ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis Adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia, dengan Rumusan masalah (1).Bagaimana motif terjadinya tindak pidana pekerja imigran Indonesia (2).Bagaimana modus yang dilakukan pelaku dalam penempatan pekerja imigran Indonesia dan (3).Bagaimana akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penempatan pekerja imigran Indonesia Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1). Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana pekerja imigran Indonesia (2). Untuk mengetahui modus yang dilakukan pelaku dalam penempatan pekerja imigran Indonesia dan (3). Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penempatan pekerja imigran Indonesia . Dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel Bebas adalah variabel yang memberikan pengaruh bagi variabel terikat. Variabel bebas dalam penilitian ini adalah Bagaimana motif dan modus tindak pidana penempatan tenaga kerja migran ditinjau dari perspektif pelaku dan Variabel Terikat (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu akibat hukum dari tindak pidana penempatan tenaga kerja migran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif Pengumpulan data melalui data sekunder dari direktori mahkamah agung kemudian di analisis dan dibuat kesimpulannya.populasi dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan direktori mahkamah agung Hasil penelitian menunjukan bahwa ,(1).Motifnya ialah Pelaku mencari keuntungan dan Korban ingin memperoleh pekerjaan,(2).modusnya Pelaku mencari tenaga kerja melalui status facebook, Pelaku merespon status Korban di facebook dan Kesepakatan pelaku dan korban ,(3).Akibat hukumnya Pelaku ditahan dan Pidana penjara, Pelaku di denda dan Pelaku Membayar biaya perkara
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia ? 2. Bagaimana mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan? 3. Bagaimana akibat hukum terhadap pelaku , korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri ? Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia. 2. Untuk mengetahui mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan. 3. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku, korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia, mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan dan akibat hukum terhadap pelaku dan korban tindak pidana penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, sedangkan Variable terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan penempatan pekerja migran Indonesia.
Berdasarkanh hasil penelitian maka yang menjadi faktor penyebab pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia adalah pelaku mendapatkan keuntungan dan pelaku mendapat upah. Mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan, secara normatif berdasarkan Pasal 5 Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Proses Sebelum Bekerja Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia yaitu : Pendaftaran, Seleksi, Pemenuhan dokumen, Orientasi Pra Penempatan (OPP), Pendataan sidik jari biometric, Pemberangkatan. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri adalah pelaku di tahan, pelaku di pidana penjara dan membayar denda. Pelaku membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap korban adalah korban mengalami kerugian materil. Akibat hukum terhadap Negara adalah mengurangi pendapatan devisa negara non pajak.
Saran, Diharapkannmasyarakat khusus para pekerja migran Indonesia untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai mekanisme yang sudah di atur dan diharapkan kepada pemerintah Dinas Ketenagakerjaan dalam hal perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia, dan juga memberikan pemahaman bagi para calon Pekerja Migran Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya aparatur pemerintah desa Kletekyang dinilai kurang responsif dalam melaksanakan tugas pelayanan kepadamasyarakat di Desa Kletek. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penuliskepada beberapa masyarakat setempat, dinilai masih rendahnya produktivitas kerjaaparatur yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut: (1). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yangdiberikan oleh kepala desa sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkansehingga berdampak pada pelaksanaan pemberian pelayanan kepada masyarakat;(2). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat memanfaatkanwaktu serta memenuhi target yang telah ditentukan sehingga menyebabkanbertumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintah Desa Kletek. Contohnya: Dalam pengerjaan APBDes yang disimpan danditumpuk, tidak diselesaikan sesuai dengan perintah atasan, hal ini menyebabkanpekerjaan yang lainnya menjadi terhambat. Oleh karenanya, unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah Desa Kletek dalam memberikan pelayanan publik secara prima menjadi suatu kewajiban. Profesionalisme disini lebih menekan kepadakemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikanpelayanan publik yang responsif, transparansi, produktivitas dan efesien. Aparaturpemerintah Desa Kletek selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik,cepat, dan efektif serta efisien kepada masyarakat. Tentu hal tersebut akantercermin melalui kinerja Aparatur itu sendiri. Dengan demikian, pekerjaan dariAparatur Pemerintah Desa Kletek merupakan fokus dalam penelitian ini, dengan studidilakukan Di Desa Kletek, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN MAULAFA KUPANG
Sumber daya manusia adalah individu yang bekerja dalam suatu organisasi, baik perusahaan maupun instansi yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga perlu adanya pelatihan dan pengembangan untuk kemampuanya. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting bahkan tidak bisa dilepaskan dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci penentu berkembangnya organisasi. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dari tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pengembangankarir adalah eksplorasi, pemantapan, keberhasilan dan pemenuhan karir seseorang.Loyalitas atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi.Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ada. Sampel pada penelitian kali ini adalah seluruh pegawai Pada Kantor Camat Maulafa Kupangyang berjumlah 23 orang. Analisis Pendahuluan dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai karakteristik masing-masing indikator untuk menjelaskan konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.
Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel karakteristik pekerjaan (X1) memiliki pengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,480 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel pengembangan karir (X2) berpengaruh terhadap loyalitas pegawai (Y) pada pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4,372 dengan tingkat signifikan 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Diketahui bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2.Diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Variabel karakteristis pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Hasil penelitian ini itdak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Charlos Alexander Lumiu dalam penelitiannya dengan judul Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir Dan Kompensasi Terhadap Loyalitas karyawan, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Pengembangan Karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan. Artinya semakin tinggi Pengembangan Karir tidak akan mengakibatkan tinggi rendahnya Loyalitas Karyawan. dan juga hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Kompensasi memiliki hubungan secara langsung dengan variabel loyalitas karyawan. Artinya semakin tinggi kompensasi akan mengakibatkan semakin tinggi loyalitas karyawan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh tehadap loyalitas pegawai maka disarankan kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang untuk selalu memperhatikan karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir agar para pegawai merasa puas dan nyaman serta terus menjadi pegawai yang tetap maupun setia kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir menjadi Akuntan Publik. Faktor –faktor yang mempengaruhi terhadap pemilihan karir menjadi Akuntan Publik diukur dengan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 17. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja, berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan oleh mahasiswa akuntansi, namun secara parsial variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi, sedangkan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas masing-masing berpengaruh signifikan. Kata kunci: pemilihan karir menjadi akuntan ,profesi akuntan publik,nilai intrinsik pekerjaan gaji, pelatihan profesional, pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja dan pertimbangan pasar kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “analisis hubungan stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis desktiptif kuantitatif. Adapun hal yang paling penting yang perlu diperhatikan dalam kantor yakni stress kerja dan uraia pekerjaan serta perilaku pemimpin. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh perilaku pemimpin yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efesien. Stress merupakan suatu hal yang dimiliki setiap pegawai karena kecakapan,kemampuan seorang pegawai dapat meyelesaikan pekerjaannya maupun tugas yang diberikan dinas. Uraian pekerjaan merupakan suatu informasi tertulis yang menguraikan tugas dan tanggu jawab, kondisi pekerjaan dalam mencapai tujuan. Uraian pekerjaan pegawai juga sangat beperan penting dalam perusahaan agar dapat mencapai tujuan dagar dapat mencapai tujuan perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang masih berstatus sebagai pegawai, selain itu perilaku pemimpin juga perlu di perhatikan karena untuk mencapai hasi kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai serta untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja pegawai, uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai serta perilaku pemimping dengan kinerja pegawai pada dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang yang berjumlah 63 orang pegawai. Dengan sampel sebanyak 53 orang pegawai yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data analisis menggunakan teknik uji korelasi product momen menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin,dan kinerja pegawaidinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi product momen diketahui bahwa stress kerja dan kinerja pegawai mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,089 dan pearson correlation sebesar 0,236, dan uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,660, dan perilaku pemimpin dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,017 dengan pearson correlation sebesar 0,326.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Deskripsi Pekerjaan Dan Spesifikasi Pekerjaan terhadap Kinerja Pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang” jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yakni deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Kinerja pegawai dapat berjalan dengan baik apabila dibantu dan didukung oleh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisiensi. Deskripsi pekerjaan merupakan hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian proses menghimpun dan mengelola informasi mengenai suatu pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab pegawai.keseluruhan kajian ringkasan informasi pekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaan seorang pegawai sebagai hasil analisis tugas pokok dari uraian pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan merupakan syarat-syarat atau kualifikasi dan persyaratan minimum yang harus dimiliki oleh seorang pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan dijadikan informasi dasar untuk memulai proses rekruitmen, seleksi dan penempatan pegawai dalam menentukan posisi atau jabatan seorang pegawai. Selain itu kinerja pegawai juga perlu diperhatikan guna mencapai hasil kerja yang dicapai oleh setiap aparatur sipil negara pada unit/organisasi sesuai dengan sasaran kinerja pegawai dan perilaku kerja. Penilaian kerja dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai, serta perilaku aparatur sipil negara. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang.
Penelitian ini merupakan analisis deskriptif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi liniear berganda uji t, uji F, dan uji R2 menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang berada dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan rekapitulasi jawaban responden. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekejaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang.