ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia termasuk salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat melimpah. Sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pusat keanekaragaman di dunia (Mega biodervisiti). Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia adalah tumbuhan lumut. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa Kabupaten Malaka. Dan mengetahui bagaimana indeks keanekaragaman jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka. dan untuk mengetahui parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan lumut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek garis (line transect method). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di sekitar Kawasan Cekdam Desa Kamanasa. Kabupaten Malaka ditemukan 12 Jenis tumbuhan lumut terdiri dari masing- masing 8 jenis lumut daun, yang termasuk ke dalam 7 famili, yaitu Calymperaceae, Pottiaceae, Hypnaceae, Sphagnaceae, Thuidiaceae, Fissidentaceae, Polytrichaceae. Dan 4 jenis Marchantiopsida yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu Marchantiacea dan Aytoniaceae. Berdasarkan hasil perhitungan jenis lumut yang ditemukan pada lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 memiliki indeks keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang, yaitu Stasiun 1 (1,85), dan Stasiun 2 (2,28 ). Parameter lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut, yaitu pH tanah, suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, dan dapat dipakai sebagai rujukan untuk peneliti berikutnya yang mengkaji Indentifikasi jenis lumut (Bryophyta).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN LUMUT DAUN (Bryopsida) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Hailitik, E.T.)* Rupidara, A.D.N.)** Solle, H.R.L.)** Media tanam merupakan media yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk tanaman dapat bertumbuh dan berkembang. Komponen media tanam adalah tanah dan bahan organik. Lumut memiliki sifat yang menyerupai spons yakni dapat menyimpan air dan berfungsi untuk menjaga kelembaban serta sebagai absorban. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh media tanam lumut yang mengandung unsur hara terhadap parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah, 2). untuk mengetahui komposisi jenis media mana yang memberikan hasil paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Jenis penelitian yakni penelitian eksperimen dengan RAL dengan 4 jenis perlakuan dengan komposisi lumut yang berbeda yaitu perlakuan 1 (kontrol = 0 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 2 (25%,125 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 3 (30%, 150 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 4 (35%, 175 gram lumut + 2 kg tanah). Sampel terdiri dari 20 pohon cabai merah pada setiap polybag ditanam 1 pohon dengan jumlah ulangan 5 dan jumlah total polybag 20 buah. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam lumut berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dengan nilai F 3,822 > α0,05 3,24, diameter batang dengan nilai F 4,1276 > α0,05 3,24, sedangkan hasil uji Anova menunjukan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dengan nilai F 0,43 α0,05 3,24 dan jumlah buah dengan nilai F 0,59 α0,05 3,25. Komposisi lumut yang optimal untuk tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan jumlah buah cabai merah adalah pada perlakuan 4 dengan komposisi media 175g lumut : 2kg tanah. Kata kunci: Lumut, media tanam, pertumbuhan, cabai merah Keterangan: )*Peneliti )**Pembimbing I )**Pembimbing II ABSTRAK The Influence Of The Addition Of Leaf Moss (Bryopside) As A Planting Medium On The Growth And Production Of Red Chili Plants (Capsicum annuum L.) Hailitik, E.T.)* Rupidara, A.D.N.)** Solle, H.R.L.)** Planting media is a medium that contains the nutrients needed for plants to grow and develop. The components of the planting medium are soil and organic matter. Moss has properties that resemble a sponge, which can store water and function to maintain moisture and as an absorbent. This study aims to 1). determine the effect of mossy-planted mution containing the nutritional to the growth parameters and production of red chili crops, 2). to know the composition of which type of media that delivers the best results to growth and red chili production. This type of research is the experimental research with RAL with 4 types of treatment with different moss composition of treatment 1 (control = 0 grams of moss + 2 kg of soil) treatment 2 (25%, 125 grams of moss + 2 kg soil) treatment 3 (30%, 150 grams moss) + kg soil) treatment 4 (35%, 175 grams moss) + kg soil). The sample consists of 20 red chili trees on every polybag planted 1 tree with the number of replication 5 and the total number of polybag 20 pieces. Data analysis using One Way Anova test. The results showed that the composition of the moss growing media had a significant effect on plant height with a significant value F 3.822> α0,05 3.24, stem diameter with a significant value F 4.1276> α0,05 3.24, but had no significant effect on the number of leaves F 0.43 α0,05 3.24 and the number of fruits F 0.59 α0,05 3.25. The optimal composition of moss for plant height, number of leaves, stem diameter and number of red chilies was in treatment 4 with a media composition of 175g moss : 2kg soil. Keywords: moss, planting medium, growth, red chili Information: )*Researcher )**Advisor I )**Advisor II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“Identifikasi Jenis-Jenis dan Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Briophyta) yang Berpotensi Sebagai bahan Obat di Taman Wisata Alam Ruteng”.
Atmajaya, R* Rupidara, A.D.N** Bullu, L. N***
Danau Ranamese adalah salah satu objek wisata alam yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur yang memiliki biodiversitas makhluk hidup yang tinggi, salah satunya adalah tumbuhan lumut.Kondisi lingkungan di kawasan Danau Ranamese yang masih terjaga menjadikanlumut tumbuh subur dan memiliki variasi yang cukup beragam. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut (Briophyta) yang berpotensi sebagai bahan obat diTaman Wisata Alam (TWA) Danau Ranamese Kabupaten Manggarai. Penelitian inidilakukan pada bulan Juli 2021, menggunakan metode eksploratif dengan teknik survei, dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif tumbuhan lumut yang berkhasiat obat di lokasi penelitian dan menghitung jenis dominansi, Fi, FRi, Di, RDi, dan INP tertinggi. Dari hasil penelitian yang ada di tiga stasiun dapat disimpulkan bahwa di Danau Ranamese Kabupaten Manggarai Timur tumbuhan lumut yang teridentifikasi sebanyak 15 jenis,yang memiliki potensi sebagai lumut obat sebanyak 2 spesies yaitu Marchantia polymorpha dan Camphylopus pyriformis.Dari hasil perhitungan dominansi, jenis lumut yang ditemukan dari lokasi penelitian yang mempunyai potensi sebagai obat adalah spesies Marchantia polymorphayaitu Fi=0,88, RFi= 72,72 %, Di= 0,017, RDi= 0,80%, INP= 73,52.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Taman Wisata Alam Danau Ranamese maka dapat disimpulkan bahwa lumut yang ditemukan di TWA Danau Ranamese terdiri dari 15 spesies antara lain Pellia epiphylla, Marchantia polymorpha, Marchantia sp, Hiophyla apiculata, Barbula indica, Andreaea acutifolia, Sphagnum suarrosum, Andreaea gainii, Camphylopus pyriformis, Octoblepharum albidum, Dumortiera Hursuta, Phaeoceros laevis, Fontinalis antipyretica, Haplomitrium blumei. Dari 15 jenis lumut yang ditemukan ada 2 jenis lumut yang berpotensi sebagai bahan obat tradisional adalah Marchantia polymorpha dan Camphylopus pyriformis.
Kata kunci: Danau Ranamese, identifikas lumut, keanekaragaman lumut berkhasiatobat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan ajar merupakan seperangkat alat yang memuat atau mengandung materi yang biasa dijadikan pembelajaran di kelas.Bahan ajar menjadi hal yang perlu diperhatikan karena guru dan peserta didik cenderung sangat bergantung pada bahan ajar. Akan tetapi, bahan ajar yang digunakan guru adalah buku teks sehingga siswa merasa jenuh karena dalam proses pembelajaran lebih cenderung menunggu penjelasan dari guru. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah handout. Handout adalah bahan ajar tertulis yang berisi konsep-konsep penting dari suatu materi pembelajaran. Bahan ajar ini berisi rangkuman konsep-konsep penting dari suatu materi sehingga dapat memudahkan pembaca menguasai,memahami dan mengingat konsep-konsep yang dipelajari. Salah satu bahan ajar dalam bentuk grafis yang dapat dikembangkan adalah handout berbasis flora. Penggunaan Handout flora sebagai bahan ajar mempunyai peranan yang sangat penting,yakni memiliki kemampuan dalam menciptakan minat belajar para siswa serta membantu siswa dalam mempermudah mengingat materi pelajaran yang dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis flora ciri khas NTT pada materi dunia botani lumut sebagai bahan ajar yang layak digunakan didalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dariuji ahli materi 75% dengan kualifikasi baik, uji ahli desain 93%, uji ahli media 95%, uji kelompok kecil 100% dan uji kelompok besar 98%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis flora yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout berbasis kflora yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis flora tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis flora ciri khas NTT yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout di buat dengan desain yang menarik dan gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi sdunia botani lumut (Bryophyta)