Profil penulis
ST.
735 karya publik ditemukan.
Cara Akurat Menyusun Penganggaran Perusahaan Manufaktur
Buku ini merupakan pelengkap perkuliahan Penganggaran Perusahaan agar mahasiswa dapat memahami tentang penganggaran perusahaan manufaktur dan pengaplikasiannya. Dilengkapi dengan studi kasus data penjualan perusahaan manufaktur yang diilustrasikan beberapa tahun terakhir dan menjadi pemicu anggaran operasional, kemudian dibuat asumsi berdasarkan teori dan pengalaman perusahaan, serta informasi lainnya yang dibutuhkan untuk menyusun suatu anggaran perusahaan. Sehingga buku ini mampu menyajikan cara yang akurat dalam penyusunan penganggaran perusahaan manufaktur. Disusun oleh dua dosen yang telah sangat berpengalaman sebagai praktisi maupun akademisi, buku ini tidak hanya layak dimiliki oleh kalangan akademisi di bidang manajemen keuangan, tapi juga sangat bermanfaat untuk kalangan praktisi di perusahaan manufaktur.
PEMBATALAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI OLEH MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING)
INTISARI Judulskripsiini: “PEMBATALAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI OLEH MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING)”. Masalah pokok dalam tulisan ini, “Mengapa Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri membebaskan Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang tetapi dibatalkan oleh Mahkamah Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan?”. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor: 413/Pid.Sus/2013/PN Mtr, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 421 K/Pid.Sus/2015. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Pengadilan Negeri Mataram telah membebaskan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan mempertimbangkan hal-hal meringankan dalam persidangan seperti: terdakwa bersikap sopan saat dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, selain hal-hal yang meringankan dalam persidangan Hakim Pengadilan Negeri Mataram juga mempertimbangkan masa penahanan yang sudah dijalani terdakwa sebelumnya. Hakim dalam menjatuhkan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sungguh-sungguh memberikan pertimbangan hukum yang memadai mengenaihal-hal yang memberatkan dan meringankan pidana, setiap Putusan Hakim dapat mewujudkan tujuan adanya hukum dalam masyarakat yakni mengandung unsur-unsur Gerechtigkeit (Keadilan), Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), Rechtssicherheit (Kepastian Hukum), dalam putusan Mahkamah Agung yang membatalkan putusan bebas Pengadilan Negeri dengan pertimbangannya yaitu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri telah melakukan kesalahan penerapan hukum dengan melakukan penafsiran pada apa yang dinamakan bagian inti delik serta beberapa unsur dalam pasal dakwaan yakni, “Dengan tujuan mengeksploitasi orang tersebut” dalam pasal 2 ayat 1 undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan “ Mengeksploitasi ekonomi” atau “Mengeksploitasi seksual” dalam pasal 88 undang-undang perlindungan anak serta “Proses” dan “cara” dalam melakukan “penyekapan, penyalahgunaan posisi rentan ” hingga “penjeratan utang” tidak terbukti sehingga pada akhirnya Majelis Hakim Mahkamah Agung memberikan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana.
