Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: Bahasa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE STUDY ON FIGURATIVE LANGUAGE IN RUDYARD KIPLING POEMS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

tujuan dari rumusan masalah adalah untuk mengetahui jenis-jenis bahasa kiasan dan jenis-jenis bahasa kiasan yang dominan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif sedangkan datanya di ambil dari google. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori bahasa khiasan yang dikemukakan oleh Perrine dalam Sihite (2016). Dalam penelitian ini, penulis menganalisis tiga puisi karya Rudyard Kipling. Dari hasil analisis data penulis menemukan beberapa bahasa khiasan yang digunakan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling, jenis-jenis bahasa kiasan yang dominan dalam puisi-puisi tersebut yaitu; repetition 35,1%, metaphor 16,6%, personification 18,5%, synecdoche 3,7%, hyperbole 5,8%, metonymy 14,8%, understatement 1,8% and apostrophe 3,7% dengan repetition sebagai bahasa kiasan yang paling dominan. Setelah melakukan analisis terhadap bahasa kiasan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling, penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang bahasa kiasan yang digunakan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE STUDY ON HOMONYMS IN WEWEWA LANGUAGE (A LANGUAGE SPOKEN BY WEWEWA SOCIETY IN SOUTHWEST SUMBA REGENCY)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui jenis-jenis homonim dalam bahasa Wewewa (bahasa yang di tuturkan masyarakat Wewewa di kabupaten Sumba Barat Daya. Dan 2). Untuk mengetahui makna homonym dalam bahasa Wewewa (bahasa yang di tuturkan masyarakat Wewewa di kabupaten Sumba Barat Daya). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data yang diwawancarai sedang diterapkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga jenis homonim yang ditemukan dalam bahasa Wewewa. Yaitu: pertama adalah homonim lengkap, seperti; limma, we’e, gha’i, mbei, katillu, moro, kalowo, toro, keto ghua. Kedua adalah partial homonim, seperti; kalawara dan kalawwara, luwa dan luwwa, ndua dan duwa, dingngira dan dingngira. Ketiga adalah homonim gramatikal seperti; tenda, kedu, kabika, wella, eka, tukku, pote, nga’a, pogo, tama. Arti kata homonim seperti; kata limma berarti tangan dan lima. We’e artinya air dan sarung. Gha’i artinya kai dan memiliki. Mbei berarti betina and besi. Katillu berarti telinga dan tuli. Moro bearti obat dan biru, kalowo artinya pisang dan papaya, tomat bearti tomat dan terong, keto berarti pisau dan parang, ghua artinya seperti dan buah. Arti kata partial homonim seperti; kalawara artinya sakit dan kalawwara artinya peliharaan, luwa berarti banyak dan luwwa berarti singkong, ndua artinya baik dan duwa artinya sembuh, dingngira artinya bening dan ndingngira artinya kunyit. Arti kata homonim gramatikal, seperti; kata tenda berarti menendang kata tersebut kategori kata kerja dan kata tenda kategori kata benda. Kedu berarti mencuri (v) dan monyet (n). Kabika berarti mengisap (v) dan bodoh (adj). Wella bearti bangun (v) dan selembar (n). eka bearti membesarkan (v) dan berbeda (n). Tukku artinya pukul (v) dan tumbuk (n). pote berarti berputar (v) dan ternak (n). Nga’a artinya makan (v) dan nasi (n). pogo artinya jatuh (v) dan kapak (n). tama artinya masuk (v) dan tajam (n). Pando brrati tambah (v) dan delapan (n). Uttu berarti kumpul (v) dan kutu (n)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE IN SELECTED SONG LYRICS OF IWAN FALS’ ALBUM “INDONESIA DALAM BERITA”

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “ Sebuah Analisis Bahasa Kiasan Dalam Lirik Lagu Pilihan Album Iwan Fals "Indonesia dalam Berita" pembelajaran ini bertujuan untuk menemukan bahasa kiasan , tipe bahasa kiasan yang paling dominan diguanakan dan arti dalam penggunaan kata/ bahasa pilihan dalam “ lirik Lagu pilihan album Iwan Fals "Indonesia dalam Berita" desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarka teori Keraf (2002;124-145) tentang jenis bahasa kiasan yang terdiri dari 60 jenis bahasa kiasan tapi dalam pembelajaran ini hanya fokus pada 12 jenis gaya bahasa yang terdiri dari 4 kategori yaitu : kategori pertama adalah simile metafora, personifikasi (perbandingan) ; kategori kedua adalah hiperbola, litotes, sakral, (kontras), dan ketiga adalah kiasan, metonomi, sinekdoke (hubungan): dan keempat adalah aliterasi, ephistrope, anafora (pengulangan). Proses analisis data adalah mengidentifikasi data kemudian mengklasifikasikan dan setelah itu mendeskripsikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 lagu dalam album ini terdapat 12 metafora, 6 personifikasi, 42 hiperbola, 3 sinekdok, 7 litotes, dan 6 sakral. Hal ini membuktikan bahwa bahasa kiasan dalam Lirik Lagu Pilihan Album Iwan Fals “Indonesia Dalam Berita” penulis menemukan jenis lagu yang dominan yaitu : pertama hiperbola (42), kedua litotes (7), ketiga personifikasi (6) dan sarkasme (6) dan yang terakhir adalah synecdoche (3). Penelitian ini sangat penting untuk dikaji karena bahasa kiasan kata-kata tertentu yang dapat mengubah makna kalimat dalam lagu dan Dengan menggunakan bahasa kiasan, sebuah karya sastra justru akan lebih kaya, efektif, dan lebih sugestif bagi pembaca/pendengarnya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa kiasan dalam sebuah karya, karya tersebut akan menarik perhatian, menciptakan kesegaran, lebih hidup, dan memunculkan gambaran fantasi yang nyata

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Deskriptif Penggunaan Game Online ‘Word Puzzle' terhadap Penguasaan Kosakata Siswa KelasTujuh di SMP N 6 Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah Studi Deskriptif Penggunaan Game Online ‘Word Puzzle' terhadap Penguasaan Kosakata Siswa KelasTujuh di SMP N 6 Kupang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peningkatan siswa dalam menggunakan game online ‘Word Puzzle' terhadap penguasaankosakata mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode kuantitatif yang dijelaskansecarakualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP N 6 Kupang. Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini adalah 20 siswa dari total populasi 307 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase nilai pre-test yang diberikan kepada siswa sebelum menggunakan game online ‘word puzzle’ adalah (66%). Sedangkan persentase nilai post-test setelah menggunakan game online ‘Word Puzzle' meningkat menjadi (100%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa respon siswa sangat baik. Mereka sepakat bahwa penerapan game ‘Word Puzzle' meningkat dapat meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Analisis data persentase wawancara menunjukkan bahwa (89%) siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar kosakata setelah permainan pencarian kata diterapkan. Penulis menyimpulkan bahwa game online ‘Word Puzzle' dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP N 6 Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INJIL DAN BAHASA "Suatu Tinjauan Misiologi Terhadap Penggunaan Bahasa Lokal Dalam Penyebaran Injil di Jemaat GMIT Elim Tulleng, Klasis Alor Tengah Utara.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji penggunaan dan revitalisasi bahasa lokal dalam pelayanan gereja di Jemaat GMIT Elim Tulleng sebagai bagian dari pelaksanaan misi gereja. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena menurunnya penggunaan bahasa lokal, khususnya di kalangan generasi muda, akibat dominasi bahasa nasional dan bahasa global dalam pendidikan, media, dan kehidupan sehari-hari. Pergeseran ini tidak hanya memengaruhi aspek budaya, tetapi juga berdampak pada cara jemaat memahami, menghayati, dan meneruskan iman Kristen dalam komunitas mereka. Situasi ini menempatkan gereja pada panggilan untuk menghadirkan Injil secara relevan dengan konteks kehidupan jemaat, sekaligus setia pada ajaran firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung kajian pustaka mengenai teologi misi dan kontekstualisasi Injil. Analisis data dilakukan secara teologis dan misiologis dengan menggunakan kerangka Missio Dei, yang menekankan bahwa misi gereja adalah partisipasi dalam karya Allah yang berlangsung di dunia, dan harus dijalankan secara kontekstual sesuai realitas sosial, budaya, dan bahasa jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal dalam ibadah, pengajaran, doa, dan pelayanan gereja memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman dan pengalaman iman jemaat. Bahasa lokal memungkinkan firman Tuhan disampaikan dalam bahasa yang akrab dan mudah dihayati, sehingga iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dialami secara personal, emosional, dan eksistensial. Selain itu, penggunaan bahasa lokal mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam kehidupan bergereja, memperkuat rasa memiliki terhadap gereja, dan memperkokoh identitas komunitas iman. Revitalisasi bahasa lokal juga menjadi jembatan antara pesan Kitab Suci dengan pengalaman hidup jemaat, sehingga pewartaan Injil menjadi lebih relevan, bermakna, dan kontekstual. Secara teologis, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi bahasa lokal merupakan tindakan misiologis yang selaras dengan visi Allah dalam Missio Dei. Landasan biblis seperti peristiwa Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1–13) dan visi Wahyu 7:9 menunjukkan bahwa keberagaman bahasa bukan penghalang, melainkan sarana Allah untuk menyampaikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Dengan demikian, revitalisasi bahasa lokal bukan sekadar upaya pelestarian budaya, tetapi sarana strategis untuk memperdalam iman jemaat, membangun komunitas yang hidup, dan menjamin pewarisan iman antar generasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INJIL YANG TAK TERSAMPAIKAN Suatu Tinjauan Misiologi Kontekstual Terhadap Pemberitaan Firman Yang Tidak Dipahami Jemaat Dalam Ibadah di Jemaat GMIT Kefas Nasi, Klasis Amanatun Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebudayaan merupakan hasil dari ekspresi sekelompok orang yang diwujudkan dalam nilai-nilai dan kepercayaan yang terus diyakini dari generasi ke generasi. Salah satu unsur kebudayaan adalah bahasa yang merupakan alat komunikasi. Oleh karena banyaknya budaya yang ada, maka bahasa yang adapun berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, Injil pun hadir di tengah-tengah masyarakat yang plural. Oleh karena itu dibutuhkan metode atau cara yang tepat dalam mengkomunikasikan Injil di tengah-tengah kebudayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kebudayaan dalam pemberitaan firman dan bagaimana langkah yang tepat untuk menyampaikan Injil di tengah kebudayaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel yang digunakan sebagai objek dalam penelitian berjumlah 20 orang di antaranya adalah Majelis (Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar) dan anggota Jemaat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Jemaat GMIT Kefas Nasi, menunjukkan bahwa kebudayaan juga berpengaruh dalam pemberitaan Injil, hingga berpengaruh juga terhadap spiritualitas pendengar. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari Injil. Melakukan penginjilan di tengah-tengah kebudayaan tidak akan mengurangi kekuatan Injil tersebut melainkan dapat membawa Injil untuk merangkul orang-orang yang hidup dalam kebudayaan. Untuk menghubungkan Injil dan kebudayaan diperlukan misi yang kontekstual dalam pemberitaan Injil, karena apabila tidak diperhatikan maka pendengar tidak dapat memahami maksud pemberitaan tersebut. Dengan demikian, spiritualitas mereka juga ikut terkikis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kepekaan para pemberita dalam menyampaikan firman dengan tidak mengabaikan salah satu unsur kebudayaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN PADA RPP YANG DIMODIFIKASI OLEH GURU - GURU BAHASA INGGRIS DI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDY ON LESSON PLANS MODIFIED BY ENGLISH TEACHERS AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN KUPANG CITY ABSTRAK Dosantos, Veronika1 Bire, Jos2 Kamengko, Daniel3 Skripsi ini berjudul “Studi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang Dimodifikasi oleh Guru Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas di Kota Kupang”. Masalah penelitian dari penelitian ini adalah, 1) Apakah guru bahasa Inggris memodifikasi rencana pelajaran dengan mengikuti pedoman berdasarkan Departemen Pendidikan Nasional atau tidak; 2) Aspek apa saja yang dimodifikasi dan 3) Apa alasan guru memodifikasi aspek RPP tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Untuk mengetahui apakah Guru Bahasa Inggris memodifikasi RPP mereka dengan mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Depdiknas atau tidak. 