Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: ekstraksi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSENTRAT PROTEIN IKAN DARI TETELAN IKAN ANGGOLI (Pristipomoides multidens) YANG DIEKSTRAKSI MENGGUNAKAN LARUTAN ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN SUHU PEMANASAN BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsentrat protein ikan adalah bentuk produk yang dibuat dengan cara memisahkan lemak dan air dari tubuh ikan yang merupakan “stable protein” dari ikan untuk dikonsumsi manusia bukan makanan ternak dan dengan kandungan proteinnya lebih dipekatkan dari pada aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan ekstraksi menggunakan larutan isopropil alkohol terhadap nilai organoleptik (kenampakan, bau dan tekstur) dan proksimat (kadar air, kadar protein dan kadar lemak) pada konsentrat protein ikan dari tetelan ikan anggoli (Pristipomoides multidens) yang dihasilkan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 bertempat di PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura sebagai tempat pengambilan sampel, di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk konsentrat protein ikan (KPI) dan pengujian organoleptik, Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri, Kupang untuk pengujian kadar air, kadar lemak, kadar protein dan di PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor untuk pengujian asam amino. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pengamatan secara subjektif (sensorik) meliputi pengamatan kenampakan, bau, tekstur dan objektif (kimiawi) kadar air, kadar protein, kadar lemak. Pengujian organoleptik yang menghasilkan KPI terbaik pada perlakuan suhu ekstraksi 80oC yaitu parameter kenampakan 8,60 (bersih, normal dan cerah), parameter bau 8,33 (harum, spesifikasi tepung ikan) dan parameter tekstur 8,44 (tidak menggumpal, kering dan halus) memenuhi SNI 01-2346-2006. Pengujian karakteristik kimiawi terhadap kadar protein yaitu pada suhu ekstraksi 80oC dengan nilai rata-rata 82,61%, kadar air pada perlakuan suhu ekstraksi 70oC dengan nilai rata-rata 3,63% dan kadar lemak pada suhu ekstraksi 80oC dengan nilai rata-rata 3,94%, hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan (KPI) yang dihasilkan masih termasuk kedalam golongan tipe B menurut ketetapan standar mutu (FAO 1976). Kandungan asam amino yang dominan tinggi pada suhu ekstraksi 70oC yaitu jenis asam amino glutamat (124721,89 mg/kg) dan arginin (90508,71 mg/kg).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSIMINYAKATSIRIDARIKUNYIT(CURCUMALONGALINN)DENGAN PELARUTN-HEKSANA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EKSTRAKSIMINYAKATSIRIDARIKUNYIT(CURCUMALONGALINN)DENGANN PELARUTN-HEKSANA ABSTRAK PenelitiandenganjudulEkstraksiminyakatsiridarikunyitdenganpelarutnheksanatelahdilaksanakanpadabulanjuli2021diLaboratoriumteknologihasil pertanianUniversitasKristenArthaWacanaKupang.Penelitianinibertujuanuntuk mengetahuipengaruhsuhuterhadapprosesekstraksiminyakatsiridarikunyitdengan pelarutn-heksana.Metodeyangdigunakanpadapenelitianiniadalahmaserasidengan ekstraktorxohletpadasuhuyangberbedayaitu70⁰c,80⁰cdan90⁰c.Darihasil penelitianinidiketahuibahwasuhuekstraksisemakinmeningkatmakaprodukminyak atsiriyangdihasilkanjugasemakinmeningkat. Suhuterbaikpadapenelitianiniadalah90⁰ckarenamenghasilkanrendemen sebesar0,07%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK NABATI DARI BIJI FALOAK (Sterculia quadrifi da Br.) DENGAN PELARUT N-HEKSANA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK NABATI DARI BIJI FALOAK (Sterculia quadrifi da Br.) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Fidelis Lende 1 ) Dr.Ir. Godlief F. Neonufa, MT 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang study ekstraksi dan karakterisasi minyak nabati dari biji faloak dengan pelarut n-heksana. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi dan data ilmiah dari proses ekstraksi minyak faloak dengan pelarut N-heksana. Metode yang digunakan adalah Metode maserasi. Variabel yang diamati adalah kadar air, rendemen minyak yang dihasilakan, densitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstraksi minyak nabati dari biji Faloak efektif dilakukan dengan pelarut n-heksana, dan Rendemen minyak faloak yang dihasilkan sekitar 34,9 %, memiliki densitas 0,94 g/m³, dan viskositas 31, 32 ml Pa. Kata kunci : biji faloak, ekstraksi, pelarut n-heksana *( Peneliti ) **( Pembimbing ) x

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail