2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tulisan berjudul “Pertanian Berpindah” oleh Sefnat Noel membahas praktik pertanian berpindah yang hingga kini masih dijalankan oleh Jemaat GMIT Imanuel Manubelon. Kajian ini bertolak dari realitas kehidupan jemaat yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidup terutama pada sektor pertanian. Pertanian berpindah tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan ekonomi, melainkan juga sebagai praktik sosial, kultural, dan religius yang telah mengakar dalam kehidupan jemaat secara turun-temurun. Oleh sebab itu, praktik ini tidak dapat dilepaskan dari konteks historis, geografis, dan sosial masyarakat setempat. Fokus kajian diarahkan pada dinamika pertanian berpindah yang mengandung ketegangan antara manfaat dan dampaknya. Di satu pihak, praktik ini berkontribusi positif terhadap keberlangsungan ekonomi jemaat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Dalam kondisi terbatasnya lapangan kerja dan akses ekonomi, pertanian berpindah dipandang sebagai pilihan yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan sehari-hari. Selain itu, praktik ini juga memperkuat ikatan sosial karena pelaksanaannya kerap melibatkan kerja kolektif yang mempererat relasi antaranggota jemaat. Namun, di pihak lain, pertanian berpindah membawa konsekuensi ekologis yang cukup serius. Aktivitas penebangan hutan dan pembakaran lahan menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi, menurunnya kemampuan tanah menyerap air, serta menyusutnya sumber mata air. Dampak tersebut meningkatkan potensi banjir, mempercepat degradasi tanah, dan mengancam keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi jemaat sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan praktik pertanian berpindah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung, penelitian ini menemukan bahwa praktik tersebut dipertahankan karena faktor ekonomi, pemahaman iman tentang mandat pengelolaan alam, kebebasan dalam mengolah tanah, serta pandangan bahwa tanah harus dimanfaatkan demi kelangsungan hidup. Berdasarkan temuan tersebut, penulis menegaskan pentingnya pengelolaan alam yang bertanggung jawab dan relasi yang harmonis antara manusia dan alam sebagai wujud ketaatan kepada Allah, sekaligus sebagai kontribusi bagi refleksi ekoteologi kontekstual.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
x ABSTRAK Penjatuhan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024) Oleh Anita Seni Guinta NIM: 22310075 Tindak pidana menyebarkan berita bohong di media sosial yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat yang sangat luas dan sulit dibedakan dalam ruang digital dan ruang fisik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan adalah: Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon? Apa akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut yang berguna secara teori dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon adalah: Adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan, Adanya upaya kriminalisasi dan dilaporkan ke Kantor Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat yang mengkritik kebijakan pemerintah dan adanya ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kedua, Akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi adalah: Pembatasan penerapan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kerusuhan diruang digital, memberikan kepastian hukum dan hak kebebasan berpendapat, putusan Mahkamah Konstitusi mengikat semua warga negara dan Mahkamah Konstitusi sebagai legislator negative. Berdasarkan pada kesimpulan di atas dapat disarankan: Pertama, bagi DPR sebagai lembaga negara pembentuk undang-undang perlu merevisi Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik agar tidak terjadi kekosongan, Kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap memberikan putusan yang mengedepankan hak warga negara.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book Materi Genetik Kelas IX di SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu Ati, Y. G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pop-up book yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam mempelajari biologi, bisa meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah R&Datau penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan model ADDIE dengan tahapan yaitu 1) Analisis 2) Desain 3) Pengembangan 4) Implementasi 5) Evaluasi. Rangkaian tahapan tersebut meliputi validasi ahli (ahli materi, ahli media dan ahli bahasa), uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Berdasarkan validasi para ahli media diantaranya ahli materi memperoleh 80,0% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli media memperoleh 78,3% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli bahasa memperoleh 97,7% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok kecil memperoleh 94,9% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok besar memperoleh 92,6% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi. Total keseluruhan hasil validasi media pembelajaran pop-up book yaitu 88,7% dengan kriteria sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran biologi karena media ini sudah memenuhi standar isi materi, kebahasaan, desain dan tampilan visual yang bisa menarik perhatian siswa untuk belajar. Untuk melihat efektivitas minat dan motivasi dengan menggunakan angket uji coba kelompok kecil memperoleh 4,80 dengan kategori sangat tinggi dan uji coba kelompok besar memperoleh 4,62 dengan kategori sangat tinggi karena pada saat siswa menggunakan media pembelajaran pop-up book ini banyak siswa yang merasa senang, kagum, dan bersemangat untuk membuka tiap halamannya karena adanya bentuk tiga dimensi atau gambar timbul. Berdasarkan hasil penilaian dari hasil validasi ahli dan uji coba lapangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pop-up book untuk materi genetik dikatakan layak dan valid sebagai media pembelajaran biologi, sebagai sumber belajar bagi siswa kelas IX SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu, juga meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Genetik, Minat, Motivasi, Pengembangan, pop-up book, Keterangan: *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT Development of Pop-up Book Learning Media for Class IX Genetic Material at SMP Negeri SATAP Ekin II, Belu Regency Ati, Y.G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** This research aimed to produce pop-up book learning media products that can help and facilitate students in learning biology, can increase students' interest and motivation to learn. The type of research is R&D or development research. This study used the ADDIE model development model with stages, namely 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. The series of stages includes expert validation (subject matter experts, media experts and linguists), small group tests and large group tests. Based on the validation of media experts, including material experts obtained 80.0% with valid criteria without revision, media experts obtained 78.3% with valid criteria without revision, linguists obtained 97.7% with very valid criteria without revision, small group trials obtained 94.9% with very valid criteria without revision, large group trials obtained 92.6% with very valid criteria without revision. The total validation results of the pop-up book learning media are 88.7% with the criteria that are very feasible to be used as a learning medium in biology subjects because this media has met the standards of material content, language, design and visual appearance that can attract students' attention to learn. To see the effectiveness of interest and motivation using a small group trial questionnaire, 4.80 with a very high category and a large group trial obtained 4.62 with a very high category because when students use this pop-up book learning medium, many students feel happy, amazed, and excited to open each page because of the three-dimensional shapes or embossed images. Based on the results of the assessment from the results of expert validation and field trials, it can be concluded that the pop-up book learning media for genetic material is said to be feasible and valid as a biology learning medium, as a learning resource for grade IX students of SMP Negeri SATAP Ekin II Belu Regency, as well as increasing students' interest and motivation to learn. Keywords: Genetics, Interest, Motivation, Development, pop-up book, Information: *) : Researcher **) : Supervisor
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
x ABSTRAK Penjatuhan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 115/PUU-XXII/2024) Oleh Anita Seni Guinta NIM: 22310075 Tindak pidana menyebarkan berita bohong di media sosial yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat yang sangat luas dan sulit dibedakan dalam ruang digital dan ruang fisik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan adalah: Bagaimana pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon? Apa akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut yang berguna secara teori dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dan akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon adalah: Adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan, Adanya upaya kriminalisasi dan dilaporkan ke Kantor Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat yang mengkritik kebijakan pemerintah dan adanya ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kedua, Akibat hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi adalah: Pembatasan penerapan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kerusuhan diruang digital, memberikan kepastian hukum dan hak kebebasan berpendapat, putusan Mahkamah Konstitusi mengikat semua warga negara dan Mahkamah Konstitusi sebagai legislator negative. Berdasarkan pada kesimpulan di atas dapat disarankan: Pertama, bagi DPR sebagai lembaga negara pembentuk undang-undang perlu merevisi Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik agar tidak terjadi kekosongan, Kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap memberikan putusan yang mengedepankan hak warga negara.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Gereja dan Abrasi Pantai: Suatu Tinjauan Ekoteologi terhadap Peran Gereja dalam Mengatasi Abrasi Pantai dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Wuihebo.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena abrasi pantai yang semakin mengancam ekosistem pesisir di wilayah Wuihebo, Sabu Raijua. Abrasi pantai tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi jemaat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Wuihebo dalam mengatasi persoalan abrasi pantai melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ekoteologi digunakan untuk melihat bagaimana iman Kristen memandang tanggung jawab manusia sebagai mitra Allah dalam memelihara ciptaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja GMIT Imanuel Wuihebo memiliki potensi besar sebagai agen transformasi sosial dan ekologis. Gereja berperan dalam membangun kesadaran jemaat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir melalui pendidikan, pemberdayaan, dan aksi nyata seperti penanaman mangrove dan pembuatan tanggul penahan abrasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman teologis jemaat mengenai tanggung jawab ekologis dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan ekoteologi dalam kehidupan bergereja di GMIT Imanuel Wuihebo perlu terus ditingkatkan agar gereja dapat menjadi komunitas etis dan profetis yang mampu menjawab tantangan abrasi pantai secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi gereja-gereja lain di wilayah pesisir untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sebagai wujud nyata iman Kristen.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan
Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang
digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan
pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam
pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran
dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe
menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara
dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode
penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya
memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan
terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih
Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai
tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait
makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota
persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Krisis ekologi yang terjadi di wilayah pelayanan GMIT Imanuel Oenay, Klasis Amanuban Timur
Selatan, menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian gereja sebagai komunitas iman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dan penyebab kerusakan lingkungan
di Jemaat GMIT Imanuel Oenay, bagaimana gereja merespons krisis tersebut, serta bagaimana
refleksi teologis tentang penatalayanan dapat diterapkan dalam konteks tersebut. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Dengan
teknik observasi serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tebas
bakar yang diwariskan secara turun-temurun, rendahnya pemahaman ekoteologis, dan lemahnya
implementasi program gereja menjadi penyebab utama terjadinya krisis ekologi. Situasi ini
diperparah oleh kondisi topografi wilayah Desa Oenay yang didominasi lereng curam dengan jenis
tanah yang rawan longsor dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap bencana seperti erosi
dan tanah longsor. Dalam refleksi teologis, pemikiran Norman L. Geisler memberikan dasar bahwa
penatalayanan berakar pada doktrin penciptaan: bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dan
manusia hanyalah pengelola yang bertanggung jawab. Tanggung jawab tersebut bukan sekadar
etis-praktis, tetapi merupakan panggilan iman untuk merawat bumi sebagai rumah tangga Allah.
Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menyuarakan suara profetis, membangun kesadaran
ekoteologis, dan menghidupi spiritualitas ekologis melalui tindakan nyata yang kontekstual dan
berkelanjutan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendidikan agama Kristen memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai moral siswa. Guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen memegang peranan kunci dalam memberikan pendidikan agama Kristen kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pengembangan kompetensi guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen dalam merencanakan pembelajaran yang efektif dan relevan dalam konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali profil kinerja guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen di Sekolah Dasar Kecamatan Kota Raja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru-guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen yang telah ditunjuk sebagai penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen di sekolah dasar yang menjadi subjek penelitian. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Kota Raja untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen di Sekolah Dasar Kecamatan Kota Raja memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas mereka. Mereka aktif susun sesuai hasil analisis kompetensi dasar, pokok materi pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, isi materi pembelajaran, memilih dan menetapkan pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik penilaian serta merumuskan rubrik penilaian dan instrument evaluasi yang sesuai dengan kurikulum, dan membimbing siswa-siswi dalam memahami ajaran agama Kristen. Selain itu, para guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen ini juga memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua siswa-siswi untuk mendukung pembelajaran agama Kristen di jam sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kinerja guru penggerak mata pelajaran pendidikan agama Kristen di Sekolah Dasar Kecamatan Kota Raja. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pembelajaran agama Kristen di tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Kota Raja yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pembentukan karakter dan nilai moral siswa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderitaan dan luka batin dirasakan oleh semua manusia. Pendeta sebagai pelayan juga tidak luput dari luka. Pendeta harus tampil sebagai sosok yang kuat dalam keadaan terluka. Henri Nouwen menawarkan suatu pemikiran tentang penyembuh yang terluka. Penderitaan dan luka tidak boleh dipandang sebagai kelemahan. Henri Nouwen merupakan seorang imam Katolik Belanda yang mempunyai pengaruh dalam bidang spiritualitas Kristen dengan banyak karya selama hidupnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara detail pemikiran Henri Nouwen tentang Penyembuh yang Terluka. Konsep ini kemudian diimplikasikan bagi pelayanan Pendeta di GMIT Pniel Sikumana. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, menganalisis dokumen, buku dan karya yang berkaitan dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis juga melakukan penelitian lapangan guna melihat relevansinya dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis menemukan beberapa hal yang dapat menjadi sumbangsi bagi kehidupan pelayanan seorang pendeta berdasar dari Lukas 22:47-53. Bahwa seorang pelayan perlu meneladani Yesus. Pertama, Yesus adalah penyembuh sejati yang merujuk pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kedamaian di tengah kekacauan. Kedua, Penderitaan Yesus sebagai sumber penyembuhan yakni bicara soal penderitaan Yesus untuk menebus umat manusia. Ketiga, Kehadiran Yesus yang menyembuhkan melalui kehadirannya dapat memberikan kedamaian. Keempat, Kerentanan Yesus sebagai teladan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan kelemahan dan sisi manusiawinya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus kekerasan seksual semakin meningkat setiap tahunnya. Negara Indonesia dijuluki sebagai negara darurat kekerasan seksual karena krisisnya angka kekerasan seksual yang terus meningkat, salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pemerkosaan. Kasus pemerkosaan kian memprihatinkan karena semakin meningkat setiap tahun. Kasus ini juga terjadi dalam jemaat GMIT Elim Kie. Setiap tahunnya akan ada kasus pemerkosaan dan yang menjadi korban adalah warga gereja. Oleh karena itu dalam tulisan ini menganalisa peran pendampingan gereja dalam mendampingi dan memberi dukungan emosional dan spiritual serta keadilan bagikorban pemerkosaan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, dengan gereja dan korban. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja belum memberanikan diri untuk mendampingi para korban pemerkosaan secara langsung karena dianggap sebagai hal yang sensitive dan pribadi. Gereja menyadari akan keberadaan para korban dan dampak yang dialami, namun belum mendampingi para korban. Pendampingan gereja adalah proses konseling pastoral yang harus gereja laksanakan dalam program pelayanan. Gereja harus memberanikan diri untuk mendampingi korban pemerkosaan dan berani untuk menyuarakan keadilan bagi perempuan dan anak-anak. Gereja adalah wujud kehadiran Allah dalam dunia dengan suatu tanggung jawab dan panggilan untuk bisa terlibat secara aktif dalam mendampingi, memulihkan dan mendukung mereka yang menjadi korban pemerkosaan. Melalui pendampingan pastoral yang efektif untuk membimbing, menyembuhkan, meneguhkan, membebaskan dan memulihkan, menunjukan bahwa gereja dapat menjadi ruang pemulihan bagi warga gereja terkhususnya bagi korban pemerkosaan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebudayaan merupakan hasil dari ekspresi sekelompok orang yang diwujudkan dalam nilai-nilai dan kepercayaan yang terus diyakini dari generasi ke generasi. Salah satu unsur kebudayaan adalah bahasa yang merupakan alat komunikasi. Oleh karena banyaknya budaya yang ada, maka bahasa yang adapun berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, Injil pun hadir di tengah-tengah masyarakat yang plural. Oleh karena itu dibutuhkan metode atau cara yang tepat dalam mengkomunikasikan Injil di tengah-tengah kebudayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kebudayaan dalam pemberitaan firman dan bagaimana langkah yang tepat untuk menyampaikan Injil di tengah kebudayaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel yang digunakan sebagai objek dalam penelitian berjumlah 20 orang di antaranya adalah Majelis (Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar) dan anggota Jemaat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Jemaat GMIT Kefas Nasi, menunjukkan bahwa kebudayaan juga berpengaruh dalam pemberitaan Injil, hingga berpengaruh juga terhadap spiritualitas pendengar. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari Injil. Melakukan penginjilan di tengah-tengah kebudayaan tidak akan mengurangi kekuatan Injil tersebut melainkan dapat membawa Injil untuk merangkul orang-orang yang hidup dalam kebudayaan. Untuk menghubungkan Injil dan kebudayaan diperlukan misi yang kontekstual dalam pemberitaan Injil, karena apabila tidak diperhatikan maka pendengar tidak dapat memahami maksud pemberitaan tersebut. Dengan demikian, spiritualitas mereka juga ikut terkikis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kepekaan para pemberita dalam menyampaikan firman dengan tidak mengabaikan salah satu unsur kebudayaan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejatinya manusia dalam kenyataan sosial selalu menjalin interaksi satu sama lain. Interaksi yang terjalin kerap ditunjukkan melalui berbagai bentuk termasuk di dalamnya menggunakan simbol yang diberi makna. Dalam kebutuhan untuk menyampaikan maksud dan tujuan, manusia memberi makna terhadap suatu simbol tertentu yang dapat digunakan untuk berinteraksi. Namun, interaksi dengan menggunakan simbol seringkali melahirkan penafsiran yang berbeda sehingga nampak adanya ketimpangan. Masyarakat Mollo juga memiliki salah satu bentuk interaksi dengan menggunakan simbol, yakni tua es nok in sunan. Pada prinsipnya, tradisi tua es nok in sunan menggunakan media sopi dan uang yang dipakai secara bersamaan dalam berinteraksi secara khusus pada pertemuan-pertemuan penting seperti peminangan, permintaan maaf, upacara adat dan lain sebagainya. Seringkali dalam penerapannya, tradisi tua es nok in sunan ini mengalami bias makna sehingga menciptakan kemungkinan terjadinya konflik. Pembahasan dalam kepenulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai makna dan nilai dibalik penggunaan simbol tua es nok in sunan sebagai media interaksi yang dipraktekkan secara turun temurun, dalam masyarakat yang juga adalah jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan prespektif George Herbert Mead mengenai Interaksionisme Simbolik sebagai pisau analisis. Pesan yang dihasilkan berupa nilai-nilai yang ditinjau dari kacamata sosiologi agama yakni pengorbanan, kesungguhan dan perdamaian atau kerukunan. Pada akhirnya, sebuah interaksi haruslah menjadi interaksi yang menyembuhkan, menghadirkan kedamaian di tengah-tengah realita sosial sebagai masyarakat yang juga adalah jemaat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fokus utama penulis dalam penelitian ini menyoroti tentang penggunaan nyanyian jemaat sebagai media kesaksian di GKS Jemaat Payeti. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan gabungan yakni kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi lapangan, studi pustaka dan survei. Sampel penelitian ini terdiri dari 110 orang yang mana 10 di antaranya menggunakan teknik purposive sampling sedangakan 100 lainnya menggunakan teknik formula Slovin. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keresahan jemaat berkaitan dengan penggunaan nyanyian rohani kontemporer yang sama sekali bukan nyanyian yang biasanya dinyanyikan dalam ibadah karena kurangnya pemahaman terhadap nyanyian rohani kontemporer. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa jemaat memahami nyanyian sebagai media kesaksian, namun dalam praktik terjadi pergeseran dalam penggunaan nyanyian. Kini terdapat nyanyian rohani kontemporer yang mana dalam model nyanyian ini terdapat juga banyak nyanyian yang memiliki teologi yang keliru, hal ini juga tidak sesuai dengan buku nyanyian yang telah ditetapkan oleh Sinode GKS. Selain itu, terdapat juga nyanyian bukan rohani yang dinyanyikan oleh paduan suara. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus dan Kolose terbuka terhadap nyanyian-nyanyian lain, namun berkaitan dengan isi nyanyian pengajaran yang benar tentang Kristus menjadi tolok ukur terhadap nyanyian tersebut. Raja Daud memberikan teladan dalam mempersiapkan segala sesuatu secara serius berkaitan dengan pelayanan musik dalam Bait Suci. Demikian juga dengan gereja masa kini harus memberi perhatian yang penuh dalam nyanyian oleh karena nyanyian merupakan media yang Allah sediakan bagi umatNya untuk bersaksi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
