Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

Gereja Pasca Konflik

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Semau Tengah Utara merupakan Jemaat yang terdiri dari Mata Jemaat Elim Uitao dan Mata Jemaat Ora et Labora Uitao. Jemaat Ora et Labora Uitao dulunya adalah Jemaat Elim Uitao yang memilih keluar dikarenakan beberpa persoalan di mana masalah politik menjadi puncak dari konflik yang terjadi. Kurangnya pendeta/pelayan pada masa itu menyebabkan ketegangan di antara keduanya seolah-olah tenggelam begitu saja. Di tahun 2019, kedua jemaat ini disatukan menjadi Jemaat GMIT Semau Tengah Utara dalam relasi yang masih bersitegang. Kedua jemaat ini kembali disatukan dalam satu jemaat pelayanan yang akhirnya berdampak pada pelayanan dan juga relasi diantara keduanya. Perpecahan antara dua jemaat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain situasi politik, kebijakan gereja secara sinodal terkait sikap politik yang belum terlalu jelas. Faktor lainnya ialah model kepemimpinan yang tidak lagi memiliki rasa percaya dan juga cara pengelolaan konflik yang tidak tepat. Adapun akibat dari konflik ini secara langsung berakibat pada perpecahan di dalam jemaat, dan akibat secara tidak langsung pada relasi diantara kedua jemaat yang kurang harmonis pasca konflik. Sebagai gereja kita tidak dapat menghindarkan diri kita dari yang namanya konflik. Upaya yang bisa dilakukan gereja dalam menghadapi konflik ada pada proses pengelolaannya. Sebuah konflik yang dapat dikelolah dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak yang bertikai. Sedangkan proses pengelolaan konflik yang tidak tepat akan berimbas pada lahirnya konflik baru. Selain proses pengelolaan konflik, hal yang penting dalam sebuah konflik gereja adalah pemulihan relasi pasca konflik. Pemulihan relasi ini tidak hanya berdampak pada psikologis anggota jemaat tetapi juga pada spiritualitas mereka.

TENUNAN MOTIF TOKEK Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Motif Tokek Pada Selimut dan Tenunan Sarung Serta Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Soleman Neonmat, Klasis Soe Timur.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tenunan merupakan salah satu jenis karya seni budaya khas Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Tenunan yang dilestarikan merupakan warisan budaya nenek moyang kepada orang-orang atau suku-suku yang ada di satu tempat. Pada kain-kain tenunan terajut gambar motif-motif yang mengandung makna dan nilai budaya, salah satunya tenunan motif Tokek dalam suku Amanuban di Timor Tengah Selatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang pemahaman jemaat GMIT Soleman Neonmat terhadap, makna dan nilai, dan manfaat tenunan motif Tokek. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan pengamatan terhadap objek penelitian. Penulis juga menggunakan metode penulisan deskriptif- Analisis-reflektif untuk menguraikan hasil penelitian yang di dapat. Penulis juga menggunakan teori Bevans yaitu antropologi untuk membantu penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tenunan motif tokek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang Timor tentang Tokek mengarah kepada totem orang Timor. Buaya dipercaya sebagai asal usul orang Timor sedangkan Tokek sebagai identitas orang Timor, dimana selalu ada tokek yang tingal di setiap rumah orang Timor. Bagi orang Timor Tokekmenggambarkan identitas mereka.Berkaitan dengan hal ini maka Alkitab juga berbicara tentang identitas, bagaimana Allah mengenal kita sebagai umat kepunyaanNya. Allah menciptakan lalu memberikan mandat kepada manusia agar terus melakukan dan meneruskan mandat Allah. Lewat tenunanMotif Tokek mengajarkan orang Timor bagaimana memaknai akan identitas dirinya yang siap mengakui dirinya dimanapun berada untuk menjalankan tugas yang diemban dari Allah. Kata Kunci: Timor,Tenunan,Tokek, Motif Tokek, Identitas

TRAUMA HEALING BAGI KORBAN TERDAMPAK BENCANA BADAI SIKLON SEROJA Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Proses Trauma Healing Bagi Korban Terdampak Bencana Badai Siklon Seroja Di Jemaat GMIT Imanuel Oesao

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siklon Seroja merupakan jenis Siklon ketujuh dalam musim siklon wilayah Australia. Badai ini dapat menimbulkan dampak yang merugikan seperti kerusakan yang masif pada daerah yang dilandanya, memakan korban jiwa, dan menyebabkan trauma pada korban yang selamat dari badai Siklon Seroja. Pada tanggal 3 hingga 5 April 2021, badai Siklon Seroja telah terjadi dan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di dalamnya Jemaat GMIT Imanuel Oesao. Pasca terjadinya badai ini, GMIT Imanuel Oesao melakukan pelayanan trauma healing pada Jemaat GMIT Imanuel Oesao yang selamat dari badai Seroja. Trauma healing adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan trauma yang dialami oleh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana efektifitas proses trauma healing yang dilakukan oleh gereja untuk menolong jemaat yang mengalami trauma. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berupa wawancara dan pengamatan untuk memperoleh data yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses trauma healing yang dilakukan GMIT Imanuel Oesao bagi jemaat yang selamat dari badai Siklon Seroja belum membuat trauma yang dialami jemaat berkurang. Hal ini dikarenakan pelayanan trauma healing hanya dilakukan satu kali dan para presbiter yang tidak memiliki pedoman dalam melakukan trauma healing. Allah sebagai penyembuh adalah landasan dari tindakan gereja dalam melakukan trauma healing bagi jemaat korban badai Siklon Seroja. Atas dasar ini gereja perlu melakukan pelayanan trauma healing yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan jemaat secara holistik. Dalam melakukan pelayanan trauma healing, gereja perlu membekali para presbiter dengan keahlian dasar pelayan pendampingan pastoral. Gereja adalah gereja yang mengalami trauma sekaligus gereja yang mewartakan kesembuhan gereja hadir sebagai tempat perlindungan yaitu rumah yang aman dan ramah bagi korban pasca bencana badai Siklon Seroja, dan membangun kemitraan dengan pemerintah dalam mitigasi bencana, sehingga korban pasca bencana badai Siklon Seroja dapat terus melanjutkan hidup dan pulih dari trauma. Kata Kunci: Badai Seroja, Trauma, Trauma Healing, Pastoral.

Suatu Tinjauan Teologis Kristen Terhadap Praktik Kan Nitu Kepada Seorang Bayi Bagi Orang Amarasi dan Sumbangsihnya bagi Jemaat GMIT Syalom Nisum Retraen

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Syalom Nisum, Klasis Amarasi Barat merupakan salah satu gereja di Amarasi selatan. Jemaat ini sudah ada sejak tahun 1954, hal ini ditandai dengan masuknya Injil ke Amarasi dan sakramen baptisan kudus pertama yang dilayankan di Amarasi Barat, tepatnya di Baun pada tahun 1875. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan praktik kan nitu (pemberian nama orang mati) pada bayi oleh warga jemaat GMIT Syalom Nisum. Sejak kan nitu dipraktikan, pemahaman jemaat terhadap pemberian nama pada bayi yang baru lahir mulai terpengaruh. Ada yang memahami praktik kan nitu sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati pada leluhur, namun ada juga yang memahami praktik ini sebagai bagian dari cara leluhur menunjukkan kehendaknya. Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik kan nitu menjadi penting karena praktik kan nitu mulai dipraktikan dengan kepercayaan bahwa leluhur masih turut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang masih hidup. Warga jemaat GMIT Syalom Nisum percaya bahwa melalui mimpi dan sakit-penyakit, leluhur menunjukkan kehendak atau keinginan mereka. Untuk mengetahui praktik kan nitu warga jemaat GMIT Syalom Nisum, maka penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif. Warga jemaat jemaat Syalom Nisum, meski sudah menjadi Kristen sejak lama, namun mereka tetap menghidupi praktik kan nitu kan nitu yang ditinggalkan leluhur.

Dukkha

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandemi Covid-19 telah menjadi momok menakutkan bagi semua umat manusia di seluruh dunia oleh karena berbagai dampak yang ditimbulkannya. Inilah penderitaan (dukkha) bagi semua elemen masyarakat. Sebagai masyarakat pluralis di Indonesia, semua perhatian kita tentu diarahkan pada bagaimana merespon situasi ini. Lantas muncul berbagai tanggapan teologis yang beragam dengan menghubungkannya dengan Sang Ilahi. Ada yang menyebutnya hukuman, ujian, pencobaan, malapetaka, dan lain sebagainya. Inilah kekayaan sudut pandang teologi agama-agama. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan Agama Buddha secara khusus, yang memandang dunia dengan segala realitas penderitaannya lebih filosofis. Sebabnya, tulisan ini memuat pandangan filosofis Buddhisme, sekaligus bagaimana korelasinya dengan teologi agama-agama, dalam hal ini agama Kristen, yang pada akhirnya mengarah pada sebuah dialog kehidupan dan karya dalam menghadapi pergumulan pandemi Covid-19 ini sebagai dukkha bersama seluruh umat manusia.

Perlindunganmu Hak Asasi Manusia, sub judul "Suatu Studi Eksegetis Terhadap Keluaran 21:12-17 Dan Implikasinya Bagi Perlindungan Hak Asasi Manusia Pada Masa Kini"

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kitab Keluaran ditulis untuk memperlihatkan kuasa Tuhan, karena selama 400 tahun (Kej. 15:13), bangsa Israel diperbudak dan dianiaya di Mesir. Kitab Keluaran juga melanjutkan sejarah pembebasan dan perkembangan umat Israel sebagai pilihan Allah, selama di Mesir, kelepasan, dan kehadiran mereka di padang Gurun Sinai sampai pada pendudukan tanah Kanaan. Tujuan kitab Keluaran adalah menekankan tentang penyataan diri Allah (Kel. 6: 2-3), serta memberi pengajaran kepada umat Israel melalui aturan-aturan untuk memelihara perjanjian (covenant) dengan Allah. Pemberian Perjanjian di Sinai untuk memelihara jati diri Israel sebagai umat Allah (Kel. 23:20-23) di tengah-tengah bangsa lain. Keluaran 21 termasuk dalam hukum-hukum Kitab Perjanjian (Kel. 19-24). Keluaran 21: 12-17 mengatur tentang penghargaan terhadap nyawa sesama. Dalam kehidupan Israel kuno, terdapat hukum yang mengatur kejahatan-kejahatan, terutama pembunuhan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja (Kel. 21:12-14). Maka ditetapkannya tempat perlindungan (Bil. 35:13-14; Ul. 19;11-13; Yos. 20:6) sebagai tempat untuk beroleh hak perlindungan (Raj. 1:51; 2:28) dari para go’el (penuntut darah). Metodologi yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian studi pustaka dan metode tafsir historis kritis. Metode studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka melalui berbagai literatur. Sedangkan metode tafsir historis kritis yakni metode penafsiran Alkitab sebagai studi tentang tek-teks Alkitab yang menunjuk pada hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dalam teks dan menemukan kerygma teologi (eksegesis) dari teks bukan menambahkan kerygma teologi dari luar teks (eisegesis). Kehidupan masa kini juga tidak terlepas dari banyak kejahatan dan menjadi realita yang dihadapi oleh semua orang, termasuk pemerintah maupun gereja. Pembunuhan, perdagangan orang (human trafficking), dan masih banyak masalah lain yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kepolisian Republik Indonesia (polri) sebagai lembaga hukum juga belum melaksanakan tugasnya secara maksimal, karena masih terdapat oknum-oknum Polri yang melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat, seperti kasus di Warior, penganiayaan tehadap Napi, dan memperkosa anak di bawah umur. Demikian juga gereja, di dalamnya masih ada oknum yang melakukannya pelanggaran HAM, yang terlibat pelaku humman trafficking. Segala diskusi dan upaya harus dilakukan oleh gereja dan Polri. Gereja dan Polri juga harus menjadi tempat perlindungan yang menjamin keamanan, hak perlindungan dan keadilan bagi semua orang demi mempertahankan martabat dan HAM menurut hukum perjanjian dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Dalam hal ini, baik Gereja Masehi Injili di Timur (GMIT), pemerintah, Polri, masyarakat, dan individu berkewajiban untuk melindungi HAM tanpa membeda-bedakan. Kata kunci: Hukum, Perjanjian, TUHAN, Tempat Perlindungan, Hak Asasi Manusia

PENYERTAAN TUHAN DALAM SEJARAH Suatu Tinjauan Historis Teologis terhadap Pertumbuhan Jemaat GMIT Efata Oesena Klasis Amarasi Timur Sejak Tahun 1950-2020

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sejarah merupakan peristiwa yang telah berlalu dalam kehidupan, baik itu hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif. Sejarah juga turut mempengaruhi kahidupan di hari esok, baik itu pengaruh buruk maupun pengaruh baik. Oleh karena itu belajar dari pengalaman masa lalu adalah hal yang sangat penting untuk menata hari ini dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. Sejarah perjalanan gereja juga harus menjadi perhatian masa kini. Lewat pengalaman masa lalu gereja dapat mengetahui bagaimana gereja bertumbuh hingga kini. Namun, pada kenyataannya banyak generasi masa kini yang tidak peduli terhadap peristiwa masa lalu. Hal ini membuat mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dan berkesan dari perjalanan sebuah gereja. Jemaat Efata adalah salah satu jemaat GMIT yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, namun tidak diketahui oleh generasi masa kini. Hal ini mengakibatkan akan mulai hilangnya sejarah dari generasi muda. Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian sejarah yang dilakukan melalui langkah-langkah berikut, menentukan topik yang akan diteliti, mengumpulkan sumber data yang diperlukan baik itu secara lisan, dan tulisan. Melakukan verifikasi data, dan interpretasi (penulisan hasil), menolong untuk dapat mengetahui sejarah Jemaat Efata yang pertumbuhannya disertai oleh Tuhan, Selama 66 tahun Jemaat Efata bertumbuh, yang terbagi menjadi tiga periode yakni: periode 1954-1974, periode 1975-2005, dan periode 2005-2020. Setiap periode memiliki cerita masing-masing, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemaknaan atas penyertan Tuhan dalam perjalanan kehidupan jemaat membuat jemaat semakin bertumbuh dalam iman dan juga mengalami perkembangan pembangunan yang lebih maju. Peristiwa-peristiwa masa lalu yang telah dilewati kini menjadi pembelajaran penting bagi generasi masa kini, untuk dapat menata masa depan gereja menjadi lebih baik dan syalom Allah benar-benar nyata dalam kehidupan jemaat. Kata kunci: Gereja, Sejarah, Pertumbuhan, Penyertaan Tuhan, Jemaat Efata.

GEREJA SEBAGAI IBU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang terpanggil untuk mempersaksikan panggilan itu kepada orang lain. Berdasarkan keterpanggilan itu, Alkitab menggambarkan gereja dengan berbagai model sebagai metafora yang lahir dari konteks kehidupan jemaat. Dalam pandangan yang lahir dari pengalaman persekutuan Jemaat GMIT Betel Nitneo, gereja memberi perhatian cinta kasih dan memastikan pertumbuhan iman jemaat, dengan begitu, terciptanya persekutuan yang harmonis. Sejatinya, salah satu pengajaran tentang metafora Gereja sebagai Ibu telah dihidupi nilai-nilainya oleh Jemaat GMIT Betel Nitneo dalam hidup sehari-hari, hanya saja ajaran ini tidak dirumuskan secara baik dalam doktrin tentang gereja sehingga tidak diketahui dengan pasti. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Betel Nitneo memaknai metafora Gereja sebagai Ibu berdasarkan nilai-nilai yang telah dihidupi. Hal ini menarik karena jarang sekali orang mendengarkan dan membicarakan tentang metafora Gereja sebagai Ibu. Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa jemaat memahami gereja secara beragam, baik sebagai orang-orang yang bersekutu, tubuh Kristus, pokok anggur, maupun sebagai institusi. Sedangkan berbicara tentang Gereja sebagai Ibu, hampir tidak diketahui secara baik. Namun, jika bertolak dari kata ‘ibu’ sejatinya jemaat menyadari dan mengakui bahwa Gereja adalah Ibu, sebab gereja telah memberi jemaat sebuah keluarga baru, dan mereka dapat mengalami Allah seperti seorang Ibu yang mengasuh dan memelihara mereka melalui rahim Gereja. Metafora Gereja sebagai Ibu menjadi suatu pengajaran yang relevan dalam praktik kehidupan persekutuan di Jemaat GMIT Betel Nitneo. Kata Kunci : Gereja, Metafora, Ibu, Rahim, Keluarga

PEREMPUAN DAN KEKERASAN SEKSUAL

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alkitab beberapa kali menyajikan terkait kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual. Namun ada satu cerita yang korbannya tidak beruntung seperti korban-korban kisah perkosaan lainnya. Kisah tersebut adalah kisah dari Tamar, adik Absalom, yang diperkosa oleh Amnon, saudara tirinya. Tamar adalah korban dari hawa nafsu, ketamakan akan kekuasaan, dan kepentingan pribadi yang terlupakan dalam sejarah. Melalui metode tafsir feminis yang diperkenalkan Elizabeth Schussler Fiorenza, penulis melihat bahwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Amnon tidak terlepas dari bujuk rayu Yonadab, yang memiliki kepentingan pribadi. Selain itu, kekerasan seksual yang diterima Tamar juga berkaitan dengan sistem kyriarki. Dominasi pihak-pihak berkuasa seperti Daud dan Amnon mencederai pihak lain (Tamar) sebagai korban. Kemalangan ini kemudian juga dimanfaatkan sebagai jalan mencari kekuasaan bagi Absalom, saudara kandung Tamar. Namun demikian, melalui metode tafsir ini, Tamar diberi ruang untuk menyuarakan ketidakadilan yang ia terima, menjadi titik balik yang mengubah posisinya menjadi penyintas. Kisah ini, dapat menjadi inspirasi gereja-gereja dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan seksual. Terutama GMIT sebagai lembaga juga persekutuan dapat lebih terbuka dalam memberi perhatian bagi korban kekerasan seksual. Karena kesadaran akan banyaknya kasus kekerasan saja tidak cukup, namun lebih jauh perlu adanya tindakan konkret terutama kerja sama menciptakan ruang aman bagi perempuan dalam diri gereja sebagai persekutuan. Kata Kunci : Tamar, Perkosaan, Fiorenza, Kyriarki, Kekerasan Seksual, Penyintas, GMIT

RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional mesin pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja mesin pengupas kulit kacang tanah Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 99,34% dan biji rusak sebesar 0,66%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MANIKIN DI KELURAHAN TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.

KAJIAN PENGARUH TINGGI GENANGAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI DESA OEBELO, KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Air dalampertanianmerupakankebutuhanpokokterutamadalambudidayapadisawah. Air dalambudidayapadisawahdigunakanuntukpengolahantanahdanpertumbuhantanaman. Air dalampertumbuhandanperkembangantumbuhansebagaibahanbakutanamandalam proses fotosintesisdan juga dapatmenjagakelembabantumbuhan agar tidaklayu. Air diserapolehakartumbuhandandikirimkankedauntempatmelakukanfotosintesis. PenelitianinimenggunakanmetodeRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 kali ulangansehinggamenghasilkan 20 unit percobaan. Adapunperlakuan yang di cobakanyaitu A= tinggigenangan 2 cm, B= tinggigenangan 3 cm, C= tinggigenangan 4, D= tinggigenangan 5 cm. Perlakuanterbaikdalampenelitianiniterdapatpadaperlakuan D denganpemberianketinggiangenangan air padisawah 5 cm mendapatnilai rata-rata tertinggipadatinggitanamanpadisawahdengannilai rata-rata 89.760cm, nilai rata-rata pertumbuhanjumlahanakan/rumpun 15.600 yang terbuktidapatmeresponpengaruhketinggiangenangan air padisawahterhadappertumbuhantanamanpadisawah

YUSUF: KRISIS PANGAN DAN MITIGASI Kajian Eksegetis Terhadap Teks Kejadian 41:46-57 dan Implikasinya Bagi Upaya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Menyikapi Krisis Pangan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberitaan Alkitab memuat kesaksian iman umat percaya akan Allah yang berkarya dalam beragam realitas pergumulan dunia, termasuk dalam krisis. Muatan tema krisis yang lumrah ditemui dalam kesaksian Perjanjian Lama salah satunya ialah krisis pangan atau dapat disebut kelaparan. Kelaparan, merupakan situasi di mana makhluk hidup mengalami kesulitan disebabkan tidak tersedia dan sulitnya akses kepada pangan. Kejadian 41 mencatat kelaparan yang melanda Mesir pada masa Yusuf. Krisis tersebut diasosiasikan bukan sebagai akibat dosa umat sebagaimana teks biblis lain menjelaskannya, melainkan sebuah peristiwa alami, dan Allah memberikan kesempatan manusia untuk mengantisipasi dampaknya. Isu krisis pangan pada Kejadian 41 menemui relevansinya kini. Krisis tersebut menjadi isu global dan memiliki urgensi yang kuat. Tulisan ini didasarkan pada tinjauan eksegese terhadap teks Kejadian 41:46-57, menggunakan metode penelitian kajian pustaka dengan tafsir kritik historis sebagai metode tafsirnya, dan penulisan deskripsi-analisis-reflektif sebagai metode penulisannya. Penggunaan metode tafsir kritik historis berguna dalam upaya membaca kebutuhan konteks historis serta menggali pemaknaan yang lebih utuh terhadap teks didasarkan pada analisa bahasa. Isu Krisis pangan global pada periode sejak 2020 semakin menemui urgensinya. FAO (Food and Agriculture Organzation) memprediksi kemungkinan besar terjadinya krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan, diakibatkan kenaikan harga bahan baku, pandemi, konflik dan krisis iklim. Antisipasi terhadap krisis pangan memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak terkecuali gereja. Dalam konteks NTT, ancaman krisis pangan bukan isu baru. Upaya menyikapinya pada ranah lokal memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tulisan ini memuat implikasi terkait, yakni: mengedepankan aspek kolaboratif, antisipatif dan adaptif pada ranah lokal sebagai upaya mitigasi bersama terkait ancaman krisis pangan. Kolaboratif yakni mau dan rela menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait di luar dirinya yang memiliki kapasitas yang cukup dalam bidangnya; antisipatif, yakni memiliki kepekaan dan perhatian terhadap tanda-tanda zaman; dan adaptif, yakni mengakomodir pemanfaatan sumber-sumber lokal sebagai sarana mitigasi aktif dalam meresponi ancaman krisis pangan. Kata Kunci: Yusuf, krisis pangan, mitigasi, Kejadian 41:46-57, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)

PELAYANAN NIKAH MASSAL “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat GMIT Pniel Tefneno Koro’oto Mengenai Pelayanan Nikah Massal dan Sumbangsih Bagi GMIT.”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pelayanan nikah massal merupakan pernikahan yang dilakukan secara bersama-sama dengan yang menikah berjumlah lima pasang bahkan bisa lebih. Pelayanan nikah massal adalah upaya dari gereja, guna membantu kehidupan ekonomi jemaat sehingga mendapatkan pelayanan pernikahan, tetapi hal ini tidak direspon dengan baik oleh jemaat. Terdapat 21 kepala keluarga (KK), yang belum menikah. Hal ini memberikan dampak seperti anak-anak belum menerima pelayanan baptisan kudus, orang tua tidak mendapatkan pelayan Perjamuan Kudus dan tidak mendapatkan pelayanan ibadah dalam keluarga (ibadah rumah tangga). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat GMIT Pniel Tefneno Koro’oto terhadap pelayanan nikah massal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sehingga penulis mendapatkan data baik melalui wawancara maupun arsip-arsip anggota jemaat. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat jemaat yang belum menikah melalui pelayanan nikah massal, dipengaruhi karena kurangnya persiapan ekonomi, belum melakukan pernikahan adat dan juga kurang mendapat dukungan dari keluarga. Penulis memberikan kesimpulan bahwa adanya jemaat yang belum menikah, karena kesiapan ekonomi yang belum cukup, belum melaksanakan pernikahan adat, dan juga kurangnya dukungan dari keluarga. Sekalipun pernikahan adalah institusi yang ditetapkan oleh Allah yang bersifat kudus. Tujuan dari pernikahan sendiri yaitu menjaga persekutuan hidup laki-laki dan perempuan. Pernikahan merupakan inisiatif Allah kepada manusia. Pernikahan sebagai amanat pemeliharaan penciptaan Allah, karena Allah yang menyatukan laki-laki dan perempuan. Jemaat lebih melihat pada konteks kebutuhan hidup dan kurang memaknai pernikah itu sendiri. Kata Kunci: Pelayanan Nikah Massal, Ekonomi, Budaya, Persekutuan

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MANIKIN DI KELURAHAN TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai

Studi Mengenai Nilai-Nilai Luhur dalam Pemikiran Friedrich Nietzsche Tentang Ubermensch dan Manfaatnya Bagi Pengentasan Kemiskinan di NTT”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK : Kemiskinan di NTT merupakan masalah kehidupan yang terus-menerus mengintai kehidupan masyarakat NTT. Rasa-rasanya kemiskinan sulit untuk diberantaskan. Pemerintah, masyarakat, serta gereja senantiasa bekerja sepanjang waktu untuk memutuskan mata rantai kemiskinan tetapi hasil yang didapat tak kunjung memuaskan. Untuk turut memberi tawaran atas masalah ini, maka tulisan ini ditulis dengan maksud menunjukkan sejauh mana pemikiran Nietzsche tentang Ubermensch bisa memberi sumbangan bagi upaya masyarakat NTT memberantas kemiskinan. Karena itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memeriksa terlebih dahulu sumber-sumber pustaka, baik itu berupa karya tulis ilmiah maupun berita-berita yang dimuat dalam media masa. Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, maka Ubermensch dimaknai sebagai manusia yang sungguh-sungguh mencintai kehidupan di bumi, dengan segala baik-buruknya. Hanya saja, ketika ingin menjadi sosok manusia tangguh, maka seseorang harus berani melepaskan apa yang diyakininya termasuk di dalamnya kepercayaan terhadap Tuhan. Konsep Ubermensch ini menjadi relevan dalam konteks NTT, dalam artian bahwa NTT selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Tentu kenyataan ini adalah sesuatu yang memilukan. Beragam cara sudah dilakukan oleh gereja, maupun pemerintah namun hasilnya kelihatannya nihil. Karena itu, di samping gereja, pemerintah, dan masyarakat bekerja memerangi kemiskinan, tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks NTT. Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep Ubermnesch dalam konteks NTT harus dilihat secara positif sekaligus kritis. Masyarakat NTT tidak juga harus meniadakan keyakinan mereka yang religius untuk bisa menerapkan tawaran dari tulisan ini. Malah sebaliknya, inilah saatnya masyarakat NTT harus memahami bahwa potensi manusia NTT itu luar biasa, dan karena itu jika diperhatikan secara serius pembangunan sumber daya manusianya maka ada harapan bahwa suatu waktu masyarakat NTT bisa keluar dari kemiskinan. Kata Kunci : Nietzsche, Ubermensch, Kemiskinan, NTT, Gereja, Pemerintah

PENGGUNAAN BAHASA SABU DALAM LITURGI KEBAKTIAN MINGGU Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Penggunaan Bahasa Sabu Dalam Liturgi Kebaktian Minggu (Akhir Bulan) di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jemaat Kemah Ibadat Airnona, Klasis Kota Kupang adalah salah satu jemaat GMIT yang secara aktif menggunakan bahasa Sabu dalam aktifitas pelayanan dan interaksi sehari-hari mereka sebagai sebuah persekutuan. Bahasa Sabu dipakai sebagai bahasa awal ketika mereka berinteraksi dengan sesama. Lewat bahasa Sabu jemaat dapat mengerti tentang Firman Tuhan dalam hidup mereka. Dari bahasa Sabu ini juga, pergumulan jemaat untuk memiliki gedung beribadah dapat tercapai meskipun banyak tantangan yang dialami. Peranan bahasa Sabu yang besar juga dapat dilihat melalui penggunan liturgi dalam bahasa Sabu. Sejak berdirinya Gereja Kemah Ibadat Airnona dari tahun 1956 sampai tahun 2022 liturgi bahasa Sabu sangat sering digunakan dalam Kebaktian Minggu, namun seiring perkembangan zaman intensitas penggunaan liturgi bahasa Sabu semakin menurun. Apresiasi menggunakn liturgi bahasa Sabu tetap ada meskipun dalam praktiknya di masa kini dianggap tidak lagi moderen. Jemaat masa kini menganggap bahasa Sabu merupakan bahasa kuno jika dibandingkan dengan bahasa asing linnya. Selain itu adanya keterbatasan jemaat dalam memahami bahasa Sabu sehingga jemaat merasa jenuh ketika liturgi bahasa sabu digunakan. Melalui tinjauan kontekstual secara umum dan pemikiran Bevnas secara khusus mengenai model sintesis, penulis menemukan kesaksian bahwa setiap orang dalam konteks bisa belajar dari konteks yang lain (masa kini bisa terus belajar dari masa lampau). Dari pembelajaran ini akan menghasilkan keterbukaan dialog antara Injil dan kebudayaan. Lewat skripsi ini, penulis menemukan bahwa biarpun perkembangan zaman mempengaruhi pola kehidupan jemaat, namun identitas Jemaat Kemah Ibadat tidak terpengaruhi. Jemaat Kemah Ibadat tetap menggunakan bahasa Sabu dalam liturgi Kebaktian Minggu di akhir bulan sebagai pengingat akan persekutuan dan pergumulan mereka. Kata Kunci: bahasa, liturgi, identitas, persekutuan, pemberitaan injil

ANALISIS HUBUNGAN KINERJA CUSTOMER SERVICE DENGAN PENYELESAIAN KELUHAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG SOE

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS HUBUNGAN KINERJA CUSTOMER SERVICE DENGAN PENYELESAIAN KELUHAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG SOE Oleh : Marlen Yollanda Karimoy Nim : 20410226 ABSTRAK Sumber daya manusia adalah salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi karena kinerja mereka sangat diperhitungkan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan. Bank dalam kehidupan ini sangat memegang peranan penting, apalagi sejak berkembangnya masalah ekonomi, sehingga dalam perekonomian saat ini hubungan bank dalam masyarakat sangat sulit untuk dipisahkan, karna bank juga sangat membutuhkan dana-dana yang berasal dari masyarakat, yang mana hal ini merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pihak perbankan. Maka kinerja customer service sangat penting karena baik buruknya image suatu Bank bergantung dari kualitas pelayanan serta daya manusia yang dimiliki Bank tersebut. Menurut Mangkunegara (2017:67) “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”Sumber daya manusia merupakan suatu modal dasar paling utama dalam setiap organisasi. Dalam perbankan, sumber daya manusia yang sangat berperan dalam menarik nasabah adalah Customer Service. Menurut Kotler (2017): “Keluhan pelanggan adalah bentuk aspirasi pelanggan yang terjadi karena adanya ketidakpuasan terhadap suatu barang atau jasa Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Bagaimana Kinerja Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe, Bagaimana Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe Bagaimana Hubungan Kinerja Customer Service Dengan Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe. Dalam penelian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan data deskriptif kuantitatif, baik library research maupun field research. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Kinerja customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (38,54%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (37 responden). 2. Penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (39,58%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (38 responden). 3. Terdapat hubungan cukup erat antara kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe termasuk kategori interpretasi cukup erat dengan nilai 0,40-0,599 Penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Hal ini ditunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan harga koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, termasuk kategori interpretasi cukup kuat dengan nilai 0,40-0,599. Jumlah responden yang ditetapkan peneliti 96 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara mendatangi nasabah yang sedang mengantri untuk menemui bagian customer service, baik nasabah baru maupun nasabah lama di PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi signifikan antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Implikasi teoritis yang di gunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini sebagai berikut : menurut Kasmir (2018, 216) pengertian customer service secara umum adalah“ setiap kegiatan yang diperuntukan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah”. Bell & Luddington (20017): “Keluhan pelanggan (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang ditunjukkan kepada perusahaan yang cenderung bersifat negatif. Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh maka saran yang dapat menjadi bahan masukan yaitu: Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe, agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja customer service, maka kantor dapat memperoleh kinerja yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan skill serta product knowledge dan penanganan komplain secara efektif agar memberikan peluang untuk mengubah seorang nasabah yang tidak puas menjadi nasabah produk / jasa perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi nasabah yang loyal). Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA KEPAILITAN DI PENGADILAN NIAGA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan? dan Mengapa hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan, dan Untuk mengetahui hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah guna memberikan sumbangsi pemikiran secara ilmiah kepada para penegak hukum, akademisi, dan masyarakat luas terkait hal-hal mendasar tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga, dan agar dapat memperoleh gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi dasar pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan disebabkan Kreditur (Pemohon) memiliki utang terhadap Debitur (Perusahaan); Pemohon (Kreditur) tidak dapat mencairkan uangnya yang telah jatuh tempoh; dan Debitur juga memiliki hutang kepada kreditur lainnya. Selanjutnya alasan hakim Pengadilan Negeri Niaga menyatakan perusahaan pailit adalah Debitur (Perusahaan) Memiliki dua atau lebih kreditur, dan Debitur Tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Oleh sebab itu, saran penulis diharapkan perusahaan atau debitur yang merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan dan diharapkan perusahaan atau debitur merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan lebih dari satu kreditur. Kata Kunci: Sengketa Kepailitan, Pengadilan Niaga