2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULU TANGKIS PADA
SISWA KELAS V SD NEGERI OTAN
Addy G.A.Koen1, David Loba 2, Jimmy Ch Atty, 3
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Penelitian ini membahas tentang pembelajaran teknik dasar bulu
tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran
teknik dasar bulu tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan. penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 7 orang
dan guru penjas orkes.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa proses
pembelajaran mengetahui pembelajaran teknik dasar bulu tangkis pada siswa
kelas VI SD Negeri Otan melibatkan beberapa tahapan, yaitu: (1) Tahap
persiapan, meliputi pemanasan dan penjelasan materi; (2) Tahap pelaksanaan,
meliputi latiha teknik teknik dasar bulu tangkis dengan bimbingan guru; dan (3)
Tahap penutup, meliputi evalusai dan pendinginan. Guru menggunakan berbagai
metode pembelajaran, seperti demonstrasi dan pemberian umpan balik. Siswa
menunjukan antusiasme dan moivasi yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran.
Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran, seperti
siswa tidak bisa melakukan teknik dasar bulu tangkis dengan baik dan benar.
Simpulan: Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam
proses pembelajaran teknik dasar bulu tangkis sudah terstruktur sesuai tahapan
demi tahapan. Dalam proses pembelajaran bulu tangkis di SD Negeri Otan yaitu:
1. Pendahuluan ada pemanasan dan Penjelasan materi/tujuan pembelajaran, 2. Inti
pembelajaran ada demonstrasi gerakan dan latihan bertahap dan 3. Penutup ada
pendinginan, evaluasi pembelajaran, pemberian tugas atau latihan mandiri dan
motivasi dan penutup. Hasil pembelajaran teknik dasar bulu semunya memenuhi
kriteria tuntas, dapat dilihat dari hasil observasi penilaian teknik dasar bulu
tangkis di SD Negeri Otan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75,
dari hasil penelianan dari 12 orang siswa semuahnya mampu melakukan teknik
dasar bulu tangkis dengan baik dan benar semuah siswa memenuhi kriteria tuntas
atau mendapat nilai 75 keatas
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada tahun 2024. BUMDes merupakan lembaga ekonomi desa yang dibentuk untuk mengelola potensi lokal secara profesional guna mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan BUMDes diharapkan dapat menjadi penggerak pembangunan ekonomi desa melalui pengelolaan unit usaha, pemanfaatan aset desa, serta pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa, anggota pengurus BUMDes, anggota BPD, dan para aparat desa. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan peran BUMDes berdasarkan indikator modal, motivasi, kepemimpinan, sarana dan prasarana, partisipasi masyarakat, serta dukungan pemerintah desa, kemudian dikaitkan dengan indikator peningkatan pendapatan desa seperti hasil usaha, hasil aset desa, kerja sama, gotong royong, Dana Desa, dan Alokasi Dana Desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Benlutu berperan cukup strategis dalam meningkatkan PADes melalui unit usaha penyewaan alat pertanian, penyewaan fasilitas desa, dan pengelolaan pasar desa. Keberadaan BUMDes dapat meningkatkan pendapatan desa secara bertahap serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Faktor utama yang mendukung adalah kemampuan sumber daya desa, serta keikutsertaan masyarakat dan bantuan dari pemerintah desa. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, kapasitas manajerial pengurus, dan akses pasar yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha agar peranan BUMDes dalam meningkatkan PADes dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Malaka Barat District.Malaka Regency.Rice is one of the main commodities that supports the
local economy in the village .Thisstudy uses a descriptive approach with a quantitative analysis
method to measure and evaluate the income obtained by rice farmers.Data were collected
through direct surveys to farmers using questionnaires that include information on production
cocts .harvest yields.and rice selling prices.The result of the analysis show that the average
income of rice farmers in.Motaulun Village fluctuates which is influenced by variations
between farmers who use modern technology and those who still rely on traditional
methods.This study concludes that increasing farmer income can be achieved through
improving cultivation technology and more efficient resource management.These findings are
expected to provide recommendations for related parties to improve the welfare of rice famers
in the area
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA MIE BASAH DARI BIJI SORGUM (Sorghumbicolor L. Moench) DI DESA UMALOR KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA. Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorgum merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk mengurangi impor terigu, sehingga dapat memperbaiki status gizi dari mie basah yang dihasilkan. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan bahan pangan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada mie basah dari biji sorgum yang terdapat di Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan di Laboratoium Pengawasan Mutu Pangan (PMP) menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu (PO) 100%: 0%, (P1) 60%: 40%, (P2) 50% : 50% (P3) 40%: 60%. Uji proksimat meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan sehingga dilanjutkann uji lanjut Duncan Multiple Reing Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi mie basah, kandungan kadar air tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 61,06%, kadar protein tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 7,91%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 11,34%, kadar abu tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 0,48% dan kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 30,2% Kata Kunci:Sorgum, Mie Basah, Kandungan Gizi, Bahan Pangan,Desa Umalor. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF THE NUTRITIONAL CONTENT OF WET NOODLES MADE FROM SORGHUM (Sorghum bicolor L. Moench) IN UMALOR VILLAGE, WEST MALAKA DISTRICT, MALAKA REGENCY Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorghum is an alternative food source that can help reduce wheat imports and improve the nutritional quality of wet noodles. Compared to other food ingredients, sorghum has relatively high nutritional value. This study aimed to determine the nutritional content of wet noodles made from sorghum seeds originating from Umalor Village, West Malaka District, Malaka Regency. The research was conducted at the Biology Education Laboratory of Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang and the Food Quality Control Laboratory (PMP). The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications, namely P0 (100% wheat flour : 0% sorghum flour), P1 (60% wheat flour : 40% sorghum flour), P2 (50% wheat flour : 50% sorghum flour), and P3 (40% wheat flour : 60% sorghum flour). Proximate analysis was carried out to determine the levels of moisture, protein, fat, ash, and carbohydrates. Based on the results of the ANOVA test, there were significant differences among treatments; therefore, the analysis was continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results of the proximate test showed that the highest moisture content was found in treatment P0 (61.06%), the highest protein content in P0 (7.91%), the highest fat content in P3 (11.34%), the highest ash content in P3 (0.48%), and the highest carbohydrate content in P3 (30.2%). Keywords:Sorghum,Wet Noodles,Nutritional Content,Foodstuffs,Umalor Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan wajib pajak dalam membayar
pajak bumi dan bangunan dikecamatan fatuleu barat, Kabupaten kupang. Pajak
bumi dan bangunan merupakan salah satu sumber penting pendapatan Asli
Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan
publik ditingkat daerah, oleh karena itu tingkat kepatuhan masyarakat dalam
membayar PBB sangat menetukan keberhasilan pemerintah daerah dalam
mencapai target penerimaan pajak. Permasalahan yang mendasari penelitian ini
adalah masih rendahnya tingkat pemenuhan wajib pajak PBB di Kecamatan
Fatuleu Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah wajib pajak yang belum
melunasi kewajiban PBB masih cukup besar, sehingga target penerimaan pajak
belum tercapai secara optimal. Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan
wajib pajak dalam membayar pajak bumi dan bangunan dikecamatan fatuleu
barat, Kabupaten kupang. Pajak bumi dan bangunan merupakan salah satu sumber
penting pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai
pembangunan dan pelayanan publik ditingkat daerah, oleh karena itu tingkat
kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB sangat menetukan keberhasilan
pemerintah daerah dalam mencapai target penerimaan pajak. Permasalahan yang
mendasari penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pemenuhan wajib pajak
PBB di Kecamatan Fatuleu Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah wajib
pajak yang belum melunasi kewajiban PBB masih cukup besar, sehingga target
penerimaan pajak belum tercapai secara optimal.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
survei melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak PBB di lima desa di
Kecamatan Fatuleu Barat, yaitu Desa Nuataus, Poto, Kalali, Naitae, dan Tuakau..
Kuesioner disusun berdasarkan indikator-indikator yang mewakili masing-masing
variabel penelitian dan diukur menggunakan skala Likert. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda linier dengan bantuan
program IBM SPSS versi 24. Sebelum dilakukan analisis regresi, data penelitian
terlebih dahulu diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan
bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Selanjutnya dilakukan uji asumsi
klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji
heteroskedastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data penelitian
memenuhi persyaratan untuk dilakukan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kelima variabel independen yang
diuji, hanya variabel pemahaman pajak yang berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak, Sedangkan Variabel Transparansi penggunaan
dana pajak tidak berpengaruh signifikah terhadap kepatuhan wajip pajak, Variabel
persepsi negatif terhadap pemerintah tidak berpengaruh signifkan terhadap
kepatuhan wajib pajak, variabel sistem administrasi pajak, juga tidak berpengaruh
signifikan terhadapa kepatuhan wajib pajak, dan variabel penghasilan yang rendah
juga tidak berperngaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor utama yang
mempengaruhi kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) di kecamatan
fatuleu barat adalah pemahaman pajak. Sedangakan faktor transparansi
penggunaan dana pajak, persepsi negatif terhadap pemerintah, sistem administrasi
pajak, dan penghasilan yabg rendah tidak menunjukan pengaruh signifikan secara
statistik dalam penelitian in. Penelitian ini memberikan kesan bahwa upaya
peningkatan pemenuhan wajib pajak PBB sebaiknya difokuskan pada peningkatan
pemahaman pajak masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, dan pendampingan
yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai
pajak, diharapkan tingkat pemenuhan wajib pajak PBB di Kecamatan Fatuleu
Barat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa, pemerintah daerah perlu peningkatan
pemenuhan kewajiban pajak bumi dan Bangunan perlu difokuskan pada upaya
peningkatan pemahaman pajak masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, edukasi,
dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pemahaman
pajak yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya
kewajiban membayar pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga tingkat
kepatuhan wajib pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Fatuleu Barat
dapat meningkat secara berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ETNOBOTANI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DI DESA KOPIDIL KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Tanaman obat adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat yang digunakan untuk mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat yang dimanfaatkan, cara pengelolaan tumbuhan obat dan jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman obat oleh masyarakat Desa Kopidil. Metode penelitian menggunakan metode Survey explorative. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies yakni, kemiri, sambiloto, daun ende, mengkudu, pepaya, bawang merah, sirih, pisang, kelor, kapok, bawang putih, jarak merah, binahong, serei, kunyit, pinang, jambu biji, turi, jarak putih, jahe. Organ tumbuhan yang digunakan yaitu pucuk daun, buah, batang, rimpang dan umbi. Penyakit-penyakit yang disembuhkan dengan menggunakan tumbuhan obat yakni perut kembung, malaria, cacar air dan sermpah, menurunkan darah tinggi, bisul, obat lambung, struk dan rematik, bengkak, badan sakit, lidah putih bayi dan panu. Cara pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat di yaitu direbus, ditumbuk/dihaluskan, dikunyah, diperas, diparut, dan digaruk. Kata Kunci: Etnobotani, Tanaman obat, Desa Kopidil. Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT ETHNOBOTARY OD MEDICINAL PLANTS USED BY THE COMMUNITY IN KOPIDIL VILLAGE, KABOLA DISTRICT, ALOR REGENCY Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Medicinal plants are types of plants that have functions and properties as medicines used to prevent and cure various diseases. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants, the parts of medicinal plants that are used, how medicinal plants are managed, and the types of diseases that can be cured using medicinal plants by the people of Kopidil Village. The research method used was exploratory survey. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study, 20 spesies of medicinal plants were obtained, namely candlenut, green chirreta, ende leaves, mengkudu, papaya, shallots, betel, bananas, moringa, kapok, garlic, red castor oil plant, binahong, lemongrass, turmeric, areca nut, guava, gala -gala, white castor oil plant, and ginger. The parts of the plants used were the leaf buds, fruit, stems, rhizomes, and tubers. The diseases cured using medicinal plants were flatulence, malaria, chickenpox and measles, high blood pressure, boils, stomach medicine, stroke and rheumatism, swelling, body aches, white tongue in babies, and tinea versicolor. The processing methods used by the community include boiling, pounding/grinding, chewing, squeezing, grating, scraped, and rubbed. Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Kopidil Village. Information: * Researcher ** Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA Tajo,M.L)* Ledo,S.E.M)** Nge,T.S)*** Perkembangan teknologi dibidang pangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dan kesadaran akan pentingnya makanan dan minuman sehat yang baik bagi tubuh menyebabkan adanya pembuatan minuman bernutrisi yang mengandung beberapa bakteri asam laktat, salah satu produk yang dihasilkan yaitu fruitghurt. Pisang merupakan tanaman yang dapat dijumpai dibeberapa negara terutama di Indonesia. Buah pisang rentan terhadap kerusakan mekanis dan daya simpan rendah. sehingga perlu diolah menjadi fruitghurt. Daging buah pisang dan kulitnya, memiliki kandungan serat pangan, pati, vitamin, mineral dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi, kadar asam laktat, pH, fruitghurt dari kulit dan daging buah pisang mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan sebanyak 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi daging buah pisang mas dan kulit pisang mas pada (PO) 0%, (P1) 10%, (P2) 20%, (P3) 30%. Terdapat 3 tahapan kulit dan daging buah pisang mas dalam penelitian ini yaitu uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi berupa kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Protein berkisar 3,16% - 4,93%, lemak 0,85% - 1,05%, dan karbohidrat 33,84% - 38,69%. Uji kadar asam laktat fruitghurt 0,35% - 0,41%, dan uji pH fruitghurt 3,33% - 3,8%. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi waktu fermentasi terhadap daya simpan fruitghurt pisang mas dan dapat menggunakan pewarna alami lainnya sehingga dapat dihasilkan fruitghurt yang lebih berkualitas.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Loyalitas karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan
keberlangsungan dan keberhasilan suatu organisasi, termasuk organisasi koperasi.
Karyawan yang loyal tidak hanya memiliki komitmen untuk tetap bekerja dalam
organisasi, tetapi juga menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, serta kesediaan untuk
berkontribusi secara maksimal demi tercapainya tujuan organisasi. Dalam praktiknya,
banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan,
terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Kondisi ini juga dialami
oleh Koperasi Timau Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan
adanya tingkat pergantian karyawan yang cukup tinggi. Fenomena tersebut
mengindikasikan perlunya perhatian serius terhadap faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi loyalitas karyawan. Kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja
merupakan tiga faktor penting yang diyakini memiliki pengaruh terhadap loyalitas
karyawan. Kepemimpinan berperan dalam mengarahkan, membimbing, serta
mempengaruhi perilaku karyawan agar bekerja secara efektif dan selaras dengan tujuan
organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan dan sikap karyawan terhadap
berbagai aspek pekerjaannya, seperti pekerjaan itu sendiri, upah, promosi, pengawasan,
dan hubungan dengan rekan kerja.xvi
Sementara itu, motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal
yang mendorong karyawan untuk berusaha, berprestasi, dan mempertahankan
kinerjanya. Apabila ketiga faktor tersebut dikelola dengan baik, maka diharapkan dapat
meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap
loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh karyawan Koperasi Timau Kupang yang berjumlah 37 orang. Mengingat
jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah teknik sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel
penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang disusun
berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian dan diukur menggunakan
skala likert 1–10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan
metode analisis regresi linear berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan),
dan uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara
variabel-variabel penelitian.
Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Kepemimpinan (X1),
Kepuasan Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3), sedangkan variabel dependen adalah
Loyalitas Karyawan (Y). Indikator variabel kepemimpinan mencakup kemampuan
mengambil keputusan, kemampuan memotivasi, kemampuan komunikasi, kemampuan
mengendalikan bawahan, tanggung jawab dan kemampuan mengendalikan emosional.
Indikator kepuasan kerja mencakup pekerjaan, upah, promosi, pengawas, dan rekanxvii
kerja. Indikator motivasi kerja mencakup balas jasa, kondisi kerja, fasilitas kerja,
prestasi kerja, pengakuan dari atasan dan pekerjaan itu sendiri. sementara indikator
loyalitas karyawan meliputi setia pada perusahaan, rela berkorban, dedikasi tinggi,
mempromosikan perusahaan, kemauan bekerja sama, kepatuhan pada aturan, integritas
dan rasa bangga. Hasiil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Kepemimpinan
(X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan (Y). Hal ini
dibuktikan melalui hasil uji t, dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,650 lebih besar
dari t tabel sebesar 1,692, serta nilai signifikan 0,012 > 0,05. Hasil ini menunjukkan
bahwa kepemimpinan memiliki arah pengaruh yang positif terhadap loyalitas
karyawan, namun pengaruh tersebut belum cukup kuat secara statistik untuk
dinyatakan signifikan. Dengan demikian, peningkatan kepemimpinan belum tentu
secara langsung diikuti oleh peningkatan loyalitas karyawan, karena masih terdapat
faktor-faktor lain yang turut memengaruhi loyalitas karyawan di Koperasi Timau
Kupang. Hasil uji t untuk Kepuasan Kerja (X2) juga menunjukkan pengaruh positif dan
signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 3,228 > t
tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kepuasan kerja
memiliki peranan penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan. Semakin tinggi
tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, kepuasan kerja menjadi salah
satu faktor utama yang secara nyata memengaruhi loyalitas karyawan.xviii
Hasil uji t untuk Motivasi Kerja (X3) juga menunjukkan pengaruh positif dan
signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,565 > t
tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa motivasi kerja
memiliki pengaruh yang nyata dan kuat terhadap loyalitas karyawan. Semakin tinggi
tingkat motivasi kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas
karyawan terhadap Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, motivasi kerja menjadi
faktor penting yang mendorong karyawan untuk tetap setia, berkomitmen, dan
berkontribusi secara optimal dalam organisasi. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai
F hitung sebesar 8,058 lebih besar dari F tabel sebesar 2,89, dengan nilai signifikan
0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa secara simultan Kepemimpinan (X1),
Kepuasan Kerja (X2), dan Motivasi Kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap
Loyalitas Karyawan (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ketiga
variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan perubahan
loyalitas karyawan, sehingga peningkatan kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi
kerja secara terpadu dapat meningkatkan loyalitas karyawan di Koperasi Timau
Kupang. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai R2 sebesar
0,370, atau 37,0%. Hal ini berarti bahwa sebesar 37,0% variasi perubahan loyalitas
karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kepemimpinan, kepuasan kerja dan motivasi
kerja, sedangkan 63,0% sisanya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.xix
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang lebih dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan
dan tingkat kepuasan kerja dibandingkan dengan motivasi kerja semata. Oleh karena
itu, pihak manajemen Koperasi Timau Kupang disarankan untuk terus meningkatkan
kualitas kepemimpinan melalui pengembangan kemampuan manajerial dan komunikasi
pimpinan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan kepuasan
karyawan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat loyalitas karyawan,
menurunkan tingkat pergantian karyawan, dan mendukung keberlanjutan serta kinerja
Koperasi Timau Kupang di masa yang akan datang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawa di Koperasi Timau Kupang,
secara parsial kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang, secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang dan secara
simultan kepemimpinan, kepuasan kerjai dan motivasi kerja berpengaruh secara
bersama-sama terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMdes)
dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi Desa sebagai upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Desa. BUMdes sebagai lembaga Ekonomi Desa memiliki posisi
strategis dalam mengelola sumber daya lokal secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus
pada satu Badan usaha milik Desa (BUMdes) yakni pada BUMdes Desa Oesena, Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan dokumentasi.
Hasil penelitian bertujuan bahwa BUMdes belum berperan aktif dalam mengelola
potensi Desa, seperti sektor pertanian, peternakan dan jasa. Meskipun belum sepenuhnya
optimal. Faktor pendukung keberhasilan BUMdes antara lain adalah dukungan pemerintah
Desa dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencangkup keterbatasan
SDM, pemodalan, serta tata kelola yang belum profesional.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimal peran BUMdes memerlukan peningkatan
kapasitas pengelola, penguatan regulasi, serta sinergi antara pemangku kepentingan. Dengan
demikian, BUMdes dapat menjadi pilar utama pembangunan Ekonomi Desa yang
berkelanjutan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Likuiditas dan
Leverage Terhadap Profitabilitas paa PT Telkom Indonesia. Likuditas dan Leverage
merupakan rasio keuangan yang penting dalam menilai kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban keuangannya serta struktur pendanaan yang digunakan
untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan. Tingkat likuiditas dan leverage
yang tidak dikelola dengan kinerja keuangam, khususnya profitabilitas perusahaan.
Profitabilitas yang merupakan salah satu indikator utama dalam menilai
kinerja keuangan perusahaan. Tingakt profitabilitas yang tinggi menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya.
Namun, profitabilitas suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
keuangan, diantaranya adalah likuiditas dan leverage. Likuiditas menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi jangka pendeknya. Perusahaan dengan
tingkat likuiditas yang angat rendah beresiko mengalami kesulitan keuangan,
sedangkan likuiditas yang sangat tinggi dapat mengindikasikan penggunaan aset yang
sabgat efisien. Tingkay leverage yang tinggi dapat meningkatkan resiko keuangan,
namun juga berpotensi meningkatkan profitabilitas jika dana tersebut digunakan
secara produktif . Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap
profitabilitas PT. Telkom Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh leverage
terhadap profitabilitas. Likuiditas diukur dengan menggunakan rumus current ratio
dan quick ratio, leverage diukur dengan menggunakan debt to equity ratio dan debt
to asset ratio , sedangkan profitabilitas diukur dengan menggunakan rumus return on
assets dan return on equity . Sedangkan leverage menunjukkan peran penggunaan
utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah
laporan keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk sejak terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 1995. Peneliti menentukan sendiri sampel yang digunakan dengan alasan
dan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT.
Telkom Indonesia, Tbk periode 2020-2024.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa
dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi yang peneliti
gunakan berasal dari laporan keuangan dan laporan laba rugi, laporan keuangan
neraca dan laporan arus kas tahunan perusahaan Telkom yang dipublikasikan oleh
Bursa Efek Indonesia ( BEI) periode 2020-2024. Teknik analisis data yang peneliti
gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara likuiditas dan
leverage terhadap profitabilitas, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear
Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2).
Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara
parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), dan Leverage
(X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Sedangkan secara
simultan atau secara bersama-sama Likuiditas (X1) dan Leverage (X2) berpengaruh
signifikan terhadap profitabilitas (Y) Pada PT Telkom Indonesia, Tbk. Hal ini
dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear
berganda yang memperlihatkan pengaruh likuiditas (X1) dan Leverage (X2) terhadap
Profitabilitas (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 25,968 sedangkan koefisien b1 = -
0,176, b2= 0,206. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang
memperlihatkan pengaruh Likuiditas (X1), Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y)
adalah sebagai berikut: Y = 25,968 + -0,176 X1 + 0,206 X2 + e. Selain itu hasil uji t
untuk hipotesis pertama yaitu Likuiditas (X1), nilai thitung dan ttabel sebesar -2,745 <
2,262 dengan nilai sig 0,029 > 0,05. Maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu artinya
secara parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas
(Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis pertama yaitu Likuiditas tidak
berpengaruh terhadap Profitabilitas. Hipotesis kedua Leverage (X2), nilai thitung dan
ttabel sebesar 7,799 > 2,262 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho ditolak
dan Ha diterima artinya bahwa secara parsial Leverage (X2) berpengaruh signifikan
terhadap Profitabilitas (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis kedua yaitu
Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Untuk pengujian uji F
ditetapkan, Fhiumg sebesar 44,344 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho
ditolak dan ha diterima, artinya bahwa Likuiditas (X1) dan Leverage (X2)
berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dan Terakhir berdasarkan
perolehan uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya
koefisien determinasi R2 0,906 atau 90,6%. Hal ini menunjukan bahwa besarnya
pengaruh Likuididtas (X1) dan Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) adalah
90,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak
diketahui dalam penelitian ini
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.
Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan
untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui
pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan
adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan
suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial,
budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya
pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan
penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a)
Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa
Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip
Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a)
Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan
kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan
oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan
sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep
profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi,
efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota
di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9
orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3
orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato
Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan
metode wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan
bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan,
Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good
Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah
pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif
kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik
daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan
kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan,
pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan,
pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian.
Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian
yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah
sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam
Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan
tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan
penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik
daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan
oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan tidak melakukan pengamanan hukum
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang
bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta dalam melaksanakan kewajiban perpajakan,
khususnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diterima
atau diperoleh oleh pegawai, yang pada umumnya dipotong dan disetorkan oleh pemberi kerja kepada
negara. PPh Pasal 21 merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara dari sektor pajak,
sehingga tingkat kepatuhan dalam pelaksanaannya berpengaruh langsung terhadap efektivitas
penerimaan negara dan keberhasilan kebijakan fiskal nasional. Perbedaan karakteristik antara instansi
pemerintah dan perusahaan swasta sering kali menyebabkan variasi dalam tingkat kepatuhan
pelaporan serta penyetoran pajak. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perbandingan
kepatuhan antara pegawai negeri dan pegawai swasta di Kabupaten Sumba Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan, yakni bendahara Kantor Camat
Kota Waikabubak dan bendahara SD Negeri Dedekadu sebagai representasi pegawai negeri, serta staf
bagian keuangan MR.DIY Waikabubak dan Indomaret Waikabubak sebagai representasi pegawai
swasta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang berfokus pada
pemahaman informan mengenai mekanisme pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21,
serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan
menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kepatuhan bendahara instansi pemerintah (pegawai negeri) dalam pelaksanaan PPh Pasal 21
lebih tinggi dibandingkan dengan bendahara pada sektor swasta.
Pegawai negeri memiliki sistem administrasi perpajakan yang lebih terstruktur karena
menggunakan aplikasi resmi pemerintah seperti GPP (Gaji Pegawai Pusat) yang secara otomatis
menghitung besaran pajak sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, pengawasan internal
dari instansi dan kewajiban pelaporan rutin memperkuat kedisiplinan administrasi pajak di
lingkungan pegawai negeri. Sebaliknya, pada sektor swasta masih ditemukan kendala seperti
kurangnya pemahaman teknis mengenai peraturan perpajakan, keterbatasan tenaga khusus di bidang
perpajakan, serta minimnya pendampingan atau sosialisasi dari pihak otoritas pajak. Akibatnya,
beberapa perusahaan masih mengalami keterlambatan dalam penyetoran dan pelaporan pajak.
Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
kepatuhan wajib pajak antara lain adalah pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan
perpajakan, sistem administrasi yang digunakan, serta adanya sanksi dan pengawasan dari otoritas
terkait.
Di sektor pemerintah, kepatuhan lebih banyak dipengaruhi oleh sistem dan prosedur yang
bersifat wajib serta pengawasan berjenjang, sementara pada sektor swasta, kepatuhan cenderung
dipengaruhi oleh kesadaran dan inisiatif pribadi bendahara atau pihak keuangan perusahaan. Peran
edukasi dan sosialisasi pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbukti penting untuk
meningkatkan pemahaman dan ketaatan, terutama di kalangan pelaku usaha swasta yang belum
memiliki sistem administrasi perpajakan yang kuat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan pentingnya peningkatan literasi perpajakan, terutama pada sektor swasta, melalui
pelatihan rutin, pendampingan teknis, dan penguatan sistem pelaporan berbasis elektronik seperti e-
SPT dan e-Filing. Pemerintah juga perlu memperluas cakupan edukasi dan pengawasan pajak agar
terjadi kesetaraan kepatuhan antara sektor publik dan swasta. Dengan demikian, peningkatan
kepatuhan Pajak Penghasilan Pasal 21 diharapkan tidak hanya berkontribusi pada optimalisasi
penerimaan negara, tetapi juga menciptakan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh love of money, sifat machiavellian, dan pemahaman perpajakan terhadap persepsi penggelapan pajak (tax evasion) pada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Atambua. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Namun, sistem ini juga membuka peluang terjadinya pelanggaran, salah satunya dalam bentuk penggelapan pajak. Penggelapan pajak merupakan tindakan ilegal yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak yang seharusnya terutang. Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
Persepsi individu terhadap penggelapan pajak menjadi faktor penting karena persepsi tersebut dapat memengaruhi sikap dan kecenderungan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak berpotensi meningkatkan toleransi terhadap tindakan tidak patuh, sedangkan persepsi yang menolak penggelapan pajak dapat memperkuat kepatuhan sukarela. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor psikologis dan faktor kognitif. Dalam penelitian ini, faktor psikologis diwakili oleh variabel love of money dan machiavellian, sedangkan faktor kognitif diwakili oleh pemahaman perpajakan.
Love of money menggambarkan tingkat kecintaan individu terhadap uang dan sejauh mana uang dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Individu dengan tingkat love of money yang tinggi cenderung menempatkan uang sebagai simbol keberhasilan, kekuasaan, dan kebahagiaan, sehingga berpotensi mengabaikan norma etika demi keuntungan finansial. Sifat machiavellian menggambarkan karakter manipulatif, pragmatis, dan cenderung menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan pribadi. Individu dengan sifat machiavellian tinggi umumnya lebih toleran terhadap perilaku tidak etis dan lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Sementara itu, pemahaman perpajakan mencerminkan tingkat pengetahuan dan pengertian wajib pajak terhadap aturan, prosedur, hak, kewajiban, serta manfaat pajak bagi negara. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membentuk sikap yang lebih patuh dan menolak praktik penggelapan pajak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Atambua. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert lima poin. Populasi penelitian adalah seluruh WPOP terdaftar di KPP Pratama Atambua, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik ini digunakan karena populasi yang luas dan keterbatasan akses langsung terhadap seluruh anggota populasi, sehingga responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya yang memenuhi kriteria penelitian.
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu love of money (X1), machiavellian (X2), dan pemahaman perpajakan (X3), serta satu variabel dependen yaitu persepsi penggelapan pajak (Y). Indikator variabel love of money mencakup pandangan bahwa uang adalah ukuran keberhasilan, sumber motivasi utama, dan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Variabel machiavellian diukur melalui indikator kecenderungan manipulasi, pembenaran tindakan tidak etis, dan orientasi pada kepentingan pribadi. Variabel pemahaman perpajakan diukur melalui pengetahuan tentang NPWP, perhitungan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi, dan manfaat pajak. Persepsi penggelapan pajak diukur melalui pandangan responden mengenai benar atau salahnya tindakan penggelapan, dampaknya bagi negara, dan kewajiban kejujuran dalam pelaporan pajak.
Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 melalui beberapa tahap, yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Analisis pendahuluan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Analisis lanjutan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan uji simultan untuk melihat pengaruh bersama-sama, dengan tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel love of money tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang pada responden tidak secara langsung membentuk persepsi yang membenarkan atau menolak penggelapan pajak. Variabel machiavellian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Artinya, semakin tinggi sifat machiavellian yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungannya memiliki persepsi yang lebih permisif terhadap tindakan penggelapan pajak. Individu dengan karakter manipulatif dan berorientasi pada kepentingan pribadi cenderung lebih mudah membenarkan tindakan yang melanggar aturan jika dianggap menguntungkan. Sementara itu, variabel pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak, yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perpajakan responden belum tentu sejalan dengan pembentukan persepsi etis terhadap penggelapan pajak.
Secara simultan, variabel love of money, machiavellian, dan pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor psikologis dan kognitif secara bersama-sama tetap memiliki peran dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap tindakan penggelapan pajak. Variabel yang paling dominan memengaruhi persepsi penggelapan pajak dalam penelitian ini adalah machiavellian. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepribadian dan karakter manipulatif memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan orientasi terhadap uang maupun tingkat pemahaman aturan perpajakan.
Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan perilaku dan psikologis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak, selain pendekatan edukasi formal. Otoritas pajak tidak hanya perlu meningkatkan literasi perpajakan, tetapi juga memperkuat pembentukan nilai etika dan integritas melalui edukasi, sosialisasi, dan strategi komunikasi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan dan perilaku wajib pajak, serta menjadi masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang program peningkatan kepatuhan pajak, khususnya pada Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah KPP Pratama Atambua.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang.
Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²).
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik.
Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik.
Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA MIE BASAH DARI BIJI SORGUM (Sorghumbicolor L. Moench) DI DESA UMALOR KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA. Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorgum merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk mengurangi impor terigu, sehingga dapat memperbaiki status gizi dari mie basah yang dihasilkan. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan bahan pangan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada mie basah dari biji sorgum yang terdapat di Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan di Laboratoium Pengawasan Mutu Pangan (PMP) menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu (PO) 100%: 0%, (P1) 60%: 40%, (P2) 50% : 50% (P3) 40%: 60%. Uji proksimat meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan sehingga dilanjutkann uji lanjut Duncan Multiple Reing Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi mie basah, kandungan kadar air tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 61,06%, kadar protein tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 7,91%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 11,34%, kadar abu tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 0,48% dan kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 30,2% Kata Kunci:Sorgum, Mie Basah, Kandungan Gizi, Bahan Pangan,Desa Umalor. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF THE NUTRITIONAL CONTENT OF WET NOODLES MADE FROM SORGHUM (Sorghum bicolor L. Moench) IN UMALOR VILLAGE, WEST MALAKA DISTRICT, MALAKA REGENCY Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorghum is an alternative food source that can help reduce wheat imports and improve the nutritional quality of wet noodles. Compared to other food ingredients, sorghum has relatively high nutritional value. This study aimed to determine the nutritional content of wet noodles made from sorghum seeds originating from Umalor Village, West Malaka District, Malaka Regency. The research was conducted at the Biology Education Laboratory of Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang and the Food Quality Control Laboratory (PMP). The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications, namely P0 (100% wheat flour : 0% sorghum flour), P1 (60% wheat flour : 40% sorghum flour), P2 (50% wheat flour : 50% sorghum flour), and P3 (40% wheat flour : 60% sorghum flour). Proximate analysis was carried out to determine the levels of moisture, protein, fat, ash, and carbohydrates. Based on the results of the ANOVA test, there were significant differences among treatments; therefore, the analysis was continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results of the proximate test showed that the highest moisture content was found in treatment P0 (61.06%), the highest protein content in P0 (7.91%), the highest fat content in P3 (11.34%), the highest ash content in P3 (0.48%), and the highest carbohydrate content in P3 (30.2%). Keywords:Sorghum,Wet Noodles,Nutritional Content,Foodstuffs,Umalor Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ETNOBOTANI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DI DESA KOPIDIL KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Tanaman obat adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat yang digunakan untuk mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat yang dimanfaatkan, cara pengelolaan tumbuhan obat dan jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman obat oleh masyarakat Desa Kopidil. Metode penelitian menggunakan metode Survey explorative. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies yakni, kemiri, sambiloto, daun ende, mengkudu, pepaya, bawang merah, sirih, pisang, kelor, kapok, bawang putih, jarak merah, binahong, serei, kunyit, pinang, jambu biji, turi, jarak putih, jahe. Organ tumbuhan yang digunakan yaitu pucuk daun, buah, batang, rimpang dan umbi. Penyakit-penyakit yang disembuhkan dengan menggunakan tumbuhan obat yakni perut kembung, malaria, cacar air dan sermpah, menurunkan darah tinggi, bisul, obat lambung, struk dan rematik, bengkak, badan sakit, lidah putih bayi dan panu. Cara pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat di yaitu direbus, ditumbuk/dihaluskan, dikunyah, diperas, diparut, dan digaruk. Kata Kunci: Etnobotani, Tanaman obat, Desa Kopidil. Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT ETHNOBOTARY OD MEDICINAL PLANTS USED BY THE COMMUNITY IN KOPIDIL VILLAGE, KABOLA DISTRICT, ALOR REGENCY Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Medicinal plants are types of plants that have functions and properties as medicines used to prevent and cure various diseases. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants, the parts of medicinal plants that are used, how medicinal plants are managed, and the types of diseases that can be cured using medicinal plants by the people of Kopidil Village. The research method used was exploratory survey. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study, 20 spesies of medicinal plants were obtained, namely candlenut, green chirreta, ende leaves, mengkudu, papaya, shallots, betel, bananas, moringa, kapok, garlic, red castor oil plant, binahong, lemongrass, turmeric, areca nut, guava, gala -gala, white castor oil plant, and ginger. The parts of the plants used were the leaf buds, fruit, stems, rhizomes, and tubers. The diseases cured using medicinal plants were flatulence, malaria, chickenpox and measles, high blood pressure, boils, stomach medicine, stroke and rheumatism, swelling, body aches, white tongue in babies, and tinea versicolor. The processing methods used by the community include boiling, pounding/grinding, chewing, squeezing, grating, scraped, and rubbed. Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Kopidil Village. Information: * Researcher ** Supervisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang ritual A’gam Bahar yang dipraktikkan oleh Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jemaat yang melakukan ritual ini untuk meminta kehidupan yang baik dari arah leluhur, setelah melaksanakan pernikahan kudus. Ritual ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah leluhur masih ada di sekitar mereka, dapat menjaga dan memberikan kehidupan yang baik serta menjauhkan mereka dari berbagai bencana. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat tentang ritual A’gam Bahar dan pelaksanaan ritual A’gam Bahar, meninjau secara teologis ritual A’gam Bahar dan merumuskan refleksi teologis dari ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ritual A’gam Bahar. Informan penelitian berjumlah lima belas orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual A’gam Bahar dilakukan dengan keyakinan arwah leluhur dipercaya memiliki kuasa untuk memberikan kehidupan yang baik, dan dapat menjauhkan berbagai bencana dalam kehidupan pernikahan. Ritual A’gam Bahar memperlihatkan adanya dualisme iman antara Allah dan arwah leluhur. Pemahaman ini bertentangan dengan iman Kristen yang menegaskan Allah satu-satunya sumber kehidupan yang baik. Bertolak dari pandangan Emanuel Gerrit Singgih tentang sikap konfirmasi dan konfrontasi, maka penulis menggunakan pandangan ini untuk melihat ritual A’gam Bahar. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual A’gam Bahar tidak dapat dikonfirmasi, melainkan harus dikonfrontasi dalam terang iman Kristen. Segala sumber kehidupan yang baik hanya bersumber dari Allah, dan Alkitab dengan tegas melarang agar tidak boleh meminta lagi kepada arwah leluhur.