ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INGKASAN YANUARIUS SERAN (16384054). Analisis Pengelolaan Perikanan Tangkap Pelagis Kecil Di Pantai Abudenok Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi.,M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat pesisir di pantai Abudenok memanfaatkan sumberdaya laut untuk melakukan penangkapan pelagis kecil dalam pemenuhan kebutuhan hidup masih didominasi oleh nelayan skala kecil. Pendapatan hasil tangkapan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti cuaca dan musim, sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang diperoleh tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan perikanan tangkap pelagis kecil di pantai Abudenok Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis Catch Per Unit Effort (CPUE), analisis Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Tingkat Pemanfaatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu hasil tangkapan nelayan yang ada di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Terdiri dari hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella sp) sebanyak 563,8 Kg, ikan terbang (Hirudicthys sp) sebanyak 247,3 Kg, ikan sarden (Escualosa thorakata) sebanyak 28,4 Kg dan ikan tembang (Sardinella allbela) sebanyak 406 Kg. Kata kunci : Pengelolaan, Perikanan Tangkap, Pelagis Kecil, Desa Umatoos.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HERMAN OKTOVIANUS TASOIN (14380041). Studi Komposisi Jenis
Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang.
Ir Izaak Angwarmasse M.Si dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai
pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan pelagis kecil adalah sumberdaya ikan ekosnomis penting dan sebagai
komponen utama secara ekologis di ekosistem laut. Sumberdaya ikan ini
termasuk sumberdaya neritik yang dominan ditemukan di sekitar pantai. (neritic
population). Pemanfaatan sumberdaya ikan pekagis kecil di perairan Teluk
Kupang dengan berbagai jenis alat tangkap. Dua jenis alat tangkap yang berperan
sebagai penghasil ikan pelagis kecil adalah bagan apung dan mini purse seine.
Penelitian ini berertjuan untuk mengetahui studi komposisi ikan pelagis
kecil yang tertangkap berdasarkan alat tangkap berbeda di perairan Teluk Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode
deskritif survey. Metode deskritif survei yaitu melalui teknik eksplorasi dan
eksperimental fishing terhadap ikan pelagis kecil pada alat tangkap mini Purse
seine dan bagan apung yang beroperasi di perairan Teluk Kupang.
Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Bagan apung, jenis ikan
yang memiliki proporsi dominan pada alat tangkap mini Purse seine yaitu jenis
ikan kembung (Rastrelliger kanagurta.) sebesar 55,50% (545 kg), diikuti jenis
ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 32,08% (315 kg) jenis ikan Peperek
(Leiognathus equulsu.) 11,10% (109 kg) dan jenis ikan tongkol (Euthynnus
affinis) sebesar 1,32% (13 kg). Sedangkan komposisi jenis ikan pada alat tangkap
bagan apung yaitu jenis ikan teri (Stolephous indicus), sebesar 72,21% (932 kg),
diikuti jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 15% (191 kg ) jenis ikan
tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 11,78% (150 kg). Pada alat tangkap mini
Purse seine diperoleh jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan
tongkol (Euthynnus affinis) sedangkan pada bagan apung tidak mendapatkan hasil
tangkapan kedua jenis ikan tersebut. Hal ini karenakan pada sifat dari alat tangkap
bagan apung yaitu pasif atau tidak bergerak untuk mengejar ikan, sedangkan sifat
jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis)
yaitu perenang aktif. Selain itu habitat dari jenis ikan kembung (Rastreliger
kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) cenderung ke daerah lepas pantai
(Oceanik), sedangkan daerah penangkapan alat tangkap bagan cenderung ke
daerah teluk atau daerah perairan dekat pantai (neritik). Pada alat tangkap mini
Purse seine tidak memperoleh jenis ikan teri dikarenakan ukuran mata jaring yang
digunakan yaitu 1 inchi dan 1,5 inchi sedangkan untuk mendapatkan jenis hasil
tangkapan ikan teri harus menggunakan ukuran mata jaring yg lebih kecil yaitu
0,2 inchi. Selain itu juga dipengaruhi oleh habitat dari ikan teri yaitu lebih
cenderung ke daerah dekat pantai sedangkan daerah penangkapan alat tangkap
mini Purse seine di daerah lepas pantai (Oceanik