Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: sumber daya manusia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGEMBAGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR BEA CUKAI ATAMBUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENGEMBAGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR BEA CUKAI ATAMBUA ABSTRAK NAMA : ANGELINO SOARES ALVES NIM : 18410044 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : MANAJEMEN TAHUN PENULISAN : 2023 Suatu organisasi yang mempunyai tujuan yang jelas dan dilengkapi dengan fasilitas, sarana prasarana yang canggih tetapi tanpa didukung oleh sumber daya manusia, maka kemungkinan besar akan sulit mencapai tujuan organisasi yang diharapkan. Cardoso Gomes (2002:3) Sumber daya manusia adalah suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya. Lingkungan kerja mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antara bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja. Bernaddin dan Russel (2011) menyatakan kriteria utama yang dinilai Pegawai yaitu kualitas dimana proses atau hasil dari suatu kegiatan yang sempurna atau melaksanakan kegiatan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kuantitas dimana besaran yang dihasilkan dalam bentuk uang, sejumlah unit atau kegiatan yang diselesaikan. Teknik penelitian ini menggunakan Kuesioner dalam angket tertutup dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Dalam penelitian ini peneliti akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antar variabel bebas pengembangan sumber daya manusia dan lingkungan kerja terhadap variabel terikat Peningkatan kinerja pegawai. Penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,008 artinya pengembangan sumber daya manusia (X1) tidak mengalami kenaikan sebesar 0% maka peningkatan kinerja pegawai (Y) tidak mengalami peningkat sebesar 0,008. Koefisisen tidak bernilai signifikan artinya tidak terjadi hubungan signifikan antara pengembangan sumber daya manusia (X1) dengan peningkatan kinerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan tidak ada hubungan pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) terhadap peningkatan kinerja pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) ditemukan t hitung : 0,073 ˂ t tabel : 1,991 dan tingkat signifikan 0,942 ˃ 0,05. Penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda didapati koefisien regresi (b2) sebesar 0,322 artinya jika lingkungan kerja (X2) mengelami kenaikan sebesar 1% maka peningkatan kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,322. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara lingkungan kerja (X2) dengan peningkatan kinerja pegawai (Y). Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya hubungan pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap peningkatan kinerja pegawai (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung sebesar : 4,232 ˃ t tabel : 1,991 dan tingkat signifikan : 0,000 ˂ 0,05. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara parsial pengembangan sumber daya manusia (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai (Y) di kantor bea cukai atambua.Secara parsial lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai (Y) di kantor bea cukai atambua. Dan secara simultan pengembagan sumber daya manusia dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai di kantor bea cukai atambua. Kata Kunci : Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lingkungan Kerja, Penigkatan Kinerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA, DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya, dan memiliki peran yang sangat penting sebagai pelaku yang terlibat dalam menjalankan sebuah organisasi. Pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan kinerja yang tinggi, organisasi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai tenaga kerja yang memadai. Kinerja pegawai sendiri merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilyah NTT. Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling. Konsep penelitian dalam Skripsi ini adalah Kualitas Sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja teerhadap Kinerja Karyawan. Menurut Flippo (2005:28) menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumbnerdaya lainnya dalam pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan dengan baik dan berdayaguna. Menurut Siagian (2006:67) Profesionalisme kerja adalah keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu ti8nggi waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami. Menurut Dongoran (2001:26) Komitmen kerja adalah suatu keadaan seorang pegawai yang memihak perusahaan tertentu, serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dengan baik. Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 44 orang dari jumlah populasi sebanyak 55 orang pegawai. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner kepada pegawai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 orang pegawai pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Nilai t hitung 3,579 > t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1) yaitu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Nilai t hitung 9,684>t tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Profesionalisme Kerja (X2) Yaitu berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai t hitung 3,033 >t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Komitmen kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai F hitung sebesar 632,362 dengan nilai F tabel adalah 3,27 Sehingga nilai F hitung > F tabel atau 632,362>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 Maka H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1), Profesionalisme kerja (X2), dan Komitmen Kerja (X3) Secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) Pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,978. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 97,8%. Kinerja pegawai (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh Variabel Kualitas sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen kerja. Sisanya 36,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEMBATA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap Kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dan 3) Untuk mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.00 for windows. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa; 1) Sumber daya manusia mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel sumber daya manusia (X1) adalah 0,00<0,05 dan nilai t-hitung 7,202>2,368 sehingga menunjukan bahwa sumber daya manusia (X1) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Budaya organisasi (X2) mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel budaya organisasi (X2) adalah 0,01<0,05 atau 2,485>2,368 sehingga menunjukan bahwa budaya organisasi (X2) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas KesehatanKabupaten Lembata. 3) Manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara simultan mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nila f-hitung 0,00<0,005 atau f-hitung 38,469>3,10 sehingga diketahui bahwa manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, adapun saran yaitu kepada pemerintah Kabupaten Lembata terkhusunya Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kinerja pegawai dengan memperhatikan sumber daya manusia dan budaya organisasi agar seluruh pegawai dapat bekerja semaksimal mungkin untuk melayani maysarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TPI KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTARAK ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk menganalsisi pengaruh pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan organisasi. Sebagai kunci pokok, sumber daya manusia akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi. Tuntutan organisasi untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas semakin mendesak sesuai dengan dinamika lingkungan yang selalu berubah. Dengan keadaan seperti itu, maka sangat perlu bagi suatu instansi pemerintah melaksanakan suatu kegiatan yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi besar terhadap kinerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia mengandung tugas untuk mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu lembaga secara optimal, sehingga sumber daya manusia dapat bekerja secara maksimal untuk bersama-sama mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pada organisasi pemerintahan, kinerja pegawai dalam melakukan tugas atau pekerjaan, sering tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Mereka sering melakukan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi, misalnya 2 sering tidak masuk kerja dan tidak sungguh-sungguh mematuhi peraturan jam kerja. Hal ini akan berakibat tidak baik bagi organisasi karena pekerjaan menjadi sering tidak dapat selesai pada waktu yang ditentukan atau banyak waktu yang tidak terpakai dengan baik. Selain itu, fenomena masih adanya pegawai yang memanfaatkan waktu kerja untuk melakukan hal-hal lain di luar pekerjaannya. Hal ini berakibat pada rendahnya kinerja pegawai karena perhatiannya terbagi dengan aktifitasnya di luar dari kewajibannya sebagai pelayan publik, sehingga pegawai tersebut tidak secara total memberikan pengabdian diri pada organisasi. Organisasi merupakan proses menghimpun pekerjaan yang orang-orang atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaannya, sehingga kewajiban-kewajiban yang dilakukan demikian itu memberikan saluran-saluran terbaik bagi penyelenggara usaha yang efisien, teratur, positif, dan terkoordinasikan, jumlah aparatur sipil negara pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang berjumlah 55 (lima puluh lima) orang. Pegawai atau karyawan dapat mendapat Pendidikan dan pelatihan sebagai instrumen utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mencakup peningkatan pengetahuan, peningkatan keahlian dan keterampilan, perubahan sikap dan perilaku, serta koreksi terhadap kelemahan kinerja. Dengan kata lain pendidikan dan pelatihan dianggap sebagai instrumen kebijakan yang paling efektif untuk mencapai kompetensi kerja yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan, berikut jumlah data aparatur sipil negara yang mengikuti. Dengan hasil penelitian Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi sederhana dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.032 Thitung 0.900 dan nilai signifikan 2.372 yang berarti jika varaibel pengembangan sumber daya sesuai dengan harapan maka akan meningkat pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang. Dengan kata lain pengembangan sumber daya manusia akan sesuai akan sesuai dengan kinerja pegawai. Ini di buktikan dengan t-hitung > t- tabel (2.372 > 1,674) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut Penelitian menunjukan bahwa pengembangan sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap kinerka pegawai pada pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PELAKSANAAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TIMOR TENGAH SELATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasila Pelaksanaan Akuntansi Pemerintah Daerah Satuan Kerja Perangkat Daerah Timor Tengah Selatan, serta yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Apakah Keterlibatan Pengguna berpengaruh terhadap pelaksanaan keberhasilan pelaksanaan akuntansi pemerintah daerah satuan kerja perangkat daerah timor tengah selatan? 2. Bagaimana Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Keberhasilan Pelaksanan Akuntansi Pemerintah Daerah Satun Kerja Perangkat Daerah Timor Tengah Selatan? 3. Bagaimana Pengaruh Pengalaman Merupakan Suatu Proses Pembelajaran Terhadap Keberhasilan pelaksanaan Akuntansi Pemerintah Daerah Satuan Kerja Perangkat Daerah Timor Tengah Selatan? Penelitian ini bertertuju untuk membuktikan: 1.Pengaruh Keterlibatan Pengguna Terhadap 2.pengaruh pendidikan dan peletihan terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Akuntansi Pemerintah Daerah Satuan Kerja Perangkat Daerah Timor Tengah Selatan? 3.Pengaruh Pengendalian Internal Akuntansi Terhadap Keberhasilan pelaksanaan Akuntansi Pemerintah Daerah Satuan Kerja Perangkat Daerah Timor Tengah Selatan. Adapun Konsep Dalam Penelitian yaitu: (a) Keberhasilan Pelaksanaan Akuntansi adalah suatu keberhasilan yang mengumpulkan, mencata, mengimpan, dan mengelola data untuk menghasilkan informasin yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tertentu (Sari danWitono, 2014) Keberhasilan Pelaksanaan Akuntansi yang baik mampu memenuhi kebutuhan pemakai sistem menyelesaikan pekerjaannya (Primayana, 2014) (b) Keterlibatan Pengguna, adalah keterlibatan dalam proses pengembangan sistem oleh anggota organisasi atau anggota dari kelompok pengguna target (Sugiyono,1997 dalam Indriasari dan Nahartyo 2008) keterlihatan pengguna dalam pengembanganketerliatan pengguna dalam pengembangan Pelaksanaan Akuntansi dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan mental dan emosi pegawai dalam situasi kelompok yang menggiatkan mereka untuk menyumbang pada tujuan kelompok serta bertanggungjawab di dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (c) Pendidikan dan Pelatihan, yaitu usaha secara formal untuk tujuan transfer pengetahuan sistem informasi yang disyaratkan yang meliputi konsep-konsep sistem informasi, kemampuan teknis, kemampuan organisasi, dan pengetahuan mengenai produk-produk sistem informasi spesifik.(Sugiyono,1997 dalam Indriasasi dan Nahartyo2008 Sistem Pengendalian Internal adalah kewaajiban pihak manajemen yang penting aspek mendasar dari tanggung jawab penyediaan informasi pihak manajemen adalah untuk memberikan jaminan yang wajar bagi pemegang saham bahwa perusahaan dikendalikan dengan baik. James Hall (2011:180) Populasi dalam penelitian ini adalah 25 pegawai bagian Akuntansi atau penatausahaan keuangan pada Satuan Kerja Perangakat Daerah Dikabupaten Timor Tengah Selatan. dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan mental dan emosi pegawai dalam situasi kelompok yang menggiatkan mereka untuk menyumbang pada tujuan kelompok serta bertanggungjawab di dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUPANG)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Menguji sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. 2) menguji anggaran berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik dan 3) menguji sarana dan prasarana berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.0 for windows. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa; 1) Sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. 2) Anggaran berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik dan 3) Sarana dan prasarana berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Anggaran, Sarana dan Prasarana, Kinerja Organisasi Sektor Publik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN PEMERITAH DAERAH (Studi Pada Badan Keuangan Pendapatan Aset Daerah Di Kabupaten Sumba Barat)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Sumber daya manusia di desa Raenalulu Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI DESA RAENALULU, KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA Oleh: WANSRI PUTRI LAY TUDE NIM : 18410191 Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, karena Peneliti menemukan bahwa terdapat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di desa Raenlulu, Kecamatan Sabu Barat, kabupaten Sabu Raijua belum mencapai 100% karena kurangnya pemahaman aparat desa. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Menurut Jhon B. Miner dan Mary Green Miner Dalam Hasibuan (2013) Perencanaan Sumber Daya Manusia Sebagai suatu proses yang berusaha menjamin dan jnis pegawai yang tepat akan tersedianya pada tempat yang tepat pada waktu yang kan datang, mampu melakukan hal-hal yang diperlukan agar organisasi dapat terus mencapai tujuannya. Simammora 2012 mengatakan Bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia biasanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual atau emosi yang di perlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik. Penelitian ini merupakan Deskriptif kualitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini 6 orang pegawai yang ada di desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Wawancara terhadap Responden, kemudian data di analisis menggunakan analisis deskriptif. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif di ketahui bahwa Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di desa Raenlulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua sangat baik. Indicator dari masing-masing variabel tersebut juga di deskripsikan dengan menggunakan analisis deskriptif. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskripsi di ketahui bahwa Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua salah satu kontribusi pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan secara etis dan social merespon kebutuhan masyarakat dan tantangan melalui tindakan-tindakan terhadap masyarakat yang di berikan oleh desa dengan membantu pegawai dalam pencapaian tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi masyarakat. Kata kunci: Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI NTT Pada setiap organisasi besar maupun organisasi kecil dapat dikatakan bahwa salah satu sumber daya yang sangat penting adalah manusia yang berkedudukan sebagai karyawan, buruh ataupun pekerja. Bagaimanapun majuSnya teknologi dewasa ini yang mampu menggantikan sebagaian besar tenaga kerja manusia, namun masih banyak kegiatan yang tidak dapat menggunakan alat perlengkapan mekanis dan sepenuhnya otomatis tersebut. Dikatakan paling berharga karena dari seemua sumber yang terdapat dalam suatu organisasi, hanya sumber daya manusialah yang mempunyai harkat dan mertabat yang harus dihargai dan dijunjung tinggi. Selain itu sumber daya manusialah yang memiliki kemampuan berpikir secara rasional (Prabu Mangkunegara 2011). Menurut,Rumawas 2018 pengembangan sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang cepat dan persaingan secara global, dengan segala upaya pelatihan dan pengembangan karyawan dipersiapkan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan tentunya peningkatan kinerja menjadi tujuan akhir. Menurut Mulyadi dan Veithzal Rivai (2011) menerangkan bahwa gaya kepemimpin merupakan pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin dalam rangka mencapai sasaran organisasi. Menurut Husein Umar (2012) pengertian kinerja pegawai adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 59 orang dari jumlah populasi sebanyak 59 orang pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT.teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Persial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi, dari hasil peneliti yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, secara persial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 14,324 sedangkan koefesien regresi b1ˡ = 0,453, b² adalah 0,225.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) gaya kepemimpinan (X2) kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 14,324+ 0,453 X1 + 0,225 X2 +e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengembangan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengembngan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 5.091 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh gaya kepemimpinan (X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X2) ditemukan t hitung = 3.139 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,00. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 32.830 lebih besar F tabel = 3,16 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.540 atau 54,0%. Hal ini berarti besarnya pengaruh pegembangan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 54,0%. Sedangkan pengaruh sebesar 46% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Pengembangan sumber daya manusia, Gaya kepemimpinan, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah kabupaten kupang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengelolaan keuangan pemerintah daerah harus didasarkan pada good governance government, yaitu pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Manajemen keuangan publik. UU No.17/2013 mengatur tentang keuangan negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban. Salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban adalah laporan keuangan pemerintah. Berdasarkan PP 17/ 2010, keandalan pelaporan keuangan adalah informasi dalam laporan keuangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. . Populasi dalam penelitian ini adalah BPKAD Kabupaten Kupang. Alat analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan pengawasan keuangan, sistem pengendalian intern, sumber daya manusia, dan penggunaan teknologi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan keuangan daerah, sistem pengendalian intern, sumber daya manusia, teknologi informasi berpengaruh secara simultan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah, pengawasan keuangan daerah nila hanya berpengaruh secara parsial terhadap informasi pelaporan keuangan daerah.  Kata kunci : pengawasan keuangan daerah, sistem pengendalian internal, sumber daya manusia, teknologi informasi, nilai informasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Susana Brenga Bao, nim 17412064, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Keuangan Daerah , Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian Ini Berjudul “ Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Daerah, Kabupaten Flores Timur” Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas laporan keuangan daerah Kabupaten Flores Timur Pada Badan Pengelolah Keuangan Dan Aset Daerah dan penelitian ini dengan menggunakan metode kuiseoner dan adapun digunakan analisis penadahuluan dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur didapat Thitung dimana 1,693 dengan signifikansi 0,021 oleh dimana 0,021 oleh dimana 0,021 <0,05 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan anatara penggunaan teknologi informasi didapat Thitung 2,705 dengan signifikan 0,000<0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN PERTANIAN BAGI MASYARAKAT DESA PUKDALE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEREKONOMIAN DESA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa sebagai sektor pemerintahan yang paling kecil di Indonesia, meskipun demikian desa memiliki juga memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Negara ini. Hal ini dikarenakan suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apa bila masyarakat pada setiap daerah di negara yang bersangkutan memiliki tingkat kehidupan yang sejahtera, dalam artian setiap masyarakat harus memiliki pendapatan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Secara umum di Desa Pukdale ada dua sistem pengolahan pertanian yang dikenal masyarakat yakni: modern dan tradisional. Sistem pengolahan modern dapat dilihat dari pengolahan pertanian (sawah) yang telah menggunakan alat-alat pertanian seperti traktor dan rontok sedangkan pada sistem pengolahan tradisional masyarakat hanya membersihkan lahan, kemudian ditanami (kebun). Pemberdayaan masyarakat desa Pukdale merupakan suatu proses penyelenggaraan pembangunan melalui pembinaan dan pelatihan. Dalam pelaksanaannya, sesungguhnya merupakan upaya-upaya sadar dari masyarakat dan pemerintah baik dengan menggunakan sumber daya yang bersumber dari desa, bantuan pemerintah maupun bantuan organisasi-organisasi/ lembaga domestik maupun internasional untuk meciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan masyarakat. Salah satunya pemberdayaan masyarakat tani di Desa Pukdale. Pemberdayaan yang ada di Desa Pukdale berkaitan dengan pertanian dimana para petani dilatih dan diberikan ilmu untuk dapat memahanmi pola-pola bercocok tanam, memahami struktur tanah, pembibitan tanaman, pemupukkan pada tanaman dan pengelolaan hasil prttaninya sehingga desa akan menciptakan masyarakat yang lebih maju, mandiri dan kreatif

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Determinan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Pada Sektor Kesehatan (Studi Pada UPTD Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Walburga Saria Jelita; 17192171 “Determinan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Pada Sektor Kesehatan, pada UPTD Puskesmas Borong, Manggarai Timur”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini terdiri dari satu variabel terikat (Y), dan dua variabel bebas (X). Persoalan dalam penelitian ini dijelaskan secara empiris apakah variabel Sumber Daya Manusia (X1) dan Pemanfaatan Teknologi Infomasi (X2) berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Infomasi Akuntansi (Y) pada UPTD Puskesmas Borong. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai UPTD Puskesmas Borong, sedangkan Sampel yang diambil adalah pegawai pada bagian sekretariat dan keuangan yang berjumlah 34 responden, dengan metode pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Teknik analisis data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Pengujian hipotesis dengan menggunakan alat regresi linear berganda dan menggunakan alat statistika SPSS 2020. Kualitas sistem informasi akuntansi adalah kualitas keluaran (output) informasi yang memiliki karakteristik relevan, terpercaya, lengkap dan tepat waktu guna untuk digunakan pada saat pengambilan keputusan dan mengukur kinerja suatu organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas sistem informasi akuntansi yaitu Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Menurut Sayuti Hasibuan (2000: 3) sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut. Menurut Nurhaliza (2014) dengan adanya teknologi informasi membantu pengguna dalam memudahkan pekerjaannya dan dibutuhkan penggunaan teknologi informasi yang memadai, seperti tersediannya perangkat komputer baik hardware maupun software yang mampu menghasilkan informasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kulitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong. (2) Pemanfaatan Teknologi Informasi Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kulitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia pada pegawai. sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan keinerja pegawai pada dinas peternakan kabupaten kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah Stratengi pengembamgan sumber daya manusi dan kinerja pegawai. Menurut Hasibuan, (2011:68). Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia pada dasarnya tidak hanya melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya. Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah organisasi atau organisasi berkembang secara lebih dinamis. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 48 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis des kriptif presentase diketahuai bahwa. Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam kategori sedang, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa Strategi pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,713 yang berarti semakin baik Strategi pengembangan sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kualitas Kerja, dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA KUPANG Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengembangan sumber daya manusia, kualitas kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kinerja Pegawai sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kuaitas kerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kualitas kerja yang baik. Suatu instansi dapat berkembang jika dalam segala kegiatan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dari para pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia adalah dengan memperhatikan kualitas pegawai.kinerja pegawai merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dalam bekerja di tempat kerja. Selain itu, kinerja pegawai juga perlu diperlihatkan karena kinerja yang baik dapat mempengaruhi hubungan kualitas kerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalahpengembangan sumber daya manusia,peningkatan kualitas pegawai ,kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota KupangTeknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kinerja pegawai berada dalam kategori baik, pengembangan sumber daya manusia dalam kategoribaik, dan kualitas kinerja ketegori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa kinerja pegawai mempunyai hubungan positif dengan pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.21di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,533 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Pengembangan Sumber daya manusia dan Kinerja pegawaisedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,001 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai Berdasarkan pada tabel 4.22uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,682 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Kualitas Kerja dan Kinerja Pegawai. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variable kualitas kerja dan Kinerja Pegawai . Berdasarkan pada tabel 4.23 uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,466 yang artinya terdapat yang kuat antara pengembangan Sumber Daya Manusia dan kualitas kerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara Variabel Kualitas Kerja (X2) dan Kinerja Pegawai (Y)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail