2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul “Analisis Yuridis Penerapan Hukum Judex Factie Dan Judex Yuris DalamSengketa Kepemilikan Tanah” Masalah pokok penelitian adalah Mengapa Judex Factie menyatakan tidak berwenang mengadili tetapi Judex Yuris menyatakan berwenang mengadili sengketa kepemilikan tanah? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tentang Judex Factie menyatakan tidak berwenang mengadili tetapi Judex Yuris menyatakan berwenang mengadili sengketa kepemilikan tanah. Jenis penelitian adalah penelitian Normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan, sedangkan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Judex Factie yang menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili dan Putusan Judex Yuris yang menyatakan Pengadilan Negeri berwenang mengadili. Dari hasil analisis penulis menunjukkan bahwa Judex Factie menyatakan tidak berwenang mengadili tetapi Judex Yuris menyatakan berwenang mengadili sengketa kepemilikan tanah sebagai berikut: 1. Judex Factie tidak berwenang untuk mengadili perkara sengketa kepemilikan atas tanah karena:Mengenai kewenangan absolut,Dimanana Sertifikat Tanah yang menjadi obyek sengketa Tata Usaha Negara yang didalilkan diterbitkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara dalam perkara aquo maka sengketa antara Para Penggugatdengan Para Tergugat merupakan sengketa Tata Usaha Negara dan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini adalah Peradilan Tata Usaha Negara. 2. Judex Yuris menyatakan berwenang mengadili sengketa kepemilikan atas tanah karena: a. Dasar Gugatan penggugat Merupakan Perbuatan Melawan hukum. b. Sengketa penggugat dan tergugat tentang kepemilikan tanah yang membuat Judex Factie telah salah dalam menerapkan hukum. Kata Kunci:Judex Factie, Judex Yuris,Kepemilikan Tanah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
:“Disparitas Putusan PemidanaanTerhadap Pelaku Tindak Pidana Pemalsuan Surat”.. Masalah penelitian dalam tulisan ini, “ Mengapa terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat?”.Tujuan penelitan Untuk Mengetahui penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat? Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Hukum Normatif. Sifat Penelitian ini Bersifat Deskripsi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat antara lain : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Berbeda-beda 2. Indenpendisi Hakim 3. Hakim Yang Memutus Perkara Berbeda Beda 4. Kualitas Perbuatan Terdakwa berbeda 5. Keadaan Memberatkan Dan Meringankan Dalam Persidangan Saran Setelah penulis memaparkan beberapa kesimpulan terhadap skripsi ini, maka penulis akan memberikan saran sebagai berikut: 1. Diharapkan kepada para penegak hukum khususnya kepada jaksa Penuntut Umum harus lebih berhati-hati dalam merumuskan surat dakwaan sehingga benar-benar dapat menggambarkan secara nyata mengenai tindak pidana yang dapat didakwakan kepadapelaku tindak pidana pemalsuan surat 2. Diharapkan agar Hakim dalam menjatuhkan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, serta memberikan pertimbangan hukum yang adil mengenai hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa,dan merumuskan keyakinannya yang lebih teliti melihat kualitas perbuatan terdakwa sehingga nampak konsistensi antara pidana yang dijatuhkan dengan penalaran hukum oleh Hakim tentang berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTI SARI Judul Skripsi Penulis adalah :TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH ATAS DASAR JUAL BELI. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah ; “Apa Dasar Pertimbangan Hakim Menyatakan Jual Beli Antara Penggugat Dan Tergugat Sah”. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah : Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Mengabulkan Penggugat Sebagai Pembeli Yang Sah . Varibelyangdingunakan 2(dua)variabelyaituVariabelbebas dalam penelitian ini adalah jual beli tanah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terkait jual beli tanah.Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci dan jelas sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalahbahan hukum Primer yang terdiri dari Bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu : Putusan-Putusan Pengadilan Negeri, Putusan No. 77/Pdt.G/2012/PN.Pra. Putusan No. 6/Pdt.G/2011/PN.Pra. Putusan No. 25/Pdt.G/2017/PN.Clp. Putusan No. 42/Pdt.G/2019/PN.Rbi. Putusan No. 53/Pdt.G/2010/PN.Blt. Serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar . Bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang dapat memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer. Bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan peraturan perundang-undangan, jurnal-jurnal ilmiah karya tulis hukum atau pandangan ahli hukum, kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan masalah penelitian.Bahan hukum tersieradalah bahan hukum yang digunakan untuk menjelaskan bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Bahan hukum tersier yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kamus dan ensiklopedia hukum kemudiandianalisisdanditarikkesimpulanya, Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka dapat dikatakan bahwa yang menjadi Dasar Pertimbangan Hakim Menyatakan Jual Beli Antara Penggugat Dan Tergugat Sah adalah karena : 1. Pertimbangan hakim penggugat beritikad baik. 2. Keabsahan jual-beli penggugat dapat membuktikan berdasarkan bukti yang sah. 3. Penggugat dapat membuktikan sebagai pembeli pertama tanah sengketa milik penjual. SaranTerkait dengan Putusan yang ada pada Pengadilan Negeri terkait dengan sengketa tanah yang terjadi antara penggugat dan tergugat.Maka Penulis mengharapkan kepada Hakim agar dalam mengambil keputusan perlu menilai dan mempertimbangkan secara baik dan cermat,berkaitan dengan alat-alat bukti maupun fakta-fakta persidangan yang ada maupun dalam hal penerapan hukum. agar setiap putusan yang dijatuhan dapat diterima oleh semua pihak yang berperkara. Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Perdata dalam Sengketa Jual Beli Tanah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Yohanis Lohi1*, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan metode yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe jigswa berbasis media gambar terhadap hasil belajar bola voli. Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing bawah bola voli melalui kerja kelompok dan tes tertulis pada sikklus I yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 25,93% yaitu dari 76,08% (siklus 1) menjadi 78,6% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis media gambar terhadap hasil belajar siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ELIASAR MOWATA, 16410952, Penaruh komitmen, kompensasi, dan konflik terhadap pergantian niat karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cab. Tenau Kupang Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Maromi M. Mbate, SE.,M.sc dan pembimbing 2 (dua) Alya E. Sjioen, SE.,MM Komitmen organisasi menurut Sopiah (2008:155), komitmen mencakup kebanggaan anggota, kesetiaan anggota dan kemauan anggota pada organisasi Hasibuan (2017:119) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan sistem kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karena membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan–pekerjaan yang berbakat.Selain itu sistem kompensasi perusahaan memiliki dampak terhadap kinerja strategis. Menurut Winardi (2007:384) konflik merupakan sebuah situasi dimana dua orang atau lebih menginginkan tujuan-tujuan yang menurut persepsi mereka dapat dicapai salah seorang diantara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komitmen, kompensasi dan konflik terhadap pergantian niat karyawan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Pelabuhan (Persero) Cab. Tenau Kupang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompensasi dan konflik berpengaruh terhadap pergantian niat karyawan, sedangkan komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai konstanta sebesar -0,457 yang menunjukan bahwa ketika semuah variabel bebas 0 maka besar pergantian niat Y adalah -0,457 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar 0,127 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel komitmen (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan pergantian niat sebesar 0,127 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi (X2) sebesar 0,322 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel kompensasi sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan pergantian niat karyawan sebesar 0,322 satuan dengan asumsi semua variabel konstan Koefesien regresi (X3) sebesar 0,304 menyatakan bahwa bahwa apabila peningkatan variabel konflik sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan pergantian niat karyawan sebesar 0,304 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Untuk variabel (X1) komitmen nilai thitung < ttabel 0,9470,05, untuk variablel kompensasi (X2) nilai thitung > ttabel 2,097>2,009 atau H0 ditolak dan Ha diterima, dan untuk variabel konflik (X3) nilai thitung > ttabel 2,414>2,009 atau H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus membangun komitmen antar karyawan agar para karyawan memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan, perusahaan juga harus terus memperhatikan dan terus memberi kompensasi kepada karyawan yang berprestasi, dan perusahaan juga harus mencegah konflik antar karyawan atau antar karyawan dengan atasan agar dapat meminimalisir tingginya pergantian niat karyawan pada perusahaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan struktur PAD kota Kupang dilihat dari empat komposisi Pendapatan yang diperoleh dari pajak daerah, restribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan sumber PAD lainnya yang sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan struktur komponen Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan jenis dan besar kontribusinya sehingga bisa dilihat dari perubahannya. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data realisasi Pendapatan Daerah Kota Kupang tahun 2015 - 2019. Dari tahun ke tahun menunjukan bahwa struktur PAD berubah dilihat dari siklus diagramnya, dilihat dari ke-4 komposisi ada yang meninkat dan ada yang menurun. Perubahan struktur PAD yang paling menunjak terjadi pada komposisi Pajak daerah pada tahun 2015 dengan berkontribusi sebesar 51% dan pada tahun 2019 pajak daerah meningkat sebesar 93% dari hal inilah kita bisa melihat perubahan strukturnya dan diikuti dari potensi retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain – lain PAD yang sah. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi PAD pada tahun 2015-2019 yang paling besar yaitu terjadi pada kontribusi Pajak Daerah sebesar 93,23% kriteri rasio kontribusi dari tahun 2015 ke tahun 2019 dikatakan sangat baik, karena rasio kontribusi diperoleh diatas 50%. Dalam hal ini diartikan bahwa pemerintah daerah kota kupang sangat baik dalam pengelolah pajak daerah sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap PAD yang besar. Berikut diikuti oleh rasio kontribusi retrinusi daerah menyatakan bahwa retribusi daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 20,17%, kriteria rasio ini dikatakan sedang karena rasio kontribusi dibawah 30,01%, rasio kontribusi retribusi daerah terhadap PAD dari tahun 2015-2019 menyatakan bahwa belom mampu dalam mengoptimalkan petensi PAD. Kurangnya rasio kontribusi ini menunjukan bahwa upaya pemerintah kota kupang dalam menggali sumber penerimaan daerah yang berasal dari retribusi daerah masih jauh dari harapan. realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 10,76%, Dapat dilihat dari pernyataan (tabel: 4.6) pada tahun 2017-2019 menyatakan bahwa rasio kontribusi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dikatakan sangat kurang karena rasio kontribusi yang diperoleh di bawah 10,01%. Hal ini dikatakan bahwa hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belom mampu dalam memberikan sumbangan kontribusi terhadap PAD, realisasi hasil pendapatan lain lain PAD yang sah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 15,93%, pada tahun 2015 dan tahun 2016 bahwa kriteria rasio dikatakan kurang karena rasio kontribusi kurang dari 20,01%. Rasio kontribusi lain – lain PAD dikatakan sangat kurang karena rasio kontribusi yang diperoleh di bawah 10,01%. Rasio kontribusi pendapatan lain lain PAD yang sah sangat minim dalam memberikan kontribusi terhadap PAD. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan potensi PAD untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari pusat, sehingga meningkatkan otonomi dan keleluasaan daerah (local discretion). Langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah adalah menghitung potensi PAD yang riil dimiliki daerah. Untuk itu diperlihatkan metode penghitung potensi PAD yang sistematis dan rasional. Dilihat juga dari rasio pertumbuhan dari sumber-sumber PAD kota kupang dikatakan masih cukup baik, dengan peningkatan setiap sumber PAD dari tahun ke tahun kiranya pemerintah kota kupang lebih bekerja keras lagi dalam mengembangkan setiap sektor – sektor yang mampu memberikan pendapatan yang lebih besar sehingga pemerintah kota kupang lebih mandiri dalam proses pembangunan daerah dari berbagai aspek, sehingga mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat. Untuk meningkatka pertumbuhan PAD dilihat dari perubahan pertumbuhan ekonomi karena Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran yang nyata dari dampak suatu kebijakan pembangunan yang dilaksanakan, khususnya dalam bidang ekonomi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Perkembangan bisnis yang semakain pesat membuat perusahaan harus menggunakan berbagai macam cara agar dapat membuat perusahaan tetap dapat bertahan dibidangnya. Secara umum, tujuan perusahaan didirikan adalah untuk menghasilkan laba bagi pemiliknya. Oleh karena itu, dalam upaya menjalankan dan mempertahankan serta meningkatkan kegiatan usahanya, setiap segmen manajemen dalam perusahaan yang antara lain pemasaran, sumber daya manusia, operasional dan keuangan, harus menjadi satu kesatuan yang dapat bekerjasama guna untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan perusahaan tersebut. Salah satu bentuk informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan yang dilaporkan setiap akhir periode sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban atas pengelolaan suatu perusahaan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Oleh karena itu setiap perusahaan harus mengetahui kondisinya, yaitu dengan menganalisis laporan keuangannya untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan suatu perusahaan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut. Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan Penelitian di Perusahaan Sub Sektor Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan berdasarkan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan dapat diukur dengan menggunakan Rasio Likuiditas, Rasio solvabilitas, Rasio aktivitas, dan Rasio profitabilitas, serta diukur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Nomor: KEP-100/MBU/2002 yaitu Return on assets (ROA), Return on investment (ROI), Cash Ratio (Rasio Lambat), Collection peride, Inventory Turnover, Rasio Total modal terhadap total asset. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian tingkat kesehatan pada Perusahaan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) Menurut SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002. Dijelaskan bahwa perolehan penilaian tingkat kesehatan perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) tahun 2020 dinilai kurang baik, hal ini dilihat dari perolehan kategori BBB dengan perdikat KURANG SEHAT. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian tingkat kesehatan pada Perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Menurut SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002. Dijelaskan bahwa perolehan penilaian tingkat kesehatan perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) tahun 2020 dinilai kurang baik, hal ini dilihat dari perolehan kategori BBB dengan perdikat KURANG SEHAT. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian tingkat kesehatan pada Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Menurut SK Menteri BUMN Nomor : KEP100/MBU/2002. Dijelaskan bahwa perolehan penilaian tingkat kesehatan perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tahun 2020 dinilai kurang baik, hal ini dilihat dari perolehan kategori BBB dengan perdikat KURANG SEHAT. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian tingkat kesehatan pada Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Menurut SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002. Dijelaskan bahwa perolehan penilaian tingkat kesehatan perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) tahun 2020 dinilai baik, hal ini dilihat dari perolehan kategori A dengan perdikat SEHAT. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian tingkat kesehatan pada Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Menurut SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002. Dijelaskan bahwa perolehan penilaian tingkat kesehatan perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) tahun 2020 dinilai kurang baik, hal ini dilihat dari perolehan kategori BB dengan perdikat KURANG SEHAT. Kunci : Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This thesis is entitled “A Descriptive Evaluation on Basic English Digital Video Design for Women migrant workers ”. The problem is what are the Evaluation result arrived from the use of Basic English Digital Video Designed for Women Migrant Workers ?. The aim of this study is to get the evaluation result arrived from the use of Basic English Digital Video Designed for Women Migrant Workers. Research method in this research is used descriptive qualitative method. Data resource is only one Tutor of women migrant workers. The researcher used observation, interview for video designed while checklist form to collect the data evaluation. Data evaluation used Riyana’s theory and explained it in evaluation form. The results of this research are: 1) Evaluation I on the basic english digital video designed such as Image Selector; Some of the images are blurries. Video Display; Text is on the middle of the screen covers the content. 2)Development on the basic English digital video designed to develop evaluation I in order to be accepted academically such as image selector; some images are blurries, to be clear images writer did development to do revision. Video display text on the middle of the screen in order to bellow the screen writer did development as part of revision on evaluation I. 3)Evaluation II on the basic English digital video design such as form of writing; In the screen some words in cantonese are typos. Video effectiveness; No words and sentences in english combines english voices. (4) Development on the basic english digital video designed to develop the result of evaluation II in order to be accepted as the need of tutor of women migrant workers such as Form of writing; In the screen some words in cantonese are typos in order to be correct typing writer did development to do revison as part of evaluation II. Video effectiveness; No words and sentences in english combines English voices in order to complete english voices effectively writer did development to do revision on evaluation II.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study title is Literature Analysis on Character of Gabriel in“I am Gabriel” the aims of this study are to find out: (1) the types of social relationship of character Gabriel portrayed in “I am Gabriel” movie? (2) the social relationship bring changes to the other character. The writer download the movie from https://youtu.be/mIBStAQMq3Y. The instrument is watching movie and the script of the film. The result of this study is associative social relationship consists of Cooperation found in every character work together to reach the goal of sewing mats for people of Promise city to use while praying. Accommodation found in form Police Station of Promise Town. Assimilation found in process of mixing one culture of talk to God do not have to go to church but can do it in pray. Acculturation found in Gabe mixing the culture pray of people in Promise in a new culture without eliminate the original culture. The second part is the writer found some character indentified as the character who had been changes. There are eight characters, Gabriel (He found refusal in the process to finish the mission and bring changes for people life), Ms. Ellen (a wife who lost the baby born, and she is enthusiasm to accept the existence of Gabe), Joe (Joe’s family is chosen for bring Gabe home and feel find hope of life), Sherriff Brody (He is going to cry, pray and thank God for the hope of life), Camrynn (she is believe about God can make everything better and find hope), Monroe (she is trusting that all incidents are just from the God mighty), Chad(he is trusting that all incidents are just because God Love), and Lucy (she goes to the doctor and hope that the blind will get heal just because of God Love).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMAPEMASAKAN KOLANGKALING DALAM LARUTAN ROSELA UNTUKMENGHASILKANKARAKTERISTIKDANORGANOLETIKMANISANKOLANG KALING MarselinusRNggala,**) ZetMalelak,**) LesybethM.Nubatonis, **) ABSTRAK Penelitianinidilaksanakandilaboratorium processingUKAW dengantujuanuntuk mengetahuikarakteristikuntukmengtahuicarapembuatanmanisankolangkaling dariprosespengolahanbuaharen(ArengaPinnata)dengancarapemasakandan untukmengetahuitingkatkesukaanproduk prosespengolahanbuaharen(Arenga Pinnata) dengan proses pemasakan. Parameter pengamatan adalah untuk mengetahuikarakteristikdanorganolepticmanisankolangkaliangyangmeliputi Rasa,warna,Tekstur,dan aroma.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 4 perlakuandanmasing-masingdiulang3kalidenganwaktupemasakan15menit,20 menit,25menit,dan30menit. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa UjiAnanlisis Organoleptik tertinggi terdapatpadaperlakuanA15menitwaktupemasakanterhadapwarnamanisan kolangkalingdengannilairata-rata4,50(sangatsuka),rasamanisankolangkaling denganlamapemasakan15menitdanterdapatpadaperlakuanAdengannilairatarata4,42(sangatsuka),aromamanisankolangkalingyangtertinggiterdapatpada perlakuanAdenganlamapemasakan15menitdengannilairata-rata4,50(sangat suka)danteksturmanisankolangkalingyangtertinggiterdapatpadaperlakuanA dengannilairata-rata4,50(sangatsuka). Katakunci:manisan kolangkaling dan lama pemasakan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi ini : “TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH AGUNG YANG MEMBATALKAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI TERHADAP SALAH SATU PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Nomor : 264/Pid.B/2015/PN.Sag dan Putusan Nomor : 273 K/Pid/2016)”. Masalah pokok dalam tulisan ini, “Bagaimana Dasar Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Yang Membatalkan Putusan Bebas Pengadilan Negeri SanggauTerhadap Salah Satu Pelaku Tindak Pidana Pencurian?”. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Mahkamah Agung Nomor : 273 K/Pid/2016 dan Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 264/Pid.B/2015/PN.Sag . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri sanggau dengan pertimbangan bahwa perbuatan Suherman (Terdakwa I) dan Amonius Rino (Terdakwa II) dianggap telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam Pasal Tindak pidana dalam pasal 363 Ayat (1), ke-3, ke-4, ke-5 yaitu unsur setiap orang, Unsur mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, Unsur Dengan Maksud untuk memiliki secara melawan Hukum, Unsur dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak, Unsur dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, Untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong, atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu , perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.Judex Facti tidak menerapkan peraturan hukum sebagaimana mestinya dalam menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa II (Amonius Rino). Peraturan hukum yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya olehnya Pengadilan Negeri Sanggau yaitu dalam hal penerapan hukum pembuktian. Khusunya pasal 197 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyebutkan “surat putusan pemidanaan memuat pertimbangan hukum yang disusun secara ringkas mengenai fakta dan keadaan beserta alat pembuktian yang diperoleh dari pemeriksaan disidang yang menjadi dasar penentuan kesalahan terdakwa” .dalam hal ini Pengadilan Negeri sanggau kurang pertimbangan hukum nya dalam menjatuhkan pidana. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Tindak Pidan Pencurian dengan pemberatan dan putusan bebas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Pidana Pembinaan Oleh Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan bagaimanakah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Varibel bebas adalah putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan variabel terikat adalah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustka atau dokument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan dalam lembaga terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dapat dikategorikan menjadi beberapa pertimbangan, yaitu: pertimbangan tentang tuntutan pidana penunutut umum; pertimbangan tentang saran balai pemasyarakatan; mempertimbangkan segi masa depan anak; dan kualitas nilai barang atau obyek curian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Penulis menyarankan agar Penuntut umum harus lebih sigap dan tegas serta menerangkan secara eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap tuntutan hukuman pidana kepada anak tersebut; selain itu, meskipun apa yang direkomendasikan BAPAS tidak menjadi hal yang mutlak bagi hakim dalam menjatuhkan hukuman pidana kepada anak, tetapi BAPAS harus lebih tepat serta menerangkan lebih eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap hukuman pidana kepada anak tersebut; selanjutnya, anak yang merupakan generasi penerus bangsa maka apa yang berkaitan dengan keadaan yang meringankan tersebut dapat membantu anak dalam mengurangi masa kurungan, sebab perkara pidana anak lebih menekan pada nilai keadilan dan kemanusian bagi diri anak; dan apabila anak melakukan tindak pidana pencurian dengan kualitas nilai barang curian yang sekecil apapun tidak menjadikan suatu alasan bahwa anak tersebut tidak dapat dipidana, oleh karena anak tidak boleh lagi melakukan pencurian dengan jenis barang curian apapun. Kata Kunci: Pidana Pembinaan Dalam Lembaga, Anak, Pencurian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN. Rumusan masalah“Mengapa terjadi disparitas penjatuhan sanksi pidana kepada para terdakwa dalam tindak pidana penipuan”?.Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan pemidanaan terdakwa tindak pidana penipuan.Penelitian ini bersifat deskriptif. Jenis penilitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, dengan mengkaji Putusan No.637/Pid.B/2017/PN Jmb putusan no 361/pid.B/2018/PN Jmb putusan No. 873/Pid.B/2019/Pn Jmb putusan No. 298/Pid.B/2018/PN.Jmb dan Putusan No.06/Pid.B/2017/PN.Jmb. Hasil dari penelitian ini adalah mengapa terjadinya disparitas penjatuhan sangsi kepada para terdakwa dalam tindak pidana penipuan adalah. Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, serta sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer, data sekunder, dan data tersier. Analisis data ini menggunakan metode analisis Deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini terkait dengan mengapa terjadinya disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penipuan adalah sebagai berikut: a.Tuntutan pemidanaan oleh penutut umum yang berbeda-beda . (alasan yuridis) b. Kualitas perbuatan terdakwa .(alasan sosiologis) c. Indenpendensi hakim .(alasan yuridis) d. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan Terdakwa . (alasan sosiologis) Berdasrakan kesimpulan hasil penelitian yang telah ditemukan, maka penulis memberikan saran : a. Agar hakim memperhatikan kerugian yang ada supaya korban mendapatkan pengambalian hak korban Kata Kunci :perbedaan putusan hakim tindak pidana penipuan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 975 K/PDT/2019 )”. Rumusan masalah “Apa Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat”? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah “Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, dengan mengkaji Putusan No.169/Pdt.G/2017/PN.Tng, Putusan No. 9/Pdt/2018/PT.Btn, dan Putusan No. 975 K/Pdt/2019. Berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis pada bagian hasil penelitian, maka adapun yang menjadi alasan Judex Fakti menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena gugatan penggugat didasarkan adanya ingkar janji tetapi tuntutannya perbuatan melawan hukum yang merupakan ketidakjelasan dari suatu gugatan. Sedangkan berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis, penulis menemukan alasan Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat karena merupakan perbuatan melawan hukum meskipun mengandung aspek ingkar janji. Adapun saran dari penelitian ini yaitu : Judex Fakti jangan hanya memeriksa gugatan secara sebagian dalam artian hanya memeriksa mengenai syarat formil tetapi harus memeriksa secara keseluruhan mengenai keabsahan dari suatu gugatan serta Judex Juris sebagai pengadilan yang memeriksa penerapan hukum telah tepat menilai suatu gugatan. Kata Kunci : Pertimbangan Judex Fakti dan Judex Juris, Perbuatan Melawan Hukum Dalam Layanan Penerbangan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah Tinjauan Yuridis Tentang Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Akta Otentik Yang Dilakukan Oleh Notaris masalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Sehingga Terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Akta Otentik Yang Dilakukan Oleh Notaris
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait yaitu Mahkamah Agung Republik Indonesia mengenai pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap notaris yang melakukan tindak pidana pemalsuan akta otentik Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel bebas : pemalsuan akta otentik Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini normatif. Jenis data yang digunakan melalui Sumber data primer adalah bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu Putusan Putusan Pengadilan Sumber data sekunder adalah yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai sumber data primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan buku-buku referensi lainnya. Sumber data tersier adalah bahan hukum yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum),ensiklopedia.kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya, Hasil penelitian menunjukan bahwa Dasar Pertimbangan Hakim Sehingga Terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Akta Otentik Yang Dilakukan Oleh Notaris yaitu:
1. Hakim Mempertimbangkan Kualitas Dari Perbuatan Para Terdakwa
2. Indepensi Hakim Dalam Memeriksa Dan Memutuskan Perkara Pidana
3. Hakim Yang Memeriksa Berbeda
4. Hakim Pempertimbangkan Hal-Hal yang memberatkan dan meringankan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah, “Deskripsi Tentang Pembatalan Akta Jual Beli Tanah Yang Di Keluarkan Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah”. Masalah pokok yaitu bagaimana pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam membatalkan akta jual beli tanah yang di keluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam membatalkan akta jual beli tanah yang di keluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah. Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas tentang sengketa pembatalan akta jual beli tanah dan variabel terikat yakni pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam membatalkan akta jual beli tanah yang di keluarkan oleh Pejabat Pembuat Akat Tanah (PPAT). Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat (3) tiga hal yang menyebabkan terjadinya pembatalan akta jual beli tanah yang di keluarkan oleh pejabat pembuat akta tanah yaitu: 1. Adanya ketidak benaran dalam memberi informasi data kepada pejabat pembuat akta tanah (PPAT). 2. Itikad tidak baik yang di lakukan oleh pihak penjual. 3. Peralihan hak atas tanah yang dilakukan tanpa sepengetahuan salah satu pemililk tanah obyek sengketa Merujuk pada hasil penelitian diatas maka yang menjadi saran dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 1 Kepada pejabat pembuatan akta tanah (PPAT) diharapkan dapat membuat akta dengan cermat, teliti dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak berpihak, agar akta yang dibuat dapat menjadi alat bukti yang sempurna. 2 Diharapkan kepada setiap kantor pertanahan dalam pelaksanan pengawasan dan pembinaan para pejabat pembuat akta tanah (PPAT) agar tujuan dan maksud dari pengawasan dan pembinaan terhadap pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dapat tercapai secara maksimal sebagaimana perintah peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mengatur tugas-tugas pokok dari pejabat pembuat akta tanah. Kata Kunci : pembatalan akta PPAT, putusan pengadilan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI “DisparitasPutusanPemidanaandalamkasustindakpidanapembunuhan di Pengadilan Negeri Soe” Permasalahannyaadalah:Mengapaterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakupembunuhan di Pengadilan Negeri Soe?Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahuiterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakupembunuhan di Pengadilan Negeri Soeyang bermanfaat secara teoritis dan praktis dengan Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan terikat, sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secaradeskriptif untukmemaparkan, mengelola, menggambarkan dan menafsirkan hasil penelitian dengan susunan kata-kata dan kalimat sebagai menjawab atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwaterjadinya disparitasputusan pelaku tindak pidana disebabkan karena: 1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2. Independensi hakim yang berbeda 3. Kualitasperbuatanterdakwa 4. Faktorsubyektifyaitu: faktoryang memberatkan danyang meringankan terdakwa. Untukmenghindariterjadinyadisparitasdalamputusanpemidanaan oleh hakim, makadisarankanagar hakim dalammemeriksaperkarapidanadisidangpengadilanmemperhatikanyurisprudensi yang adadalammenyelesaikankasus-kasus yang sejenis.perlumemeriksayurisprudensi yang adadalammenyelesaikankasus-kasus yang sejenis. . Kata Kunci: Disparitas, Tindak Pidana, dan putusan hakim
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah, “Deskripsi Tentang Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa”. Masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana ? Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana. Jenis penelitian dari penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan 2 (dua) variabel yaitu, variabel bebas tentak bentuk tindak pidana korupsi dana desa dan variabel terikat yaitu tentang pertimbangan hakim pengadilan negeri kupang dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terpidana tindak pidana korupsi dana desa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 (enam) bentuk tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan oleh terpidana yaitu: 1. Terpidana tidak mencatat seluru pengeluaran belanja dana desa, me mark up harga dan menggunakan bukti fiktif. 2. Terpidana mengambil alih kewenangan bendahara desa dan melakukan pembayaran lebih kepada kontraktor yang tidak sesuai dengan volume bahan material dalam kontrak kerja. 3. Terpidana mengambil alih kewenangan Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK) dan memanipulasi dokumen pelelangan. 4. Terpidana memalsukan nota belanja bahan bangunan. 5. Terpidana memalsukan administrasi pertanggungjawaban dana desa. 6. Terpidana tidak menyetor uang pajak perolehan hasilan (PPH) dan pajak pertambahan nilai (PPN) ke kas Negara. Merujuk pada hasil penelitian di atas maka yang menjadi saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pemerintah membentuk tim khusus disetiap Desa yang ditugaskan untuk menasehat Kepala Desa beserta aparat Desa agar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawa mereka bisa memahami peraturan perundang-undangan dengan benar seperti langkah-langkah apa yang seharusnya dalam menjalankan roda pemerintahan terutama dalam mengelola Keuangan Desa. 2. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan tidak tebang pilih seperti Majelis Hakim dalam menjatuhkan hukuman agar bisa menghukum terdakwa dengan seberat-beratnya atau setimpal dengan perbuatanya, dengan demikian setiap orang yang hendak melakukan niat jahat dengan cara korupsi yang akan datang dikemudian hari dengan sendirinya sudah merasa takut. Kata Kunci: Bentuk Tindak Pidana, Korupsi, Dana Desa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“Disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penistaan agama” Permasalahannyaadalah: Apa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penistaan agama?Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahuidasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penistaan agamayang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi kepustakaan. Variabel yang digunakan adalah variabel bebasnya adalah Tindak pidana Penistaan Agamadan terikatnya adalahdisparitas putusan pemidanaan dengan sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secara yuridis preskriptif, komprehensif, dan lengkap. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa perbedaan putusan hakim tersebut di sebabkan karena 1).Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang berbeda.; 2). Independensi hakim yang berbeda. 3). Kualitas Perbuatan terdakwa; 4). Hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.Berdasarkan pada kesimpulan diatas, maka dapat disarankan beberapa hal yaitu bagi pelaku atau terdakwa tidak perlu mengulangi perbuatan tindak pidana yang sama agar tidak terjebak dalam penistaan agama dan bagi hakim perlu meningkatkan profesionalitas hakim yang obyektif dalam menjatuhkan pemidanaan bagi pelaku penistaan agama agar tidak menimbulkan disparitas penistaan agama.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTI SARI Remigius Besin, 2021 Dengan judul .Analisis Yuridis Penjatuhan Putusan Oleh Majelis Hakim Terhadap Pembatalan Pendaftaran Merek Di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat. Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadialan negeri niaga Jakarta pusat. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dasar pertimbangan hokum oleh hakim dalam menjatuhi putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadilan negeri niaga Jakarta pusat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni; penjatuhan putusan bagi tergugat yang melakukan peniruan merek-merek penggugat, dan variable terikat yakni; dasar pertibangan hakim dalam menjatuhi putusan terhadak pihak atau para tergugat yang bersalah. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhi putusan berdasarkan putusan nomor 31/Pdt.Sus Merek/2019/PN.Jkt.Pst putusan nomor 43/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pst ; putusan nomor: 58/Pdt.Sus-Merek/2014/PN.Jkt.Pts; putusan nomor : 60/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pts adalah sebagai berikut : Kualitas perbuatan antara lain; Merek-merek yang didaftarkan tergugat mempunyai persamaan yang signifikan dengan merek-merek penggugat. Penggugat terlebih dahulu mendaftarkan merek. Adanya itikad tidak baik oleh tergugat. Kata Kunci : Analisis Yuridis, Putusan Hakim, Pembatalan Pendaftaran Merek