ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN PEREKAT PADA BIOPELET CAMPURAN TONGKOL JAGUNG DAN DAUN KESAMBI Riga N. B* Makaborang M ** Dethan J. J. S*** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bahan sumber biomassa limbah pertanian yang ketersediaanya melimpah adalah tongkol jagung dan daun kesambi. Daun kesambi berkhasiat sebagai obat eksem, obat kudis, obat koreng dan obat radang telinga. Namun dalam keadaan modern sekarang ini biomassa dari tongkol jagung dan daun kesambi yang dicampur dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan rumah tangga seperti memasak, memanggang, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dari hasil penelitian perlakuan penambahan perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, pengembangan diameter, kerapatan, dan kalori biopelet pada tingkat kepercayaan P>0.05. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukkan bahwa perlakuan A (Perekat 5%) menghasilkan kadar air tertinggi 14.38 %, perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan pengembangan diameter 14.87 %, perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan kerapatan 647.52 kg/m3, Perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan kalori 1294.69 j.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tiumlafu J. I * Bunga F. J. H ** Dethan J. J. S *** Pengaruh variasi campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket dan perlakuan campuran tongkol jagung dan daun kesambi terhadap kualitas briket terbaik.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Data hasil penelitian dianalisis dengan Analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji. Perlakuan yang diuji adalah kombinasi tongkol jagung dan daun kesambi sebagai bahan baku briket sebagai berikut:A. (Campuran Tongkol 80% + Daun kesambi 20%), B. (Campuran Tongkol 70% + Daun kesambi 30%)C. (Campuran Tongkol 60% + Daun kesambi 40%), dan D. (Campuran Tongkol 50% + Daun kesambi 50%). Pembuatan briket tongkol diawali dengan pengecilan ukuran, pengayakan dilakukan menggunakan alat pengayak dengan ukuran saringan 40 mesh, pencampuran tongkol jagung dengan daun kesambi dan bahan perekat. pencetakan briket. Pencetakan dilakukan menggunakan diameter 48.22 mm panjang 60 mm dan pengeringan briket. dikeringkan di bawah sinar matahari selama ± 4 jam. Pengamatan dengan mengukur kadar air, berat, suhu.Variabel pengamatan meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pencampuran tongkol jagung dan daun kesambi memberikan pengaruh pada pengamatan kerapatan dan nilai kalor bahan dan perlakuan D (Campuran tongkol jagung 50% + Daun kesambi 50%) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1419.74J, kerapatan tertinggi 460.03 kg/m3, pengembangan diameter terendah 6.96 % dan kadar air terendah 11.91%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KOMPOSISI PADA BRIKET ARANG TONGKOL JAGUNG DAN ARANG SEKAM PADI TERHADAP ENERGI PANAS YANG DIHASILKAN Kofi. M* Bunga F. J. H ** Makaborang M *** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. ABSTRAK Energi alternatif terbarukan merupakan suatu alasan sebagai pengatasan krisis energi saat ini, Bahan tongkol jagung dan sekam padi yang umumnya digunakan secara tradisional oleh petani. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ukuran komposisi yang menghasilkan energy panas tertinggi (Nilai Kalori).Penelitian dilaksanakan pada bulan November2020 - Januari 2021 di Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana.Perlakuan yang diuji adalah energi panas yang dihasilkan, hand press dan ring die briket, jangka sorong, timbangan meter Toledo, dan termocopel.Dari hasil penelitian berdasarak hasil uji jarak Duncan menunjukan bahwa nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan jumlah 15,4% dan terendah perlakuan D dengan nilai 14,02%, nilai pengembanagan diameter tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai 11,74% dan terendah perlakuan A dengan nilai 4,69%, nilai masa jenis tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai 379% dan perlakuan D dengan nilai 336,8%, dan nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan E dengan nilai 1430,60 j/Kg dan perlakuan A menghasilkan nilai kalor terendah dengan jumlah 1396,20 j/Kg.