ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L)” (Modok, Y.N)* (Solle, H.R.L)** (Theedens, R.G.P.M)** Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang sangat kaya akan sumber bahan pangan yang sangat tinggi salah satunya adalah terung (Solanum melongena L.). Buah terong memiliki kandungan mineral dan vitamin yang cukup lengkap, namun buah terong memiliki kandungan fosfor yang rendah. Terung memiliki manfaat sebagai obat kanker, hipertensi, dan asma. Terung digunakan sebagai sayur karena mengandung protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang paling tepat untuk menigkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Botani Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dari bulan November sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), faktorial yang terdiri dari 2 faktor 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 48 unit percobaan. Selanjutnya akan dianalisis dengan anova dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan hasil yang signifikan dari semua parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Dalam penelitian ini konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang tepat terdapat pada konsentrasi 150 ml dan konsentrasi 200 ml dengan perlakuan P3A3. Kata kunci : Pupuk Organik Cair NASA, Air Kelapa Muda Keterangan : * Penulis ** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro”
Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)**
ABSTRAK
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kapas (Gossypium hirsutum L.) Merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting. serat kapas dapat dijadikan sebagai benang,bahan dasar baju dan kapas rumah sakit. salah satu kebiasaan masyarakat menanam bibit kapas secara langsung tanpa perlakuan apapun sehingga bibit kapas yang ditanam tidak tumbuh. Perlu adanya upaya yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang singkat agar dapat mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu upaya untuk meningkatkan bibit dan pertumbuhan tanaman kapas yaitu dengan pemberian giberelin dan air kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi giberelin dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan benih kapas. Penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial. faktor pertama berupa giberelin dengan 2 taraf perlakuan terdiri atas 0 ppm 150 ppm 200 ppm. Faktor kedua berupa air kelapa muda dengan 2 taraf perlakuan terdiri atas 0 ppm 150 ppm 200 ppm. Setiap perlakuan dan kontrol dikombinasikan sehingga tercipta 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT, jika Fhitung