ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) merupakan sayur-sayuran yang berperan penting pada usaha peningkatan produksi hasil pertanian dan pemenuhan gizi masyarakat. Tomat memiliki komposisi zat mikro yang cukup baik, mengandung protein, karbohidrat, lemak kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan vitamin C. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk Plant Growth Promoting Rhyzobacteria ( PGPR) dan kompos kotoran sapi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian untuk mengetahui konsentrasi atau perlakuan terbaik penggunaan pupuk PGPR dan kompos kotoran sapi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). A= kontrol tidak pakai pupuk PGPR dan kompos kotoran sapi B= menggunakan pupuk PGPR 15 g C= menggunakan pupuk kotoran sapi 20 g D= PGPR dan kompos kotoran sapi 25 g. Data yang di peroleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian di lanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf ( a = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk Plant Growth Promoting Rhyzobacteria (PGPR) Dan Kompos Kotoran Sapi Terhadap Hasil Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum) terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, bunga dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 4 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 25 g memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun, bunga dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DARI AMPAS TEBU DAN LIMBAH TERNAK SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum Lycoersium L). Du Santus, M. I,)* Solle, H. R. L,)** Daud, Y, )** Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan salah satu komoditas horticultural yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya tanaman tomat yang tidak memperhatikan faktor lingkungan yaitu seringkali para petani menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian perlakuan pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat karena kandungan haranya yang lengkap baik mikro maupun makro dan juga mampu memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersium L). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi pada dosis 75 g lebih baik karena semakin banyak dosis pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi menyebabkan kandungan nitrogen bertambah sehingga pertumbuhan primer semakin optimal oleh karena itu disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersiumL) sehingga menghasilkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: pupuk organik, ampas tebu, kotoran sapi, tanaman tomat,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Variasi Konsentrasi Hasil Fermentasi Kotoran Sapi Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora). Ufi, Y, S.)* Solle, H R. L.)** Nitsae, M.)** Kopi merupakan tanaman perkebunan yang menjadi komoditas pertanian yang berperan penting dalam mendukung kehidupan perekonomian masyarakat. Faktor yang menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman kopi adalah tanah yang kurang subur sehingga dapat menyebabkan rendahnya produktivitas dan mutu tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Penelitian deskriptif kuantitatif ini terdapat 4 perlakuan termasuk kontrol, yaitu N_0 (Kontrol), N_1 (50ml HFKS + 250ml air), N_2 (100ml HFKS + 250ml air), N_3 (150ml HFKS + 250ml air) Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deksriptif. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi berpengaruh signifikan terhadap daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun, dimana konsentasi terbaik pada perlakuan N_3 (150ml HFKS + 250ml air) nilai terbaik masing-masing parameter uji adalah rata-rata daya kecambah 12,05 %, rata-rata laju perkecambahan 16,00 hari, rata-rata tinggi tanaman 12,05 cm, rata-rata jumlah daun 4,00 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian hasil fermentasi kotoran sapi memberikan pengaruh signifikan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) Kata Kunci : Benih, Kopi Robusta (Coffea canephora), Fermentasi, Kotoran Sapi Keterangan: )* Penulis )** Pembimbing