This much improved revised edition of the book takes into account the needs of the student in the context of the present curricula followed in various universities and English language teaching institutes. This edition therefore devotes a new chapter to Assimilation, a section to Tones in relation to Attitudes, and highlights certain important aspects of pronunciation, such as rules of word accentuation.Starting with general phonetics, the book goes on to give a brief functional account of general phonology and then a selective and yet fairly exhaustive description of the phonetics and phonology of English. It also provides a number of conversational passages in phonetic script as well as in ordinary spelling for practice in reading aloud. What sets this text apart is its novelty of approach and lucidity of treatment. English pronunciation is followed as per the "Received Pronunciation of England". This text is specially designed for postgraduate students of English, undergraduate and postgraduate students of Linguistics, and for those undergoing secondary and tertiary level teachers' training programmes in English.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini mengkaji relasi antara Gereja Katolik dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Sikun, Klasis Malaka, dalam konteks pluralisme agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kedua gereja ini dalam menghadapi perbedaan kepercayaan dan sejarah kedatangan masing-masing gereja, serta merefleksikan nilai-nilai teologis yang mendasari hubungan tersebut. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat konflik awal akibat perbedaan keyakinan, kedua gereja mampu membangun keharmonisan melalui kegiatan bersama seperti bakti sosial, proses belajar bersama, dan perayaan keagamaan. Pluralisme agama di Sikun, yang mencakup kehadiran Islam, Katolik, Protestan (GMIT), dan Pentakosta, menjadi latar belakang penting dalam memahami dinamika hubungan ini. Model misi Konvivenz dari Theo Sundermeier, yang menekankan gotong-royong, belajar bersama, dan perayaan hidup, terbukti relevan dalam konteks Sikun. Relasi yang baik antara Gereja Katolik dan GMIT di Sikun dapat menjadi model bagi gereja-gereja lain yang masih mengalami konflik. Gereja perlu terus mempromosikan dialog dan kerjasama lintas agama untuk mewujudkan kasih Allah yang universal dan menciptakan kehidupan yang adil dan damai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya dialog antaragama, kerjasama dalam kegiatan sosial, dan upaya untuk memahami serta menghargai identitas agama masing-masing. Penelitian ini memberikan saran untuk memperkuat relasi antar gereja melalui forum diskusi rutin dan program-program bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul "Boin Na Smanaf" dengan sub-judul "Suatu Tinjauan Teologis Tentang Ritus Pemanggilan Arwah Boin Na Smanaf Jemaat GMIT Nazareth Taum Klasis Amanuban Selatan." Penelitian ini mengeksplorasi ritus pemanggilan arwah yang dilaksanakan di lokasi kecelakaan yang menyebabkan kematian tidak wajar, seperti kecelakaan kendaraan dan jatuh dari pohon. Ritus ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah orang yang meninggal tidak sepenuhnya hilang, tetapi berpindah ke alam lain (fatu bian ma hau bian), tetap berdampingan dan dapat berinteraksi dengan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman umum jemaat GMIT Nazareth Taum tentang ritus Boin Na Smanaf, menganalisis pelaksanaan ritus ini, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap pemahaman jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Penulisan dilakukan secara deskriptif-analitis-reflektif untuk memberikan gambaran jelas mengenai permasalahan yang ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pandangan Kristen tentang kematian, dunia orang mati, dan penyembahan terhadap roh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Boin Na Smanaf merupakan bentuk penghormatan dan rasa kasih terhadap arwah. Namun, praktik ini perlu ditinjau kembali dalam konteks iman Kristen untuk menghindari penyembahan arwah yang bertentangan dengan ajaran gereja. Refleksi teologis dari penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai kematian dan roh agar tradisi Boin Na Smanaf dapat selaras dengan iman Kristen. Gereja harus terus berupaya mengarahkan jemaat agar tidak terjerumus dalam praktik yang bertentangan dengan iman mereka.
Kata Kunci: Ritus, Penyembahan, Kehidupan, Kematian.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras Jagung adalah olahan pangan setengah jadi dari jagung kering utuh dengan bentuk butiran seperti beras putih. Beras jagung banyak dikonsumsi dalam bentuk nasi jagung dan memiliki kandugan karbohidrat yang tingggi dan banyak manfaat bagi kesehatan dalam membantu pencernaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan beras jagung instan dan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Metode penelitian ini adalah eksperimental yaitu kombinasi perlakuan suhu pengeringan 50, 60, dan 70 ℃ untuk mendapatkan suhu dan waktu pengeringan yang optimum terhadap kadar air (%). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kadar air dipengaruhi oleh suhu pengeringan serta waktu pengeringa dimana nilai kadar air tertinggi yaitu 49% dicapai pada perlakuan suhu pengeringan 50 ℃ dengan waktu pengeringan 4 jam. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan suhu pengeringan 70 ℃ yaitu 46% dengan lama 4 jam.