2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dive into the depths of English literature and emerge with a treasure trove of knowledge spanning centuries. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" is your compass through the ever-evolving narrative of English prose, poetry, and drama. Discover the seismic shifts of literary expression from the raw beauty of Anglo-Saxon epics to the intricate digital narratives of our modern world. Within these pages lies a journey that intertwines the past with the present, inviting readers to explore the richness of English literature across the ages. You will not only trace the footsteps of literary giants but also engage with the cultural and historical forces that shaped their worlds. Suitable for students, educators, and literary enthusiasts alike, this book offers a clear pathway through the complexities of literary periods. It presents a challenge: to see the world through the eyes of the literary past and understand its dialogue with the future. Step into this literary tapestry that invites curiosity, encourages reflection, and inspires a deeper appreciation for the words that have captured the human experience. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" awaits your discovery.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Integrating literature in education, especially in language learning, is indispensable. Not only that literature enables students to gain competence in a particular area of knowledge, it also nurtures their compassion and conscience, developing them into whole human beings. To embrace this vision, a book that can facilitate students' learning is needed. This book is designed to assist both teachers and students of Introduction to Literature course to enhance their literary skills as well as their soft skills.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Resiliensi Yeremia: Suatu Kajian Kritik Historis Terhadap Kitab Yeremia 15:15-21 dan Sumbangsihnya bagi Pemimpin Gereja dalam Menghadapi Tantangan Pelayanan di Jemaat GMIT Pniel Oebobo.” Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana ketahanan spiritual Nabi Yeremia menghadapi tantangan berat sebagai seorang nabi, serta relevansi prinsip-prinsip tersebut dalam mendukung pemimpin gereja masa kinikhusunya pemimpin gereja di Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Research gap yang diangkat adalah minimnya studi yang menghubungkan resiliensi tokoh Alkitab dengan tantangan pelayanan gereja kontemporer. Penelitian menggunakan metode historis-kritis dengan pendekatan tafsir, melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, serta tafsiran ayat per ayat. Tiga kerygma utama ditemukan: 1) Tuhan sebagai sumber kekuatan, 2) Resiliensi ditempa melalui ujian, dan 3) Kemenangan bagi yang bertahan hingga akhir. Kesimpulan menunjukkan bahwa resiliensi Yeremia memberikan teladan bagi pemimpin gereja untuk tetap teguh menghadapi tantangan pelayanan. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis pada studi teologi dan manfaat praktis bagi pemimpin gereja dalam mengaplikasikan prinsip resiliensi Yeremia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderitaan dan luka batin dirasakan oleh semua manusia. Pendeta sebagai pelayan juga tidak luput dari luka. Pendeta harus tampil sebagai sosok yang kuat dalam keadaan terluka. Henri Nouwen menawarkan suatu pemikiran tentang penyembuh yang terluka. Penderitaan dan luka tidak boleh dipandang sebagai kelemahan. Henri Nouwen merupakan seorang imam Katolik Belanda yang mempunyai pengaruh dalam bidang spiritualitas Kristen dengan banyak karya selama hidupnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara detail pemikiran Henri Nouwen tentang Penyembuh yang Terluka. Konsep ini kemudian diimplikasikan bagi pelayanan Pendeta di GMIT Pniel Sikumana. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, menganalisis dokumen, buku dan karya yang berkaitan dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis juga melakukan penelitian lapangan guna melihat relevansinya dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis menemukan beberapa hal yang dapat menjadi sumbangsi bagi kehidupan pelayanan seorang pendeta berdasar dari Lukas 22:47-53. Bahwa seorang pelayan perlu meneladani Yesus. Pertama, Yesus adalah penyembuh sejati yang merujuk pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kedamaian di tengah kekacauan. Kedua, Penderitaan Yesus sebagai sumber penyembuhan yakni bicara soal penderitaan Yesus untuk menebus umat manusia. Ketiga, Kehadiran Yesus yang menyembuhkan melalui kehadirannya dapat memberikan kedamaian. Keempat, Kerentanan Yesus sebagai teladan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan kelemahan dan sisi manusiawinya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teladan adalah contoh atau panutan yang dapat dijadikan acuan dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan. Seseorang yang menjadi teladan biasanya memiliki karakter, moral, atau keterampilan yang baik, sehingga layak untuk ditiru oleh orang lain.Dalam konteks kepemimpinan, teladan sangat penting karena seorang pemimpin yang baik harus mampu menunjukkan perilaku yang positif agar diikuti oleh bawahannya. Berkaitan dengan pengertian tersebut, penatua di Jemaat GMIT Maranatha Limarahing tidak menjadi teladan yang baik bagi jemaatny. Penatua yang mabuk saat memimpin ibadah jemaat. Penatua akan meminum sopi terlebih dahulu sebelum memimpin ibadah. Ini dilakukan untuk memuaskan atau menenangkan hati dan pikiran mereka, sehingga ibadah yang dilakukan tidak memenuhi standar pelayanan. Hal ini dilakukan oleh Penatua-penatua di Jemaat GMIT Maranatha Limarahing, bukan sekali saja mereka lakukan ini, tetapi sudah terus-menerus mereka lakukan. Jemaat terus-menerus mengeluh tentang pelayanan yang mereka lakukan seperti ini, sehingga mereka melakukan pelayanan tidak lagi sesuai dengan Firman Tuhan. Mabuk adalah salah satu hal yang sudah menjadi kewajiban utama bagi Jemaat Maranatha Limarahing sebelum melakukan sesuatu. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mencari tahu keteladanan penatua di Jemaat tersebut yang terus-menerus melakukan pelayanan dalam keadaan mabuk. Sehingga Tujuan dari penulisan untuk melengkapi bahkan menjadi salah satu acuan untuk bisa menjadi sebuah pedoman bagi jemaat tersebut untuk merubah akan tindakan mereka yang telah melanggar aturan dalam melakukan pelayanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan historis-kritis, yang menyoroti elemen-elemen tafsir historis kritis seperti tempat nas dalam konteks, kritik sastra, bidang kehidupan, kritik nas, tafsiran ayat per ayat dan kerygma teologis. Hasil kajian yang ditemukan yaitu; 1). Pemimpin Jemaat yang menjadi Teladan yang baik; 2). Pemimpin Jemaat menjadi harus memiliki karakter yang Baik, terpuji serta Berintegritas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan studi teologi tentang keteladanan Penatua serta manfaat praktis bagi para pemimpin gereja untuk meneladani syarat-syarat penatua yang ditunjukkan oleh Titus.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam peraturan Tata Gereja GKS di BAB VI pasal 16 tentang Sakramen Baptisan Kudus ayat 3, poin 3 yang berbunyi: “Baptisan dewasa asal Marapu bagi yang telah berumah tangga dengan sendirinya tidak dilakukan lagi pemberkatan nikah.” Tetapi dalam praktik atau realita yang terjadi GKS jemaat Waikadada melayani pemberkataan nikah bagi orang marapu yang telah berumah tangga. Metode yang penulis gunakan adalah metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik wawancara pihak gereja, dengan mengunakan landasan teori Jhon Calvin tentang pernikahan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peraturan pernikahan di GKS Jemaat Waikadada, serta beberapa faktor yang mempengaruhi. Dalam hasil penelitian, ditemukan bahwa pernikahan menurut pandangan Kristiani dan Marapu itu berbeda, bagi Marapu pernikahan berorientasi pada Dewa yang mereka percayai dan bagi orang Kristen pernikahan berorientasi pada Allah dan Kristus sebagai Kepala Gereja. Hal ini menjadi alat ikut gereja terkhususnya GKS harus melaksanakan pemberkatan nikah bagi suam-istri berasal Marapu yang telah dibaptis menjadi anggota gereja.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Misi yang inklusif sangat penting untuk mengatasi kesenjangan dan masalah yang ada. Misi ini mencakup orang miskin dan orang kaya, orang yang tertindas dan yang menindas, orang berdosa dan orang benar. Peran gereja tidak hanya berfokus pada kebutuhan rohani, tetapi juga pada kebutuhan jasmani, seperti kemiskinan, kekurangan gizi, dan kurangnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Konsep pemberdayaan melibatkan adanya pemberian kekuatan dan otoritas kepada mereka untuk mengembangkan potensi mereka dan menjadi mandiri. Peran gereja adalah memberdayakan mereka yang lemah, miskin, dan tertindas, dan bukan membiarkan sistem patriarki membuat mereka termarjinalkan. Metode yang akan dipakai oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang konteks Jemaat Nekamese dan pelaksanaan program Skol Bife serta perspektif misiologi tentang pemberdayaan, dan merumuskan refleksi teologis misiologis berdasarkan perspektif misiologi tentang pemberdayaan berdasarkan pelaksanaan program Skol Bife di jemaat Nekamese Imanuel Postenu, Klasis Amanuban Tengah Utara; Program Skol Bife yang diprakarsai oleh Jemaat Imanuel Postenu Nekamese telah memberikan kontribusi signifikan dalam mentransformasi pemahaman dan peran gereja dalam budaya patriarki. Program ini telah memberdayakan perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan, mempromosikan kesetaraan gender, dan menangani masalah sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga dan diskriminasi. Melalui program ini, gereja telah menjadi katalisator perubahan sosial, mempromosikan nilai-nilai keluarga, dan tanggung jawab sosial. Program ini telah menunjukkan bahwa gereja dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah sosial keadilan, dan kesetaraan. Pada akhirnya, program Skol Bife adalah bukti kekuatan misi inklusif dalam mengubah individu, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menegur adalah sebuah ucapan mengajak, bercakap-cakap, memperingatkan atau menasihati seseorang. Teguran akan dilakukan apabila ada saudara yang berbuat dosa. Jemaat Warabu Harilolong selalu melakukan dosa/kesalahan yang menyimpang dari hukum Allah, seperti; suanggi, berzinah, mencuri, membunuh, berselingkuh dan dosa lainnya. Berdasarkan hal-hal ini, maka mereka diberi teguran namun karena teguran yang diberikan tidak tepat, maka berpengaruh pada ketidaksetiaan jemaat dalam beribadah bahkan relasi persaudaraan yang dibangun tidak harmonis. Oleh karena itu, tulisam ini bertujuan untuk melihat konteks yang melatarbelakangi teks Injil Matius 18:15-20 dan menemukan makna teologis serta implikasi bagi Jemaat Warabu Harilolong. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode historis kritis. Berdasarkan teks Matius 18:15-20, Yesus dengan penuh kasih memberi pengajaran bagi murid-murid dan semua bangsa, agar mereka dapat menegur saudara yang berdosa berdasarkan tahapan-tahapan yang termuat dalam teks, yakni menegur secara pribadi, mendatangkan saksi, depan jemaat dan memandang secara berbeda. Selain itu, mendoakan dan menggunakan otoritas yang Kristus berikan dengan baik, dalam mengambil keputusan. Implikasi bagi jemaat Warabu Harilolong ialah; gereja hadir menjadi sosok yang menegur saudara yang berdosa dengan penuh kasih, mendoakan saudara yang berdosa dalam kasih dan memakai otoritas yang diberikan Kristus dengan baik untuk bersepakat dalam mengambil keputusan terhadap saudara yang berbuat dosa, khususnya di Jemaat Warabu Harilolong, namun tidak boleh di luar dari kehendak Kristus. Agar mereka bisa kembali bersatu dan memberi diri untuk beribadah sembari meninggalkan setiap dosa mereka, sebab Allah adalah sosok yang Maha Kasih, Maha Pengampun dan Maha Hadir dalam segala dinamika kehidupan manusia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketika seseorang diutus untuk menjalankan suatu tugas atau kewajiban, kerap kali seseorang cenderung merasa ragu dan rendah diri yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri melainkan juga datang dari luar, sehingga bertolak dari faktor yang mempengaruhi orang tersebut dapat membuat dirinya tidak dapat menjalankan tugas tanggung jawab sebagai perutusan yang diberikan dengan maksimal. Dalam upaya mengatasi masalah terhadap upaya melaksanakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang utusan, khususnya sebagai utusan Tuhan dibutuhkan iman yang teguh, kesetiaan dan kedisiplinan yang baik. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir naratif untuk menganalisis teks Keluaran 4:1-17. Tulisan ini berupaya untuk memahami konteks pengutusan Tuhan kepada Musa, bagaimana sikap dan respon Musa terhadap pengutusan Tuhan kepadanya, sehingga dapat dipelajari dari sikap dan respon Musa serta tindakan Tuhan dalam menolong Musa untuk menjalankan tugas tanggung jawabnya sebagai utusan Tuhan. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari Musa, yang walaupun awalnya memiliki keraguan, namun pada akhirnya ia tetap dengan setia menjalankan tugas tanggung jawab perutusan yang diberikan Allah kepadanya. Sikap tanggung jawab inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana Penatua, Diaken dan Pengajar dalam menjalankan tugas perutusannya dengan bertanggung jawab dan bagaimana GMIT Kemah Ibadat Airnona dapat menjadi wadah yang baik dalam mempersiapkan para utusan Tuhan, yakni Penatua, Diaken dan Pengajar. Agar sebagai utusan Tuhan tidak usah ragu dalam menjalankan tugas tanggung jawab pelayanan melainkan harus memiliki iman, kesetiaan serta kedisiplinan yang baik agar pesan Tuhan dapat tersampaikan kepada umat ciptaan-Nya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada menafsir teks untuk memberi sumbangan bagi gereja dalam mengatasi masalah stunting. Stunting adalah persoalan sosial yang mencolok di NTT dan didapati pada anak di usia prasekolah. Stunting disebabkan oleh berbagai hal yang bermuara pada kurangnya asupan makanan yang bergizi sesuai kebutuhan gizi anak. Stunting memiliki dampak buruk yang dapat memengaruhi kehidupan pengidapnya di masa depan. Stunting perlu disikapi oleh berbagai pihak termasuk GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme sebagai persekutuan yang meniru Kristus. Dalam menyikapi stunting dibutuhkan sikap tanggung jawab. Tulisan ini berupaya memaknai sikap tanggung jawab terhadap mereka yang lapar sesuai hasil penafsiran teks Injil Lukas 9:10-17 dengan menggunakan metode tafsir naratif. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap mereka yang lapar sebagaimana yang diperlihatkan dan diajarkan oleh Yesus, dapat dibawa dalam konteks GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme dalam menyikapi stunting. Dalam upaya mengatasi stunting sikap awal yang mesti dilakukan oleh gereja ialah melayankan hospitalitas. Hospitalitas ini akan melahirkan tanggung jawab terhadap penderita stunting baik di dalam maupun luar gereja. Lebih lanjut, tanggung jawab yang lahir dari hospitalitas ini harus diwujudkan dengan memberi makanan yang bergizi sampai kenyang kepada penderita stunting. Perwujudan tanggung jawab terhadap penderita stunting ini dilaksanakan oleh gereja dengan membangun kemitraan atau bekerja sama dengan pemerintah, tenaga kesehatan, agama dan denominasi lain serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak GMIT secara khusus Jemaat Efata Deme untuk menyatakan tanggung jawabnya terhadap mereka yang menderita stunting.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gereja GMIT Imanuel Nemberala berada di tengah-tengah kehidupan pariwisata yang memberi dampak bagi kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar, yaitu dampak positif dan negatif. Pariwisata menjadi penunjang kehidupan bagi masyarakat dan gereja. Namun dari dampak yang ada, dampak negatif yang muncul dari pariwisata menjadi masalah yang perlu untuk diperhatikan tidak hanya pemerintah, namun juga gereja yang mana panggilan gereja tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga melihat masalah yang ada di sekitar gereja yang perlu untuk gereja selesaikan, karena para pelaku pariwisata yang ada di Nemberala juga merupakan jemaat gereja GMIT Imanuel Nemberala. Tulisan ini bertujuan untuk melihat apa peran gereja dalam upaya pembangunan jemaat di Jemaat GMIT Imanuel Nemberala dalam konteks pariwisata. Metode yang dipakai menggunakan metode penelitian pustaka dan metode penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dampak yang muncul khususnya dampak negatif, gereja GMIT Imanuel Nemberala belum memberi perhatian merespons akan dampak yang ada yang muncul dari pariwisata. Gereja GMIT Imanuel Nemberala mestinya memberi perhatian bagi perkembangan pariwisata. Gereja diundang untuk hadir sebagai pengingat dan pembawa shalom Allah, memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga martabat manusia dan kelestarian alam. GMIT perlu memberi perhatian terhadap masalah yang ada disekitarnya, karena itu bagian tugas panggilannya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia”. Natalia Sartony De Fatima Masalahan penelitian penulis adalah: Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam Memutuskan Perkara Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti? Tujuan Penelitian penulis adalah: Untuk Mengetahui Penerapan Pasal Terkait Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Untuk Mengetahui Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan gambaran permasalahan yang diteliti. Jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normative. Variable yang digunakan yaitu: Variabel bebas dan Variabel Terikat. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau studi dokumen. Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia adalah: a. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana b. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 5 huruf a dan c UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP yakni : 1) Memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. 2) Tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain. 3) Tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. 4) Menganjurkan orang lain dengan menjanjikan sesuatu untuk memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. c. Majelis hakim mempertimbangkan untuk memberikan pidana penjara dan denda kepada pelaku tersebut. 2. Akibat hukum dari tindak pidana memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia terhadap pelaku dan barang bukti. a. Pelaku yaitu Pelaku dipidana penjara, Pelaku membayar denda dan Pelaku membayar biaya perkara b. Barang Bukti dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan sebagai barang bukti dalam perkara lainnya.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga dan relevansinya bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Maurice Eminyan, seorang teolog dan profesor teologi dogmatis, berpendapat bahwa keluarga Kristen adalah refleksi dari Allah Tritunggal, yang harus berfungsi sebagai komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan studi pustaka dan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di Jemaat GMIT Moria Liliba, yang mencakup 295 kepala keluarga dengan 1301 anggota jemaat. Sampel terdiri dari 10 anggota jemaat yang mengalami berbagai masalah keluarga seperti poligami, perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga memiliki relevansi yang signifikan bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Konsep-konsep komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan yang dikemukakan oleh Eminyan dapat menjadi dasar bagi upaya pembinaan dan penguatan keluarga Kristen di jemaat tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran gereja dalam mendukung keluarga-keluarga Kristen untuk mengatasi berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi.
Kata Kunci: Teologi Keluarga, Komunitas Cinta Kasih, Komunitas Hidup, Komunitas Keselamatan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tulisan ini mengkaji penggunaan musik kontemporer dalam liturgi ibadah minggu di Jemaat GMIT Karmel Fatululi terhadap masalah perpindahan jemaat yang disebabkan oleh persepsi tentang musik atau liturgi yang kaku. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pada bagian awal tulisan ini, penulis akan membahas mengenai sejarah gereja GMIT Karmel Fatululi, dilanjutkan dengan uraian mengenai penggunaan musik kontemporer dalam konteks ibadah di gereja tersebut. Penjelasan mencakup aspek ibadah, liturgi, pandangan tentang musik dalam Alkitab, perkembangan musik gerejawi, serta sejarah musik dalam GMIT. Selain itu, penulisan juga mempertimbangkan perbedaan antara musik himne dan musik kontemporer. Tulisan ini menegaskan bahwa dalam konteks ibadah, memuji dan menyembah Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai jenis musik, baik himne maupun musik kontemporer, dengan fokus utama pada kesungguhan hati dalam ekspresi penyembahan kepada Tuhan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH
Oleh
Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73.
Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah
ABSTRACT
ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION
By
Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L
Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different.
Translated with DeepL.com (free version)
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
aaa
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program "Gereja Siaga" dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam konteks teologi sosial. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di jemaat dengan melibatkan berbagai jaringan, termasuk pemberitahuan, pendanaan, transportasi, keluarga berencana, donor darah, dan katekisasi.
Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang menjadi fokus utama perhatian gereja. Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan fisik dan spiritual anggotanya, termasuk ibu dan anak. Pendekatan teologi sosial yang digunakan dalam penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani isu-isu sosial sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kasih kepada sesama.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program "Gereja Siaga" telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak di jemaat, namun masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kendala finansial dan kondisi ekonomi jemaat yang umumnya tergolong sangat miskin.
Analisis teologi sosial dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa program "Gereja Siaga" yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di sekitar gereja. Gereja didorong untuk terus berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial sebagai perwujudan misi Kristus di dunia.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu teologi sosial dan sumbangsih praktis bagi jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam mengoptimalkan program "Gereja Siaga" demi kesejahteraan ibu dan anak di komunitas mereka.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Ibadah intergenerasi merupakan bentuk ibadah yang melibatkan seluruh generasi dalam jemaat, dengan tujuan menciptakan ketersalingan dan memperkuat hubungan iman antar generasi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan generasi yang sering terjadi di lingkungan bergereja, di mana kelompok usia yang berbeda sering kali terpisah dalam kategori pelayanan masing-masing, yang dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan jemaat, khususnya pemuda, serta majelis Jemaat Maranatha Oebufu mengenai ibadah intergenerasi dan bagaimana implementasi serta refleksi teologis dari ibadah tersebut dapat diterapkan di gereja mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat Maranatha Oebufu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Responden penelitian termasuk pemuda dan majelis jemaat yang memberikan pandangan mereka tentang urgensi dan manfaat dari ibadah intergenerasi. Metode penulisan yang digunakan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini adalah metode deskriptif-analitis-reflektif untuk mendiskripsikan dan menganalisis masalah, serta tiba pada suatu refleksi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah intergenerasi sudah diterapkan di GMIT Maranatha Oebufu tetapi dengan nomenklatur yang berbeda. Banyak jemaat, termasuk pemuda, merasa bahwa ibadah intergenerasi dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Namun, ada juga tantangan dalam implementasinya, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dalam hal liturgi dan keterlibatan seluruh generasi. Ibadah dapat didefinisikan sebagai respons komunitas Kristen terhadap kasih Allah, yang diwujudkan melalui pujian yang tulus dari hati serta refleksi mendalam dalam pikiran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengasihi diri sendiri sebagaimana mereka mampu mengasihi orang lain dan seluruh ciptaan Allah. Definisi ini mengimplikasikan bahwa setiap individu dalam komunitas orang beriman bertujuan untuk menunjukkan iman mereka kepada Allah dan mendorong terjadinya perubahan.
Kata Kunci: Ibadah, Intergenerasi, Kesenjangan Generasi.