Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ns

318 karya publik ditemukan.

2026: 82025: 82024: 32023: 322022: 702021: 1162020: 192018: 1

ANALISIS YURIDIS PERANAN CCTV DALAM PEMBUKTIAN PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul: Analisis Yuridis Peranan CCTV Dalam Pembuktian Pada Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Bagaimana pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan ? Bagaimana cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang telah direkam CCTV ? Apa akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pembertan terhadap terdakwa ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan. untuk mengetahui cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap terdakwa. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmia. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Tindak Pidana Pencurian Dengan Pembaratan. dan variabel terikat yaitu variabel yang tergantung dari putusan pengadilan tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari pertimbangan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, bahan hukum sekunder yaitu memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, dan hasil karya dari kalangan hukum, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, ensiklopedia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Pertimbangan hakim dalam tindak pidana pecurian dengan pemberatan dan Cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang direkam CCTV dan Akibat hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Mengenai penggunaannya dalam suatu tindak pidana pencurian dengan pemberatan yaitu melihat petunjuk-petunjuk yang direkaman CCTV Kata Kunci : Cctv, Tindak Pidana, Pencurian

PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NAMA : RANDY YUSTENS WEWO NIM : 18410307 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sebuah manajemen perusahaan, dimana manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja dan aktivitas yang ada didalamnya sehingga dalam hal ini ada begitu banyak hal mengenai sistem dan peraturan kerja. Oleh karena itu salah satu faktor yang menjadi pendukungnya berjalanya SDM yaitu kerja sama agar dalam menjalankan sistem manajemen yang ada selain itu dalam meningkatkan mutu kualitas karyawan dan mengadakan pelatihan dan dasar-dasar pemahaman cara kerja yang efektif dan efisien dikarenakan itu sebagai wadah dan cara menilai program itu biasa diterima atau tidak dalam keseimbangan sebenarnya, mengacu pada hal ini ada berbagai macam hal yang akan dibahas dalam kerja. Masalah kerja yaitu adanya jam kerja yang berlebihan atau melewati batas kerja waktu normal sehingga dapat tejadinya konflik kerja, stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan Di Dinas PUPR Prov. NTT menilai dari permasalahan kerja yang ada didalam perusahaan atau pun diluar masalah secara pasti dan tidak disengaja masalah selalu saja hadir ketika dalam bekerja baik secara umum dan kecil di lingkungan kerja. Konflik kerja adalah permasalahan yang terjadi ketika bekerja atau sedang melaksanakan aktivitas dalam bekerja, stres kerja sendiri berasal dari konflik kerja karena masalah yang timbul akibat kerja menjadi lebh nyata dan sangat berpengaruh sekali baik itu secara transparan maupun linier, beban kerja dalam hal setelah seseorang melaksanakan pekerjaan nya tapi tidak biasa menuntaskannya maka akan berdampak menjadi beban untuk diri sendiri yang dimana pekerjaan tersebut harus dituntaskan baik itu perlahan tapi berjalan sesuai koridornya. Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT beralamat di JL. SK. Lerik Depan Balai Kota Kupang Walikota –Kupang Telp. (0380) 831806. Tugas pokok Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengujian melalui pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan urusan pekerjaan umum, pelayanan jasa uji mutu dan pengembangan jalan, jembatan dan sumber daya air serta keciptakaryaan. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui pengaruh Stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui apakah beban kerja produk berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Konflik kerja adalah ketidaksesuaian diantara lebih dari dua anggota atau suatu faksi ( dalam suatu lembaga atau perusahaan) yang perlu memeca sumber daya yang sedikit atau aktivitas kerja dan karena fakta bahwa mereka memiliki kontras status, arah, perhitungan, atau pemahaman. b. Stres kerja adalah suatu keadaan krisis yang mengakibatkan adanya kesenjangan tubuh maupun psikis, yang mempengaruhi perassan, jalan pikiran, dan keadaan individu. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kompotensi seseorang untuk beradapatsi dengan lingkungan sekitar.. Sebagai dampaknya, pada diri karyawan muncul berbagai macam fenomena stres yanng dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. c. Beban kerja adalah volume dari hasil keja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yamg dapat dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam jumlah tertentu d. Kinerja karyawan yaitu hasil yang didapatkan suatu lembaga baik lembaga tercantum berkarakter berorientasi keuntungan dan tidak berorientasi keuntungan yanng didapatkan semasa satu kurun batas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel konflik kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel stress kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel beban kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT dan secara simultan variabel stress kerja, konflik kerja dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Kata Kunci :Konflik Kerja, Stres Kerja, Beban Kerja Dan Kinerja Karyawan

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS MIND MAPPING POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP ADHYAKSA 2 KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS MIND MAPPING POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP ADHYAKASA 2 KUPANG Frans.A.E)* Meha.A)** Bullu.N )** Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dengan motivasi belajar pada siswa kelas VII SMP Adhyakasa 2 Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 21 siswa dan seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes angket motivasi belajar siswa. Hasil perhitungan uji normalitas dan linearitas, menunjukan bahwa motivasi belajar siswa berdistribusi normal, dan berlinearitas (mempunyai hubungan) sehingga dilanjutkan dengan pengujian hipotesis (uji t). Data hasil motivasi siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 5.878>2.02 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0.5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan secara nyata anatar pembelajaran menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis mind mapping terhadap motivasi belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan hasil motivasi belajar yang signifikan dari penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dan metode konvensional terhadap motivasi belajar siswa serta terdapat hubungan secara signifikan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping terhadap motivasi belajar siswa. Kata Kunci : Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping, Terhadap Motivasi belajar siswa Keterangan : *Peneliti : **Pembimbing

PENGARUH EFIKASI DIRI, LITERASI KEUANGAN, DAN PENGELOLAANKEUANGANTERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Studi Kasus Pada Mahasiswa MBKM Kota Kupang)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor yang dianggap memiliki peran besar dalam wirausaha yang sukses adalah minat atau intention. Minat merupakan aspek penting bagi wirausaha yang sedang melakukan kegiatan untuk membangun bisnisnya yang baru. Minat berwirausaha dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya efikasi diri,Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh efikasi diri Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan terhadap minat berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa MBKM Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang. Adapun teknik analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh Signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang,sedangkan Literasi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang, begitu pula sama halnya dengan Pengelolaan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang. Simpulan Penelitian terdapat pengaruh signifikan antara efikasi diri terhadap minat berwirausaha dari berbagai Fakultas di Universitas kota Kupang di Tahun 2023, sehingga semakin tinggi tingkat efikasi diri mahasiswa akan semakin meningkat juga minat berwirausaha mahasiswa MBKM Kota Kupang, Literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap mahasiswa MBKM Kota Kupang di tahun 2023 sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Literasi keuangan Maka, semakin menurun juga tingkat Minat Berwirausaha, begitu pula sama halnya dengan Pengelolaan keuangan tidak signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa MBKM Kota Kupang di tahun 2023 sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Pengelolaan keuangan Maka, semakin menurun juga tingkat Minat Berwirausaha. Kata Kunci : efikasi diri, Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan, minat berwirausaha

PENGARUH LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN DAN PENDAPATAN TERHADAP PERILAKU KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI KECAMATAN FATULEU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Pendapatan terhadap Perilaku Keuangan pada pelaku UMKM di Kecamatan Fatuleu. Metode penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner responden. Pengukuran variabelnya menggunakan skala likert. Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis PLS (Partial Least Square). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Pendapatan merupakan Variabel Independent sedangkan Variabel Dependennya adalah Perilaku Keuangan. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Fatuleu. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan kriteria responden sehingga jumlah sampel sebanyak 85 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Model Pengukuran (Outer Model), Uji Validitas Konvergen, Uji Validitas Diskriminan, Uji Reliabilitas PLS, Model Struktural (Inner Model), dan Uji Hipotesis dengan SmartPLS 4.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan dan Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu. Dimana Hasil pengujian variabel literasi keuangan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 2,956>ttabel 1,662 dan nilai signifikan sebesar 0,0030,05 ini menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Kemudian Hasil pengujian variabel pendapatan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 2,744>ttabel 1,662 dan nilai signifikan sebesar 0,0060,05 ini menunjukan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan Inklusi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu. Dimana Hasil pengujian variabel inklusi keuangan terhadap perilaku keuangan menunjukan nilai thitung 1,3690,05 ini menunjukan bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan Inklusi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan pelaku UMKM Kecamatan Fatuleu.

ANALISIS EFISIENSI, EFEKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN KETERGANTUNGAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 20013 pasal 3 meliputi kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, azas umum dan struktur APBD, penyusunan rancangan APBD, penetapan APBD, penyusunan dan penetapan APBD bagi daerah yang belum memiliki DPRD, pelaksanaan APBD, perubahan APBD, pengelolaan kas, penatausahaan keuangan daerah, akuntansi keuangan daerah, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah, kerugian daerah, dan pengelolaan keuangan BLUD.. Salah satu aspek Pemerintah Daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan Keuangan Daerah dan Anggaran Daerah. Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. Dari latar belakang diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang tahun 2018-2022 dilihat dari : (1) Rasio Efektivitas, (2) Rasio Efesiensi, (3) Rasio Ketergantunga, (4) Rasio Pertumbuhan, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus : Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Ketergantungan, Rasio Pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang dilihat dari (1) Rasio Efektivitas dapat dikategorikan Sangat Efektif, karena rata-rata efektivitasnya sebesar 106,05%. (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah tergolong Tidak Efisien karena rata-rata besarnya rasio sebesar 100,16%. (3) Rasio Ketergantungan dapat dikatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yaitu rata-rata sebesar 74,02%, (4) Rasio Pertumbuhan Kota Kupang masih terpusat pada dana perimbangan, belum dapat mengoptimalkan PAD. Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Dengan diketahuinya Rasio Efektifitas pada Kota Kupang yang sangat efektif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatan yang telah ada. 2. Dengan diketahuinya Rasio Efesiensi pada Kota Kupang sudah efisien Hal ini perlu ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Daerah Kota Kupang. 3. Dengan diketahuinya Rasio Ketergantungan pada Kota Kupang bahwa sebagian besar dana yang dimiliki pemerintah daerah masih banyak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat. 4. Dengan diketahuinya Rasio Pertumbuhan pada Kabupaten Kupang belum begitu baik karena selama kurun waktu 5 tahun belum stabil karena mengalami turun naik dari tahun ke tahun. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus dapat mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan untuk belanja rutin dan lebih mengefektifikan untuk sector pembangunan yang dapat mendukung peningkatan PAD.

ANALISIS REFORMASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAERAH KAITANNYA DENGAN KUALITAS APBD DI KANTOR BPKAD KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sejalan dengan Permandagri Nomor 77 tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengeloloaan Keuangan Daerah, pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung jawaban, dan pengawasan keuangan daerah. (Muindro Renyowijoyo 2012:54). Adanya desentralisasi pada pemerintah daerah dan tuntutan masyarakat makan transparansi dan akuntabilitas, maka pemerintah harus menyelenggarakan sistem pengelolaan keuangan yang dapat meningkatkan ekonomis, efektif dan efisien kinerja serta dilakukan secara tertib, taat pada peraturan dan bertanggungjawab. Menurut Dr. Rudy Badrudin (20017;98) Anggaran Pendapata dan Belanja Daerah adalah satuan rencana kerja pemerintah daerah yang mencakup seluruh pendapatan atau penerimiaan dan belanja atau pengeluaran pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang yang disetujui oleh DPRD dalam peraturan perundangan yang di sebut peraturan daerah. Struktur anggaran yang berkualitas adalah alokasi anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Beberapa prinsip dasar yang harus diakomodasi dalam penyusunan anggaran menurut Rinusu (2013:46) adalah transparan, partisipatif, disiplin, keadilan, efisiensi dan efektifitas, serta rasional dan terukur. Selain itu, Munir (2003:42-43) menambahkan prinsip-prinsip anggaran daerah yaitu otorisasi oleh legislatif, komprehensif, keutuhan anggaran, nondiscretionary appropriation, periodik, akurat, jelas, dan diketahui publik. Anggaran daerah berperan penting dalam menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Pencerminan kebutuhan masyarakat dalam anggaran daerah ditunjukkan melalui belanja daerah yang dikeluarkan. Berdasarkan urayan diatas maka peneliti tertatarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Reformasi Penyusunan Anggaran Daerah Kaitannya Dengan Kualitas APBD Di Kantor BPKAD Kabupaten Kupang. Dalam penelitian ini yang menjadi konsep adalah Pengaruh reformasi penyusunan anggaran daerah terhadap kualitas APBD. Dalam proses perencanaan pembangunan tahunan dibutuhkan partisipasi aktif dari stakeholders di daerah tersebut, namun masyarakat yang termasuk dalam stakeholders tersebut masih sering diabaikan. Sistem ini memerlukan perubahan dari masyarakat dari pasif menjadi aktif dan DPRD harus memfasilitasi. Masalah lain yang muncul dalam perencanaan pembangunan adalah masalah kualitas. Rencana yang berkualitas bisa mengakomodir kepentingan berbagai pihak yang terkait. Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2013:4). Hasil analisis pendahuluan dan analisa lanjutan memberikan indikasi reformasi penyusunan APBD sudah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku akan tetapi dalam prosesnya kualitas APBD masih sangat rendah. APBD pada dasarnya memuat rencana keuangan yang diperoleh dan digunakan Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan kewenanganny auntuk penyelenggaraan pelayanan umum dalam satu tahun anggaran. Sesuai dengan pendekatan kinerja yang digunakan dalam penyusunan APBD, setiapalokasi biaya yang direncanakan harus dikaitkan dengan tingkat pelayanan atas hasilyang diharapkan dapat dicapai. Kinerja Pemerintah Daerah dapat diukur melaluievluasi terhadap pelaksanaan APBD. Arah dan kebijakan umum APBD memuat komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaianyang diharapkan pada setiap bidang kewenangan Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Komponen dan kinerja pelayanan yang diharapkan tersebut disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan Daerah, termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapaidalam tahun-tahun anggaran sebelumnya kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Reformasi penyusunan APBD sudah sesuai dengan perubahan regulasi baik dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban. 2. Kualitas APBD yang dilihat dari keberpihakan kepada masyarakat miskin, berkeadilan partisipatif belum optimal 3. Kaitan antara reformasi penyusunan anggaran dengan kualitas APBD menunjukkan hasil terbalik, yakni reformasi penyusunan anggaran sudah baik tetapi kualitas APBD justru belum optimal yaklni kurangnya keberpihakan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, terdapat beberapa masukan implikasi terapan: 1. Pemerintah Kabupaten Kupang, hendaknya harus mematuhi regulasi dalam penyusunan APBD dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan 2. Hendaknya pemerintah Kabupaten Kupang mengedepankan kepentingan masyarakat miskin dan pelaksanaan APBD 3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan faktor-faktor lain yang dapat digunakan untuk melihat pengaruhnya reformasi penyusunan anggran daerah terhadap kualitas APBD dan memperhatikan indikator-indikator yang digunakan sehingga mampu memberikan hasil penelitian yang benar-benar mewakili keadaan yang sebenarnya.

