Abstrak
ABSTRAK Jemaat GMIT Syalom Nisum, Klasis Amarasi Barat merupakan salah satu gereja di Amarasi selatan. Jemaat ini sudah ada sejak tahun 1954, hal ini ditandai dengan masuknya Injil ke Amarasi dan sakramen baptisan kudus pertama yang dilayankan di Amarasi Barat, tepatnya di Baun pada tahun 1875. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan praktik kan nitu (pemberian nama orang mati) pada bayi oleh warga jemaat GMIT Syalom Nisum. Sejak kan nitu dipraktikan, pemahaman jemaat terhadap pemberian nama pada bayi yang baru lahir mulai terpengaruh. Ada yang memahami praktik kan nitu sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati pada leluhur, namun ada juga yang memahami praktik ini sebagai bagian dari cara leluhur menunjukkan kehendaknya. Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik kan nitu menjadi penting karena praktik kan nitu mulai dipraktikan dengan kepercayaan bahwa leluhur masih turut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang masih hidup. Warga jemaat GMIT Syalom Nisum percaya bahwa melalui mimpi dan sakit-penyakit, leluhur menunjukkan kehendak atau keinginan mereka. Untuk mengetahui praktik kan nitu warga jemaat GMIT Syalom Nisum, maka penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif. Warga jemaat jemaat Syalom Nisum, meski sudah menjadi Kristen sejak lama, namun mereka tetap menghidupi praktik kan nitu kan nitu yang ditinggalkan leluhur.