2) Mendeskripsikan aspek RPP yang dimodifikasi oleh guru serta 3)Mengetahui alasan guru memodifikasi aspek tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil dan dikumpulkan dari setiap informan (Guru Bahasa Inggris) dari empat (4) Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Kupang. Hasil dari penelitian ini antara lain1) Guru Bahasa Inggris di Kota Kupang memiliki kompetensi yang baik dalam merancang RPP. 2) Dalam merancang RPP, Guru Bahasa Inggris memodifikasi RPP dengan mengikuti pedoman dari Kementerian Pendidikan Nasional. 3) Aspek RPP yang paling banyak dimodifikasi oleh guru bahasa Inggris adalah bahan ajar, media pembelajaran dan metode pembelajaran.Alasan guru Bahasa Inggris memodifikasi bagian-bagian tersebut adalah guru berusaha menerapkan budaya lokal yang ada di sekitar siswa agar siswa lebih mudah memahami topik yang diajarkan karena siswa dapat melihat atau mengalaminya secara langsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF CATEGORY SHIFTS IN PAULO COELHO'S THE WINNER STANDS ALONE NOVEL INTO INDONESIAN TRANSLATION

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The title of this writing is “An Analysis of Category Shifts in Paulo Coelho’s The Winner Stands Alone into Indonesian Translation”. There are two research problems used in this writing, 1). What are the types of category shifts used in The Winner Stands Alone’s Indonesian translation? 2. What is the dominant type of category shifts used in The Winner Stands Alone’s Indonesian translation? In order to get the data, the data taken from Paulo Coelho’s English novel The Winner Stands Alone novel and its Indonesian translation Sang Pemenang Berdiri Sendirian. This writing belongs to Qualitative research. The type of data used in this research is documentary. The instruments used in this writing were the writer herself, data sheets, and related references. The writer hopes this writing could give many valuable contributions to build up the understanding in learning English as second language especially in the learning process of Translation subjects. The result of the data analysis shows that all types of category shifts, namely structure shift, class shift, unit shift, and intra-system shift occurred in The Winner Stands Alone novel’s Indonesian translation. From the data, the writer found there were 293 cases of category shifts occurred. Structure shift with 135 data or 46,07% out of 293 total data, followed by unit shift with 96 data or 32,77% out of 293 total data, the third place was intra-system shift with 37 data or 12,63% out of 293 total data, and the fourth one was class shift with 25 data or 8,53% out of 293 total data. Therefore, the dominant type of category shifts occurred in the Indonesian transalation of The Winner Stands Alone novel is structure shift. Skripsi ini berjudul “Sebuah Analisis Pergeseran Kategori pada The Winner Stands Alone milik Paulo Coelho ke Dalam Terjemahan Bahasa Indonesianya”. Ada dua masalah penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yaitu 1.) Apa jenis pergeseran kategori yang digunakan dalam terjemahan Bahasa Indonesia The Winner Stands Alone? 2.) Apa jenis pergeseran kategori yang dominan digunakan dalam terjemahan Bahasa Indonesia The Winner Stands Alone? Dalam mengambil data, data diambil dari novel Bahasa Inggris Paulo Coelho The Winner Stands Alone dan terjemahan Bahasa Indonesianya Sang Pemenang Berdiri Sendirian. Skripsi ini adalah skripsi Kualitatif. Tipe data yang digunakan adalah dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam skripsi ini adalah penulis sendiri, lembaran data, dan referensi-referensi terkait. Penulis berharap skripsi ini dapat memberikan banyak kontribusi berharga yang membangun pemahaman dalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua terutama dalam proses pembelajaran mata kuliah Terjemahan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa semua jenis pergeseran kategori yakni pergeseran