· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja pegawai, tercermin dari salah satu misinya yang membangkitkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin yang kuat dan konsisten, namun fenomena yang berlangsung bahwa adanya beberapa pegawai memiliki pola pikir hanya menggugurkan kewajiban tugas. Kinerja pegawai hanya berfokus pada melakukan pekerjaan sesuai dengan bagian mana tempatnya bekerja. Sehingga dalam mengukur kinerja pegawai tentunya harus berkaca pada hasil kerja yang dilakukan. Oleh karena hal tersebut, tidak menjadi lumrah jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan pegawai yang memiliki perilaku seperti : 1. Lamban ketika bekerja, 2. Tidak tepat waktu sesuai target waktu yang telah ditentukan dan 3. Kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan Inilah yang menjadi faktor kurang maksimalnya hasil kerja, tidak hanya itu pegawai saat bekerja ada yang tidak terlalu memperdulikan pekerjaan, seperti : 1. Pulang sebelum waktunya kerja berakhir karena pekerjaan dianggap selesai. 2. Pegawai yang bekerja dengan malas - malasan, 3. Menurunnya prestasi kerja dan rendahnya produktivitas pada saat bekerja sehingga membuat hasil kerja kurang optimal. Hasil kerja pegawai juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dimana hubungan antar pegawai, faktor individu, faktor luar, faktor suasana kerja, dan faktor lingkungan kerja. faktor lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kondisi psikis pegawai, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan individu, waktu kerja yang dibatasi banyaknya pekerjaan yang harus dirampungkan serta peralatan kerja yang kurang menunjang akan ikut berpengaruh terhadap beban kerja pegawai. kinerja pegawai pada kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II didapatkan fakta bahwa suasana kerja tidak harmonis antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, hal ini berimbas pada komunikasi yang kurang baik antara pegawai, serta ketersedian fasilitas kerja yang belum memadai. Hal ini yang menyebabkan pegawai merasa kurang nyaman dan jenuh dengan kondisi yang ada, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan hal ini berimbas pada kinerja pegawai. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja dan lingkungan kerja Terhahap Kinerja Pegawai ( Studi Kasus pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II). Operasional konsep penelitian sebagai berikut. 1. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Sinambela adalah kemampuan individu dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu 2. Motivasi Pegawai Motivasi pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat dari yakni dorongan bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin karena dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya 3. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah suasana dan hubungan antar rekan kerja yang mampu menciptakan kinerja kerja yang lebih meningkat. Hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut Y =6.74+ 0,24x1+ 0,049x2+ 0.05 Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa 1. Nilai konstanta adalah 0.674, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Motivasi dan lingkungan kerja ( nilai X1 dan X2 adalah 0) maka kinerja pegawai sebesar 0,674. 2. Nilai koefisien regresi Motivasi adalah 0,241 artinya jika variabel motivasi (X1) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabellingkungan kerja (X2) dan konstanta (a) adalah nol (0), maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,241. Hal tersebut menunjukan bahawa variabel motivasi yang di sediakan berkontribusi positif bagi kinerja pegawai. sehingga makin tinggi motivasi kerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Nila koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,049 artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabel pengaruh motivasi (X1) dan konstanta 0 (nol ), maka kinerja pegawai sebesar 0,049 hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan kerja yang berkontribusi positif bagi kinerja pegawai, sehingga semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil uji t dan sig, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai (H1) Variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari sinifikan motivasi (X1) 0,00 0,05, dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) = (0.025;30) = 1,99. Berarti nilai thitung lebih besar dari table (7,71> 1,99) maka Ho ditolak H1 diterima. Maka hipotesis variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Sehingga hipotesis yang berbunyi diduga terdapat berpengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. 2. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (H2) Variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari signifikan kompensasi (X2) 0,55 0,05, Dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) =(0.025;30) = 1,99 Berarti nilai thitung lebih besar dari table (2,59>1,99), maka Ho ditolak H1 diterima. Sehingga hipotesis variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 48,58 dengan nilai F tabel adalah 3,11 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 48,58 > 3,11, dan tingkat signifikan 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan H3 di terima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) secarah bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hasil Uji R kuadrat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squaresebesar 0,54. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 54% sisanya 46% dijelsakan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan atas hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 2. Ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG. Sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya dan memiliki peranan yang sangat penting sebagai pelaku yang terlibat dalam menjalankan sebuah organisasi. Pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. selain itu, kinerja pegawai yang baik akan menghasilkan produk atau jasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik sesuai dengan standar sehingga mendapat kepercayaan masyarakat. Untuk menghasilkan kinerja yang tinggi, organisasi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai tenaga kerja yang memadai. Kinerja Pegawai sendiri merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen Dan Standar Operasional Prosedur Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 37 orang dari jumlah populasi sebanyak 60 pegawai. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh pegawai. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 orang pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Nilai thitung 2,449>ttabel 2,032 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Sistem Informasi Manajemen (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). nilai thitung 4,323>ttabel 2.032 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Standar Operasional Prosedur (X2) yaitu pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Nilai Fhitung sebesar 51,458 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 51,458>3,27 dan tingkat signifikan 0,0000,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Sistem Informasi Manajemen (X1) dan Standar Operasional Prosedur (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen dan Standar Operasional Prosedur secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat Nilai Adjusted R Square sebesar 0,737. Angka tersebut menunujukan bahwa sebesar 73,7%. Kinerja Pegawai (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel Sistem Informasi Manajemen dan Standar Operasional Prosedur. Sisanya 26.3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh pendapatan asli daerah, transfer pemerintah pusat dan belanja daerah terhadap kemandirian keuangan daerah. (Studi pada kabupaten kupang provinsi nusa tenggara timur). Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah?, Apakah transfer pemerintah pusat berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah?, dan Apakah belanja daerah berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah? (Studi Pada Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah terhadap kemandirian keuangan daerah, untuk mengetahui pengaruh transfer pemerintah pusat terhadap kemandirian keuangan daerah, dan untuk mengetahui pengaruh belanja baerah terhadap kemandirian keuangan daerah. Adapun konsep dari penelitian ini adalah kemandirian keuangan daerah, pendapatan asli daerah, transfer pemerintah pusat dan belanja daerah. kemandirian keuangan daerah menyatakan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahannya, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Transfer pemerintah pusat atau Dana perimbangan merupakan Dana yang bersumber dari penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah. belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Keuangan Pemerintah Daerah Seluruh Kabupaten Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Laporan Realisasi Keuangan Pemerintah Daerah 22 Kabupaten Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020 Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai R Square sebesar 0,815 atau 81,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatn Asli Daerah X1, Transfer Pemerintah Pusat X2 dan Belanja Daerah X3 berpengaruh terhadap variabel Y Kemandirian Keuangn Daerah ssebesar 81,5%. Sedangkan pengaruh sisanya sebesar 18,5% merupakan variabel lainyang tidak di teliti dalam penelitian ini. Hasil uji regresi secara parsial Pendapatan Asli Daerah (PAD) H1 Menunjukkan nilai β1 2,056 dan Nilai statistik t menunjukkan 15,999 dengan tingkat signifikansi 0,000 Kurang dari 0.05 Maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD). .Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Transfer Pemerintah Pusat (TPP) H2 Menunjukkan nilai β2 -0,256 dan Nilai statistik t menunjukkan -2,728 dengan tingkat signifikansi 0,008 kurang dari 0.05 Maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Transfer Pemerintah Pusat (TPP) berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD). Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Belanja Daerah (BD) H3 Menunjukkan nilai β1 -0,094 dan Nilai statistik t menunjukkan -0,872 dengan tingkat signifikansi 0,387 lebih dari 0.05 Maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Belanja Daerah (BD) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyak siswa yang belum bisa melakukan teknik dasar servis bawah dengan baik dan benar diduga saat guru menerangkan siswa kurang memperhatikan posisi tangan, posisi kaki, perkenaan bola pada tangan, ayunan tangan, Metode pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan metode drill. Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar servis bawah bola voli melalui metode pembelajaran Part and Whole. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar servis bawah bola voli melalui metode pembelajaran part and whole berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 24,94% yaitu dari 66,66% (siklus I) menjadi 91,6% (siklus II).
Simpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli melalui metode pembelajaran part and whole pada SMP Negeri 10 Kupang termasuk kategori baik
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GMIT OESAPA KOTA KUPANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Sesfao, R. Dorkas (*) Natonis, A. Dina(**) Pabala P. P. (**) Dari rendahnya hasil belajar siswa maka peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pemberian tugas kepada siswa.Rumusan masalah apakah ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti.Populasi adalah siswa kelas V SD GMIT Oesapa Kota Kupang, Tahun pelajaran 2021/2022.Yang terdiri dari kelas A 28 Siswa dan kelas B 18 Siswa.Sampel dari penelitian ini sebanyak 2 kelas dan kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas control.Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu Jika t hitung >Nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung nilai tabel 8,18 > 1,684. Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh penggunaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar siswa Kelas V Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti SD GMIT Oesapa Kota Kupang Tahun 2021/2022. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Pemberian Tugas, Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**)
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul: Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerjarja Keuangan Pada Koperasi Budi Artha” masalah yang diambil dalam penelitian ini adalahPengaruh Rasio Profitabilitas Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan Pada Koperasi Budi Artha.
Adapaun konsep pemikiran dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut Profitabilitas merupakan salah satu indikator yang penting untuk menilai suatu perusahaan.Profitabilitas selain digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga untuk mengetahui efektifitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya, Rasio Aktivitas merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya, atau dapat pula dikatakan rasio digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan, Kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efesiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi budi Artha 2016 – 2020
Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi budi artha tahun 2016 -
2020 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan melihat, mempelajari dan menguntip dukumen-dokumen yang berupa laporan keuangan yang dimiliki oleh koperasi budi artha cabang alor
Pada analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator emprik masing-masing konsep sebagai berikutRasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas Kinerjarja Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengn menggunakan regresi berganda sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikutSecara umum rasio profitabilitas berpengaruh positif terhadap rasio kinerja keuangan koperasi Budi Artha.Secara umum rasio aktivitas berpengaruh positif terhadap rasio kinerja keuangan koperasi Budi Artha.Koperasi Budi Artha perlu mempertahankan rasio profitabilitas kerena ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan.Koperasi Budi Artha perlu mempertahankan rasio profitabilitas kerena ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IMPLEMENTASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SD INPRES NOELBAKI
Loid J. Tafully1*, M. Rambu P. Wasak2, Yahya J. Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, implementasi pola hidup bersih dan sehat di SD Inpres Noelbaki sudah di terapkan namun masih ada beberapa siswa yang mampu menerapkannya secara baik dan benar, di karenakan usia yang masih sangat mudah sehingga mereka kurang memahaminya.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pola hidup bersih dan sehat dalam hubungan dengan pendidikan karakter siswa pada SD Inpres Noelbaki.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes, dan siswa kelas III di SD Inpres Noelbaki.
Hasil dan pembahasan: Implementasi pola hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan para guru dan siswa untuk hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pola hidup bersih dan sehat dalam pendidikan karakter sudah di terapkan di SD Inpres Noelbaki dan siswa/siswi sudah dapat menyikapinya namun masih ada beberapa siswa yang menerapkannya secara baik dan benar, di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah.
Simpulan: Implementasi pola hidup bersih dan sehat yang di laksanakan di SD Inpres Noelbaki sudah di jalankan dengan baik. Namun dalam mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat masih ada siswa yang menerapkannya secara benar. Hal ini di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah.
Katakunci: Pola hidup bersih dan sehat;
ABSTRACT
THE IMPLEMENTATION OF CLEAN AND HEALTHY LIFESTYLE IN CHARACTER EDUCATION AT SD INPRES NOELBAKI
Loid J. Tafully1*, M. Rambu P. Wasak2, Yahya J. Palinata3
1,2, Recreation, Health and Physic Study Program, Teacher Training Faculty, Artha Wacana Christian University
email. [email protected]
Backgroud: Latar belakang: SD Inpres Noelbaki has implemented the clean and healthy lifestyle however; some students did not equally apply well in their daily life. It happened as the students were too young to understand the concept of clean and healthy lifestyle.
Aim of study: the aim of study was to know the implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki.
Research method: Descriptive qualitative method was used as a technique to collect the data. The data was collected through observation, interview, and documentation. The techniques of analysing the data were data reduction, data presentation, and conclusion. The samples of research were the headmaster, sports teachers, and the third year students of SD Inpres Noelbaki.
Result and discussion: The implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki was one of the strategies to increase teachers and students’ healthy lifestyle. The result showed that the implementation of clean and healthy lifestyle in SD Inpres Noelbaki increased significantly, however, some students did not implement well in their daily life due to the age problem.
Conclusion: The clean and healthy lifestyle ran perfectly in SD Inpres Noelbaki. However, some students found it difficult to implement in their daily life due to the age issue.
Key words: Clean, healthy, lifestyle
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan batas tidak kena pajak pada pajak subjektif yang diberikan kepada wajib pajak, yang ditentukan dari keadaan diri wajib pajak dan status perpajakannya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peningkatan PTKP terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada dosen fakultas ekonomi ukaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang memiliki NPWP yang berjumlah 24 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) memberikan pengaruh yang positif dan Signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW, yakni meliputi kepatuhan dalam membayar pajak tepat waktu, mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, melaporkan SPT tepat waktu, dan melunasi denda/sanksi administrasi. Sehingga Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak bisa mendorong Wajib Pajak Orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang untuk tetap patuh atau taat terhadap pemerintah dan signifikan sebesar 96,4%
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Implementasi SAK EMKM dalam menyusun laporan keuangan dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi EMKM di era revolusi industi 4.0. Dalam industri 4.0 tidak bisa dihindari oleh pelaku UMKM, dalam era baru ini merupakan hal yang harus dijadikan peluang besar untuk meningkatkan kinerja usaha para pelaku UMKM dengan kemajuan teknologi pelaku usaha bisa memasarkan produk dan dapat mempromosikan produk melalui internet. Dalam dunia berbisnis dituntut untuk menyesuaikan proses bisnis ndalam menciptakan jejaring dan peluang pasar melalui digital marketing.
Dengan adanya SAK EMKM pelaku usaha dibantu untuk menyusun laporan keuangan yang layak agar dapat nmengetahui pemasukan setian hari, bulan bahkan tahunan karena laporan keuangan sangat penting untuk masa depan usaha.SAK EMKM merupakan standar yang dibuat sederhana karena mengatur gtransaksi umum yang dilakukan oleh EMKM dan standar pengukurannya murni menggunakan biaya historis sehingga EMKM cukup mencatat aset dan liabilitas. Dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan merupakan suatu bentuk peningkatan kualitas laporan keuangan yang akan memberikan dampak dalam peningkatan kredibilitas laporan keuangan dimaksud.
Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu SAK EMKM merupakan standar akuntansi keuangan yang berdiri sendiri dapat digunakan oleh entitas yang memenuhi entitas tanpa akuntabilitas public yang signifikan sebagaimana yang diatur dalam SAK ETAP dan karakteristik dalam undang-undang No 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di Kecamatan Oebobo dengan sampel sebanyak 20 UMKM, untuk memperoleh data yang relevan dalam penelitian ini maka, digunkana teknik pengumpulan data yang objektif agar pembahasan lebih mendekati keadaan yang sebernarnya yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan Tanya jawab secara langsung kepada UMKM terkait pemahaman tentang SAK EMKM dan kendala yang dihadapi. Dokumentasi adalah teknik yang mengumpulkam imformasi dari teori-teori dengan mempelajari serta mencatat bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan materi penelitian.
Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dengan wawancara 20 pelaku UMKM hanya 2 UMKM saja yang menerapkan SAK EMKM dalam menyusun laporan laporan keuangan, sedangkan 18 pelaku UMKM belum menerapkan SAK EMKM karena pelaku UMKM memiliki kendala dalam menyusun laporan keuangan dan menyatakan bahwa dalam penyusunan laporan keuangan belum memahami pentingnya laporan keuangan bagi usaha yang dijalankan sehingga mereka masih menggunakan pencatatan yang sangat sederhana meliputi pemasukan dan pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional usahanya, mereka menyampaikan dalam menyusun laporan keuangan belum menerapkan SAK EMKM karena belum paham tentang SAK EMKM dan karena laba yang dihasilkan tidak tentu, oleh sebeb itu kebanyakan UMKM di Kecamatan Oebobo tidak mencatat dalam laporan keuangan, hanya memperkirakan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam transaksi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISISPENGARUHSUASANATOKODANLOKASITERHADAPMINATBELI KONSUMENDISWALAYANGRALYPENFUIKOTAKUPANG Oléh: THEODORATERESAINA NIM:18410165 ABSTAK PénélitianinibértujuanuntukméngétahuipéngaruhSuasanaToko,danLokasi TérhadapMinatBéliKonsuménDiSwalayanGralyPénfuiKotaKupang.Pénélitianini mérupakanpénélitiansurvéydénganménggunakamkuésionérsébagaiinstruménnya. PopulasiyangdigunakandalampénélitianiniadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupang.SampélyangdigunakanadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupangyangbérjumlah100orangdénganménggunakanmétodéPurposivé Sampling. Téknikpéngumpulandatayangdigunakandalam pénélitianiniadalah kuésionér.Métodéangkétataukuésionéradalahtéknikpéngumpulandatayang dilakukandéngancaramémbérsépérangkatpértanyaantértulisképadaréspondén untukdijawabnya.UjivaliditasinstruménménggunakanujiT(ujipérsial),ujiF (Péngujiansécarasimultan)dankoéfisiéndétérminasi(R2) Téknikanalisisyangdigunakanadalahanalisisrégrésilinéarbérgandadéngan tujuanuntukmémbuktikanhipotésisméngénaiadanyapéngaruhsuasanatoko(X1) lokasi(X2) térhadapminatbéli(Y)pérsamaanrégrésibérgandasécaraumum adalahY=a+ 1x1+ 2x2+é.HasilanalisisdénganménggunakanaplikasiSSPS dipéroléhpérsamaanrégrésilinéarbérgandasébagaibérikutY=1,404+0,373X1+0,204 X2+é. Dikétahuithitunglébihbésardarittabél(9,971>1,984),makaHoditolakdan Haditérimadéngandémikiandapatdisimpulkanbahwasuasanatoko (X1) bérpéngaruhtérhadapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfuiKotaKupang. Variabéllokasi(X2)térhadapminatbéli(Y)adalah:0,001>0,05danttabél=t (0,05:100-3-1)=(0,05:96)=1,984.Bérartinilaithitung lébihbésardarittabél (3,4451,984),makaHaditérimadanHoditolakdéngandémikiandapatdisimpulkan bahwalokasi(X2)bérpéngaruhtérhadaapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfui KotaKupang,nilaiFhitungsébésar86.646dantingkatsignifikan0,0000,05maka HoditolakdanHaditérimadapatdisimpulkanbahwasuasanatokodanlokasi bérpéngaruhsignifikantérhadapminatbélikonsuméndisawlayanGralyPénfuiKota Kupang. Hasilpénélitianménémukanbahwa:(1)SuasanaTokobérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(2)Lokasibérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(3) SuasanaToko,Lokasibérpéngaruhsignifikantérhadapminatbéli.Bésarnyapéngaruh SuasanaToko,danLokasitérhadapMinatBéli Darihasipénélitianyangdilakukan,saranpénélitiadalah pérusahaanpérlu mémpérhatikanfactor-faktordalamménciptakansuasanatokokarénasalahsatu usahayangdilakukanpérusahaanuntukmémpértahankanpélanggannyaadalah dénganmémbéripélayanandanfasilitasyangbaik.Pérusahaanpérlulébihmampu mémvariasikandanményésuaikanmusikdéngansuasanatokokarénamusikyang ményénangkanakanmémbuatképutusankonsuménsadardanmémbuatdampak konsuménpadaniatpémbélian.Diharapakanadajugapénélitianlébihlanjut méngénaisuasanatokodanlokasiyangdilakukanséhinggadapatmémbuatinovasi téoribarudibidangusahalainnya. MénurutKotlérdanKélér(2015)méngatakanbahwaminatbélimérupakan sébuahpérilakukonsuméndimanakonsuménmémilikikéinginandalam mémilih, ménggunakan,danméngkomsumsiataubahkanménginginkansuatuprodukyang ditawarkan. Sélainituménurutschiffmandankanuk(2012)bahwapéngaruhékstérnal, késadaranakankébutuhan,péngénalanprodukdanévaluasialtérnatifadalahhal yangdapatménimbulkanminatbélikonsumén.Péngaruhékstérnalinitérdiridari usahapémasarandanfaktorsosialbudaya.Adapunusahapémasaranyang dimaksudadalahbaurankomunikasipémasaran,yaituiklan,promosipénjualan,acara dan péngalaman,hubungan masyarakat dan publistas,pémasaran langsung,pémasaran intéraktif,pémasaran dari mulut kémulut,dan pénjualan pérsonal. Minat béli mérupakan rasa kétértarikan yang dialami oléh konsumén térhadap suatu produk(barang atau jasa)yang dipéngaruhi oléh sikap diluar konsumén dan di dalamnya konsumén itu séndiri.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. JAMINAN KREDIT INDONESIA CABANG KUPANG
Menjelang era perdagangan bebas, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu hal yang dapat yang ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan adalah meningkatkan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut, karena faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu perusahaan adalah manusia. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat, kreativitas dan semangat bagi perusahaan serta memegang peran penting dalam fungsi operasional perusahaan. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan.
Salah satu cara mengoptimalkan kinerja karyawan adalah dengan pemberian balas jasa (insentif) diberikan kepada karyawan agar di dalam diri mereka timbul semangat yang lebih besar untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga produktivitas dan kinerjanya meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan insentif terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan, peneliti serta bagi peneliti berikutnya.
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga sangat penting untuk diperhatikan manajemen perusahaan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pada karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut. Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Dan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi liniear berganda, dengan variabel bebas, yaitu Insentif dan Lingkungan Kerja dan variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Insentif dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa variabel Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,dan variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2 ) adalah sebesar 74,3%, faktor-faktor kinerja karyawan pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Kupang dapat dijelaskan oleh Insentif dan Lingkungan Kerja. Sedangkan sisanya 25,7% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini tentang studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi. Dengan Pra perlakuan volume air yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian selama 2 minggu pada tanggal 07 juni – 21 juni . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga akan menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi yaitu daun utuh dengan jumlah bobot daun tanaman malaleuca leucadendron masing masing 3 KG. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan volume air yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan A, volume air 1 liter dengan nilai volume minyak 0.007 dan presentase redemen 0.75
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KAPASITAS SDM TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KANTOR LURAH SIKUMANA
ABSTRAK
Oleh : Denkri Aldisan Lassa
NIM : 15190052
Beberapa dekade terakhir ini, sering dijumpai fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia, salah satu diantaranya adalah menguatnya tuntutan atas kualitas laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah daerah dimasing-masing daerah dan provinsi termasuk pemerintah pusat. Laporan keuangan pemerintah yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip Kualitas Laporan Keuangan yaitu tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Dalam penyusunan laporan keuangan diharapkan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang merupakan standar mutlak. Masih banyaknya fenomena laporan keuangan pemerintah yang belum menyajikan data-data yang sesuai dengan peraturan dan masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang berhasil ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pemerintah membuat tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance government) meningkat.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kapasitas SDM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kantor Lurah Sikumana”. Sumber Daya Manusia meliputi kapasitasnya yaitu kemampuan seseorang atau individu, organisasi, lembaga, atau suatu sistem umtuk melaksanakan fungsi dan kewenangannya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Laporan keuangan adalah suatu alat pertanggungjawaban atas kinerja keuangan manajemen suatu pemerintahan kepada publik yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Kompetensi sumber daya manusia sangat diperlukan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan.
Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah dengan menyampaikan laporan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan.
Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi.
Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaanya secara efisien, efektif, dan ekonomis. Dalam hal ini pekerjaan yang dihasilkan tidak akan tepat waktu dan terdapat pemborosan waktu serta tenaga. Dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik, SKPD harus memiliki sumber daya manusia berkualitas, yang didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, sering mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mempunyai pengalaman di bidang keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Manfaat dari pada penelitian ini diharapkan dari dapat memberikan sumbangsih sarah dan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan sistem pengendalian laporan keuangan daerah.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan Staf yang keberka pada lingkup Kantor Lurah Sikumana dimana berjumlah total 30 orang yang terdiri dari kepala staf dan seluruh staf yang ada pada kantor Kelurahan Sikumana. metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui cara pembagian kuisioner kepada para responden dan dianalisis menggunakan model analisis regresi linear berganda. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji rehabilitas. Setelah itu dilakukan uji hipotesis yaitu analisis regresi berganda dan juga pengujian secara bersama-sama dan pengujian hipotesis secara persial dengan menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis. Sebelum data yang diperoleh dilakukan uji hipotesis, data harus dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang berkualitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a + β1x + e.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan: berdasarkan hasil analisis regresi nilai signifikansi untuk pemanfaatan teknologi informasi Akuntansi sebesar 0,014 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,01<0,05). Selain itu dapat juga dilihat hasil perbandingan t hitung > t tabel dimana nilai t hitung sebesar -0,21< dari nilai t tabel 1,096. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Kapasitas SDM tidak Berpengaruh terhadap Kualitas laporan Keuangan. Para pegawai di tuntut untuk dapat mengerjakan laporan keuangan sesuai standar Ukuran-ukuran kualitas laporan keuangan tersebut adalah relevan, andal, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan. Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi. Aspek yang paling penting dari pengendalian internal adalah personil. Jika karyawan adalah orang yang kompeten dan bisa dipercaya, pengendalian lain bisa tidak ada dan laporan keuangan yang bisa diandalkan masih bisa dihasilkan.
Berdasarkan hasi penelitian ini diharapkan agar pegawai di kantor kelurahan sikumana mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas Sumber daya manusia. Pelatihan adalah proses sistematis mengubah tingkah laku sesorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan yang baik, harus berkaitan dengan keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaanya. Pengalaman dilihat dari lamanya seseorang bekerja. Dengan pengalaman, seseorang akan terbiasa melakukan suatu pekerjaan dan mempunyai wawasan yang luas serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa di SD Inpres Lasiana.
Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan jasmani di SD Inpres Lasiana adalah 66 sarana dan 1 prasarana tetapi dalam kondisi baik atau yang layak di pakai berjumlah 62 sedangkan yang buruk atau yang tidak layak di pakai berjumlah 4. Untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal, tentunya diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana yang penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana dan dapat memanfaatkan dengan tepat dan seoptimal mungkin pasti akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajarnya.
Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana dalam kategori cukup memadai
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan internet banking dan branchless banking pada ROA dan ROE. Secara umum survey pada tahun 2021 di Indonesia menyatakan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,35 juta pengguna atau setara 76,8%). Melihat potensi ini, banyak bank di Indonesia yang semakin gencar untuk mempromosikan layanan perbankan secara online, yaitu dengan menggunakan media internet. Secara umum Internet Banking merupakan bentuk inovasi di bidang teknologi yang diperuntukan untuk transaksi perbankan pada umumnya seperti transfer, deposito, pembayaran listrik, pulsa telepon dan yang terbaru dapat melihat mutasi rekening selama 6 bulan terkahir. Sedangkan Brancless banking merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dengan beragam yang sukses bertebaran di semua belahan dunia. Ide atau gagasan ini mencakup juga dengan perkembangan teknologi informasi setingkat telepon genggam dan peluang memperluas akses layanan keuangan termasuk perbankan. Aplikasi berbasis teknologi informasi di dunia perbankan ini telah menjadi fokus perhatian perusahaan perbankan di Indonesia. Karena mau atau tidak era globalisasi memaksa sektor perbankan untuk cerdas dalam melakukan bisnisnya mengikuti kemajuan teknologi dalam memanjakan para nasabah. Perbankan Elektronik (e-banking) atau disebut internet banking merupakan salah satu layanan yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan akibat dari perkembangan teknologi dari internet dari tahun ke tahun. Hubungan konsolidasi terhadap dunia perbankan harus mencapai kinerja yang lebih baik, konsolidasi perbankan perlu didukung oleh strategi perbankan agar tujuan konsolidasi dapat tercapai. Konsolidasi Internet Banking merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan daya saing industri perbankan. Dengan konsolidasi Internet Banking diharapkan terjadi peningkatan skalaekonomi bank serta kemampuan untuk menghadapi tantangan dan produk dan layanan berbasis teknologi sehingga memiliki kemampuan adaptasi lebih besar. Dalam penelitian ini menggunakan 2 konsep yaitu Return on assets (ROA) adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan biaya-biaya modal dikeluarkan darimanalisis (Kamsir, 2012) dan Return on equity (ROE) rasio profitabilitas yang membandingkan antar laba bersih (net profit) perusahaan dengan aset bersihnya ekuitas atau modal (Kamsir, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdapat 47 bank yang menjadi perusahaan terbuka. Metode dalam Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik penggambilan sampling menggunakan purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2015) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Alasan pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang penulis tentukan, sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 44 yang berasal dari empat perusahaan perbankan di Indonesia yang memenuhi kriteria yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Danamon, Bank Tabungan Negara (BTN), Sumber data adalah data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perbankan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh dari ROA sebelum dan sesudah di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,199 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,005 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking sedangkan ROE di dapatkan hasil t-hitung sebesar 3,012 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,970. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel atau jika dilihat dari p-value (sig) sebesar 0,007 0,05 maka Ho ditolak dan H2 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap Intenet Banking dan Brancless banking. Hasil penelitian ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pengunaan Internet banking dan brancless banking pada perusahaan perbankan. Hal ini disebabkan meningkatnya laba yang diperoleh bank karena mayoritas bank yang menjadi objek penelitian telah memaksimalkan fasilitas layanan internet banking dan brancless banking pada bank tersebut. Namun masih banyak kekurangan dalam penyediaan layanan internet banking dan brancless banking, sebagian besar hanya menyediakan layanan pengecekan saldo dan transfer dengan kelemahan jaringan, sehingga penggunaan layanan internet banking sebagian besar bank hanya berperan kecil dari keseluruhan transaksi perbankan. Belum maksimalnya penggunaan internet di Indonesia untuk bertransaksi perbankan juga masih menjadi hambatan berkembangnya layanan internet banking. Dengan internet banking bank mampu untuk menghasilkan pendapatan selain bunga lebih besar. Akan tetapi, pendapatan tersebut belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk operasional teknologi internet banking. Sehingga, penerapan internet banking berpengaruh positif dan tidak signifikan pada profitabilitas bank (ROE).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT VISI MEDIA ASIA TBK berdasarkan current ratio quick ratio cash ratio inventory to NWC bahwa belum likuid DAN PT GLOBAL MEDIACOM TBK sudah likuid.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI PADA PT. SURYA BATARA MAHKOTA KOTA KUPANG Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk dapat bertahan, berkembang dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau yang diharapkan konsumennya, karena banyak faktor yang mempengruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 93 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen PT. Surya Batara Mahkota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), dan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis linear berganda Y= a +b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (uji Parsial) berdasarkan hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda Y= a +b1 diperoleh X1 = 11.865 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak Selanjutnya data diperoleh X2 = 4.938 nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X3 = 6.424 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X4 = 8.979 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: produk, harga, lokasi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisi regresi linear berganda maka dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel produk (X1), harga (X2), lokasi (X3) dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,0000,05 dan nilai F hitung lebih besar F tabel (99.701> 2,47) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel produk(X1), harga(X2), lokasi(X3) dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian(Y). Hasil penelitian pada variabel produk (X1) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 11,865 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel Harga (X2) menunjukan bahwa harga memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4.938 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel lokasi (X3) menunjukan bahwa lokasi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6.424 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel promosi (X4) menunjukan bahwa promosi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 8.979 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Kata Kunci: Produk, Harga, Lokasi, Promosi Dan Keputusam Pembelian
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA Pariwisata di masa sekarang menjadi semakin berkembang, hal tersebut dapat dilihat pada sebagian masyarakat yang menjadikan wisata sebagai suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan suatu objek wisata, yaitu dengan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon pengunjung hal tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada objek wisata Pantai Lasiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung pada objek wisata Pantai Lasiana. Variabel yang digunakan adalah Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel Kepuasan Berkunjung adalah variable terikat. Menurut Spillane dalam (Marhanah & Wahadi, 2016) Fasilitas merupakan “sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang”. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pengunjung. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Menurut John J. Sviokla dalam Tjiptono (2012:157) kualitas pelayanan merupakan kontribusi keberhasilan suatu perusahaan yang mampu menciptakan suatu persepsi positif dari pelanggan serta mampu menghasilkan suatu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menurut Kotler dalam (Kristanti & Farida, 2016) “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dari seluruh pengunjung wisata pantai Lasiana. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Fasilitas Wisata dalam kategori tinggi, Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi dan Kepuasan Pengunjung juga berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Berkunjung pada wisatawan di wisata Pantai Lasiana.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACK STRATEGI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA PANTAI TABLOLONG KABUPATEN KUPANG Pengembangan amenitas atau Fasilitas wisata merupakan kunci dalam keberhasilan suatu objek pariwisata, dimana secara keseluruhan kebutuhan wisatawan sangat erat dengan kualitas dan kuantitas pengembangan amenitas, dan di era globalisasi ini wisatawan tentu lebih memilih objek wisata yang memiliki daya tarik, fasilitas, dan akses yang lebih baik, sehingga para instansi/organisasi yang bergerak pada bidang pariwisata harus meningkatkan kualitas produk dari objek wisatanya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi pengembangan fasilisata wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dalam peningkatan kunjungan wisatawaan, strategi pengembangan yang dibutuhkan oleh Wisata Pantai Tablolong kecamatan Kupang Barat dengan cara menidentifikasi komponen pengembangan wisata dengan mengggunakan analisis SWOT. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan Dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini Dokumentasi dan wawancara sampel menggunakan Dokumen RENSTRA. Hasil wawancara atau pernyataan diolah menggunakan analisis SWOT. Analsis SWOT menghasilkan total bobot dan skor pada masing-masing faktor Internal (Kekatan dan Kelemhan), faktor Eksternal (Peluang dan Ancama). Total skor IFAS dan EFAS tersebut dimasukan kedalam diagram Cartesius untuk mengetahui pengembangan Wisata Pantai Tablolong berada pada posis berkembang atau bertumbuh. Untuk mengetahui bagaimana posisi Wisata Pantai Tablolong berdasarkan strategi yang didasarkan pada strategi kekuta dan peluang ( strategi SO), srategi kelemahan dan peluang (strategi WO) , strategi kekuatan dan ancaman (ST), dan strategi kelemahan dan ancaman(strategi WO). Faktor startegi internal dan eksternal dimasukan kedalam tabel IFAS( Internal Facktor Analysis Summary)dan EFAS ( Internal Factor Analysis Summary) untuk mengetahui posis dan strategi yang dibutuhkan. Hasil skor IFAS adalah 3,24 dan skor EFAS 3,54. Skor IFAS dan EFAS dimasukan ke kuadaran matrik internal dan ekternal, Hasilnya bahwa wisata Pantai Tablolong berada pada posisi kudaran I yaitu posisi pertumubuhan (urgen). Matrik space menyebutkan bahwa Wisata Pantai Tablolong berada pada posisi Agresif (berkembang).