ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kelaisi Tengah Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor, mengetahui bagian tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kelaisi Tengah, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui jenis penyakit yang disembuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Kelaisi Tengah ditemukan 30 jenis tumbuhan obat yaitu: Awar-awar, balakacida, brotowali, cocor bebek, daun Kacang merah, jarak, jeruk purut, kayu putih, kemiri, kenari, kencur, lempuyang wangi, lidah buaya, maniran, okra, peragis, patikan cina, patikan kebo, pecah beling, pisang liar, pohon afrika, pulai, rumput besi, rumput kasar, rumput liar, sambiloto, seleguri, serei merah, temu kunci, temulawak, vanili. Bagian-bagian (Organ) tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah,getah dan kulit. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu ditumbuk, direbus, dibakar dan direndam. Penyakit yang pernah disembuhkan yaitu demam, sakit perut, batuk pilek, bisul, sakit ngeri, kudis, lambung. Saran Diharapkan agar ada peneltian lanjutan terkait kandungan yang dimiliki dari setiap tumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan obat merupakan etnobotani tumbuhan karena mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan tumbuhan dan juga kebudayaannya yang dimana dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Jenis tumbuhan, bagian organ tumbuhan, dan cara pengolahan obat tradisional untuk alternatif penyembuhan penyakit di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling yaitu kepala Desa, tetua adat dan beberapa orang, sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, eksplorasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 10 responden di Desa Meoain dan Desa Lentera terdapat 28 jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan secara tradisional yaitu sirih, Serai, widuri, kecubung, Bidara, Legundi, Jambu biji, sirsak Patikan cina, Mengkudu, Pepaya, Kamboja, Benalu, Patah tulang, Sisik naga Tapak liman, Gulma siam, Kencur, Faloak, Sukun, Mangga, Beringin pencekik, Tumbuhan Paku tertutup, Kesambi, Kedondong hutan, Damar merah, Srikaya, dan Pare hutan. Bagian organ tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu daun, kulit, akar, batang, semua organ tumbuhan daun-buah, rimpang, ranting dan getah. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu direbus, ditumbuk, dipanggang, dikunyah, dan diremas. Cara penggunaan tumbuhan obat yaitu diminum, ditetes, ditempel, dikunyah, dan mandi. Penyakit yang disembuhkan yaitu jantung, malaria, ginjal, kencing nanah, kanker payudara, darah rendah, hepatitis, ibu nivas, bisul, disentri, diare, demam, muntah darah, ambeyen, sakit mata, usus, kaki bengkak, sakit kepala, sakit badan, batuk, patah tulang, kejang-kejang, luka sayatan, pilek, keputihan, bau mulut, sakit gigi, darah tinggi, asam urat, TBC, lever, keracunan, susah buang air kecil, panas dalam, jerawat, panu dan perut bengkak. Memberikan informasi kepada masyarakat Desa Meoain dan Lentera agar dapat membudidayakan tumbuhan-tumbuhan obat yang berada di Desa Meoain dan Desa Lentera Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT UNTUK IBU NIFAS DI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Novi A. R)* Yanti D.)** Arnold CH. H.)** Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Masa nifas (puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas yaitu 6-8 minggu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat dan cara pengolahan tumbuhan obat untuk ibu nifas di masyarakat Hawu Mehara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat, pengumpulan data menggunakan teknik Wawancara, Eksplorasi, Dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 25 responden di Desa Lobohede, Desa Lederaga, Desa Molie, Desa Tanajawa dan Desa Daieko terdapat 17 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan atau perawatan bagi ibu nifas, yaitu: Asam, binahong, faloak, jahe, jarak pagar, johar, kayu ular, kelapa, kelor, kencur, katuk, kesambi, kunyit, mengkudu, pepaya, sirih dan turi merah. Bagian organ tumbuhan yang digunakan, yaitu: Rimpang, batang, daun, buah, kulit, pucuk. Cara penggunaan obat, yaitu: mandi, minum, makan, kompres, cuci rambut, gosok. Penyakit yang disembuhkan, yaitu: mengembalikan stamina tubuh, mempercepat penyembuhan luka setelah melahirkan, penambah darah, peluruh sisa darah kotor, memperkuat rahim, menambah ASI, mencegah darah putih naik ke kepala, mengeluarkan darah nifas, mengurangi rambut rontok. Perlu adanya pelestarian tumbuhan yang berkhasiat obat tradisional untuk ibu nifas. Melakukan penelitian mengenai kandungan kimia yang terdapat di dalam setiap organ tumbuhan. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Ibu Nifas, Kecamatan Hawu Mehara Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data-data diatas maka disimpulkan bahwa tumbuhan gebang (Corhypa utan lamarck) merupakan salah satu tumbuhan pokok yang paling penting dalam kehidupan masyarakat dan secara praktis tumbumhan gebang (Corhypa utan lamarck) salah satu tumbuhan pokok untuk menunjang kebutuhan pangan dan papan bagi masyarakat Desa Meusin .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ETNOBOTANI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DI DESA KOPIDIL KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Tanaman obat adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat yang digunakan untuk mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat yang dimanfaatkan, cara pengelolaan tumbuhan obat dan jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman obat oleh masyarakat Desa Kopidil. Metode penelitian menggunakan metode Survey explorative. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies yakni, kemiri, sambiloto, daun ende, mengkudu, pepaya, bawang merah, sirih, pisang, kelor, kapok, bawang putih, jarak merah, binahong, serei, kunyit, pinang, jambu biji, turi, jarak putih, jahe. Organ tumbuhan yang digunakan yaitu pucuk daun, buah, batang, rimpang dan umbi. Penyakit-penyakit yang disembuhkan dengan menggunakan tumbuhan obat yakni perut kembung, malaria, cacar air dan sermpah, menurunkan darah tinggi, bisul, obat lambung, struk dan rematik, bengkak, badan sakit, lidah putih bayi dan panu. Cara pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat di yaitu direbus, ditumbuk/dihaluskan, dikunyah, diperas, diparut, dan digaruk. Kata Kunci: Etnobotani, Tanaman obat, Desa Kopidil. Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT ETHNOBOTARY OD MEDICINAL PLANTS USED BY THE COMMUNITY IN KOPIDIL VILLAGE, KABOLA DISTRICT, ALOR REGENCY Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Medicinal plants are types of plants that have functions and properties as medicines used to prevent and cure various diseases. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants, the parts of medicinal plants that are used, how medicinal plants are managed, and the types of diseases that can be cured using medicinal plants by the people of Kopidil Village. The research method used was exploratory survey. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study, 20 spesies of medicinal plants were obtained, namely candlenut, green chirreta, ende leaves, mengkudu, papaya, shallots, betel, bananas, moringa, kapok, garlic, red castor oil plant, binahong, lemongrass, turmeric, areca nut, guava, gala -gala, white castor oil plant, and ginger. The parts of the plants used were the leaf buds, fruit, stems, rhizomes, and tubers. The diseases cured using medicinal plants were flatulence, malaria, chickenpox and measles, high blood pressure, boils, stomach medicine, stroke and rheumatism, swelling, body aches, white tongue in babies, and tinea versicolor. The processing methods used by the community include boiling, pounding/grinding, chewing, squeezing, grating, scraped, and rubbed. Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Kopidil Village. Information: * Researcher ** Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAT
ETNOBOTANI MANGROVE DI KELURAHAN OESAPA BARAT KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI OBAT
Taebenu C.A)* Rupidara A.D.N)** Ngginak J)**
Etnobotaniadalahsegalabentukpengetahuantumbuhan yang menggambarkanhubunganantaramasyarakatlokal (etnis) dengansumberdayaalam.Hutan mangrove adalahkomunitaspantaitropisdan sub-tropis yang dapatmenginvasidantumbuh di lingkungan air laut, hutan mangrove banyakdigunakansebagaisumberbahansandang, pangandanpapan.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuijenis-jenistumbuhan mangrove yang dimanfaatkansebagaiobat; Bagian/organ tumbuhan mangrove yang digunakansebagaiobat; Cara pengolahdanpengaplikasiantumbuhan mangrove yang dimanfaatkansebagaiobatolehmasyarakatKelurahanOesapa Barat, KecamatanKelapa Lima, Kota Kupang.PenelitianinidilakukanpadabulanAgustussampai September 2021.Metode yang digunakandalampenelitianinibersifatsurvei, sedangkanpengambilansampelsertapengumpulan data tumbuhan mangrove yang dimanfaatkansebagaiobatdilakukandenganmetodeeksplorasi di sekitarKelurahanOesapa Barat.Kuesioner yang digunakandalampenelitianadalahkuesionerterbukadaninforman yang ditentukanadalahtokohmasyarakat, pengobat yang pernahmenyembuhkanpasiendanpasien.Hasilpenelitianmenunjukanbahwadiperoleh 4 jenistumbuhan mangrove yang dimanfaatkansebagaiobatuntukmenyembuhkanpenyakityaituRhizophoraapiculata, Rhizophoramucronata, Avecennia marinadanCeriopstagal.Organ/bagian yang digunakanyaitu, kulitkayudandaun.Cara pengolahannyayaitudirebusdandirendam.Sedangkanpenyakit yang disembuhkanyaitumencret, muntah, demamdanpendarahanpadalukabaru.
Kata kunci :Etnobotani, Tumbuhan mangrove, obat.
* Penulis
**Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Etnobotani Tumbuhan Kosmetik Alami di Desa Haitimuk Kabupaten Malaka
Nahak, A.D)* Rupidara, A.D.N)** Bullu, N.I)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis-jenis tumbuhan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kosmetik alami. Penelitian ini termasuk penelitian survey eksploratif dengan metode teknik wawancara yang meliputi wawancara semi terstruktur (semi terstruktured interview), wawancara terbuka (tidak terstruktur). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 10 spesies dan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 8 spesies sebagai bahan kosmetik alami. Organ yang digunakan masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 5 organ yaitu Daun, Buah,Batang, Rimpang, Biji. Sedangkan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 organ yaitu Daun, Buah, Rimpang, Biji. Cara pengolahan oleh masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 cara pengolahan yaitu diparut, ditumbuk, diiris, dikunyah sedangkan masyarakat Haitimuk Umaau terdapat 5 cara pengolahan yaitu ditumbuk, diris, dikunyah, diparut, diremas. Kosmetik alami digunakan untuk menyuburkan rambut, memperkuat gigi, mencerahkan kulit wajah, menghilangkan bekas jerawat, menghilangkan ketombe, memperkuat rambut, pewangi rambut. Sumber perolehan mayarakat Haitimuk Wematan dan Haitimuk Umaau sama-sama memperoleh dari hutan dan lading atau Budidaya.
Perlu adanya dokumentasi tertulis tentang jenis-jenis tumbuhan bahan kosmetik alami dan cara pemanfaatannya, agar pengetahuan lokal tentang pemanfaatan jenis tumbuhan tetap terpelihara dan tidak punah.
Kata Kunci : Etnobotani, Kosmetik, Tumbuhan Alami, Haitimuk Malaka
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati dimana terdapat berbagai jenis tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, Organ tumbuhan yang di gunakan dan cara pengolahannya. dan untuk mengetahui kelimpahan tumbuhan obat Di Hutan Wisata Alam Laputi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang diamati baik dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. pengambilan sampel dan pengumpulan data di lokasi menggunakan metode belt transek dengan transek kuadran. Dalam pengumpulan data vegetasi dalam penelitian ini menggunakan 3 lokasi yang berbeda yaitu lokasi ditempat yang dekat air terjun, danau dan tempat kering atau bebatuan. Data tumbuhan obat yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung keanekaragaman tumbuhan pada plot digunakan rumus keanekaragaman Shanon-Wiener. Data vegetasi dianalisis dengan menggunakan rumus kerapatan, frekuensi dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Hutan Wisata Alam Laputi Desa Praingkareha terdapat 23 jenis tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh pengobat tradisional dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Bagian organ tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan yaitu akar, batang, daun, biji dan rimpang.Cara mengolah tumbuhan tersebut yaitu dengan cara dihaluskan, dimasak dan direbus. Hasil penghitungan nilai kerapatan dan kerapatan relatif. Nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L K (1,5), KR (22.222%). Tingkat Tiang nilai tertiggi yaitu, Psidium guajavaK (50), KR (0,166%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea LamkK (0,01), KR (80,645%).Hasil penghitungan nilai frekuensi dan frekuensi relatif untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L F(0,277), FR (29,562%). Tingkat Perdu nilai tertinggi yaitu, Psidium guajava (0,166), FR (10,553%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea Lamk F (0,222), FR (33,484%) dan S. Macrophylla F (0,138, FR (20,814%).Hasil penghitungan dominansi dan dominansi relatif, nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan perdu yaitu, Hibiscus rosa-sinensis, D (1,398), DR (28,974%)danSauropus androgynusD (1,185), DR (24,559%). Nilai tertinggi untuk tingkat pohon yaitu S. Macrophylla D (3,602), DR (38,388%).Perlu peningkatan upaya budidaya tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional
Kata kunci: Etnobotani, Analisis Vegetasi, Tumbuhan Obat Tradisional.