struktur, pergeseran kelas, pergeseran unit, dan pergeseran intra-sistem terjadi dalam terjemahan Bahasa Indonesia novel The Winner Stands Alone. Dari data tersebut, penulis menemukan ada 293 kasus pergeseran kategori yang terjadi. Pergeseran struktur dengan 135 data atau 46,07% dari 293 total data, diikuti oleh pergeseran unit dengan 96 data atau 32,77% dari 293 total data, di tempat ketiga adalah pergeseran intra-sistem dengan 37 data atau 12,63% dari 293 total data, dan yang keempat adalah pergeseran kelas dengan 25 data atau 8,53% dari 293 total data. Oleh karena itu, tipe pergeseran kategori yang dominan terjadi dalam novel terjemahan Bahasa Indonesia The Winner Stands Alone adalah pergeseran struktur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS ON SERIAL VERB IN LOLE BILBLE OF ROTE LANGUAGE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KATA KERJA SERIAL DALAM ALKITAB LOLE BAHASA ROTE Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis jenis semantik dan struktur penyusun dan struktur fungsional konstruksi verba serial Dialek Lole bahasa Rote. Data dalam Alkitab Dialek Lole bahasa Rote. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode read and analysis, dan metode reflektif-introspektif dengan teknik elisitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki sepuluh jenis semantik, yaitu gerak, arah, instrumen, komitatif, cara, aspek dan suasana hati, manfaat, kausatif, sebab-akibat, dan sinonim. Berdasarkan sintaksis, konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Mereka berada di bawah satu kontur intonasi, 2) Mereka membentuk mono-klausa sebagai predikat tunggal, 3) Mereka memiliki penanda kata kerja yang hanya terjadi pada satu kata kerja atau setiap kata kerja memperoleh penanda yang sama, 4) Mereka berbagi aspek, suasana hati, dan negasi, dan 5) Mereka berbagi argumen yang sama. Lole Dial dll konstruksi verba serial dibentuk oleh kombinasi intransitif-intransitif, intransitif-transitif, transitif-intransitif, transitif-transitif, intransitif-intransitif-transitif, dan intransitif-transitif-transitif verba. Analisis struktur penyusun dan struktur fungsional menunjukkan bahwa konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki struktur V-V, dan struktur X-COMP atau X-ADJ. Verba seri Dialek Lole memiliki struktur X-COMP untuk gerak, komitatif, aspek dan suasana hati, serialisasi menguntungkan, kausatif, dan sinonim, sedangkan bentuk struktur XADJ terdapat pada gerak, arah, instrumen, cara, aspek, menguntungkan, sebab- efek, dan sinonim serialisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE STUDY ON IDIOMATIC EXPRESSION OF WANUKAKA LANGUAGE, WEST SUMB DISTRICT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul dari penilitian ini adalah Suatu Penilitian Deskriptif Terhadap Ekspresi Idiom Dalam Bahasa Wanukaka, Sumba Barat . Medotenya adalah descriptive kualitatif. Penilitian ini bertujuan untuk mendukunf teori Fromkim( 1990 : 231 ) menyebutkan bahwa idion adalah Frasa yang memiliki arti berbeda dari gabungan beberapa kata Tujuan Penilitian adalah untuk menemukan tipe ekspresi idom dalam bahasa Wanukaka, Sumba Barat. Ada Sembilan tipe dalam ekspresi idom dalam bahasa Wanukaka. Tipe pertama yaitu sepasang kata sifat berpasangan sebagai tipe kata penghubung seperti sebatang kara atau Taoumuwu moti.Tipe kedua adalah idiom dengan kata kerja dan kata benda seperti turun tangan atau Taparaing. Tipe ketiga adalah idom dengan kata depan . Tipe ketiga adalah idiom dengan kata depan dan keterangan tempat seperti diatas kekuatan atau Neideha duku kuli oate. Tipe keempat adalah frasa kata depan dengan susunan kata depan + ( pada) + kata benda + preposisi seperti untuk perjalanan rumah tangga nanti atau peala aku tomakayaka na uma bun yoga. Tipe kelima adalah frasa keterangan tempat seperti diatas gunung atau einya neideha tatadulla .Tipe keenam adalah kata sifat dengan kata depan seperti putar balek pada atau duku kuat oatai ana putar balek. Tipe ketujuh adalah kata kerja dengan kata depan dan keterangna tempat seperti secepat kilat atau pageha oata.Tirpe kedelapan adalah kata tanpa objek+ partikel+ kata depan seperti makan waktu di jalan atau nyouwa aku halaku talarangi duku ango lado. Tipe yang kesembilan adalah transitive + partikel seperti tangan terbuka nyouwa nalima go nabuha oatang olen.idiom secara umum seperti terbakar atau mutu. Fungsi dari ekspresi idom dipakai berdasarkan situasi kusus dan kategorinya yang dihubungkan sesuai dengan situasi atau tujuan kusus seperti perbankan , kesehatan, liburan, poitik dan lain sebagainya contohnya makan waktu atau angulada daemangu hina , gulung tikar , dan lainya. Idiom perbandingan bertujuan untuk membuat bahasa lebih hidup dan jelas seperti tinggi dan rendah atau ne deha duku jaga,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MEN AND WOMEN LANGUAGE FEATURES USED IN TWITTER STATUS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study is entitled “Men And Women Language Features used In Twitter Status”. This research aims to identify and analyze language features that are mostly used by men and women In writing twitter status. The writer used a descriptive qualitative method. The data was collected from screenshotted men’s and women's Twitter status. The writer categorized the Twitter caption into the men and women category, then classified the type of language style used by men and women in writing Twitter caption by using Robbin Lakoof and Coates Theory’s. The writer collected 20 tweet from five women and five men. The writer analyzed the data to answer the research problems. The results of this research showed that in women language: There were (a) lexical hedges or fillers, (b) ‘hyper-correct’ grammar, (c) avoidance of strong swear words, (d) tag question, (e) ‘empty adjectives’, (f) intensifier, (g) ‘super-polite’ forms and (h) emphatic stresses. In men language there were (a) minimal responses, (b) Questions (c) Command and Directives , (d) Swearing and taboo language. In women language feature the writer did not find color terms and rising intonation on declaratives. Key Words : Sociolinguistics, men’s language feature, women’s language feature, twitter. Penelitian ini berjudul " Fitur Bahasa Pria Dan Wanita Yang Digunakan Dalam Status Twitter". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis fitur bahasa yang sebagian besar digunakan oleh pria dan wanitadalam menulis status twitter. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data tersebut dikumpulkan dari status twitter pria dan wanita yang di-screenshot. Penulis mengkategorikan keterangan Twitter ke dalam kategori pria dan wanita. Penulis mengklasifikasikan jenis fitur bahasa yang digunakan oleh pria dan wanita dalam menulis caption Twitter dengan menggunakan Robbin Lakoof dan Coates Theory's. Penulis kemudian menganalisis data untuk menjawab masalah penelitian. Penulis mengumpulkan 20 data twitter dari 5 wanita dan 5 pria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam fitur bahasa wanita terdapat: (a) lexical hedges or fillers, (b) ‘hyper-correct’ grammar, (c) avoidance of strong swear words, (d) tag question, (e) ‘empty adjectives’, (f) intensifier, (g) ‘super-polite’ forms and (h) emphatic stresses. Dalam fitur bahasa laki-laki terdapat (a) minimal responses, (b) Questions (c) Command and Directives , (d) Swearing dan taboo language. Dalam fitur bahasa wanita penulis tidak menemukan color terms dan rising intonation on declaratives Kata kunci : Sosiolinguistik, fitur bahasa pria, fitur bahasa wanita, twitter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE STUDY ON ENGLISH COMMUNICATION FOR RECEPTIONIST AT GOVERNORS'S OFFICE CENTER HELD BY ENGLISH STUDY PROGRAM OF ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah “Studi deskriptif tentang komunikasi bahasa Inggris untuk resepsionis di kantor gubernur yang diadakan oleh Program Studi Bahasa Inggris Universitas Kristen Artha Wacana”. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persepsi peserta terhadap kursus. dilakukan pada karyawan kantor yang menjadi subjek penelitian. Peneliti menemukan bahwa berkomunikasi bahasa Inggris dapat memberikan daya tarik dan kreativitas untuk mengekspresikan ide, perasaan, emosi dan kepekaan artistik, dan karyawan juga lebih memahami komunikasi non-verbal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail