Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: peran gereja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PASTORAL BAGI PEMUDA Tinjauan Teologi terhadap Peran Gereja bagi Pemuda Burnout di Jemaat GMIT Siloam Battuna, Klasis Amarasi Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan rohani yang dapat dialami oleh pemuda gereja akibat tuntutan pelayanan yang intens serta tekanan pekerjaan dan tanggung jawab kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Jemaat GMIT Siloam Battuna, mengkaji peran pastoral gereja bagi pemuda yang mengalami burnout, serta menelaah masalah burnout tersebut dari perspektif konseling pastoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pemuda yang menjadi responden, terdapat 9 orang pemuda yang mengalami gejala burnout. Gejala tersebut meliputi kelelahan fisik dan emosional, menurunnya semangat dan motivasi dalam pelayanan, kecenderungan menarik diri dari persekutuan, serta gangguan dalam kehidupan sosial dan spiritual. Burnout yang dialami pemuda disebabkan oleh faktor internal, seperti kesulitan mengelola stres dan membagi waktu, serta faktor eksternal, seperti beban pelayanan gereja, tuntutan pekerjaan, dan tekanan ekonomi keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemuda yang mengalami burnout umumnya belum mendapatkan pendampingan pastoral yang mendalam dan spesifik dari gereja. Analisis pastoral memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pemuda yang mengalami burnout dengan pelayanan gereja yang tersedia, yang masih bersifat umum. Tinjauan konseling pastoral dan pandangan Alkitab menegaskan bahwa burnout bukanlah kelemahan iman, melainkan kondisi manusiawi yang membutuhkan pemulihan holistik. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan pastoral yang empatik, pembinaan spiritual yang seimbang, serta penataan pelayanan yang menghargai keterbatasan manusia demi kesejahteraan pemuda sebagai generasi penerus jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BERJUMPA DENGAN ALLAH DI SAWAH : Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual terhadap Kehidupan Para Petani dan Relevansinya Bagi Peran Gereja di GMIT Kasih Karunia Oesao, Klasis Kupang Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah mengenai kehidupan para petani di GMIT Kasih Karunia Oesao, ditinjau dari teologi kontekstual dan relevansinya bagi peran Gereja di GMIT Kasih Karunia Oesao. Dalam realitas yang ditemukan bahwa kehidupan para petani juga menjadi tempat perjumpaan dengan Allah di sawah, melalui kerja, penderitaan, dan keberhasilan para petani. Maka penulis menemukan bahwa Gereja masih memiliki keterbatasan untuk menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani. Gereja diharapkan untuk melihat kehidupan para petani yang merupakan tempat Allah hadir dan berkarya di dalamnya untuk membangun suatu program yang menjawab kebutuhan para petani. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis, dan reflektif. Dalam menganalisis kehidupan petani, penulis menggunakan teori C.S Song yang menekankan kehadiran Allah dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawah tidak hanya sebagai sumber kehidupan para petani, tetapi sawah merupakan pusat kehidupan. Maka itu, teologi para petani dibangun dari penderitaan, kerja keras, dan ketergantungan pada alam. Untuk itu, penulis memberikan sumbangsih bagi pelayanan Gereja untuk dapat menghadirkan pelayanan yang kontekstual bagi para petani berdasarkan teologi para petani dengan menjadi Gereja yang kontekstual, berdampak pada masyarakat sosial, dan menjalankan pelayanan yang holistik bagi masyarakat pedesaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN GEREJA DALAM LITERASI PENDIDIKAN "Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Peran Gereja dalam Mengatasi Tuna Aksara di GMIT Imanuel Mio-Klasis Amanuban Selatan"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERANAN GEREJA DALAM LITERASI PENDIDIKAN Ongki Rivaldo Adu Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia email: [email protected] Tuna aksara merupakan masalah yang mendunia. Tuna aksara bukan hanya terkait dengan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung, tetapi berpengaruh pada kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Nusa Tenggara Timur, secara khusus kabupaten Timor Tengah Selatan, kecamatan Amanuban Selatan, Desa Mio tidak terlepas dari masalah tuna aksara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak sebagai penyandang tuna aksara tersebut. Pemerintah dan gereja sepatutnya bekerja sama dengan baik. Menanggapi persoalan tuna aksara tersebut, maka gereja turut terpanggil untuk menyatakan perhatiannya melalui peran sosial gereja. Dalam karya ilmiah ini, penulis menggambarkan tentang peran sosial GMIT Imanuel Mio bagi penyandang tuna aksara jemaat GMIT Imanuel Mio dipandang dari teori teologi sosial. Tujuannya, gereja-gereja masa kini dapat belajar dari peran sosial yang dilakukan untuk lebih terlibat dalam menanggapi persoalan sosial dalam jemaat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang dimaksud ialah dengan menggunakan sejumlah litaratur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis, melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian di Jemaat GMIT Imanuel Mio, Klasis Amanuban Selatan. Untuk mengetahui peran sosial gereja, maka penulis memilih beberapa orang menjadi informan bagi penulis. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunakan untuk mengkaji peran sosial gereja, maka hal yang penulis dapatkan ialah peran sosial yang dilakukan GMIT Imanuel Mio didasari pada motivasi yang benar yaitu melihat diri sebagai konsep imago dei dan manusia baru untuk menjadi uluran tangan Kristus melalui penyandang tuna aksara. Peran sosial gereja yang dilakukan ialah melalui pemberdayaan dengan program motor pustaka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DI KALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DIKALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT Tein, M,S)* Metboki, M)** Natonis, D)** Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah factor-faktor apakah yang menyebabkan minimnya peran gereja daam mencegah minuman keras di kalangan pemuda Ebenhaezer oefau Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran gereja dalam mencegah penyalgunaan minuman keras pada pemuda Ebenhaezer oefau. Yang merupakan populasi dalam penelitian ini adaah badan pengururs gereja Ebenhaezer Oefau, dan Tokoh masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka sampel dalam penelitian ini yakni Ketua majeis, UPP dan BPP pemuda, Tua Adat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian di lakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran gereja sangatlah penting dalam mencegah pemuda yang mengonsumsi minuman keras kerena gereja memiliki tanggung jawab yang etis untuk memberikan nasehat atau arahan pada pemuda agar tidak di perbudak oleh minuman keras yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. kesimpulannya adalah Faktor utama yang menyebabkan minimnya peran gereja dalam mencegah penyalah gunaan minuman keras adalah pendampingan atau bimbingan dari gereja dan orang sekitar. Dalam hal ini Peran gereja merujuk pada peran pendeta,UPP dan BPP pemuda serta tokoh adat. Pendeta sebagai ketua majelis pada gereja yang berperan mencegah penyalah gunaan minuman keras pada kalangan pemuda sangatlah penting, dalam hal ini Pendeta sebagai penasehat dan pembimbing yang mengarahkan atau mencegah pemuda agar tidak terlibat dalam praktek minuman keras. Maka penulis memberi saran kepada : Pendeta harus mengadakan PA setiap minggu untuk membimbing pemuda agar terhindar dari penyalah gunaan minuman keras, ketua UPP dan BPP harus mengumpulkan pemuda atau menyusun jadwal PA bagi pemuda setiap minggu agar dapat dibimbing untuk menjauhi penyalah gunaan minuman keras, dan tokoh adat perlu mengadakan pertemuan khusus dengan Pendeta, UPP dan BPP serta orang tua dalam mencari solusi untuk mengatasi pemuda dalam penyalah gunan minuman keras.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail