Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: pemuda.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN ORANG MUDA : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Kepemimpinan Orang Muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman, melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas, tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda. Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf, kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter, kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DI KALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DIKALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT Tein, M,S)* Metboki, M)** Natonis, D)** Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah factor-faktor apakah yang menyebabkan minimnya peran gereja daam mencegah minuman keras di kalangan pemuda Ebenhaezer oefau Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran gereja dalam mencegah penyalgunaan minuman keras pada pemuda Ebenhaezer oefau. Yang merupakan populasi dalam penelitian ini adaah badan pengururs gereja Ebenhaezer Oefau, dan Tokoh masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka sampel dalam penelitian ini yakni Ketua majeis, UPP dan BPP pemuda, Tua Adat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian di lakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran gereja sangatlah penting dalam mencegah pemuda yang mengonsumsi minuman keras kerena gereja memiliki tanggung jawab yang etis untuk memberikan nasehat atau arahan pada pemuda agar tidak di perbudak oleh minuman keras yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. kesimpulannya adalah Faktor utama yang menyebabkan minimnya peran gereja dalam mencegah penyalah gunaan minuman keras adalah pendampingan atau bimbingan dari gereja dan orang sekitar. Dalam hal ini Peran gereja merujuk pada peran pendeta,UPP dan BPP pemuda serta tokoh adat. Pendeta sebagai ketua majelis pada gereja yang berperan mencegah penyalah gunaan minuman keras pada kalangan pemuda sangatlah penting, dalam hal ini Pendeta sebagai penasehat dan pembimbing yang mengarahkan atau mencegah pemuda agar tidak terlibat dalam praktek minuman keras. Maka penulis memberi saran kepada : Pendeta harus mengadakan PA setiap minggu untuk membimbing pemuda agar terhindar dari penyalah gunaan minuman keras, ketua UPP dan BPP harus mengumpulkan pemuda atau menyusun jadwal PA bagi pemuda setiap minggu agar dapat dibimbing untuk menjauhi penyalah gunaan minuman keras, dan tokoh adat perlu mengadakan pertemuan khusus dengan Pendeta, UPP dan BPP serta orang tua dalam mencari solusi untuk mengatasi pemuda dalam penyalah gunan minuman keras.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail