secara terpisahterdapat pengaruh dan signifikan Disiplin Kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (β1) sebesar 0.484 yang artinya bahwa jika Disiplin Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.000 < 0.05 dan t hitung sebesar 4.201 > t tabel sebesar 1.721. Sedangkan untuk variabel beban kerja terdapat pengaruh yang signifikan Beban Kerja (X2) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang.Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi(β2) sebesar 0.295 yang artinya bahwa jika Beban Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Beban terhadap Kinerja Pegawai.Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.021 < 0.05 dan t hitung sebesar 2.503> t tabel sebesar 1.721.
Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Kantor Kecamatan Maulafa dimasa yang akadatang, oleh karena itu hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa berkaitan dengan disiplin kerja adalah kuantitas kerja pegawai, selain dari pada itu perlu adanya pengawasan yang ketat dan sanksi yang keras agar pegawai lebih disiplin dalam mematuhi peraturan kantor.
Sedangkan untuk beban kerja pegawai, hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa adalah harus lebih meningkatkan hal-hal yang menyangkut dengan penggunaan waktu kerja untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, sehingga mereka dapat menggunakan waktu kerja dengan sebaik mungkin agar dapat meningkatkan kenerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik. Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pendidikan dan pengajaran di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Beban Kerja Dosen (BKD). Menurut Kusuma Beban Kerja Dosen (BKD) adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya dalam pendidikan dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat. BKD sendiri mencakup kegiatan pokok, yang meliputi; (1) pendidikan dan pengajaran (merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih), (2) melakukan penelitian dan pengembangan ilmu, (3) melakukan tugas tambahan pada administrasi atau manajemen pada Perguruan Tinggi di mana yang bersangkutan bertugas, serta (4) melakukan pengabdian kepada masyarakatBeban Kerja Dosen (BKD) adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya dalam pendidikan dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat. BKD sendiri mencakup kegiatan pokok, yang meliputi; (1) pendidikan dan pengajaran (merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih), (2) melakukan penelitian dan pengembangan ilmu, (3) melakukan tugas tambahan pada administrasi atau manajemen pada Perguruan Tinggi di mana yang bersangkutan bertugas, serta (4) melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian ini merupakan Deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang berjumlah 158 orang dan sampel berjumlah 45 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data di analisis menggunakan analisis deskriptif.
Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif di ketahui bahwa kinerja dosen di universitas kristen artha wacana kupang dalam kategori sedang dan tinggi. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga di deskripsikan dengan menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendidikan dan pengajaran di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 2) Penelitian di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 3) Pengabdian di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 4) Kegiatan penunjang di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W.Z Johanes Kupang. untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada RSUD W. Z Johanes Kupang dan untuk mengetahui pengaruh kompenisasi terhadap kinerja karyawan RSUD W.Z Johanes Kupang. latar belakang dari penelitian ini adalah Keberadaan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi memegang peranan sangat penting. Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas organisasi. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada dalam sebuah organisasi harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan output optimal. Jika mereka telah melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja dari organisasi tersebut. Kinerja yang lebih tinggi mengandung arti terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, atau kualitas yang lebih tinggi dari penyelesaian serangkaian tugas yang dibebankan kepada seorang pegawai dalam suatu organisasi. Rumah sakit umum daerah W.Z Johanes Kupang mengalami beberapa masalah baik di internal maupun eksternal. Masalah internal rumah sakit salah satunya adalah kurang disiplinnya pegawai, kurangnya fasilitas yang menunjang kinerja pegawai serta ruang yang kurang memadai. Rumah sakit umum daerah Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang yang bergerak dibidang pelayanan publik, kedisiplinan dalam bekerja sangat diutamakan demi meningkatkan produktivitas kerja individu ataupun rumah sakit itu sendiri. Namun masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kedisiplinan yang menurunkan produktivitas kerja pegawai, diantaranya ialah banyak pegawai yang terlambat masuk kantor dan pulang kerja sebelum jam kerja berakhir, meninggalkan jam kerja tanpa izin untuk kepentingan pribadi, menggunakan fasilitas/alat-alat kantor tidak sesuai kegunaannya (kepentingan pribadi). Banyak upaya yang dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan disiplin kerja pegawainya, namun masih banyak kendala yang dihadapi rumah sakit dalam rangka meningkatkan disiplin kerja pegawai, itu dikarenakan kurangnya pengawasan oleh atasan, serta kurangnya rasa tanggung jawab pegawai atas pekerjaan, hal itu juga di pengaruhi kurang ketersediannya fasilitas yang ada dan kurang maksimalnya penggunaan ketersediaannya fasilitas yang menunjang perkerjaan. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dan berdampak langsung terhadap rumah sakit umum Johanes kupang Adapun hasil penelitianya sebagai berikut Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel disiplin kerja sebesar 1.605 dengan nilai signifikansi sebesar 0,117. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Artinya variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini disiplin kerja memiliki peran penting untuk kesuksesan pekerjaan pegawai. Dimana setiap pegawai memiliki kedisiplinan yang cukup baik dalam melaksanakan pekerjaanya. Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel beban kerja sebesar 0.214 dengan nilai signifikansi sebesar 0,832. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Dalam hal ini beban kerja rata-rata yang diterima oleh pegawai sudah tinggi, sehingga untuk beban kerja lainnya yang didapat bisa berpengaruh terhadap kinerja pegawai, Berdasarkan tabel hasil Thitung diatas diperoleh nilai Thitung untuk variabel kompensasi sebesar 2.126 dengan nilai signifikansi sebesar 0,041. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di RSUD W. Z Johanes Kupang. Variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan RSUD W.Z. Johanes. Hal dikarenakan kompensasi yang selama ini diterima oleh pegawai sudah tergolong sesuai dengan harapan pegawai, sehingga kinerja yang dihasilkan oleh pegawai RSUD W. Z Johanes Kupang sudah cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Pada dasarnya perusaan dituntut untuk menciptakan kinerja pegawai yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan. Kinerja atau Performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kinerja merupakan salah satu asset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan perilaku aktif dari setiap aktivitas organisasi mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan usia dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa dalam suatu organisasi. Dengan adanya pekerjaan yang tidak menjadi beban kerja terhadap kinerja pegawai maka pegawai akan selalu produktif dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi organisasi. Dari data kinerja pegawai Dinas Kelautan dan perikanan Prov NTT hasil pencapaian yang diperoleh 61%, 93%, 59% dapat diketahui nilai kinerja pegawai kurang dari 100% atau capaian kinerja pegawai belum bisa terlaksana dengan apa yang sudah ditargetkan. Dengan begitu beban kerja yang ada pada perusahaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai yang dihasilkannya. Stress dapat memberikan pengaruh positif dan negative terhadap pegawai. Pengaruh positif dari stress adalah dapat mendorong pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sehingga lebih terpacu lagi untuk bekerja sedangkan pengaruh negativnya dapat membuat pegawai tidak focus, salah satu tipe penghambat dalam kinerja pegawai diperusahaan adalah beban kerja yang mungkin berlebihan pada pegawai dan dapat mengakibatkan timbulnya stress kerja. Persoalan penelitian ini adalah apakah beban kerja mempunyai hubungan dengan kinerja Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT, Apakah stress kerja mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PNS Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT yang berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 48 responden yaitu pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT untuk dijawab secara benar dan lengkap. Untuk analisis pendahuluan peneliti menggunakan analisis deskriptif memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden ke dalam data table distribusi frekuensi berkaitan dengan beban kerja, stress kerja dan kinerja. dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variable. Berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment Pearson antara beban kerja terhadap kinerja sebesar -0,168 yang berarti hubungan kedua variable sangat lemah. Korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan beban kerja dan strse kerja tidak searah, artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dan sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,254 atau >0,05 (Ho diterima Ha ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Uji korelasi Product Moment Pearson antara stress kerja terhadap kinerja pegawai sebesar -0,116 artinya hubungan kedua variable sangat lemah, korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan antara stress kerja terhadap kinerja pegawai tidak searah, artinya semakin tinggi pegawai mengalami stress kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dn sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,432 atau >0,05 sehingga berdasarkan uji kriteria (Ha ditolak dan Ho diterima) atau dengan kata lain stress kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Dari hasil analisis yang dilakukan, kesimpulan yang didapat adalah: 1) beban kerja pegawai dinas kelautan dan perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan yang signifikan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai. 2) stress kerja pegawai Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI” PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KUPANG
Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, Oleh sebab itu, perlu adanya Manajemen terhadap SDM secara memadai sehingga terciptakan SDM yang berkualitas. Sumber daya manusia yang handal merupakan hal yang dibutuhkan di era globalisasi. Setiap organisasi selalu mengharapkan sumber daya yang mampu berkerja secara efektif dan efisien. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan instansi. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja memiliki arti suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing.
Kualitas dari pemimpin sering kali dianggap sebagai faktor terpenting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Kepemimpinan, tidak dipungkiri, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam keberhasilan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, diyakini bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Kinerja yang baik ditentukan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia yang berpengaruh pada kesuksesan suatu perusahaan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. merupakan merupakan unsur pelaksana tugas tertentu Pemerintah Daerah dibidang Kepegawaian dan Diklat Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya.
Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. pada kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dan Pengaru Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai. Pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada tahap analisis lanjutan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan hasil dapat dikatakan bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag , dari hipotesis yang telah dirumuskan, maka terbukti bahwa Keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Kabupaten Kupnag.
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang, dengan demikian terbukti dengan hipotesis yang telah dirumuskan bahwa variabel gaya Kepemimpinan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang.
Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kupang Diharapkan kepada seluruh pegawai untuk lebih ikut melibatkan diri/ berpartisipasi dalam segala pekerjaan, agar keterlibatan kerja tersebut memudahkan dalam penyelesaian pekerjaan/tugas yang diberikan, sehingga kinerjanya dapat dicapai dengan baik.
Sedangkan kepada pihak pimpinan, agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat dan sangatlah penting guna meningkatkan kinerja pegawai. Karena ketika pemimpin dapat menciptakan suasana bersahabat dengan pegawai, akan dapat menjadikan suasana kerja yang harmonis dan menyenangkan.
Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Disiplin Kerja, dan Beban Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menganalsis disiplin kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang, dan Untuk menganalsis beban kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, Salah satu sistem pembinaan karier anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilaksanakan melalui mutasi pada setiap jenjang kepangkatan secara rutin dan insidentil berdasarkan kebutuhan organisasi atau pertimbangan kepentingan individu Anggota sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Mutasi Jabatan dalam hal ini adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan yang lain, baik yang sifatnya promosi, setara maupun demosi. Mutasi bisa berupa mutasi antar daerah yakni pemindahan anggota antar Polda atau antar Satuan fungsi (Satfung) di lingkungan Mabes POLRI atau dari Polda ke Mabes POLRI atau sebaliknya tanpa menunjuk jabatan Fakta yang diperoleh melalui penelitian awal tanggal 15 Februari 2021 menunujukkan hasil yang berbeda, ternyata penempatan sumber daya dalam institusi Kepolisian seringkali tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara awal 15 Feberuari 2021 dengan
beberapa anggota POLRI Resort Kupang kota, menunjukkan bahwa masih banyak anggota POLRI yang merasa bahwa dirinya kurang
kompeten dalam mengimplementasikan tugasnya pada suatu bidang setelah mutasi diberlakukan. Anggota-anggota tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud kurang atau bahkan tidak sesuai denganxiii minat, bakat serta kompetensinya. Ketidakpuasan anggota dalam penempatan kerja menimbulkan dampak yang cukup besar baik terhadap anggota itu sendiri, bagi organisasi, dan juga bagi masyarakat. Ketidakjelasan mutasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada bawahan, serta membuat mereka bekerja dalam ketidakpastian karena sewaktu-waktu dapat dilakukan mutasi.
Banyak kasus yang dijumpai dimana anggota POLRI ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minat dan kompetensinya. Sebagai contoh, anggotaanggota tersebut ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan dikjur (Pendidikan Kejuruan) yang telah dilaksanakan. Misalnya anggota tersebut mengikuti dikjur Binmas tetapi saat penempatan justru pada unit Reserse, sehingga penempatan tersebut tidak sesuai dengan kompetensi anggota. Selain itu, seringkali bidang baru setelah mutasi diberlakukan merupakan bidang yang kurang diminati oleh anggota yang bersangkutan secara psikologis, anggota POLRI yang ditempatkan pada bidang yang kurang sesuai dengan minat dan kompetensinya tentu akan mengalami konflik-konflik internal seperti ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat anggota tersebut merasa tertekan atau stress dan merasa terbebani hingga memicu frustrasi, ini akan mengakibatkan anggota akan malas
dan menghindar dari pekerjaan yang sudah di berikan. Hasil penelitian ini adalah Responden yang merupakan anggota polisi resort kota Kupang menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Disispli Kerja (X1) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,796, hasil ini menunjukan bahwa peranan variabel disispli kerja memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan
kinerja anggota Polisi Resort Kota Kupang Dikarenakan atasan dan rekan kerja saling mendukung dalam bekerja dan pembagian tugas diberikan sesuai dengan peran masing-masing anggota sehingga anggota polisi merasa disiplin kerja menjadi lebih baik jika kesadaran dan kesediaan setiap anggota menaati semua peraturan danxiv norma-norma sosial yang berlakuJika kemampuan pekerja lebih tinggi dari padatun tutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu bebankerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Beban Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,906. Hasil ini menunjukan bahwa beban kerja memiliki korelasi terhadap kinerja anggota polisi resort kota Kupang. Artinya bahwa Disaat organisasi memberikan aturan disiplin kerja maka dengan sangat mudah akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga akan muada pula dalam mencapai tujuan organisasi secara
maksimal.