ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kesambi (Schleichera Oleosa) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman kesambi ini memiliki daun yang lebar, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah biji yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, biji kesambi akan diolah menjadi briket. Di dalam biji kesambi terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk biji kesambi, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk biji kesambi menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk biji kesambi) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk biji kesambi yaitu dengan waktu 2jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Modifikasi alat pencetak hidrolik briket dengan penambahan plat penahan pada selinder pencetak telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi briket biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penambahan plat penahan terhadap proses pencetakan briket, termasuk pengaruhnya terhadap tekanan pencetakan, dimensi briket, dan keandalan operasional alat pencetak. Metode eksperimen melibatkan pengujian langsung pada alat pencetak yang dimodifikasi dengan plat penahan baru pada selinder pencetak, di mana berbagai parameter seperti tekanan hidrolik, kecepatan produksi, dan kualitas briket diamati dan dibandingkan dengan kondisi sebelum modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsistensi tekanan pencetakan dan perbaikan dalam dimensi serta kepadatan briket yang dihasilkan. Selain itu, keandalan operasional alat pencetak juga meningkat, dengan penurunan yang signifikan dalam waktu downtime akibat masalah operasional. Secara keseluruhan, modifikasi ini membuktikan bahwa penambahan plat penahan pada selinder pencetak merupakan solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi produksi briket biomassa, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan proses produksi briket.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) merupakan bagian dari tumbuhan kesambi yang banyak ditemukan di Indonesia. Ranting kesambi memiliki kandungan selulosa dan serat yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket. Namun, untuk meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan, perekat atau binder sangat diperlukan. Nilai rata-rata yaitu : Kadar air 10 mesh yaitu 1,57%, 15 mesh yaitu 1,84% dan 20 mesh 2,85%, dengan nilai rata-rata tetinggi yaitu pada perlakuan 20 mesh yaitu 2,85% dan terendah yaitu 1,57% pada perlakuan 10 mesh. Kadar zat mudah menguap yaitu 10 mesh yaitu: 5,19%,15 mesh yaitu 9,46, dan 20 mesh yaitu 9,80. Maka nilai rata rata kadar zat mudah menguap yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh. Kadar abu yaitu : 10 mesh yaitu: 8,74, 15 mesh yaitu: 9,14 dan 20 mesh yaitu: 9,20. Maka nilai rata rata kadar abu yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai rata rata yang terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh.. Lama Pembakaran briket yaitu : 10 mesh 34 menit, 15 mesh 37 menit dan 20 mesh 40 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan perekat pada pembuatan briket arang tempurung kelapa . Bahan yang di gunakan yaitu serbuk arang tempurung kelapa yang diolah menjadi partikel dengan di bakar . Penilitian dilakukan dengan 10% , 15% , 20 % , 25 % perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 60 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 4 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada perbandingan , lama nyala, massa jenis, dan kadar air.Perlakuan (perekat 25%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai massa jenis tertinggi 15% 26,1 gr,lama waktu pembakaran tertinggi 2 j 40 m, massa jenis tertinggi namun berbeda nyata dengan perlakuan (perekat 25 %) kadar air terendah 6 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang ada di masyarakat dengaan mengolahnya menjadi briket.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas briket arang tempurung kelapa yang baik untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. pembatasan dalam masalah penelitian ini yaitu arang dan tepung tapioka dengan perbandingan komposisi 90:10. Suhu pengeringan yaitu 100°c menggunakan panas matahari selama 7 hari, tempurung kelapa 20 kilo, perbandingan perekat 100 gram 0,5 liter air. proses pembakaran menggunakan tungku pembakaran terbuka, pengayakan menggunakan ayakan dengan ukuran 60 mesh, 40 mesh, 20 mesh. selanjudnya pengujian kualitas briket yaitu kadar air briket (%) nilai kalor (%) berat briket( gram) panjang briket (cm) diameter briket (cm) hasil pengujian kulitas briket arang tempurung kelapa didapatkan nilai rata-rata kaadar air3,06%, nilai rata-rata nilai kalor3,74 %, nilai rata rata berat briket 23,7 gram, nilai rata-rata panjang briket 70,50 cm nilai rata-rata diameter briket 21,15 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penambahan perekat pada pembuatan briket limbah penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk limbah daun penyulingan minyak kayu putih yang diolah menjadi partikel dengan mesin pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 4 perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada variabel pengamatan ketahanan, lama nyala, massa jenis, dan kadar air. Perlakuan D (perekat 20%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai ketahanan tertinggi 93.66667 %, lama nyala tertinggi 1.724999 gr/t, massa jenis tertinggi 539.486 gr/f namun berbeda nyata dengan perlakuan A (perekat 5 %) kadar air terendah 13.93333333 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH UKURAN BUTIRAN SERBUK BATANG GEWANG (Corypha utan Lamarck) TERHADAP KUALITAS BRIKET S. D*) Bunga Haba. F **)) Dethan S. J. J***))) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Suatu penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ukuran butiran serbuk batang gewang (Chorypha utan Lamacrk) terhadap kualitas briket. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk batang gewang. Batang gewang diolah menjadi partikel dengan pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 6 perlakuan yaitu ukuran butiran 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 5 pengulangan setiap briket di buat dengan bahan dasar 500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada pengamatan kerapatan dan nilai kalor bahan. Perlakuan A (ukuran butiran 10 mesh) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1404.06 kg/m3, kerapatan tertinggi 746.41 kg/m3, pengembangan diameter Tertinggi 40.74% dan kadar air terendah 13.48%. Kata kunci : Serbuk Batang Gewang dan Briket.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGUJIAN JUMLAH PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET LIMBAH SERAT GEWANG ( Corypha utan Lamarck) SISA USAHA PAKAN TERNAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Umbu V.F*) Dethan J. J.S.**) Haba Bunga. F. J. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. ABSTRAK Suatu penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh campuran perekat pada serat gewang untuk memperoleh kualitas briket terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian dianalisis dengan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji adalah kombinasi perekat terhadap serat gewang sebagai bahan baku briket sebagai berikut A ( campuran perekat 150 ml ), B ( Campuran perekat 200 ml ), C ( campuran perekat 250 ml ), D ( campuran perekat 300 ml ), E ( Campuran perekat 350 ml ). Pembuatan briket diawali dengan pengambilan serat gewang dari sisa usaha pakan ternak, campuran serat gewang dan perekat serta pencetakan briket. Pencetakan dilakukan menggunakan handpress dan ring die 48,22 mm panjang 37 mm dan pengeringan briket dikeringkan dibawah sinar matahari selama 4 hari. Pengamatan dengan mengukur kadar air, berat, suhu, variable pengamatan meliputi kadar air, pengembangan diameter, nilai kalori briket, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan campuran perekat memberikan pengaruh pada pengamatan kadar air, pengembangan, massa jenis dan nilai kalori bahan dan perlakuan terbaik. Dari data pengembangan menyatakan bahwa perlakuan D (penambahan perekat 300 ml) menghasilkan pengembangan diameter briket tertinggi 11.74.%, tidak berbeda nyata dengan perlakuan C (penambahan perekat 250 ml ) yang menghasilkan pengembangan 7.83 %. Dari data masa jenis perlakuan C (penambahan perekat 250 ml) menghasilkan masa jenis tertinggi 379,14 kg/m3, dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan A (penambahan perekat 150 ml) yang menghasilkan masa jenis 377.81 kg/m3 Dari data nilai kalori menyatakan bahwa A (penambahan perekat 150 ml) yang menghasilkan nilai kalori terendah 1396.20J, dan berbeda nyata dengan perlakuan E (penambahan perekat 350 ml) yang menghasilkan nilai kalori tertinggi 1430.60J dan tidak berbedanyata dengan perlakuan D ( penambahan perekat 300 ml )menghsalkan nilai kalori 1419.85 J/ dan perlakuan B ( Penambahan perekat 300 ml ) menghasilkan nilai kalori 1406.41 J. Perlakuan C ( perekat 15%) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1420.02J, kerapatan tertinggi 379.14 kg/m3, pengembangan diameter terendah 7.83 % dan kadar air terendah 15.22%. Kata kunci : Briket, serat, gewang, energi terbarukan. Ket: *) Peneliti *) Dosen FTP UKAW
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN SEKAM PADI DAN DAUN KESAMBI TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET Bunga O * Bunga F. J. H ** Makaborang M *** Suatu penelititan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh campuran sekam padi dan daun kesambi terhadap kualitas biobriket dan perlakuan campuran sekam padi dan daun kesambi terhadap kualitas biobriket terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian dianalisis dengan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji adalah kombinasi sekam padi dan daun kesambi sebagai bahan baku biobriket sebagai berikut A. (sekam padi 90, 70, 50, 30, 10% + daun kesambi 10, 30,50,70, 90%). Variabel pengamatan meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor biobriket. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pencampuran sekam padi dan daun kesambi memberikan pengaruh pada pengamatan kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor bahan dan perlakuan terbaik D. (sekam padi 30% + daun kesambi 70% adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan kadar air terendah 11,4 %, pengembangan diameter terendah 5.03 %, kerapatan tertinggi 2,223.67 kg/m3, dan nilai kalor tertinggi 1400.70 j.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PERE KAT TEPUNG KANJI TERHADAP KUALITAS BRIKET DAUN KESAMBI (Schleichera Oleosa Lour) Oematan F * Makaborang M ** Dethan J. J. S. *** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pengaruh perekat tepung kanji menghasilkan kualitas terbaik untuk membuat briket dari daun kesambi ingin mengurangi ekonomis bagi masyarakat. Daun kesambi yang masih muda dapat dimakan sebagai sayur asam. Bahkan dapat dimakan mentah sebagai lalapan, walaupun rasanya agak sepat. Di Sulawesi Selatan, daun kering dari pohon kesambi dapat dibakar dan asapnya digunakan untuk pengobatan (pengasapan) penyakit kudis dan gatal-gatal (Bachli, 2007). Buah yang masih hijau dapat dimakan dan diolah sebagai asinan. Penelitian dilaksanakan pada bulan agustus - september 2021 di Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana. Bahan utama yaitu serbuk daun kesambi kering. Perlakuan yang diuji adalah ukuran partikel , yaitu 3 variasi ayakan 50 mesh, hand press dan ring die briket mill, jangka sorong, timbangan mettler toledo, bomb calorimeter, dan plastik sampel. Tahapan yaitu : (1) Persiapan bahan, (2) Pengecilan ukuran atau penepungan, (3) Pengayakan (4) Pencampuran serbuk daun kesambi, dengan perekat tepung kanji, dan air. (5) Pencetakan briket, (6) Pengeringan briket, dan (7) Analisis kualitas briket. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) Sumber energy terbarukan yaitu Briket yang dapat di buat dari partikel-partikel limbah daun kesambi yang menghasilkan kualitas terbaik untuk mempermudah masyarakat dalam ekonomis., (2) Tepung kanji yaitu untuk membuat perekat yang memiliki kualitas yang baik. (3) Briket limbah dari partikel daun kesambi untuk masing – masing perekat, persentase perekat tepung kanji 25gr, memiliki kualitas lebih baik dari segi kadar air, dan nilai kalorinya dibandingkan dengan persentase perekat 25gr, dan 35gr. Dan (4) karakteristik briket limbah organik daun kesambi yang terbaik adalah sebagai berikut : a. Kadar air sebesar 36.00% dan nilai kalori sebesar 1340.72 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tiumlafu J. I * Bunga F. J. H ** Dethan J. J. S *** Pengaruh variasi campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket dan perlakuan campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket terbaik.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Data hasil penelitian dianalisis dengan Analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji. Perlakuan yang diuji adalah kombinasi tongkol jagung dan daun kesambi sebagai bahan baku briket sebagai berikut:A. (Campuran Tongkol 80% + Daun kesambi 20%), B. (Campuran Tongkol 70% + Daun kesambi 30%)C. (Campuran Tongkol 60% + Daun kesambi 40%), dan D. (Campuran Tongkol 50% + Daun kesambi 50%). Pembuatan briket tongkol diawali dengan pengecilan ukuran, pengayakan dilakukan menggunakan alat pengayak dengan ukuran saringan 40 mesh, pencampuran tongkol jagung dengan daun kesambi dan bahan perekat. pencetakan briket. Pencetakan dilakukan menggunakan diameter 48.22 mm panjang 60 mm dan pengeringan briket. dikeringkan di bawah sinar matahari selama ± 4 jam. Pengamatan dengan mengukur kadar air, berat, suhu.Variabel pengamatan meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pencampuran tongkol jagung dan daun kesambi memberikan pengaruh pada pengamatan kerapatan dan nilai kalor bahan dan perlakuan D (Campuran tongkol jagung 50% + Daun kesambi 50%) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1419.74J, kerapatan tertinggi 460.03 kg/m3, pengembangan diameter terendah 6.96 % dan kadar air terendah 11.91%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KOMPOSISI PADA BRIKET ARANG TONGKOL JAGUNG DAN ARANG SEKAM PADI TERHADAP ENERGI PANAS YANG DIHASILKAN Kofi. M* Bunga F. J. H ** Makaborang M *** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. ABSTRAK Energi alternatif terbarukan merupakan suatu alasan sebagai pengatasan krisis energi saat ini, Bahan tongkol jagung dan sekam padi yang umumnya digunakan secara tradisional oleh petani. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ukuran komposisi yang menghasilkan energy panas tertinggi (Nilai Kalori).Penelitian dilaksanakan pada bulan November2020 - Januari 2021 di Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana.Perlakuan yang diuji adalah energi panas yang dihasilkan, hand press dan ring die briket, jangka sorong, timbangan meter Toledo, dan termocopel.Dari hasil penelitian berdasarak hasil uji jarak Duncan menunjukan bahwa nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan jumlah 15,4% dan terendah perlakuan D dengan nilai 14,02%, nilai pengembanagan diameter tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai 11,74% dan terendah perlakuan A dengan nilai 4,69%, nilai masa jenis tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai 379% dan perlakuan D dengan nilai 336,8%, dan nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan E dengan nilai 1430,60 j/Kg dan perlakuan A menghasilkan nilai kalor terendah dengan jumlah 1396,20 j/Kg.