ANALISIS EKUALISASI PAJAK SPT MASA PPN DENGAN SPT TAHUNAN PPh BADAN PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Studi pada PT Gabriel Gabryela Jaya)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada tahun 2012, ekualisasi pajak diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2020.Peraturan ini mengatur mengenai Pedoman Penggunaan Metode dan Teknik Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Kewajiban Perpajakan. Namun, dua tahun setelahnya, yaitu tahun 2014, peraturan tersebut telah dicabut atau tak berlaku lagi. Dirjen Pajak mengeluarkan Peraturan Nomor PER-07/PJ/2014 tentang Pencabutan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2012.Maka dari itu, dasar hukum dari Ekualisasi Pajak mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak tahun 2017 yaitu Nomor SE-10/PJ/2017 yang menjelaskan tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Lapangan dalam Rangka Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. Ekualisasi pajak adalah mencocokkan data di SPT (mencocokkannya disajikan terperinci per transaksi ) dengan pos-pos yang terdapat di buku-buku pengeluaran/pembelian/penjualan yang memiliki hubungan dalam pembukuan dan atau laporan jenis pajak yang lain (baik sebagian maupun keseluruhan). Dapat disimpulkan ekualisasi pajak adalah proses menyamakan biaya/pendapatan yang merupakan objek pajak dengan surat pemberitahuan (SPT). Ekualisasi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan proses pencocokan antara data yang dilaporkan Wajib Pajak pada Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh) dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Pertambahan Nilai (SPT PPN) berkaitan dengan jumlah omset yang dilaporkan Wajib Pajak pada kedua Surat Pemberitahuan tersebut berbeda atau tidak. Ekualisasi pajak dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui ekualisasi pajak SPT masa PPN dengan SPT tahunan PPh badan perusahaan jasa konstruksi. Teknik pengumpulan data berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi, gunanya untuk menganalisis dan mengolah data pajak yang diperoleh, sehingga dapat melakukan perbandingan antara penghasilan dan PPN, biaya dan DPP PPN masukan serta biaya dan PPh potong pungut pada SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Masa PPN dari PT. Gabriel Gabryela Jaya kemudian diolah lebih lanjut untuk dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab perbedaan nilai yang ditimbulkan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Ekualisasi Penghasilan dan PPN, Ekualisasi Biaya dan DPP PPN Masukan dan Ekualisasi Biaya dan PPh Potong Pungut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta menyajikan data secara deskriptif dengan berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dan dokumentasi mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perpajakan PT Gabriel Gabryela Jaya dari tahun berdirinya perusahaan sampai sekarang (tahun 2023) dan penentuan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono,2018). Sampel dari penelitian ini adalah data primer berupa; data perpajakan PT Gabriel Gabryela Jaya tahun 2020, 2021, dan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan : bahwa Selisih pada ekualisasi penghasilan dan PPN, ekualisasi biaya dan DPP PPN masukan, dan ekualisasi biaya dan PPh potong pungut disebabkan oleh; pembulatan pencatatan pada pembukuan dan penerbitan faktur pajak, kelalaian karyawan PT. Gabriel Gabryela Jaya yang tidak mencatat dan melaporkan beberapa biaya pembelian pada SPT Tahunan dan adanya pembelian non PPN seperti pengadaan alat suku cadang dari supplier non PKP, serta biaya yang bukan objek PPh pasal 21 seperti gaji karyawan yang penghasilannya belum mencapai PTKP. Pelaporan dan pencatatan SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan telah disampaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun dilihat dari hasil ekualisasi SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan terdapat ketidaksamaan antara kedua nilai tersebut dikarenakan pembelian non PPN seperti pembelian suku cadang (penyerahan barang kena pajak) dari supplier non PKP sehingga faktur pajak yang dibuat nihil dan tidak dapat dikreditkan karena lawan transaksi merupakan non PKP. Begitu juga dengan kelalaian karyawan dalam pencatatan dan penerbitan faktur pajak dan biaya yang bukan objek PPh 21 seperti gaji karyawan. Hal ini menjadi salah satu objek untuk dilakukannya ekualisasi pajak terhadap pencatatan dan pelaporan SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan sehingga terdapat perbedaan nilai dalam pencatatan dan pelaporannya, sehingga dapat diasumsikan bahwa ekualisasi pajak dilakukan sebagai suatu proses dimana perusahaan dapat meninjau kembali kewajiban yang telah dilaporkan sudah sesuai atau tidak dengan peraturan perundang-undangan sehingga perusahaan dapat terhindar dari pemeriksaan pajak dan penggelapan pajak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi PT. Gabriel Gabryela Jaya agar perusahaan dapat terhindar dari pemeriksaan dan penggelapan pajak, dengan melakukan pencatatan faktur masukan maupun keluaran dan mengarsip semua bukti pelaporan pajak guna membantu perusahaan dalam melakukan ekualisasi pajak sewaktu-waktu ada pemeriksaan pajak dan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan. Kemudian penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi kepentingan keilmuan dan dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang dengan memperoleh tingkat sampel yang sesuai dan lebih memperluas sampel penelitian sehingga peneliti mendapatkan hasil yang maksimal dan akurat.

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN BERDASARKAN LAPORAN ARUS KAS DAN PERUBAHAN MODAL PADA PERUSAHAAN SUB-SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Kinerja Perusahaan sangatlah penting, Analisis Pendahuluan Pada analisis terdahulu akan mendeskripsikan indikator-indikator empirik masing-masing konsep analisis kinerja perusahaan, laporan arus kas dan perubahan modal yang terdaftar di BEI data dikumpulkan menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data dari laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI. Berdasarkan perhitungan rasio yang telah diuraikan, maka dapat diketahui perbandingan kondisi kinerja perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman dalam membayar kewajiban lancar belum dikatakan baik.Untuk itu perusahaan harus mampu menambah jumlah arus kas operasi agar perusahaan mampu melunasi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. Perubahan modal yang mengalami peningkatan terdapat pada perusahaan Siantar Top Tbk,yaitu pada tahun 2021 sebesar Rp. 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk, pada tahun 2021 sebesar Rp. . 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk, pada tahun 2021 sebesar Rp. 1.099.157, hal ini disebabkan pengeluaran perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut, Kinerja Perusahaan dilihat dari Rasio Capital Expenditure dan Investasi Berdasarkan hasil kinerja dari 12 perusahaan dengan menggunakan Ratio Capital Expendeture dan Investasi secara umum dikatakan tidak baik. Kinerja Perusahaan dilihat dari Perubahan Modal dapat diketahui kinerja perusahaan dari tahun 2018-2021.

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK BERDASARKAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG PER TAHUN 2012 - 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan judul ini maka persoalan dalam penelitian ini adalah: Seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang? Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah kota kupang (Bapenda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan realisasi penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan pada Badan pendapatan Daerah Kota Kupang Tahun 2012 – 2021. pengambilan data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya yaitu : Dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil penelitian dari analisis kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ada pada Badan Pendapatan Daerah kota Kupang, pada tahun 2012 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 106,88% sehingga dapat dikatakan bahwa kepatuhan wajib pajak sangat patuh. Dan tahun 2013 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 83,53% sehingga dikatakan cukup patuh. pada tahun 2014 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 118,50% sehingga dapat dikatakan sangat patuh. Dan pada tahun 2015 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 108,64% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2016 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 112,24% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2017 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 109,75% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2018 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 104,63% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2019 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 100,87% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2020 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.92% sehingga dikatakan patuh. Pada tahun 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.93% sehingga dikatakan patuh. Namun dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014 sampai 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak mengalami penurunan terus dari tahunn ke tahun. Hal ini jika dilihat berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh narasumber, diketahui bahwa penurunan ini diakibatkan oleh Pandemi Covid 19, sehingga adanya kebijakan dari pemerintah agar para wajib pajak diberi kelonggaran sementara waktu untuk tidak melakukan pembayaran pajak. Kepatuhan wajib pajak masyarakat Kota Kupang, tentunya ada aturan-aturan yang mengatur sehingga mengikat masyarakat untuk harus patuh terhadap pembayaran pajak. Aturan ini diatur pada pasal 51 ayat 1, 2 dan 3 Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pajak Daerah berbunyi (1) Walikota dapat menerbitkan surat tagihan pajak daerah (STPD) jika: a. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar; b. dari hasil penelitian SPTPD terdapat kekurangan pembayaran sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung; c. wajib pajak dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya pajak. (3) SKPD yang tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dan ditagih melalui STPD. Berdasarkan isi aturan tersebut maka dapat diketahui bahwa, Badan pendapatan daerah Kota Kupang dengan tegas berupaya agar seluruh wajib pajak di Kota Kupang patut untuk membayar pajak agar terhindar dari sanksi pajak yang akan membebani para wajib pajak. Menurut Suandy (2014:12) menjelaskan bahwa pada dasarnya faktor yang menghambat pembayar pajak adalah masalah kesadaran masyarakat, dimana masyarakat perlu diberi pengarahan bahwa pajak merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembangunan. Kesadaran dalam membayar pajak muncul dari motivasi wajib pajak. Jika kesadaran wajib pajak tinggi yang berasal dari motivasi untuk membayar pajak, maka kepatuhan untuk membayar pajak pun akan tinggi dan pendapatan untuk daerah sektor pajak semakin meningkat. Terdapat salah satu faktor yang mempengaruhi wajib pajak dalam patuh membayar Pajak Bumi dan Bangunan, faktor tersebut adalah sanksi pajak. Fungsi sanksi adalah digunakan sebagai cara untuk mengatur sekelompok populasi untuk memenuhi aturan yang ditentukan. Sanksi ditujukan kepada wajib pajak yang tidak mematuhi aturan perpajakan atau melakukan pelanggaran berupa kecurangan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Dari pembahasan dan analisis tentang kepatuhan wajib pajak yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang meliputi realisasi dan target pajak bumi dan bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pertahun 2012 sudah tergolong sangat patuh karena jumlah realisasinya melebihi jumlah yang ditargetkan. Dan pada tahun 2013 dapat dikatakan cukup patuh karna realisasi yang diterima tidak sesuai denga target yang diharapkan.Sedangkan pada tahun 2014 sampai 2019 dapat dikatakan sangat patuh karna realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) selalu melebihi target yang ditetapkan. Dan pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan akibat Covid 19 sehingga jumlah target dan realisasi pada tahun tersebut dikategorikan patuh

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PJOK

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK di SMP Negeri Satap Serenglang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK yang memberikan dampak positif di SMP Negeri Satap Serenglang yaitu Kurikulum, Metode mengajar dan alat pelajaran untuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan. Simpulan:Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa pada SMP Negeri Satap Serenglang yaitu kurikulum, metode mengajardan alat pelajaranuntuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.

DESCRIPTIVE STUDY OF MODES AND TECHNIQUES OF INTERPRETING USED BY INTERPRETERS AT POTTER'S HOUSE CHRISTIAN MINISTRIES

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to identify and describe the modes and techniques used by interpreters in the process of interpreting sermons at Potter's House Christian Ministries. This research is a descriptive qualitative study. This research employed the scrutinizing method for data collection, which entails attentive listening to language usage (Sudaryanto, 1993: 133). The researcher adopted a non-participatory role, serving as mere observer of data without direct involvement in its formation. The study focused on analyzing language usage in two recorded videos of weekly services at Potter's House Christian Ministries. The researcher specifically examined individual sentences as manifestations of data, which were recorded and organized into tables based on criteria such as perspective, vocabulary, and modality. Technique assessment was employed to gather data and assess the impact of different modes and techniques on interpretation. The study reveals that interpreters at Potter's House Christian Ministries primarily employ consecutive interpreting mode, particularly short consecutive interpreting. The researcher also discovered six predominant techniques used during the interpretation process, namely: (1) reformulation, (2) elimination technique, (3) summarization, (4) error correction technique, (5) metaphors and saying technique, and (6) code-switching technique.

pengaruh penerapan standar akuntasnsi pemerintahan dan sistem pengendalian inter pemerintah terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten flores timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP KINERJA LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN FLORES TIMUR Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan dan sistem pengendalian intern pemerintah terhadap kinerja laporan keuangan kabupaten flores timur. Objek penelitlan ini adalah badan keuangan daerah kabupaten flores timur.

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK SYARIAH YANG TERDAFTAR DI OTORITAS JASA KEUANGAN PER. 2015 - 2020

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bank merupakan jenis lembaga keuangan yang mempunyai peranan sangat penting bagi masyarakat. Pada dasarnya lembaga keuangan adalah sebagai lembaga perantara dari pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana, sehingga peranan dari lembaga keuangan di sini adalah sebagai lembaga perantara dalam keuangan masyarakat. Menurut Kasmir (2016) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. Ada 2 jenis bank di Indonesia yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Bank Syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip – prinsip Syariah Islam, maksudnya adalah Bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan – ketentuan Islam. Menurut Muhammad (2014) Bank syariah atau juga dikenal sebagai bank Islam yakni bank yang kegiatan usahanya berdasarkan hukum Islam. Penilaian terhadap kinerja suatu bank dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing finance (NPF), Finance to Deposite Ratio (FDR) dan Biaya Operasional dan Pendapatan Oprasional (BOPO) berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) Bank Syariah diIndonesia?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan bukti empiris pengaruh CAR, NPF, FDR, BOPO terhadap profitabilitas Bank Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen – dokumen, baik dokumen tertulis. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung t tabel (0.376 2.000) dan mempunyai nilai sig > 005 yaitu (0.708 > 0.05) yang artinya 0.708 lebih besar dari 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 (H1) menyatakan bahwa CAR berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) ditolak atau tidak terbukti. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel (-3.466 > 2.000) dan mempunyai nilai sig 0.05 yaitu (0.001 0.05) yang artinya 0.001 lebih kecil dari 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 (H2) yang menyatakan bahwa Non Performing Financing berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) diterima atau terbukti. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel (2.368 > 2.000) dan mempunyai nilai sig 0.05 yaitu (0.021 > 0.05) yang artinya 0.021 lebih besar dari 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 (H3) yang menyatakan bahwa Financing to Deposit Ratio berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) bank diterima atau terbukti. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel (-12.003 > 2.000) dan mempunyai nilai sig 0.05 yaitu (0.000 0.05) yang artinya 0.000 lebih kecil dari 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 (H4) yang menyatakan bahwa Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional berpengaruh secara negatif terhadap profitabilitas (ROA) pada bank diterima atau terbukti. Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Non Performing Finance (NPF) Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif terhadap profitabilitas (ROA). Finance Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA). Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal adalah suatu cara untuk mengukur kemampuan bank untuk melihat risiko kerugian yang akan dihadapi dan memenuhi kebutuhan debitur dan kreditur lain. Non Performing Finance (NPF) merupakan Rasio resiko kredit adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola masalah pembiayaan yang ada. Finance Deposit Ratio (FDR) merupakan FDR dapat digunakan sebagai indicator untuk mengukur kemampuan sebuah bank dalam membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah dengan menggunakan kredit sebagai likuiditas. Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) merupakan Rasio pendapatan operasional ini disebut juga dengan rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional yang dikeluarkan terhadap pendapatan operasional yang didapatkannya. Penelitian ini menyarankan perusahaan memperhatikan pergerakan kepada Non Performing Finance (NPF), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) karena hasil penelitian ini membuktikan bahwa NPF dan BOPO yang meningkat berpengaruh negatif terhadap perusahaan.

GEREJA DAN ADAT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GMIT Imanuel Baumata lahir pada tahun 1883. Dalam perjalanannya, GMIT Imanuel mengalami perkembangan. Salah satu faktor yang menyebabkan gereja ini berkembang adalah adat. Walaupun demikian, terdapat adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran gereja masih tetap dilakukan oleh para tokoh adat di daerah tersebut. Adat istiadat yang masih dilakukan yakni ritual minta kestabilan debit air di mata air Baumata. Mereka masih melakukan ritual adat tersebut karena berangkat dari pemahaman bahwa Kristus juga berasal dari budaya. Akibatnya pendeta yang melayani di jemaat tersebut marah dan menolak budaya tersebut. Pendeta tersebut marah dengan berangkat dari pemahaman bahwa Kristus menolak budaya tersebut. Dari masalah yang telah dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai ritual di mata air Baumata. Metode penelitian yang dipakai yakni kualitatif. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui makna ritual yang dilakukan. Melalui hasil penelitian mengemukakan bahwa mereka melakukan ritual tersebut dengan memotong hewan sapi merah dan babi merah. Setelah itu mereka memercikkan darahnya di sekitar mata air dan memakan daging dari hewan yang dipotong. Tujuannya untuk menghormati leluhur mereka dan mengakui bahwa hanya Tuhan yang bisa memberikan hujan serta masih banyak tujuan lainnya. Oleh karena itu mereka perlu memahami bahwa Kristus datang untuk memperbaharui budaya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut sebaiknya antara pendeta dan juga para tua adat harus membangun komunikasi yang baik dengan memakai salah satu pihak yang bersifat netral. Selain itu, gereja juga perlu melakukan suatu seminar atau sosialisasi dengan menghadirkan para teolog yang memiliki ahli di bidang kebudayaan agar bisa menjelaskan tentang hubungan Kristus dan budaya serta gereja dan adat.

EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGGAJIAN UNTUK PENGENDALIAN BIAYA PADA PT. GAMA AGRO KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Gama Agro Investama adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yang memperkerjakan karyawan yang cukup banyak. Hal ini menyebabkan biaya gaji yang dikelurakan perusahaan cukup besar jumlahnya dan merupakan salah satu unsur yang memiliki banyak resiko kemungkinan terjadinya manipulasi dan pemborosan . tujuan pene;itian ini adalah untuk mengetahui bagaiaman penerapan sistem penggajian untuk pengendalian biaya pada gama agro invesatama kabupaten sumba barat daya.metode penelitaian yang digunakan adalah metode diskritif kualitataif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara secara langsung dengan ibu manajer keuangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penggajian pada perusahaan tersebut menerapkan duan fungsi penggajian yaitu fungsi kepegawaian dan fungsi keuangan, sehingga fungsi tersebut belum sesuai dengan teori. Dokumen akuntansi penggajian perusahaan sudah menerapkan semua dokumen sistem penggajian prosedur dalam sistem penggajian pada perusahaan tersebut. prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, dan prosedur pembayaran gaji. Catatan akuntansi yang digunakan adalah jurnal umum dan kartu penghasilan sehingga akuntansi penggajian belum sesuai dengan teori. Jaringan prosedur sistem penggajian tersebut dinyatakan belum sesuai dengan proses prosedur yang ada dalam perusahaan. Pengendalian biaya pada perusahaan untuk sistem penggajian sudah cukup baik dikarenakan pada karyawan sudah mengikuti ketentuan sistem otorisasi perusahaan.

