Abstrak
Kenyataan, bahwa hingga hari ini keberpihakan lembaga-lembaga pemerintah dan sosial kepada kelompok difabel belum memadai. Gereja, sebagai salah satu lembaga sosial, yang bertanggung jawab terhadap kelompok difabel masih lamban untuk memperlihatkan pelayanannya. Mengapa gereja begitu lamban dalam menyikapi persoalan kelompok difabel? Apakah minimnya keberpihakan gereja terhadap kelompok difabel karena gereja masih bergumul dengan minimnya konsep teologi yang berdampak pada lambannya diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? Tesis ini mengacu pada empat pertanyaan pokok: (1) Apa konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel, dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan holistik bagi dan bersama kelompok difabel? (2) Apa pandangan Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel dan bagaimana pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri? (3) Bagaimanakah praksis diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? (4) Bagaimana refleksi teologis tentang pemberdayaan gereja bagi dan bersama kelompok difabel? Pertanyaan-pertanyaan ini, membimbing penulisan ini untuk mencapai empat tujuan, yaitu : (1) sebuah deskripsi konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan diakonia holistik bagi dan bersama kelompok difabel; (2) Uraian perspektif Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel; (3) Uraian pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri; penjelasan praksis diakonia holistik GMIT selama ini bagi dan bersama kelompok difabel; dan (4) sebuah tinjauan reflektif teologis tentang diakonia holistik gereja bagi dan bersama kelompok difabel. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk kepentingan tesis ini adalah metode penelitian kwalitatif dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu studi kepustakaan diarahkan pada dokumen-dokumen GMIT yang berkaitan dengan topik studi. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) GMIT masih perlu menunjukkan kepekaan dan kepedulian dalam prinsip solidaritas yang sama kepada kelompok difabel. (2) Diakonia bagi dan bersama kelompok difabel masih sangat terbatas. (3) GMIT belum memiliki pandangan dan sikap teologis yang jelas terhadap kelompok difabel. (4) Secara teologis, keberpihakan kepada kelompok difabel dalam menegakkan keadilan dan damai sejahtera bagi mereka sesungguhnya memperlihatkan keberpihakan Allah bagi manusia.