Abstrak
ABSTRAK Judul dari penilitian ini adalah Suatu Penilitian Deskriptif Terhadap Ekspresi Idiom Dalam Bahasa Wanukaka, Sumba Barat . Medotenya adalah descriptive kualitatif. Penilitian ini bertujuan untuk mendukunf teori Fromkim( 1990 : 231 ) menyebutkan bahwa idion adalah Frasa yang memiliki arti berbeda dari gabungan beberapa kata Tujuan Penilitian adalah untuk menemukan tipe ekspresi idom dalam bahasa Wanukaka, Sumba Barat. Ada Sembilan tipe dalam ekspresi idom dalam bahasa Wanukaka. Tipe pertama yaitu sepasang kata sifat berpasangan sebagai tipe kata penghubung seperti sebatang kara atau Taoumuwu moti.Tipe kedua adalah idiom dengan kata kerja dan kata benda seperti turun tangan atau Taparaing. Tipe ketiga adalah idom dengan kata depan . Tipe ketiga adalah idiom dengan kata depan dan keterangan tempat seperti diatas kekuatan atau Neideha duku kuli oate. Tipe keempat adalah frasa kata depan dengan susunan kata depan + ( pada) + kata benda + preposisi seperti untuk perjalanan rumah tangga nanti atau peala aku tomakayaka na uma bun yoga. Tipe kelima adalah frasa keterangan tempat seperti diatas gunung atau einya neideha tatadulla .Tipe keenam adalah kata sifat dengan kata depan seperti putar balek pada atau duku kuat oatai ana putar balek. Tipe ketujuh adalah kata kerja dengan kata depan dan keterangna tempat seperti secepat kilat atau pageha oata.Tirpe kedelapan adalah kata tanpa objek+ partikel+ kata depan seperti makan waktu di jalan atau nyouwa aku halaku talarangi duku ango lado. Tipe yang kesembilan adalah transitive + partikel seperti tangan terbuka nyouwa nalima go nabuha oatang olen.idiom secara umum seperti terbakar atau mutu. Fungsi dari ekspresi idom dipakai berdasarkan situasi kusus dan kategorinya yang dihubungkan sesuai dengan situasi atau tujuan kusus seperti perbankan , kesehatan, liburan, poitik dan lain sebagainya contohnya makan waktu atau angulada daemangu hina , gulung tikar , dan lainya. Idiom perbandingan bertujuan untuk membuat bahasa lebih hidup dan jelas seperti tinggi dan rendah atau ne deha duku jaga,