ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan rohani yang dapat dialami oleh pemuda gereja akibat tuntutan pelayanan yang intens serta tekanan pekerjaan dan tanggung jawab kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Jemaat GMIT Siloam Battuna, mengkaji peran pastoral gereja bagi pemuda yang mengalami burnout, serta menelaah masalah burnout tersebut dari perspektif konseling pastoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pemuda yang menjadi responden, terdapat 9 orang pemuda yang mengalami gejala burnout. Gejala tersebut meliputi kelelahan fisik dan emosional, menurunnya semangat dan motivasi dalam pelayanan, kecenderungan menarik diri dari persekutuan, serta gangguan dalam kehidupan sosial dan spiritual. Burnout yang dialami pemuda disebabkan oleh faktor internal, seperti kesulitan mengelola stres dan membagi waktu, serta faktor eksternal, seperti beban pelayanan gereja, tuntutan pekerjaan, dan tekanan ekonomi keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemuda yang mengalami burnout umumnya belum mendapatkan pendampingan pastoral yang mendalam dan spesifik dari gereja. Analisis pastoral memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pemuda yang mengalami burnout dengan pelayanan gereja yang tersedia, yang masih bersifat umum. Tinjauan konseling pastoral dan pandangan Alkitab menegaskan bahwa burnout bukanlah kelemahan iman, melainkan kondisi manusiawi yang membutuhkan pemulihan holistik. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan pastoral yang empatik, pembinaan spiritual yang seimbang, serta penataan pelayanan yang menghargai keterbatasan manusia demi kesejahteraan pemuda sebagai generasi penerus jemaat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK POTRET RELASI ANTARA PEMUDA GEREJA GMIT DAN REMAJA MESJID DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN DI DESA MOTONGBANG KEC. TELUK MUTIARA. KAB. ALOR. Nanggi Y. (*) Metboki M. (**) Natonis A. D. (**) Potret relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Masjid dalam membangun kerukunan di Desa Motongbang diwujudkan dengan sikap saling membantu, bukan hanya dalam aktifitas keseharian tetapi juga dalam acara keagamaan dan juga bergotong royong membersihkan tempat ibadah. Contoh ketika hari raya Natal, gotong royong Remaja cukup tinggi dalam menjaga ketentraman beribadah, dan sebaliknya saat hari raya Idul Fitri atau takbiran, Pemuda turut membantu dan juga menjaga ketertiban dalam beribadah, ada juga kegiatan lainnya seperti hari Valentine dimana para Pemuda dan Remaja berkerja sama mencari dana dan mengadakan acara tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apa yang mendukung terciptanya relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Mesjid dalam membangun kerukunan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendukung relasi antara Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Masjid dalam membangun kerukunan di Desa Motongbang. Kec. Teluk Mutiara Kab. Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjalinnya relasi Pemuda Gereja GMIT dan Remaja Mesjid dalam membangun kerukunan yaitu ada faktor utama yaitu, kerja sama,kerukunan, interaksi sosial, membangun dialog dan merawat relasi sedangkan faktor pendukung yaitu kebebasan beragama, peran pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat. Relasi yang di bangun dengan cara saling menghargai, saling menjaga keamanan saat ibadah, tidak menjelek-jelekkan antar sesama, tidak membeda-bedakan suku dan agama, saling membantu membangun fasilitas tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya, seperti pembuatan stapak di beberapa titik lokasi Desa. Berkerja sama mencari dana untuk kegiatan valentine yang di laksanakan setiap tahun dengan tujuan yang di bangun bersama yaitu demi membangun relasi yang harmonis dan damai.