ANALISIS PEMBENTUKAN KARA KTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA ADVENT NUSRA NOELBAKI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah, guru biologi dan orang tua membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran biologi di SMA Swasta Advent Nusra Noelbaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian adalah pihak sekolah, Guru Biologi dan orang tua peserta didik kelas XI MIPA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di SMA Swasta Advent Nusra yaitu dengan cara penanaman karakter atau pengembangan diri, membuat aturan atau sanksi-sanksi, pengawasan, memberikan motivasi serta mengarahkan peserta didik untuk berperilaku disiplin, memberikan keteladanan atau nilai karakter kristiani melalui nasehat sebelum memulai pelajaran seperti berdoa. sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan peserta didik tetapi sekolah juga berupaya untuk memfokuskan peserta didik untuk memiliki karakter disiplin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Sekolah dalam membentuk karakter disiplin pada peserta didik adalah menerapkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru berupaya untuk membentuk karakter disiplin peserta didik dengan berbagai macam kegiatan, mengawasi aktifitas peserta didik dengan harapan agar karakter disiplin anak didik itu terbentuk, mengarahkan dan memotivasi peserta didik untuk memulai semua kegiatan sekolah dengan disiplin

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA MEMANEN HASIL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SECARA ILEGAL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, bagaimanakah modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan untuk mengetahui akibat hukum akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidup 2. Modus pelaku : a. Terdakwa membawa pisau egrek adalah untuk mengegrek buah kelapa sawit b. Terdakwa menggunakan pisau dodos yang bergagang kayu dan sebatang gancu adalah untuk memotng kelapa sawit c. Terdakwa menggunakan kerajang along-along untuk menyimpan buah kelapa sawit 3. Akibat hukum terhadap terdakwa dan barang bukti dalam tindak pidana memanen hasil perkebunan kelapa sawit secara ilegal : a. Terdakwa ditahan b. Terdakwa dipidana penjara dan dibebankan membayar biaya perkara c. Barang bukti disita atau dijadikan barang bukti diperkara lainnya Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka saran yag dapat di kemukakan penulis yaitu : Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih banyak membuka lapangan pekerjaan berupa proyek swadaya, dan diharapkan kepada hakim supaya bisa menciptakan kepastian hukum

Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penjualan Amunisi Oleh Anggota TNI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI : Skripsi ini berjudul : “Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penjualan Amunisi Oleh Anggota TNI” Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia? dan 2. Bagaimana akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi? Tujuan Penelitian adalah 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia. 2. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI dan penegakan hukum terhadap tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Militer tentang tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia adalah, faktor untuk memperoleh keuntungan, faktor permintaan pesanan amunisi, dan faktor tekanan dari atasan. Akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi adalah, pidana pokok, berupa pidana penjara , dan pidana tambahan, berupa pemecatan dari dinas militer TNI-AD Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain, diharapkan anggota TNI yang masih berdinas tidaklah tergiur akan nilai-nilai material (uang) serta tidak mengambil printah dari atasan dalam melakukan suatu tindakan yang diketahui bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan pidana berupa penjualan amunisi, dan juga diharapkan para penegak hukum (Hakim) dapat meniru tindakan-tindakan hukum yang diambil atau diputuskan oleh para penegak hukum militer yang tepat dan tegas.

Total Koloni Bakteri dan Cemaran Salmonella sp. pada Ikan Tongkol (Euthynus sp) yang Dijual di TPI Oeba dan Pasar Inpres Kota KUpang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hasil perikanan yang ada di Kota Kupang adalah ikan tongkol (Eutynnus sp.). Tingkat produksi dan konsumsi ikan ini cukup tinggi jika dibandingkan hasil perikanan lainnya. Penanganan ikan pasca panen di Kupang saat ini masih sangat memprihatinkan dari segi keamanan dan kesegarannya. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan ikan setelah ditangkap mengakibatkan ikan yang sampai ke tangan penjual terakhir sebelum konsumen, mutunya sudah menurun, mengandung cemaran kimia, fisik dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ikan tongkol yang didaratkan dan dijual di pasar Inpres dan Oeba sudah tercemar oleh Salmonella sp serta seberapa jauh kemunduran mutu ikan dilihat dari kandungan ALT serta organoleptik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif serta pengujian laboratorium yang mengacu pada SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa total plate count paling tinggi pada air cucian Pasar Inpres 2 × 107 CFU/ml dan paling rendah pada ikan di TPI Oeba 1 × 102 CFU/gram. Hasil pengujian Salmonella sp pada semua sampel ikan maupun air cucian ikan pada kedua lokasi mendapatkan hasil negatif dalam 25/gram ikan dan 25/ml air cucian ikan. Hasil pengujian organoleptik Ikan tongkol pada kapal penangkap, TPI Oeba pagi dan Pasar Inpres pagi masih sangat segar dari segi kenampakan (mata, insang dan lendir), daging, bau dan teksur dan layak untuk dikonsumsi dengan nilai organoleptik lebih dari 7. Sedangkan untuk penjualan ikan tongkol pada TPI Oeba siang dan Pasar Inpres siang mutunya sudah semakin menurun dengan nilai organoletiknya rata-rata kurang dari 7.