Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: tetelan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Konsentrat Protein Ikan Dari Tetelan Tuna Loin Yang Diekstraksi Dengan Pelarut Isopropil Alkohol.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsentrat protein ikan merupakan produk yang dihasilkan dengan cara menghilangkan lemak dan air sehingga menghasilkan konsentrat dengan protein yang tinggi. Tujuan dari penelitian karakteristik konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang diekstraksi dengan pelarut isopropil alkohol adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui perlakuan ekstraksi terbaik menggunakan pelarut isopropil alkohol terhadap karakteristik kimiawi (kadar air, kadar lemak, kadar protein, dan kadar abu) dan organoleptik pada konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang dihasilkan, (2) Mengetahui perlakuan ekstraksi menggunakan pelarut isopropil alkohol terhadap jumlah mikroba pada konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022, yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk analisis rendemen, uji organoleptik, kadar air, uji mikroba dan di Laboratorium Nutrisi Dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang (kadar lemak, kadar protein dan kadar abu ). Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang diekstrak dengan pelarut isopropil alkohol yaitu pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik terbaik pada perlakuan 3 kali esktraksi dengan kenampakan 7,27, bau 7,71, dan tekstur 9,00 sudah memenuhi SNI-01-2346-2006, pengujian karasteristik kimiawi untuk perlakuan terbaik terhadap kadar air, lemak, protein, dan abu yaitu pada perlakuan 3 kali ekstraksi kadar air 3,55%, kadar lemak 2,98%, kadar protein 80,79% termasuk ke dalam golongan KPI tipe B menurut ketetapan standard mutu FAO (1976), kadar abu 1,25% memenuhi nilai standar mutu yang ditentukan oleh SNI 01-2715-1996, angka lempeng total 2,4 x 104 koloni/g di bawah nilai maksimum yang ditentukan oleh SNI 7388:2009.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBUATAN NUGGET DARI TETELAN TUNA LOIN DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TEPUNG JAGUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), dan digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Tetelan ikan tuna adalah limbah hasil pengolahan tuna loin, yang terdiri dari jenis daging merah dan sebagian daging ikan putih. Tujuan dari penelitian pembuatan nugget dari tetelan tuna loin dengan variasi penambahan tepung jagung adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung jagung yang berbeda terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin (2) Untuk mendapatkan konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk nugget ikan, uji organoleptik dan uji kekenyalan. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein, kekenyalan dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi tepung jagung yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin. Jumlah konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin diperoleh pada semua perlakuan yakni A (600 g tetelan tuna loin : 10% tepung jagung), B (600 g tetelan tuna loin : 20%), C (600 g tetelan tuna loin : 30% tepung jagung) dengan tingkat penerimaan organoleptik memenuhi SNI 7758 : 2013.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSENTRAT PROTEIN IKAN DARI TETELAN IKAN ANGGOLI (Pristipomoides multidens) YANG DIEKSTRAKSI MENGGUNAKAN LARUTAN ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN SUHU PEMANASAN BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsentrat protein ikan adalah bentuk produk yang dibuat dengan cara memisahkan lemak dan air dari tubuh ikan yang merupakan “stable protein” dari ikan untuk dikonsumsi manusia bukan makanan ternak dan dengan kandungan proteinnya lebih dipekatkan dari pada aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan ekstraksi menggunakan larutan isopropil alkohol terhadap nilai organoleptik (kenampakan, bau dan tekstur) dan proksimat (kadar air, kadar protein dan kadar lemak) pada konsentrat protein ikan dari tetelan ikan anggoli (Pristipomoides multidens) yang dihasilkan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 bertempat di PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura sebagai tempat pengambilan sampel, di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk konsentrat protein ikan (KPI) dan pengujian organoleptik, Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri, Kupang untuk pengujian kadar air, kadar lemak, kadar protein dan di PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor untuk pengujian asam amino. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pengamatan secara subjektif (sensorik) meliputi pengamatan kenampakan, bau, tekstur dan objektif (kimiawi) kadar air, kadar protein, kadar lemak. Pengujian organoleptik yang menghasilkan KPI terbaik pada perlakuan suhu ekstraksi 80oC yaitu parameter kenampakan 8,60 (bersih, normal dan cerah), parameter bau 8,33 (harum, spesifikasi tepung ikan) dan parameter tekstur 8,44 (tidak menggumpal, kering dan halus) memenuhi SNI 01-2346-2006. Pengujian karakteristik kimiawi terhadap kadar protein yaitu pada suhu ekstraksi 80oC dengan nilai rata-rata 82,61%, kadar air pada perlakuan suhu ekstraksi 70oC dengan nilai rata-rata 3,63% dan kadar lemak pada suhu ekstraksi 80oC dengan nilai rata-rata 3,94%, hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan (KPI) yang dihasilkan masih termasuk kedalam golongan tipe B menurut ketetapan standar mutu (FAO 1976). Kandungan asam amino yang dominan tinggi pada suhu ekstraksi 70oC yaitu jenis asam amino glutamat (124721,89 mg/kg) dan arginin (90508,71 mg/kg).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail