ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH
Oleh
Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73.
Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah
ABSTRACT
ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION
By
Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L
Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different.
Translated with DeepL.com (free version)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuianalisisefisiensiirigasitotalpadadaerahirigasipuluthieedi desaoebelo.Saluranirigasipuluthieemerupakaninfrastrukturpengairanirigasipuluthieeyangberfungsi untukmengalirkanairdaribakmenujupetaksawah.Mencapaimaksimaldalamprosespengataranini akandipengaruhiolehseberapabesarefisiensisaluranuntukmenyalurkanairtersebut.Tujuanutama dalampenelitianiniadalahmenganalisisbesarnyaefisiensidankehilanganairdisaluran.Penelitianini dilakukanpadasaluranprimer,sekunderdantersierdidaerahirigasipuluthiee.Efisiensipadasaluran irigasidianalisisdenganmembandingkanantarabesarntadebitinputpadasalurandengandebitouput saluran.Sedangkanuntukkehilanganairdisaluranirigasidianalisisdenganmenghitungbesarnya evaporasi,infiltrasi,dankebocoranpadasaluran.Data-datayangdigunakanpadapenelitianiniadalah dataprimerberupadatakecepatanaliranyangdiperolehdaripengukurantampangalirandisaluran. Hasilnyamenunjukanbahwaefisiensitotalsaluranirigasididaerahirigasipuluthieeadalah52%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman tomat dengan menggunakan mulsa yang berbeda dilahan kering telah di laksanakan sejak awal bulan juni hingga awal agustus 2022 di kelurahan oesapa kecamatan kelapa lima kabupaten kota kupang provinsi nusa tenggara timur.Penelitian ini bertujuan ; (1) untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada lahan kering. (2) untuk mengetahui pengaruh teknik irigasi tetes pada petak yang diberi mulsa plastik hitam, warna perak, jerami serta tanpa mulsa dan jerami.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan dilapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1= Tanpa menggunakan Mulsa dan jerami, P2= mulsa plastik warna hitam P3= mulsa plastik perak dan P4= jerami padi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman tomat dengan penerapan teknik irigasi tetes pada pertumbuhan tanaman tomat dilahan kering pengaruh nyata pada P1 (tanpa menggunakan mulsa dan jerami), P2 (mulsa plastik hitam), P3 (mulsa plastik perak), P4 (jerami padi).Sedangkan parameter bobot basah tanaman tomat dan bobot kering tanaman tomat perpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat dan penggunaan mulsa yang berbeda.Bobot basah dan bobot kering tanaman tomat terlihat pada P1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah Indonesia terus - menerusberupaya agar pertanian di Indonesia lebihproduktif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah. Metodewaterfalmerupakanmetodepengembanganperangkatlunaktertuasebabsifatnya yang natural.Rancangansistemirigasi tetes terdiridari pipa, selang, driperulir, dan konektor. Diameter pipa yang digunakanadalah: ¾ incidenganpanjang 30 cm jumlah pipa yang digunakanadalah 1 buah yang dihubungkandenganselang dan selangdihubungkandengandriperputarsebanyak 28 utput yang digunakan pada jaringanirigasi tetes ini. Peralatanutam yang mendukungjaringanirigasi tetes adalah: bakpenampung dan katup. Bakpenampungdigunakanuntukmenampung air yang dipakaisebagai air irigasiberasaldari ember yang berkapasitas 70 liter. Sedangkankeran yang digunakanberfungsiuntukmembuka dan menutupaliran air menujuselangpembagi. Keran yang digunakandipasang pada pipa utama.Komponen – komponenpentingdarisuatusistemirigasi tetes terdiridari pipa utama, selang dan drip putar. Dari pipa utamamengalirkeselang dan dariselangmengalirkeselangpembagi. Drip putardipasang pada selangbpembagi yang berfungsiuntukmendistribusikan air kepolibek.Instalasisistemirigsi tetes denganalatpengaturwaktupenyiramandapatberjalandenganbaik. Yaitu timer hidupsesuaidenganwaktu yang kitaatur dan timer matisesuaidenganwaktu yang sudahkitatentukan. Debit air yang besaryaitu pada waktupenyiraman 10 menitdengamnialai rata-rata sebesar 32,62442 ml. Sedangkan, debit air yang rendahterdapat pada waktupenyiraman 2 menitdengannilai rata-rata sebesar 9,926667 ml.. Dari hasilpengukur pada polibekinikitabisamengetahui volume tertinggiterdapat pada polibek A dan B dan volume air terendahterdapat pada polibek I Hal inidipengaruhi oleh suplay air pada pot A dan B lebihcepatdarripada pot I.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil kecepatan tetesanpemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi cabai keriting dilaksanakan sejak pertengahan desember hingga pertengahan maret 2022 di Lab Mekanisasi Pertanian UKAW Kupang. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, danperlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman cabai keriting. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (63,00 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (7,55 cm), perlakuan terbaik pada diameter batang tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D (4,05 cm).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS LAMA PEMBERIAN AIR IRIGASI PADA SISTEM IRIGASI TETES UNTUK PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KADAR LENGAS TANAH PADA BUDIDAYA KANGKUNG DARAT Radja W*) Lano L. Marthen **)) Nainiti E.P.P. Nikodemus ***))) Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis lama pemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat dan kadar lengas tanah telak dilaksanakan sejak pertengahan juni hingga pertengahan juli 2021 di PT. Poweragro.id indoseia di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi nusa tenggara timur. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, dan perlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman kangkung darat, hasil berat basah tanaman kangkung darat, serta hasil rata-rata kadar lengas tanah sebanyak 14,39 %. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (41,80 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (68,33 cm), perlakuan terbaik pada panjang daun tanaman terpanjang pada perlakuan (14,77 cm), perlakuan terbaik pada lebar daun terlebar pada perlakuan B dengan lebar (1,98 cm). Kata kunci : irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KASUS APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK TANAMAN KUBIS PADA KEBUN DINAS PERTANIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA ABSTRAKSI Tanelaph. B. S*) Nainiti. P. P. E. N **) Makaborang. M**) Penelitian dilaksanakan di Kebun Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara Lokasi KM 6 Kefamenanu pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah studi kasus aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis pada kebun dinas pertanian kabupaten Timor Tengah Utara. Dan untuk mengetahui rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis di kebun Dinas Pertanian Kab.TTU, yang dilakukan oleh pegawai dinas pertanian terutama pada aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai aplikasi sistem irigasi tetes. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, produksivitas tanaman kubis yang menggunakan sistem irigasi tetes. Dalam rincian wawancara dengan responden tersebut, produktivitas tanaman kubis dari lahan seluas 6.250 m2 adalah sebanyak 25.000 buah kol. Selain itu, beban kerja penyiraman menggunakan sistem irigasi tetes jauh lebih ringan dari pada penyiraman konvensional, baik dari segi waktu maupun tenaga. Kata kunci: Studi Kasus Aplikasi Sistem Irigasi Tetes .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN AIR PADA IRIGASI TETES UNTUK BUDIDAYA TANAMAN BAYAM HIJAU
(Amaranthus )
ABSTRAK
Ikun Lau M. *) Nainiti N.P.P.E **) Lano. M. L **)
Irigasi tetes adalah suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar ( emitter). Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus-menerus) disekitar perakaran tanaman. Bayam hijau ( Amaranthus ). Merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayur-sayuran yang dimanfaatkan daun-daun yang masih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian air pada irigasi tetes untuk budidaya tanaman bayam hijau dan mengetahui jumlah pemberian air pada irigasi tetes berapakah yang baik untuk pertumbuhan tanaman bayam hijau.Penelitian ini dilakukan di Kebun bapak Agus bulan November 2020.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga didapat 25 percobaan yaitu perlakuan A dengan jumlah pemberian air 100 ml/ polibag, perlakuan B dengan jumlah pemberian air 200 ml/ polibag, perlakuan C dengan jumlah pemberian air 300 ml/ polibag, perlakuan D dengan jumlah pemberian air 400 ml/polibag, perlakuan E dengan jumlah pemberian air 500 ml/polibag. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analaisis sidik ragam ( ANOVA). Hasil uji berganda Duncan menunjukkan bahwa pengaruh jumlah pemberian air irigasi tetes untuk budidaya tanaman bayam hijau (Amaranthus). Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Berdasarkan parameter tersebut, maka perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan E jumlah pemberian air 500 ml/ hari dengan nilai rata-rata tinggi tanaman = 30,34 cm, jumlah daun = 11,40 helai, dan lebar daun = 7,66 cm.
Kata kunci : Bayam hijau,irigasi tetes, Air, pertumbuhan
Keterangan :
**) Pembimbing
*) Peneliti