2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BENI HIWA WUNU (15390020). Anlysis and Identification on the Physical Changed and Organoleptic Tuna Se’i which is Proccesed with Hot Fumigation and Vacuum Packed During Room Temperature Storage: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Sc, as the DEWI S. GADI, S.Pi, M.Si supervisor I and II. Marine science and Fisheries Technology Study Program, Artha Wacana Christian University, Kupang. Smoking fish using kesambi fire wood is one of the way to extend the shelf life of fish from the process of decaying microorganisms, so it can be saved for along time to be used as consumtion materials. Tuna se’i product is a product that rapidly undergoes phisical changed during the storange in the size from, surface area, color and texture as well as other attribute like the aroma and taste that is caused by temperature and microorganisms wich can effect since the room temperature storage. Tuna se’i which is processed with hot fumigation has the low durable capacity because of the water degree that effect on the physical changed of product, therefore it is needed to look on how the physical is changed, is the fumigation on tuna se’i wich vacum orderly and room temperature storage term effect towards physical changed pH and organoleptic. This research is aimed to know the physical changed, pH and organoleptic from tuna se’i product that’s processed with hot fumigation and vackum packed. This study had been implemented on May-June 2020 in Exact Laboratory Artha Wacana Christian University Kupang for making product, weight decrease, pH, and organoleptic. Tuna se’i product has average of weight decrease % with the storage of loin value is 3 days 3,11% (1,9 gram), in storage of 9 days 7,51% (4,05 gram). In loin storage of 3 days 3,01% (1,64 gram), in storage of 9 days 7,22% (39,94 gram). pH 5,3-5,9 value testing of organeleptic acquire level of panelist for parameters of color, aroma, taste, and exture with neutral value on to very fond. Keywords : Fumigation, Tuna Se’i, Vacum Packing and Storage Time.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuna se’i adalah salah satu produk hasil perikanan yang diolah mengunakan metode pengasapan tradisional mengunakan tempurung kelapa sebagai bahan utama penghasil asap dan daun kesambi sebagai penutup saat proses pengasapan. Ciri khas produk tuna se’i yang membedakan dengan produk pengasapan yang lain yaitu bentuk potongan daging yang memanjang dan ciri khas organoleptik yang dipengaruhi oleh daun kesambi. Produk tuna se’i yang di olah dengan metode pengasapan tradisional sering menghasilkan kualitas produk yang berfariasi disebabkan karena belum adanya standar pengolahan untuk menghasilkan produk yang kualitas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu memodifikasi suhu pengasapan yang ideal untuk menghasilkan prodak yang dapat diterima oleh konsumen baik secara kimiawi maupun organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Maret–April 2020) bertempat di Unit Pengolahan Ikan Batu Kapala (UPI) di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang sebagai tempat pengasapan tuna se’i dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sedangkan uji total fenol di Laboratorium Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor dan pengujian kadar air pH di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor. Hasil penelitian tuna se’i asap yang diproses dengan suhu yang berbeda menghasilkan rata-rata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara52,20-951,43 mg/g dan nilai organoleptik berkisar pada taraf aga suka sampe suka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan niai rerata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara522,20-951,43 mg/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter warna 7,5 (suka) dan parameter rasa 7,4 (suka). Sementara pengasapan tanpa daun kesambi nilai organoleptik tekstur mengalami penurunan dengan taraf 6,3 (aga suka). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan nilai organoleptik yang paling tinggi yaitu tuna se’i di proses pada suhu pengasapan 70-750C mengunakan penutup daun kesambi yang diasa selama 6 jam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUMMARY Yulius Umbu Hiwa Wunu (15390054). Study of Fropyl Tuna Se'i Processed With Different Temperatures. Under the guidance of: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko, M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University, Kupang. Study of the amino acid profile that was processed using different temperatures of smoking which could be observed based on parameters of moisture content, pH, and amino acids. In the suction process with different temperatures, it is done well in order to produce quality tuna se'i products. This study aims to determine the effect of different temperature treatments on the amino acid profile. The research was conducted in November - December 2020 at the Fish Processing Unit on a micro-small / household scale, which is a fumigation house for the se'i tuna production process in Nunhila Village, Alak District, Kupang City. Analysis of chemical composition (moisture content and amino acids) tested at the laboratory of PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. The results of this research on tuna se'i smoking with different temperature treatments resulted in a significant effect on water content, pH, and amino acid content. Based on the results of the study, it can be suggested: In this study the best results were obtained at 70-750C treatment resulting in the highest total amino acids. It is necessary to research the shelf life of se'i tuna products related to the microbiology contained in se'i tuna products.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research about an analysis of imperative sentences in Kupang malay daily communication. To support this study the writer used theory of Swan (1982:77). The other theory that the writer used come from Quirk and Greenbaum (1973:200-202). The reserach problems of this study are what are the types of imperative sentences in Kupang malay and how are the form of impertive sentences in Kupang malay.The aims of this study to find out the types and the form of imperative sentences in Kupang malay. Descriptive qualitative method is apllied in this research. The object of this study is Kupang Malay. There are four types of imperative sentences, namely : imperative sentences as a command, imperative sentences as a request, imperative sentences a direction and imperative sentences as prohibition. There are five form of imperative sentences such as :imperative sentences without subject, imperative sentences with subject, imperative sentences with Let, negative imperative sentences and persuasive imperative sentence. The data was collected by watching the videos from Youtube and transcribe, then translate it into English, specify into the types and the form of imperative sentences. After analyzing the data the writer found forty one data of imperative sentences used in kupang malay, that consist of : eleven of imperative sentences as a command, twenty three of imperative sentences as a request, and seven of imperative sentences as a prohibition. The the writer also found twenty three data as formof imperative sentences in kupang malay, which is consist of : six imperative sentences without subject, four imperative sentences with subject, two imperative sentences with Let, six negative imperative sentences and four persuasive imperative sentence. Keywords : imperative sentences,kupang malay, descriptve qualitative.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri simbion jamur daun mangrove Avicennia marina terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang diambil dari Pantai Noelbaki. Metode penelitian ini adalah eksperimen menggunakan 2 perlakuan yaitu daun muda dan daun tua (serasah) A.marina dan 3 ulangan. Isolasi jamur simbion daun mangrove dilakukan dengan ditanam pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Data dianalisis secara kualitatif yaitu identifikasi jamur meliputi karakteristik mikroskopis berdasarkan morfologi bentuk dan jenis jamur, serta karakteristik makroskopis berupa warna, permukaan dan tepian koloni disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Sedangkan data kuantitatif berupa uji kemampuan daya hambat (mm) jamur endofit menggunakan metode difusi agar (Plug Agar) terhadap S.aureus dan E.coli. Data selanjutnya. dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian jamur endofit terdapat 6 isolat daun tua dan 6 isolat daun muda. Uji antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli isolat jamur daun tua dan daun muda A. marina menunjukkan uji positif yang ditandai dengan terbentuknya zona bening. Kemampuan antibakteri pada bakteri S. aureus terbesar terdapat pada isolat jamur daun tua DT-AM-05-KM 2,40 mm, dan pada daun muda isolat DM-AM-06-KM 2,60 mm. Pada E. coli terbesar terdapat pada isolat DT-AM-05-KM 2,40 mm dan pada daun muda DM-AM-02-KM 2,27 mm.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This thesis entitled Analysis On Metaphor in Agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi Village. The questions to be answered in conducting this research were 1) What are the metaphor found in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village? and 2) What are the meaning of metaphor in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village?, therefore this research aims at finding out Metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village and to find out the meaning of metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village. The method used in this study was descriptive qualitative. In collecting the data the writer, transcribed and interviewed some informants who are the native speakers of Uab Meto in Oinlasi village. The result of the analysis showed that there are Metaphors related to Agricultural Plants, Field of Agricultural Equipment, Agricultural Activities, and Natural in an Ecolinguistic View. Then, the kind of metaphor related with agricultural field has different meaning in literal. Key words: Metaphor, Agricultural Field, and Uab Meto.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret- April 2020
bertempat di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende untuk
lokasi survei dan pengambilan sampel produk ikan Sui dan untuk pengujian kadar
air, pH dan ALT produk ikan Sui di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen
Artha Wacana, Kupang sedangkan pengujian mikrobiologis Total Koloni Kapang
(TKK) di Laboratorium Politani Negeri Kupang. Metode penelitian yaitu metode
deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif
komparatif.
Hasil penelitian produk tradisional ikan sui dari ketiga Suku untuk
pengujian kadar air yaitu Suku Ende : 20,79%, Suku Lio : 21,83% dan Suku Bajo
: 22,28%; pH yaitu Suku Ende : 5,7, Suku Lio : 5,8 dan Suku Bajo : 5,9; ALT
yaitu Suku Ende : 963,33 koloni/gram, Suku Lio : 2010,00 koloni/gram dan Suku
Bajo : 3296,67 koloni/gram; Total Koloni Kapang yaitu Suku Ende : 110,00
koloni/gram, Suku Lio : 130,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 146,67 koloni/gram.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan produk
ikan sui yang diolah secara tradisional di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro,
Kabupaten Ende meliputi bahan baku ikan segar, penyiangan, pemberian garam,
penyusunan, pengasapan, pengemasan dan penyimpanan sedangkan untuk kadar
air, pH, angka lempeng total (ALT) masih memenuhi standar mutu ikan asap dan
untuk total koloni kapang mendapatkan nilai lebih tinggi dari standar mutu ikan
asap.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan lembaga pemerintah yang menyelenggarakan pemerintahan di daerah. Dalam menyelenggarakan pemerintahan tersebut tentunya OPD memiliki standar yang harus dipenuhi demi kesejahteraan masyarakat. Untuk memperoleh kesejahteraan masyarakat tersebut OPD memiliki ukuran kinerja bagi organisasinya. Tingkat kinerja yang dimiliki oleh OPD sangat penting bagi masyarakat. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja manajerial. Dimana kinerja manajerial adalah seberapa jauh prestasi yang dimiliki organisasi yang dikaitkan dengan visi misi organisasi (Ermawati, 2017). Dengan kata lain prestasi organisasi dilihat dari seberapa jauh prestasi yang sudah diperoleh organisasi tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manajerial pada organisasi pemerintah. Penelitian ini bermaksud menguji kembali faktor pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi yang diduga berpengaruh terhadap kinerja manajerial dan memilih Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Belu sebagai objek penelitian. Kinerja aparat adalah hasil kerja yang dapat dicapai seorang aparatur pemerintah dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi ( Mediaty, 2010). Peraturan yang mengatur tentang kinerja aparatur pemerintah diatur dalam PP No.8 Tahun 2006 yang menyebutkan bahwa saat ini pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan kinerja aparatur negara di daerahnya masing-masing. Disebutkan dalam PP No.8 Tahun 2006 laporan kinerja aparatur pemerintah merupakan salah satu poin penting yang harus ditaati oleh masing-masing daerah. Pengertian kinerja menurut Moeheriono (2012 : 95) kinerja atau performance merupakan gambaran tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kata kunci : Kinerja organisasi, karakteristik tujuan anggaran
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul skripsi ini : “KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENELANTARAN ISTRI OLEH SUAMI dan rumusan masalah “Apa saja Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tindak Pidana Penelantaran Isti Oleh Suami”. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Nomor 18/Pid.Sus/2018/PN.Mme, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2016/PN.Wkb, Putusan Nomor 08/Pid.Sus/2016/PN.Bta dan Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2019/PN.Atb
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 (lima) Putusan tersebut bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penelantaran istri oleh suami adalah Faktor ekonomi, faktor adanya wanita idaman lain (WIL) dan faktor hubungan tidak harmonis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, tindak pidana penelantaran istri oleh suami merupakan salah satu bentuk dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dapat dilakukan oleh suami terhadap anggota keluarganya, terutama istri dan anaknya dengan cara tidak memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya yang masih dalam ikatan perkawinan yang sah serta kepada pelakunya dapat dikenai sanksi pidana. Majelis Hakim dalam memutus perkara penelantaran isteri dan anak dengan beberapa pertimbangan berdasarkan keyakinan hakim, peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau sosiologis masyarakatnya. Dalam perkara ini majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga yang diatur dalam Pasal 49 huruf a Jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Agar perempuan tidak menjadi mayoritas korban penelantaran dalam rumah tangga, maka mereka diharapkan bisa mengetahui tentang hak dan kewajiban sebagai istri. Selain itu, korban penelantaran dalam rumah tangga yang sebagian besar perempuan juga harus lebih berani menceritakan dan melaporkan tentang tindak penelataran yang menimpanya, serta tidak lagi memandang penelantaran dalam rumah tangga sebagai aib yang harus ditutupi.
Kata kunci :Tindak Pidana, Penelantaran dan Rumah Tangga.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi kajian yuridis penjatuhan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu oleh mahkamah Agung Republik Indonesia., Masalah pokok dalam penulisan ini adalah bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah normatif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah putusan pengadilan jakarta barat dan Mahkamah Agung pengumpulan data di lakukan dengan Studi dokumen kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1 Hakim menjatuhkan putusan bebas karena tidak terpenuhi unsur unsur dari pasal dakwaan Penuntut Umum 2, Hakim Mahkamah Agung menguatkan Putusan pengadilan negeri karena judex fackti sudah benar menerapkan hukum. Saran Pemerintah maupun pihak yang berwenang sebaiknya dapat memberikan arahan mengenai tindak pidana pemalsuan Akta otentik, saran hendaklah Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan upayakan hukum kasasi perlu mencari bukti bukti yang baru Kata kunci Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana menggunakan akta otentik palsu
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul dari Skripsi ini: Deskripsi tentang pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum pada kasus korupsi pengadaan software Microsoft Office di PT. Bank NTT Permasalahanya adalah apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum bagi para terdakwa pada kasus korupsi pengadaan software microsoft office di PT. Bank Nusa Tenggara Timur? Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan variabel bebas dan terikat yang dianalisis secara deskriptif dari bahan primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dan analisis putusan hakim dapat di ketahui bahwa putusan lepas dari segala tuntutan hukum dari keterangan saksi-saksi dan korban dan fakta persidangan diperoleh jawaban bahwa: Pertama, Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah merupakan suatu tindak pidana korupsi ((onslag van rechtvervolging). Pada putusan lepas (onslag van recht vervolging), segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa/penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana merupakan bidang hukum perdata dalam putusan Nomor: 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG. Berdasarkan uraian fakta persidangan Majelis Hakim berpendapat bahwa telah terbukti ada pembayaran 100 % oleh PT. Bank Pembangunan Daerah NTT kepada PT. Comparex Indonesia sebesar Rp.4.307.502.936,00 (empat miliar tiga ratus tujuh juta lima ratus dua ribu sembilan ratus tiga puluh enam rupiah); Kedua, Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Perjanjian yang dilakukan oleh Bank NTT dengan PT. Comparex Indonesia sebagai customer yaitu pekerjaan pengadaan Lisensi Win Pro 10 GGWA LO sebanyak 830 unit. Sehingga hubungan hukum yang dibangun merupakan hubungan hukum keperdataan bukan merupakan hubungan hukum pidana, maka dalam putusan kasasi Mahkamah Agung menguatkan putusan hakim nomor : 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG dalam tindak pidana korupsi. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: (1). Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah suatu tindak pidana korupsi (onslag van rechtvervolging). (2). Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Saran.(1). Terdakwa diharapkan agar lebih hati-hati dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang baik dan benar agar terhindar dari tindak pidana korupsi. (2). Penuntut Umum, diharapkan agar lebih jeli dan teliti dalam menjerat pelaku tindak pidana korupsi mengenai alat bukti dan barang bukti dan harus membedakan antara perkara pidana dan perdata dalam pembuktian mengenai tindak pidana korupsi sehingga dapat menjerat para pelaku korupsi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Analisis Yuridis Tentang Kesesuaian Perma Nomor 1 Tahun 2019 Dengan Asas Sidang Pengadilan Terbuka Untuk Umum Menurut Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Masalah Penelitian Apa Pertimbangan Mahkamah Agung mengeluarkan Perma Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.Tujuan penelitan yaitu Untuk mengetahui Pertimbangan Mahkamah Agung mengeluarkan Perma Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah normatif sehingga penulis melakukan studi dokumen kemudian data dianalisis secara Normatif. Teknik pengumpulan bahan Hukum merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan Data keabsahan peraturan perundang-undangan. Dokumentasi atau studi kepustakaan, yaitu mengumpul dan mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan maupun literature-literatur yang mendukung dalam penelitian ini. Kesimpulan Pertimbangan Mahkamah Agung Mengeluarkan Perma Nomor 1 tahun 2019 Persidangan Elektronik adalah Mendukung terwujudnya tertib penanganan perkara yang modern profesional, transparan, akuntabel, efektif dan efisien . Maksud tersebut sejalan dengan Pasal 2 ayat (4) UU No. 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman (UU Kekuasaan Kehakiman), yaitu terselenggaranya peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan. Dari ketentuan tersebut, persidangan secara elektronik diharapkan memberikan manfaat bagi para pihak yang berperkara karena persidangan dapat dilakukan secara cepat dan tidak birokratis, sederhana, dan berbiaya ringan, Mencegah penularan covid-19 dan memotong interaksi fisik dalam pelayanan publik dan memungkinkan dilakukannya sidang jarak jauh dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi dan persidangan online merupakan terobosan positif sebagai solusi di tengah perkembangan teknologi. Saran Persidangan elektronik harus terbuka untuk umum (publik) karena Pelaksanaan persidangan secara elektronik masih relatif tertutup karena akses untuk mengikuti jalannya proses persidangan secara elektronik hanya diberikan kepada para pihak yang berperkara dan belum terbuka untuk dapat diakses oleh publik.Harus dijelaskan apa pertimbangan yang digunakan jika tidak ada persetujuan hanya salah satu pihak. Berdasarkan Pasal 20 Perma No. 1 Tahun 2019, persidangan secara elektronik untuk perkara perdata tidak bersifat mandatory, melainkan memerlukan persetujuan penggugat dan tergugat. Ini berarti persidangan secara elektronik tidak bisa berjalan dengan sendirinya tanpa persetujuan dari para pihak yang berperkara. Kata Kunci: Persidangan Elektronik, Hukum Acara Perdata,Asas-Asas Hukum Acara Perdata, UU NO 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Faktor-Faktor Apa Saja Yang Menyebabkan Terjadinya Wanprestasi Perjanjian Kredit Dan Bentuk Penyelesaiannya” Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Pengadilan Negeri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 3 (tiga) factor penyebab terjadinya wanprestasi perjanjian kredit antara nasabah dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yakni: 1. Debitur tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan yang diperjanjikan dalam Surat Pengakuan Hutang. 2. Faktor ekonomi. 3. Usaha debitur mengalami kebangkrutan. Bentuk penyelesaiannya adalah pihak bank melakukan penagihan kepada debitur secara rutin baik dengan dating langsung ketempat domisili nasabah maupun dengan memberikan surat peringatan kepada nasabah sebanyak 3 kali tetapi dari nasabah tidak menanggapi teguran dari pihak bank sehingga bank mengajukan gugatan kepengadilan dengan menuntut agar debitur membayar secara lunas seketika dan tanpa syarat seluruh tunggakan kredit dan melakukan sita jaminan terhadap obyek agunan yang menjadi jaminan hutang untuk pelunasan atas kredit macet debitur tersebut.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Otnial B. Messakh, 2020. Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Ringan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apa dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda terhadap pelaku Tindak Pidana Penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang, dengan tujuan penelitian yakni adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan di Pengadilan Negeri Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka ringan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kupang, dan variabel terikat yakni; apa dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana yang berbeda. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim sehingga terjadi disparitas penjatuhan hukuman terhada pelaku tindak pidana penganiayaan berdasarkan putusan Nomor : Putusan Nomor 282/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 319/Pid.B/2017/PN.KPG; Putusan Nomor: 90/Pid.B/2018/PN.KPG; Putusan Nomor: 52/Pid.B/2018/PN.KPG Kpg dan Putusan Nomor: 124/Pid.B/2018/PN.KPG adalah sebagai berikut: 1. Tuntutan pidana berbeda; 2. Majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan berbeda; 3. Kualitas perbuatan terdakwa; 4. Faktor-faktor yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Kata Kunci : Disparitas, Putusan Hakim, Tindak Pidana Penganiayaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi adalah “Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A”, Masalah pokok Penelitian, “Mengapa hakim menjatuhkan pidana kepada pelaku tindak pidana aborsi saling berbeda antara satu dengan yang lain ?, Tujuan Penelitian dan penulisan dilakukan untuk mengetahui putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana aborsi berbeda diwilayah hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A ? ” Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Penelitian Hukum Normatif Yaitu Penelitian Hukum Yang Dilakukan Dengan Cara Meneliti Bahan Kepustakaan atau (Data Sekunder) Berupa Putusan Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A. Data Sekunder Dalam Penelitian Terdiri Dari Tiga Bahan Hukum Yaitu 1. Bahan Hukum Primer, 2. Bahan Hukum Sekunder, Dan 3. Bahan Hukum Tersier. Hasil Penelitian Telah Membuktikan Bahwa Dasar Pertimbangan Hakim Terjadi Disparitas Penjatuhan Hukuman Yang Berbeda Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Berdasarkan Putusan Nomor: 131/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Nomor: 242/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Nomor: 243/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Nomor: 244/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Adalah Sebagai Berikut : A. Tuntutan Pidana Berbeda B. Majelis Hakim Yang Memeriksa Dan Memutuskan Berbeda C. Kualitas Perbuatan Pelaku D. Faktor-Faktor Yang Memberatkan Dan Meringankan Dalam Persidangan E. Faktor-faktor Yang Menimbulkan Terjadinya Disparitas Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi F. Independensi Hakim, Kata Kunci : Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Biologi Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang Didaratkan Di Pasar Ikan Oesapa Kota Kupang
)*Mehiwarleky, I, F )**Sabuna, A, Ch )**Kase, A, G, O
ABSTRAK
Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) adalah satu di-antara beberapa ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan suka bergerombol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aspek biologi berkaitan erat dengan hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG) indeks kematangan gonad (IKG), rasio kelamin, faktor kondisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan pengambilan sampel ikan di TPI Oesapa Kota Kupang. Pengamatan aspek biologi ini telah dilakukan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli di Laboratorium Eksakta Pendidikan Biologi UKAW. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis hubungan panjang berat ikan Tembang (Sardinella fimbriata), dan pola pertumbuhan ikan jantan dan betina di bulan Juni bersifat isometric dan allometrik positif. Tingkat kematangan gonad yang diperoleh pada bulan Juni dan Juli terdiri dati TKG I dan II. Rasio kelamin ikan Tembang (Sardinella fimbriata) jantan dan betina adalah 1:1,5 atau jantan 38% dan betian 68%. Nilai faktor kondisi ikan Tembang (Sardinella fimbriata) tertitnggi pada bulan Juli yaitu 3,43 dan berada pada kisaran 2-4, maka bentuk ikan agak pipih.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research is about “ An Analysis on Sentence Patterns in Seba Dialect of Sabu Language”. The research problems of the study were: What are the sentence pattern found in Seba dialect of Sabu language? The method used in this research is qualitative method. The data was taken by record the conversation of three speakers which is used Seba Dialect of Sabu language on 5th October 2020. After analyzing the data the writer found eight types of sentences patterns that used Seba dialect of sabu Language . There are sixty-sixt utterances consist of four utterances of Subject + Verb (S+V), thirteen utterances of Subject + Verb + Adverbial (S+V+Ad), fifteen utterances of Subject + Verb + Direct Object (S+V+DO), twenty utterances of Subject + Verb + Indirect Object + Direct Object (S+V+IO+DO), six utterances of Subject + Verb + Direct Object + TO/For Phrase (S+V+DO+TO/For Phrase), four utterances of Subject + Verb + Verb (S+V+V), one utterance of Subject + Verb + Verb + Verb (S+V+V), three utterances of Subject + Non Verbal ( S+N Verbal) that consist of one utterance of Subject + Adjective (S+A), one utterances of Subject + Noun Phrase (S+N Phrase), one utterance of Subject + Prepositional Phrase/Adverb (S+P Phrase/Adverb)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marine algae macro is a biological resource that has been utilized by Indonesian people as a livelihood, and several areas make it their main livelihood. Many developed countries use macro marine algae as raw material for their production, one of which is the raw material for cosmetics. Ice-ice is a disease that attacks seaweed a lot. This disease is characterized by the appearance of red spots / patches on part of the thallus which gradually turn pale yellow and eventually turn white. The thallus becomes brittle and breaks easily. This study aims to determine the rate of attack of ice-ice in seaweed cultivation using the off-bottom method in Hundihuk Village, Rote Northwest District. Observations of seaweed recession to the invention of ice-ice were carried out every week for 49 days and also measured water parameters including temperature, salinity, pH, DO, brightness, and current velocity. The results of the research obtained show that ice-ice disease in the waters of Hundihuk Village still occurs by attacks of ice-ice disease. This can be seen from the incidence rate of incidence rate and intensity rate with the highest incidence rate of 34.0%, intensity value 2.3%, incidence rate 3.64% and intensity rate of 9.21%. Symptoms of ice-ice that arise include: rough surface of the thallus, white spots appear on the surface of the thallus, the thalus becomes slimy and white, which eventually crumbles. Changes in environmental parameters temperature, salinity, DO, brightness and current velocity also affect the rate of spread of ice-ice disease.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Penggunaan Bahan Peledak dan Trawl dalam Penangkapan Ikan di Perairan Laut Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah unruk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah putusan pengadilan terhadap penggunaan bahan peledak dan trawl dalam penangkapan ikan di perairan laut Indonesia. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan bahan peledak dan trawl (pukat harimau) dalam penangkapan ikan di Perairan Laut Indonesia adalah;11) Faktor Meningkatkan Produksi Penangkapan Ikan dan 2) Faktor Meningkatkan Pendapatan Nelayan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah melakukan pemeriksaan terhadap alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di setiap kapal nelayan yang akan berangkat mencari ikan ke laut dan juga melakukan razia rutin di wilayah perairan Republik Indonesia oleh aparat terkait guna meminimalisir terjadinya tindak pidana perikanan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JOHANIS MARSEL LOBO, NIM: 16321978 “POLA PEMBINAAN OLAHRAGA FUTSAL PADA KLUB PS BINTANG MUDA KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2020.” Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing I Ramona M. Mae,S.Pd, M.Or, Pembimbing II Isak Riwu Rohi, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Pola Pembinaan, dan Olahraga Futsal. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola pembinaan olahraga futsal pada club PS Bintang Muda Kabupaten Rote Ndao. Yang meliputi atlet, pelatih, pelaksanaan program pembinaan, dan sarana prasarana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pembinaan olahraga futsal pada klub PS Bintang Muda Kabupaten Rote Ndao. Kegunaan hasil penelitian diharapakan dapat memberikan sumbangan untuk bahan masukan bagi pembinaan olahraga futsal dan perkembangan olahraga futsal di Kabupaten Rote Ndao. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif naturalistik agar peneliti menemukan data secara alamiah berdasarkan kenyataan yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisa secara sistematis, objektif dan akurat. Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa, pelaksanaan program latihan yang dilaksanakan sudah baik dan perlu ditingkatkan. Hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut : 1. Pelatih memperhatikan proses pembinaan pada program latihan yang sudah dijalankan. 2. Pola pembinaan yang dijalankan pelatih selama proses latihan berlangsung merupakan pembinaan yang sesuai dengan program latihan. 3. Adanya hasil yang diperoleh dalam latihan yaitu turut menyumbangkan atlet futsal Kabupaten Rote Ndao. 4. Program latihan yang diterapkan sudah berjalan dengan baik sehingga memperoleh hasil yang maksimal. 5. Atlet futsal berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga mengikuti turnamen futsal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Peneliti menyarankan agar program latihan berjalan sesuai rencana, maka perlu dilengkapi sarana dan prasarana olahraga agar pelaksanaan latihan berjalan lebih efektif. Dengan adanya program latihan yang dilaksanakan terus di tingkatkan guna kemajuan atlet futsal.