KAJIAN YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM PENGADILAN NEGERI MAUMERE OLEH MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DALAM TINDAK PIDANA PENARIKAN BARANG SITAAN TANPA PENETAPAN HAKIM
INTISARI Judul skripsi ini : “KAJIAN YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM PENGADILAN NEGERI MAUMERE OLEH MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DALAM TINDAK PIDANA PENARIKAN BARANG SITAAN TANPA PENETAPAN HAKIM (Studi Putusan Nomor : 84/Pid.B/2016/PN.Mme dan Nomor : 480 K/PID/2017)”. Masalah pokok dalam tulisan ini, “Mengapa Hakim Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum Terhadap Terdakwa Penarikan Barang Sitaan Tanpa Ijin Tetapi DiBatalkan Oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia Dengan Menjatuhkan Putusan Pemidanaan?”. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Maumere Nomor : 84/Pid.B/2016/PN.Mme dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 480 K/PID/2017. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Maumere dengan pertimbangan bahwa Cendranata Nikolay (Terdakwa) dianggap telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam pasal 231 ayat (3) UU No, 8 Tahun 1981 Tentang KUHAP yakni unsur penyimpan barang, unsur dengan sengaja, unsur penyimpan barang yang dengan sengaja menarik suatu barang yang disita berdasarkan ketentuan undang-undang atau yang dititipkan atas perintah hakim atau dengan mengetahui barang ditarik dari situ menyembunyikannya dan pertimbangan atas akibat yang ditimbulkan dari perbuatan Terdakwa. sehingga Cendranata Nikolay di pidana dalam putusan Mahkamah Agung. Hakim Menjatuhkan putusan atas apa yang menjadi keyakinan dari hakim sendiri dengan mempertimbangkan setiap fakta-fakta dalam persidangan yang dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana berdasarkan dakwaan dan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, kerena itu setiap pertimbangan Hakim juga harus diyakinkan dengan suatu dasar hukum yang kuat dan meyakinkan agar Hakim tidak menjatuhkan dengan sewenang-wenang pada suatu perkara pidana. Oleh karena itu, diharapakan setiap Putusan Hakim dapat mewujudkan tujuan adanya hukum dalam masyarakat yakni mengandung unsur-unsur Gerechtigkeit (keadilan), Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), Reictssucherheir (Kepastian Hukum). Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Tindak PIdana, penarikan Barang Sitaan Tanpa Ijin Hakim
Deskripsi Tentang Pembatalan Putusan Bebas Pengadilan Negeri Kupang Oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia Dalam Tindak Pidana Penganiayaan (StudiKasus Nomor 1593 K/Pid/2013)
Judulskripsiini:“DeskripsiTentangPutusanBebasPengadilan NegeriKupang Oleh Mahkamah Agung RepublikIndonesiaDalam TindakPidanaPenganiayaan(StudiPutusanNo1593K/Pid/2013)”. Permasalahandalam penelitianiniyaitu“BagaimanakahDasar PertimbanganHakim MahkamahAgungMembatalkanPutusanBebas Pengadilan NegeriKupang Dalam Tindak Pidana Penganiayaan”. Penelitianinibertujuan“UntukMengetahuiDasarPertimbanganHukum HakimMahkamahAgung”. PenelitianinimenggunakanMetodePenelitianNormatif,yaitu denganmengkajikasustindakpidanapenganiayaanyangdilakukan olehterdakwaCrescentiaYustisianeAssanyangterjaditahun2013,dan dapatdilihatpada Putusan Pengadilan NegeriKupang Nomor: 115/Pid.B/2013/PN.KPGdanPutusanMahkamahAgungNomor:1593 K/Pid/2013berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasandihasilkan kesimpulan bahwa pertimbangan hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Kupang dengan pertimbanganbahwaperbuatanCrescentiaYustisianeAssan(terdakwa) telahmemenuhiunsur-unsuryangadadalam Pasal351KitabUndang Undang Hukum Pidana (KUHP)Tentang penganiayaan yaitu unsur barangsiapa,unsurmelakukan penganiayaan,dinyatakan terpenuhi sehinggaCrescentiaYustisianeAssandipidanapenjaradalam Putusan MahkamahAgung. Hakim Menjatuhkanputusanatasapayangmenjadikeyakinan darihakim sendiridenganmempertimbangkansetiapfakta-faktadalam persidanganyangdapatmembuktikansecarasahdanmeyakinkan bahwatelahterjadisuatutindakpidanaberdasarkandakwaandan tuntutandariJaksaPenuntutUmum,karenaitusetiappertimbangan Hakim jugaharusdiyakinkandengansuatudasarhukum yangkuatdan meyakinkanagarHakim tidakmenjatuhkanputusandengansewenang- wenang pada suatu perkara pidana. Oleh karena itu, diharapkan setiap Putusan Hakim dapatmewujudkan tujuan adanya hukum dalam masyarakatyaknimengandung unsur-unsur Gerechtigkeit (Keadilan), Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), Rechtssicherheit(KepastianHukum). KataKunci:PertimbanganHakim,TindakPidana,Penganiayaan
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PENCURIAN HEWAN TERNAK DI WILAYAH KABUPATEN KUPANG
Penulisan hukum dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Modus Operandi Tindak Pidana Pencurian Hewan Ternak di Wilayah Kabupaten Kupang” bertujuan untuk mengetahui Modus Operandi terjadinya pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Kupang. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimana Bagaimana Modus Operandi Pencurian Hewan Ternak di Kabupaten Kupang”? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Modus terjadinya pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Kupang. Penelitian ini bersifat dekskriptif yaitu dalam hal ini penulis ingin mendeskripsikan atau menggambarkan, menguraikan, dan menjelaskan tentang modus operandi yang digunakan oleh pelaku tindak pidana Pencurian Hewan Ternak. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Penelitian Hukum Normatif. Menurut Soerjono Soekanto penelitian hukum ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum; penelitian terhadap sistematika hukum; dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang dipandang sebagai penyebab munculya variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. Variable bebas dalam penelitian ini adalah Tindak pidana pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Kupang. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel (akibat) yang dipradugakan, yang bervariasi mengikuti perubahan dari variabel-variabel bebas. Variable terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Hakim terhadap tindak pidana pencurian hewan ternak di wilayah Kabupatan Kupang. Hasil penelitian: 1.Komunikasi dan Alat Transportasi Pendukung. Modus pelaku tindak pidana pencurian hewan berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi lingkungan dimana akan melakukan aksi pencuriannya salah satunya di lakukan secara berkelompok yang melibatkan dua orang atau lebih dan menggunakan alat bantu seperti Surat Keterangan kepelikan hewan dari Desa, Alat komunikasi, dan mobil pickup. 2.Melakukan Opservasi Situasi. Modus pelaku tindak pidana pencurian hewan bervariasi tergantung pada lokasi dimana akan melakukan aksi pencuriannya salah satu adalah sebelum melakukan aksi pencurian mereka terlebih dahulu melakukan survey lokasi dengan cara mencari jejak kaki sapi, lalu mereka memasang perangkap/ jerat. 3.Menggunakan Cara atau Umpan. Salah satu modus para pelaku tindak pidana pencurian hewan ternak dalam melakukan aksi pencuriannya dengan cara memotong daun sebagai makanan sapi atau sebagai umban dalam melakukan aksi pencurian. 4.Menjerat, Mengikat dan Menjual Salah satu Modus yang dipakai pelaku tindak pidana pencurian hewan adalah sebelum melakukan aksi pencurian mereka terlebih dahulu mencari jejak kaki sapi, lalu mereka memasang perangkap/ jerat, mengikat sapi hasil dari perangkap lalu menjualnya.
PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN KOTORAN SAPI DAN AIR TERHADAP PEMBENTUKAN BIOGAS
Peneltian ini mengkaji pengaruh perbandingan campuran kotoran sapi dan air terhadap pembentukan biogas. yang menjadi tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan campuran kotoran sapi dan air terhadap jumlah produksi volume biogas yang dihasilkan dan mengtahui perbandingan terbaik dan tepat yang mana menghasilkan volume biogas yang terbanyak. metode yang digunakan yaitu Rancangan Acal Lengkap . 5 percobaan dan 5 ulangan dengan 25 unit percobaan dengan perlakuan yang dicobakan : Perlakuan A:1 kg feses : 0,50 ltr air, Perlakuan B: 1 kg feses : 0,75 ltr air. Perlakuan C : 1 Kg feses : 1,00 ltr air. perlakuan D : 1 kg feses : 1,25 ltr air. Perlakuan E : 1 kg feses : 1,50 ltr air. Hasil penelitian dapat disimpulkan 1). perbandingan campuran kotoran sapi dan air berpengaruh nyata pada taraf 5 % dan 1 % terhadap volume gas yang dihasilkan. 2). Perlakuan tepat dan terbaik terjadi pada perbandingan 1 kg kotoran sapi dan air 1,00 liter dengan volume gas 6,78 liter.
AN ANALYSIS SEMANTIC ON COLORS NAMING IN BUI LANGUAGE
ABSTRACT This thesis is entitled "MORPHO-SEMANTIC ANALYSIS ON COLOR NAMING IN ABUI LANGUAGE". The objectives of sudy are 1. To know the meaning of each color in Abui. 2 To find out which colors represent the Abui language ,such as: yellow, green, blue, red and others. In this research, the research used is descriptive qualitative method in the form of content analysis. The results showed that the names of colors in Abui language have a unique naming phenomenon from native speakers of ancient Abui people who named or created color names by describing the objects or fruit around them. For example adetisan, adetisan which means yellow. Adetisan means ripe pumpkin. So when the Abui people see any object or fruit that is yellow, they call Adetisan as well as the purple color. Abui people create or call purple color is a Koma, here the comma means a kind of purple-colored patatos. So when they see something purple, they say a koma. Keywords: Morpho-semanic on analysis colors namoming in Abui language. ABSTRACT Skripsi ini berjudul “ANALISIS MORPHO-SEMANTIK PADA PENAMAAN WARNA DALAM BAHASA ABUI”. Tujuan dari sudy adalah 1. Untuk mengetahui arti dari setiap warna di Abui. 2 Untuk mengetahui warna mana yang mewakili bahasa Abui, seperti: kuning, hijau, biru, merah dan lain-lain. Dalam penelitian ini, penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif berupa analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama warna dalam bahasa Abui memiliki fenomena penamaan yang unik dari penutur asli masyarakat Abui kuno yang menamai atau membuat nama warna dengan mendeskripsikan objek atau buah yang ada di sekitarnya. Misalnya adetisan, adetisan yang artinya kuning. Adetisan artinya labu yang sudah masak. Jadi ketika orang Abui melihat ada benda atau buah yang berwarna kuning, mereka menyebutnya Adetisan begitu juga dengan warna ungu. Orang Abui membuat atau menyebut warna ungu adalah koma, disini koma artinya sejenis patatos berwarna ungu. Jadi ketika mereka melihat sesuatu yang berwarna ungu, mereka mengucapkan koma. Kata kunci: Morpho-semanic pada analisis penamaan warna dalam bahasa Abui.
A STUDY ON ENGLISH TEACHER LESSON PLANS BASED ON COMPONENTS OF 2013 CURRICULUM IN TEACHING ENGLISH FOR FOUR GRADE STUDENTS AT SD INPRES NAIKOTEN 1 KUPANG IN THE ACADEMIC YEAR 2019/2020
The title of this research is "A Study on English Teacher Lesson Plan based on Components of 2013 Curriculum in Teaching English for Fourth Grade Students at SD Inpres Naikoten 1 Kupang in the Academic Year 2019/2020". The problem of this research is "What are the components of the 2013 curriculum that are applied by English teachers in designing lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang?". The objectives of this research is to find out the components of 2013 Curriculum applied by English teacher lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. This research uses descriptive qualitative method. The data resource of this study were 4 documents of lesson plans taken by the writer from one English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. After obtaining the data, the perform an analysis of the components of the 2013 Curriculum which were applied by English teacher in designing lesson plans. The results showed that from 4 documents of lesson plans that designed by the English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang did not applied 5 components from 13 components that refer to the Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016, but she applied 8 components that refer to the circular of Regulation of the Minister of Education and Culture Number 14 in 2019. Because, from 13 components of lesson plan regulated in Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016 simplified into the core components which are objectives of learning, learning steps, and assessment, while the others components are complementary. English teacher also joint two components into one component, which are learning media and learning resources.
ISOLASI DAN SELEKSI BAKTERI SIMBION SPONS (PORIFERA: DEMOSPONGIAE) YANG MENGHASILKAN ENZIM EKSTRASELULER DARI PANTAI TABLOLONG
Marine biota has many benefits for human life. Sponges are a species of marine biota that can be used as a producer of antimicrobial compounds. The bacteria found in sponges have an important role in the continuity of life in the sea. This lifestyle between sponges and bacteria forms a symbiosis that forms secondary metabolite compounds and enzymes, especially extracellular enzymes (amylase, protease, cellulase and lipase). This study aims to determine how to isolate sponge symbiotic bacteria and identify spongy symbiotic bacteria. The method used is purposive to take sponges. Characterization of bacteria was carried out based on morphology and gram staining. Enzymatic bacterial selection was carried out by testing the activity of the amylase enzyme (soluble starch), lipase enzyme (Tween 80), protease enzyme (skim milk) and cellulose enzyme (carboxyl methyl cellulose). Data analysis was performed in a qualitative descriptive manner by measuring the clear zone in the extracellular enzyme test results. Meanwhile, other research parameters measured in this study were temperature, salinity and pH. The results showed that out of 47 isolated bacteria and 33 of them had extracellular enzymes with 10 bacteria had amylase enzymes, 27 bacteria had lipase enzymes, 2 bacteria had protease enzymes and 1 isolate had cellulose enzymes.
OPTIMALISASI POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI WAIKELAK DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR
ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Weran.K.A *) Nainiti, N.P.P.E.**) Dethan.J.J.S. **) Tujuan Optimalisasisi polah tanam daeraIrigasi Waikelak di Desa Bendona yaitu untuk mengetahui pemanfaatan Air IrigasiWaikelak terhadap usaha tani serta menghitung keuntungan maksimum musim tanam I dan II pada tanaman Padi di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Floress Timur. Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Waikelak untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam I terhitung dari bulan Desember hingga bulan Februari luas areal tanaman padi sebesar 15 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp19,885,000) danjagung dengan luas arel tanam 10 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar ( Rp13,795,000). Musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman padisebesar 9 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 9,885,000dan jagung dengan luas arel tanam 12 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp29,740,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 22 ha dengan dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp . 29.770.000 Danjagung dengan luas arel tanam 22 hadengan menghasilkan kentungan sebesar (Rp31.590.000.)
IDENTIFIKASI BAKTERI HALOFILIK PADA PRODUK PEDA IKAN TEMBANG SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG
Fermentasi merupakan salah satu cara pengawetan dan pengolahan ikan segar secara tradisional menjadi produk dengan rasa yang khas dan disukai oleh masyarakat, untuk dijadikan bahan tambahan dalam penyajian makanan. Pengawetan ikan dengan cara fermentasi bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Peda merupakan salah satu produk hasil fermentasi oleh mikroorganisme melalui penambahan garam dengan kadar tertentu. Pembuatan peda merupakan teknik pengawetan ikan secara tradisional, mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus yang canggih. Tujuan Peenelitian adalah untuk untuk mengetahui ALT bakteri dan mengidentifikasi bakteri halofilik pada produk peda ikan tembang yang diproses dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2019 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk dan Laboratorium Stasiun Balai Karantina Ikan, Kupang untuk pengujian bakteri halofilik pada peda ikan tembang. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimen atau percobaan langsung di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Sedangkan untuk identifikasi menggunakan deskripsi kualitatif Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang untuk pengujian Angka Lempeng Total berkisar antara 1700-91000 koloni/gram dan bakteri halofilik untuk pengamatan morfologi koloni yaitu menghasilkan warna koloni yang berbeda, uji gram menghasilkan reaksi negatif, uji oksidase pada perlakuan A I dan A II yaitu reaksi positif sedangkan perlakuan B I, B II, C I dan C II yaitu reaksi negatif, uji katalase menghasilkan reaksi positif, uji motility menghasilkan reaksi positif, uji citrate menghasilkan reaksi negatif, uji methyl red pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Voges Paskuer pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Produksi H2S menghasilkan reaksi negatif, uji karbohidrat menghasilkan reaksi perubahan warna kuning menjadi merah, uji indol media tidak mampu mendegradasi asam amino dan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp. Berdasarkan hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang dapat disimpulkan produk peda ikan tembang selama penyimpanan selama 7, 14, dan 21 hari memiliki nilai ALT 1,7 x 103 koloni/gram, 8,7 x 103 koloni/gram, dan 8,3 x 104 koloni/gram. Sedangkan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp.
PENGUJIAN PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET SERBUK GERGAJI POHON GEWANG ( Corypha Utan Lamarck )
Suatu Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh pengujian perekat terhadap kualitas briket pada serbuk gergaji batang gewang ( Corypha Utan Lamarck ). Bahan yang digunakan yaitu serbuk batang gewang. Batang gewang diolah menjadi partikel penggilingan. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu ukuran partikel 40 mesh, Rancangan yang digunakan adalah Rangcangan Acak Lengkap dilanjutkan dengan uji Duncan. setiap perlakuan mengalami 5 pengulangan. Setiap briket dibuat dengan bahan dasar 500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada pengamatan kerapatan dan nilai kalor bahan. Perlakuan A (perekat 5 %) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1340.72 kg/m3., kerapatan tertinggi 824.24 kg/m3, pengembangan diameter tertinggi 1.58 % dan kadar air terendah 11.17 %
KAJIAN MIKROBIOLOGIS PADA PRODUK TRADISIONAL IKAN SUI DI DESA KEBIRANGGA, KECAMATAN MAUKARO, KABUPATEN ENDE
Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret- April 2020 bertempat di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende untuk lokasi survei dan pengambilan sampel produk ikan Sui dan untuk pengujian kadar air, pH dan ALT produk ikan Sui di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang sedangkan pengujian mikrobiologis Total Koloni Kapang (TKK) di Laboratorium Politani Negeri Kupang. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian produk tradisional ikan sui dari ketiga Suku untuk pengujian kadar air yaitu Suku Ende : 20,79%, Suku Lio : 21,83% dan Suku Bajo : 22,28%; pH yaitu Suku Ende : 5,7, Suku Lio : 5,8 dan Suku Bajo : 5,9; ALT yaitu Suku Ende : 963,33 koloni/gram, Suku Lio : 2010,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 3296,67 koloni/gram; Total Koloni Kapang yaitu Suku Ende : 110,00 koloni/gram, Suku Lio : 130,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 146,67 koloni/gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan produk ikan sui yang diolah secara tradisional di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende meliputi bahan baku ikan segar, penyiangan, pemberian garam, penyusunan, pengasapan, pengemasan dan penyimpanan sedangkan untuk kadar air, pH, angka lempeng total (ALT) masih memenuhi standar mutu ikan asap dan untuk total koloni kapang mendapatkan nilai lebih tinggi dari standar mutu ikan asap.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIEN PENGGUNAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDES) TAHUN ANGGARAN 2018 – 2019 (Studi Kasus : Di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua)
ABSTRAKSI Pemerintahan Desa memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan Desa secara efektif guna menjalankan permbangunan yang tepat sasaran, dan efisien. Pengelolaan keuangan desa diturunkan dalam bentuk kebijaksanaan desa berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPDes), dan ditetapkan dengan peraturan desa. Penelitian ini termotivasi oleh penelitian Reni Widianingsih, dengan judul Analisis Tingkat Efisiensi Dan Efektifitas Terhadap Pengelolaan Keuangan Di Desa Pulo Kecamatan Tempe Kabupaten Lumajang. Dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat efesiensi pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang evisien. Sementara itu tingkat evektifitas pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manejemen keuangan desa yang efektif Masalah dalam penelitian ini adalah Efektifitas dan Efisien Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 - 2019, dengan Studi Kasus : Di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangka persoalan penelitian ini adalah (1) Bagaimana tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Bagaimana tingkat efisiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Serta tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1)Untuk menganalisis tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Untuk menganalisis tingkat efesiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a) APBDes adalah rencana keuangan desa dalam satu tahun yang memuat perkiraan pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan, rencana pembiayaan yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa, dan ditetapkan dengan peraturan desa. (b) Efektifitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berhasil mencapai tujuan yang diinginkan masyarakat desa dan (c) Efisiensi adalah hubungan antara masukan (input) dan keluaran (output), efisiensi merupakan ukuran apakah penggunaan barang dan jasa yang dibeli dan digunakan oleh organisasi perangkat pemerintahan untuk mencapai tujuan organisasi perangkat pemerintah dapat mencapai manfaat tertentu. Penelitian ini mengangkat hipotesa (1) H1 : tingkat efektifitas penggunaan APBDes mencapai kriteria efektif (2) H2 : tingkat efisiensi penggunaan APBDes mencapai kriteria Efektif. Populasi dalam penelitian ini adalah Lembaga Pemerintahan Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan sampelnya adalah laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan laporan anggaran pendapatan dan belanja desa (Laporan APBDes) pada desa Lobohede tahun 2018-2019. Dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, bukti dan keterangan. Data penelitian ini diuji menggunakan ; (1) rasio efektifitas dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan APBDes tahun 2018 sebesar 99,98% dengan kriteria efektif dan tahun 2019 sebesar 99,30% dengan kriteria efektif. (2) rasio efisiensi dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan anggaran tahun 2018 sebesar 103,15% dengan kriteria sangat efektif sedangkan tahun anggaran 2019 sebesar 99,69% dengan kriteria efektif. Kata Kunci : Efektivitas dan Efisiensi
KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTRAN ISTRI OLEH SUAMI
INTISARI Judul skripsi ini : “KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTARAN ISTRI OLEH SUAMI dan rumusan masalah “Apa saja Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tindak Pidana Penelantaran Isti Oleh Suami”. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Nomor 18/Pid.Sus/2018/PN.Mme, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Wkb, Putusan Nomor 08/Pid.Sus/2016/PN.Bta dan Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2019/PN.Atb Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 (lima) Putusan tersebut bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami adalah Faktor ekonomi, faktor adanya wanita idaman lain (WIL) dan faktor hubungan tidak harmonis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, tindak pidana penelantaran istri oleh suami merupakan salah satu bentuk dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dapat dilakukan oleh suami terhadap anggota keluarganya, terutama istri dan anaknya dengan cara tidak memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya yang masih dalam ikatan perkawinan yang sah serta kepada pelakunya dapat dikenai sanksi pidana. Majelis Hakim dalam memutus perkara penelantaran isteri dan anak dengan beberapa pertimbangan berdasarkan keyakinan hakim, peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau sosiologis masyarakatnya. Dalam perkara ini majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga yang diatur dalam Pasal 49 huruf a Jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Agar perempuan tidak menjadi mayoritas korban penelantaran dalam rumah tangga, maka mereka diharapkan bisa mengetahui tentang hak dan kewajiban sebagai istri. Selain itu, korban penelantaran dalam rumah tangga yang sebagian besar perempuan juga harus lebih berani menceritakan dan melaporkan tentang tindak penelataran yang menimpanya, serta tidak lagi memandang penelantaran dalam rumah tangga sebagai aib yang harus ditutupi. Kata kunci :Tindak Pidana, Penelantaran dan Rumah Tangga.
“PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA, PERTUMBUHAN PENJUALAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN” (Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Logam dan Sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2019)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Efisiensi modal kerja, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan logam dan sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purpose sampling, yang artinya perusahaan yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan yang menjadi sampel penelitian ini adalah 8 dari 16 perusahaan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keuangan murni dengan menganalisis angka-angka keuangan yang ada.Maka dari hasilpenelitian tersebutmenunjukkan bahwa efisiensi modal kerja dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sedangakan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Kata Kunci :Efisiensi Modal kerja, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas.
Analisis Kualitas Mengajar Guru Penjasorkes Pada UPTD SMP Negeri Apui Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengtetahui kualitas mengajar Guru Penjasorkes pada UPTD SMP Negeri Apui Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif. Istrumen yang digunakan berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Kualitas Mengajar Guru Penjasorkes pada UPTD SMP Negeri Apui Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor kurang memuaskan dengan pertimbangan, hasil pengamatan peneliti, hasil kuasioner siswa/i, hasil wawancara guru penjasorkes UPTD SMP Negeri Apui dan hasil wawancara Kepala Sekolah mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, karena dari Indikator Guru maupun Keterampilan Dasar Mengajar masih memiliki banyak kekurangan dalam proses KBM berlangsung sehingga peneliti menyimpulkan bahwa pada penelitian ini masih sangat banyak yang harus dipenuhi, sehingga dapat diktakan bahwa Guru Penjasorkes pada UPTD SMP Negeri Apui tersebut secara kualitas dilihat dari proses belajar mengajar dinyatakan tidak terpenuhi sesuai acuan pemendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompotensi Guru. Kata kunci : Kualitas Mengajar. Penjasorkes
Tinjauan proses pembelajaran penjasorkes melalui pendekatan kontekstual dalam bentuk modifikasi permainan bola voly pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Fatuleu Tengah Satap Kabupaten Kupang
ABSTRAK Skripsi oleh Festus Tafui (NIM: 16322171) 2020, berjudul “Tinjauan Proses Pembelajran Penjasorkes Melalui Pendekatan Kontekstual Dalam Bentuk Modifikasi Permainan Bola Voli Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Fatuleu Tengah Satap”. Pembimbing I. Bapak Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or, Pembimbing II. David Loba, S.Pd., M.Pd. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah Tinjauan Proses Pembelajaran Penjasorkes Melalui Pendekatan Kontekstual Dalam Bentuk Modifikasi Permainan Bola Voli Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Fatuleu Tengah Satap. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif bersifat naturalistik. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari dari orang dan perilaku yang dapat diamati.Penelitian ini diadakan di SMP Negeri 2 Fatuleu Tengah Satap Passi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru penjas selalu menggunakan pendekatan kontekstual dalam bentuk modifikasi permainan yang diterapkan, khususnya dalam modifikasi permainan bola voli.Dari hasil analisis penelitian dapat disimpukan bahwa, dengan diterapkan pendekatan kontekstual dalam bentuk modifikas permainan bola voli, lebih membuat siswa bersemangat, senang, dan merasa tertantang sehingga siswa mau melakukan seluruh modifikasi dengan baik, sehingga meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan siswa.
Analisis ekonomi pertanian Indonesia
Analysis of agricultural economy in Indonesia.